Pengertian Transmisi

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengertian Sinyal/Gelombang Akustik


Gelombang akustik atau gelombang bunyi adalah gelombang yang dirambatkan
sebagai gelombang mekanik yang dapat menjalar dalam medium padat, cair,
dan gas (Sutrisno, 1988). Gelombang bunyi ini merupakan getaran molekulmolekul zat dan saling beradu satu sama lain namun demikian zat tersebut
terkoordinasi menghasilkan gelombang serta mentransmisikan energi bahkan
tanpa terjadi perpindahan partikel (Resnick dan Halliday, 1978). Apabila
gelombang bunyi merambat mencapai batas permukaan maka gelombang bunyi
tersebut akan mengalami transmisi dan refleksi.
Source: http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/125451-FIS.025-08-Karakterisasi
%20sinyal-Analisis.pdf

2. Pengertian Gelombang Elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat tanpa memerlukan medium dan

merupakan gelombang transversal. Namun gelombang elektromagnetik merupakan


gelombang medan, bukan gelombang mekanik (materi). Pada gelombang
elektromagnetik,medan listrik E selalu tegak lurus arah medan magnetik B dan keduanya
tegak lurus arah rambat gelombang. Gangguan gelombang elektromagnetik terjadi karena
medan listik dan medan magnet, oleh karena itu gelombang elektromagnetik dapat
merambat dalam ruang vakum.

Medan listrik dan medan magnet pada gelombang elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik berasal dari matahari dan angkasa; peralatan elektronik,
pemancar radio/TV, satelit, monitor TV, komputer, kilat, bahan radioaktif, alat Rontgen,
bara api dan blok mesin yang panas. Secara umum dapat dikatakan gelombang
elektromagnetik muncul dari partikel bermuatan yang dipercepat (bergetar, perputar,
diperlambat dan dipercepat).
Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa
diukur,
yaitu: panjang
gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude dankecepatan. Amplitudo
adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak.
Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan
waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan
energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan

frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah


frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam
semesta pada level yang berbeda-beda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber
energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi
frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan
energi elektromagnetik.
Source: http://mayaerna.blogspot.com/2013/05/bagian-6-pengertian-gelombang.html

3. Pengertian Cahaya
Pengertian cahaya adalah pancaran elektromagnetik yang terlihat oleh
mata telanjang manusia. Setiap hari bumi diguyur energi yang banyak sekali dari Matahari,
dalam waktu satu tahun, satu meter persegi tanah di bagian dunia yang banyak cahaya
mataharinya menerima lebih dari 2.000 kilowatt-jam energi cahaya. Seandainya semua
energi ini dapat dikumpulkan dan dapat diubah menjadi listrik, jumlahnya akan cukup
membuat satu katel air mendidih tanpa henti selama hampir enam minggu. Di dunia alam,
sebagian kecil energi cahaya dikumpulkan oleh daun-daun tumbuhan dan digunakan
sebagai bahan bakar untuk pertumbuhannya. Namun kini cahaya matahari sudah banyak
digunakan untuk berbagai kebutuhan kehidupan manusia.
Apabila kita berpergian sambil menikmati beberapa keindahan alam sekitar kita seperti
memandang langit biru yang cerah, gunung-gunung yang tampak menjulang tinggi, sawah
hijau membentang, dan bunga-bunga yang beraneka warna. Kita dapat menikmati semua
keindahan alam tersebut karena ada cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda
yang masuk kedalam mata. Cahaya mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita.
A. Cahaya Merupakan Gelombang Elektromagnetik
Gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang dapat dipantulkan jika mengenai
penghalang atau rintangan. Selain itu gelombang dapat dibiaskan jika masuk pada medium
yang berbeda. Salah satu jenis gelombang itu adalah gelombang elektromagnetik dengan
mempunyai cepat rambat
Ada satu perbedaan gelombang elektromagnetikdengan gelombang lainya yaitu medium
atau zat antaranya. Gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium dalam
perambatannya. gelombang elektromagnetik dapat merambat di dalam ruang hampa.
Menurut teori gelombang dari Christian Huygens (1629-1695), cahaya pada dasarnya sama
dengan berbunyi. Perbedaannya hanya terletak pada frekuensi dan panjang gelombangnya.
Selain itu, menurut James Clerk Maxwell (1831-1879), cahaya adalah gelombang
elektromagnetik.
B. Cahaya Merambat Lurus
Kita dapat melihat sebuah benda karena ada berkas cahaya yang dipantulkan oleh benda
itu masuk ke mata kita. cahaya pada benda berasal dari sumber cahaya. Ada dua sumber
cahaya yaitu alami dan buatan. Contoh sumber cahaya alami adalah matahari dan bintang,
adapun sumber cahaya buatan misalnya lampu, senter, dan lilin.

