Ad Art
Ad Art
DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA
SMA N 1 PADANG
PERIODE 2008-2009
DITETAPKAN OLEH :
MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS
PEMBUKAAN
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa sesungguhnya ilmu itu
merupakan salah satu karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus di amalkan untuk
membawa manusia menuju kehidupan yang baik
Bahwa siswa sebagai kadar perjuangan dan pembangunan nasional, sadar akan
kewajiban, peranan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, bangsa, dan
Negara, dalam rangka pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.Maka kami para
siswa/i SMA N 1 Padang menghimpun diri dalam satu wadah Organisasi Siswa Intra
Sekolah (OSIS) yang disusun dalam anggaran dasar sebagai berikut :
ANGGARAN DASAR
BAB 1
UMUM
Pasal 1
Pasal 2
Pasal 3
Tujuan
Sifat Organisasi
Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu-satunya wadah yang
menampung kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menunjung kurikulum yang
sah mewakili dari sekolah tersebut.
Pasal 5
Bentuk Organisasi
Pasal 6
Lambang
Pasal 7
Keanggotaan
Pasal 8
Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS
Pasal 9
Keuangan
Keuangan organisasi ini diperoleh dari sumbangan iuran siswa dan dana komite
rutin sekolah yang disediakan untuk itu dan dari sumber yang sah.
BAB 2
Perangkat Organisai
Pasal 10
Perangkat Organisasi terdiri dari:
1. Majelis Permusyawaratan Kelas
2. Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah
3. Majelis Pembimbing OSIS
BAB 3
Majelis Permusyawaratan Kelas
Pasal 11
1. Anggota-anggota MPK merupakan perwakilan kelas, sehingga dapat
menampung dan mewujudkan seluruh aspirasi siswa.
2. Sebelum sah menjadi anggota-anggota MPK, setiap anggota harus
mengucapkan janji secara sungguh-sungguh dihadapan Kepala Sekolah untuk
mengambil janji
3. Perumusan bunyi diatur sendiri secara rasional
4. MPK bertanggung jawab kepada sekolah
Pasal 12
MPK menetapkan Anggaran Rumah Tangga serta garis besar program kegiatan
OSIS di sekolah dan disahkan oleh Kepala Sekolah.
BAB 4
Pengurus OSIS
Pasal 13
1. Susunan Pengurus OSIS ditetapkan oleh MPK,Pimpinan OSIS dengan
berdasarkan pertimbangan berbagai Pihak dalam suatu musyawarah.
2. OSIS dipimpin oleh Ketua Umum dengan dibantu oleh Ketu 1 dan Ketua 2
3. Ketua Umum,Ketua 1,dan Ketua 2 harus Warga Negara Indonesia yang duduk
di kelas X atau di kelas XI dan bukan di kelas terakhir.
4. Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan Ketua MPK
dalam suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK.
Pasal 14
1. Kepengurusan OSIS bekerja menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga.
2. Dalam melakukan kewajiban Ketua Umum, Ketua 1, Ketua 2 dibantu oleh
perangkat kerja.
3. Ketua Umum,Ketua 1, Ketua 2 memegang jabatan selama 1 periode.
4. Didalam melaksanskan tugasnya Pengurus OSIS dibimbing oleh pembimbing.
Pasal 15
1. Ketua Umum, Ketua 1, Ketua 2 menetapkan petunjuk pelaksanaan untuk
melaksanakan program kerja OSIS.
2. Ketua Umum, Ketua 1, Ketua 2 dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya
dipimpin oleh Majelis Pembimbing.
Pasal 16
Jika salah seorang pengurus inti OSIS meninggal dunia, berhenti atau tidak dapat
melaksanakan kewajiban dalam masa jabatannya, maka ia digantikan oleh
anggota pengurus yang lainnya yang ditetapkan oleh MPK dengan persetujan
Kepala Sekolah.
Pasal 17
Sebelum mengakui jabatan, pengurus MPK/OSIS pada saat pelantikan
mengucapkan janji dihadapan Kepala Sekolah dan seluruh warga SMA N 1
Padang.
Kedudukan OSIS
Pasal 18
Osis merupakan mitra kerja MPK yang bertanggu jawab sepenuhnya kepada
MPK dan terikat secara keseluruhan dengan hak-hak yang dimiliki secara sah
oleh MPK
BAB 6
Pasal 19
Pasal 20
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 21
Hal yang belum diatur dalam anggaran ini, diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga dan peraturan lainnya yang sah.
ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB1
Pengertian Dasar
Pasal 1
1. OSIS adalah singkatan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah.
2. OSIS adalah organisasi yang berada di lingkungan sekolah yang
beranggotakan peserta didik yang mengikuti pendidikan di sekolah dan
keanggotaan tidak terkait dengan kegiatan luar sekolah.
BAB 2
Kepengurusan OSIS SMA N 1 Padang
Pasal 2
1. Pemilihan pengurus inti OSIS diserahkan kepada Majelis Permusyawaratan
Kelas dengan pertimbangan Pembina dan dilakukan oleh Komisi D.
2. Setiap kelas X dan XI, serta ekstrakurikuler memberikan daftar calonnya
minimal 2 orang kepada Majelis Permusyawaratan Kelas.
3. Komisi D akan melaksanakan seleksi untuk menyaring 8 (delapan) orang
calon kuat pengurus inti OSIS secara transparan dan lengkap dengan nilai dan
kepada setiap calon diberi kesempatan untuk berkampanye secara formal.
4. Semua siswa-siswi SMA N1 Padang diberi 2 (dua) hak suara untuk memilih
delapan orang pengurus inti OSIS yang terdiri dari : Ketua Umum, Ketua 1,
Ketua 2, Sekretaris Umum, Sekretaris 1, Sekretaris 2, Bendahara Umum, dan
Bendahara 1.