Dari sumber cahaya, gelombang cahaya merambat ke semua arah. Apabila medium yang
dilalui gelombang cahaya serba sama di semua bagiannya, gelombang cahaya merambat
menurut garis lurus. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengamati cahaya merambat
lurus, Misalnya, pagi hari, cahaya matahari yang masuk ke rumah melalui celah yang kecil
selalu tampak berupa batang-batang putih yang lurus. Berkas lampu pula jika kita melihat
film di bioskop. Berkas cahaya dari lampu proyektor film berupa batang-batang putih yang
lurus.
C. Pemantulan Cahaya
Jika cahaya mengenai suatu permukaan maka cahaya akan dipantulkan. salah satu contoh
apabila di dalam ruang gelap dijatuhkan seberkas sinar ketitik S pada keping optik, sinar itu
akan dipantulkan, kemudian jika cermin diputar sehingga sudut datangnya berubah maka
sudut pantulnyapun berubah.
Hukum Pemantulan Cahaya
1. Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul selalu terletak pada sebuah bidang datar.
2. Sudut datang selalu sama dengan sudut pantul
1. Macam-macam Pemantulan Cahaya
Ada dua jenis pemantulan cahaya, yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur.
a. Pemantulan Baurur
Pemantulan baur yaitu pemantulan cahaya yang acak atau tidak teratur. Hal ini disebabkan
cahaya mengenai permukaan yang tidak rata, misalnya pada permukaan tembok. Dengan
demikian, benda akan tampak lebih jelas.
b. Pemantulan Teratur
Pemantulan teratur yaitu pemantulan cahaya yang teratur. Hal ini disebabkan cahaya
mengenai permukaan yang halus dan rata, misalnya permukaan cermin atau kaca.
Jika kita letakan sebuah lilin yang menyala di depan cermin datar, akan terlihat bayangan
lilin itu. Apabila lilin itu digeser ke kanan atau ke kiri, menjauh atau mendekat terhadap
cermin tenyata kita akan memperoleh bayangan dan gerak yang sama. hal ini terjadi jika
kita berada di depan cermin datar itu.
Bayangan yang terbentuk karena sinar-sinar dipantulkan secara teratur oleh suatu
permukaan.
2. Pemantulan Pada Cermin
Ada tiga jenis cermin yang dapat menghasilkan bayangan, yaitu cermin datar, cermin
cekung, dan cermin cembung.
a. Pemantulan pada Cermin Datar
Cermin datar adalah sebuah cermin yang permukaan pantulannya berupa bidang datar.
Apabila kita amati kegiatan tentang pemantulan teratur, kita akan melihat bahwa bayangan
pada cermin datar mempunyai sifat tertentu.
Bayangan yang terbentuk akan selalu sama dengan bendanya baik kedudukannya maupun
besarnya.
Dari penjelasan di atas, kita dapat memperoleh sifat-sifat cermin datar sebagai berikut :

1. Jarak bayangan ke cermin (s') = jarak benda kecermin (s)


2. Tinggi bayangan yang terbentuk (h') = tinggi bendanya (h)
3. Posisi-bayangan = posisi bendanya
4. Bayangan bersifat maya karena di belakang cermin dan bentuk oleh potongan dan
perpanjangan sinar pantulnya.
5. Jarak bayangan selalu diberi tanda negatif.
6. Bayangan saling bertukar sisi dengan bendanya.
b. Pemantulan pada Cermin Cekung
Ada tiga jenis berkas cahaya, yaitu berkas cahaya yang sejajar, mengumpul (konvergen),
dan menyebar (divergen).
Cermin cekung adalah cermin lengkung yang didalamnya dapat memantulkan cahaya.
disamping itu, cermin cekung bersifat konvergen atau mengumpulkan sinar.
Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung ada tiga, yaitu :
1) Sinar sejajar sumbu utama dapat dipantulkan melalui fokus
2) Sinar melalui titik pusat dipantulkan kembali melalui titik pusat
3) Sinar melalui fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama
c. Pemantulan pada Cermin Cembung
Cermin cembung adalah cermin lengkung yang bagian luarnya dapat memantulkan cahaya.
cermin ini bersifat divergen atau menyebar sinar.
Cermin cembung juga memiliki tiga sinar istimewa yaitu :
1. Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari fokus
2. Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat
3. Sinar Melalui fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
Berdasarkan sifat pembentukannya, cermin cekung dan cermin cembung dapat dibedakan
kegunaannya. Cermin cekung banyak digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu
motor, lampu senter, dan lain-lain. Selain itu, digunakan pula pada alat-alat OHP (Overhead
Projektor), proyektor film, dan teleskop. Adapun cermin cembung banyak digunakan untuk
kaca sepion kendaraan bemotor.
Source: http://galerifisika.blogspot.com/2013/06/cahaya.html

Anda mungkin juga menyukai