5. Pengurus inti OSIS tidak boleh menjabat posisi penting dari salah satu
ekstrakurikuler dan di dalam perangkat kelas.
6. Hasil pengumuman suara dikumpulkan oleh Komisi D Majelis
Permusyawaratan Kelas dan sah berlaku setelah ditetapkan.
7. Setelah ditetapkan kepengurusan inti OSIS, maka selambat-lambatnya dua
minggu setelah disusun keanggotaan OSIS baru yang memenuhi syarat yang
ditentukan.
8. Susunan pengurus Inti OSIS yang baru harus dapat persetujuan MPK,
Pembina OSIS, Kepala Sekolah, dan disahkan serta dilantik oleh Kepala
Sekolah dihadapan seluruh warga SMA N 1 Padang.
Pasal 3
Pengurus OSIS dan MPK berkewajiban untuk :
1. Memperhatikan saran anggota.
2. Melakukan program berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga.
3. Setiap anggota OSIS dan MPK wajib memakai tanda pengenal yang telah
disepakati setiap kegiatan OSIS atau MPK.
4. Memberi laporan tertulis kepada Majelis Permusyawaratan Kelas.
Pasal 4
Pengurus OSIS yang pindah dan tidak aktif dapat diganti oleh pengurus OSIS
lainnya dengan persetujuan Majelis Permusyawaratan Kelas, Pembina OSIS dan
Kepala Sekolah.
Pasal 5
Pengurus periode sebelumnya berakhir kepengurusan pada saat pengurus baru
diambil sumpah atau janji pelantikan.
BAB 3
Keanggotaan OSIS SMA N 1 Padang
Pasal 6
Seluruh siswa-siswi SMA N 1 Padang yang telah mengikuti MOS langsung
diresmikan menjadi anggota OSIS SMA N 1 Padang oleh Kepala sekolah secara
formal.
BAB 4
Hak dan Kewajiban Anggota
Pasal 7
1. Hak mendapat perlakuan sama.
2. Hak mendapat perlindungan, pembebanan, pengkaderan, dan penataran dari
organisasi.
3. Hak mengeluarkan pendapat.
4. Hak untuk mengikuti kegiatan organisasi.
Pasal 8
Setiap anggota mempunyai kewajiban, antara lain :
a. Membantu kerja perangkat OSIS
b. Melaksanakan dan mentaati keputusan,peraturan dan ketentuan yang telah
ditetapkan oleh organisasi maupun sekolah.
c. Menentang setiap usaha dan tindakan yang merugikan kepentigan organisasi
dan sekolah dengan ketentuan yang ada.
d. Menjunjung rapat organisasi yang disetujui oleh sekolah apabila diperlukan
atau diundang.
e. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan
sekolah
f. Berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan yang telah direncanakan atau yang
sedang dilaksanakan.
BAB 5
LARANGAN
Pasal 9
1. Setiap Pengurus Dilarang Untuk :
a. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat
organisasi dan sekolah
b. Mendahulukan kepentingan pribadi yang dapat merugikan kepentingan
bersama.
c. Bertindak sewenang-wenang terutama dalam lingkungan sekolah.
Pasal 10
1. Program kerja menyangkut masalah pengembangan dan pembinaan warga
SMA N 1 Padang
2. Penyusunan program diberikan kebijakan kepada pengurus OSIS dan
Pembina.
3. Penyusunan selambat-lambatnya 21 hari setelah pelantikan.
4. Jika laporan program kerja melewati masa waktu yang telah ditetapkan akan
diberi sanksi oleh MPK.
5. Program kerja disahkan oleh Majelis Permusyawaratan Kelas selambat-
lambatnya 7 hari setelah diterima oleh Majelis Permusyawaratan Kelas.
6. Program kerja diteruskan kepada Kepala Pembina OSIS selambat-lambatnya 7
hari setelah disahkan oleh Majelis Permusyawaratan Kelas.
7. Program kerja diteruskan kepada Kepala Sekolah untuk mendapat pengesahan
selambat-lambatnya 7 hari setelah persetujuan Pembina OSIS.
Pasal 11
Majelis Permusyawaratan Kelas berhak mengadakan perubahan dan pembatasan
serta pembekuan terhadap program kerja OSIS jika perlu dengan sepengetahuan
Pengurus OSIS dan Pembina.
BAB 7
Pelaksanaan Program Kerja OSIS
Pasal 12
Seluruh warga sekolah berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan yang telah
direncanakan
Pasal 13
1. OSIS harus bisa melaksanakan program tepat waktu.
2. Jika ada penundaan, pelaksanaan program paling lambat 1 bulan setelah
pengajuan waktu pelaksanaan dan diwajibkan untuk memberikan keterangan
tertulis kepada MPK.
3. Penundaan pelaksanaan harus dilakukan dengan persetujuan dan pembinaan.
Pasal 14
1. Ketua Umum OSIS berkewajiban mengkoordinasi pelaksanaan program kerja
OSIS
2. Dalam pelaksanaan program kerja pengurus inti dibantu oleh beberapa
sekretariat bidang yaitu : Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Kehidupan Berbangsa Bernegara, Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur,
Berorganisasi, Pendidikan Politik dan Kepemimpinan,Keterampilan dan
Kewiraswastaan, Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi, Persepsi Apresiasi Seni
dan Karya Seni.
3. Perubahan terhadap sekretariat bidang harus disetujui MPK dan Pembina.
4. Ketua Sekretariat Bidang mengkoordinasi anggota-anggota bidang yang
berada di bawah tanggung jawabnya.
5. Anggota-anggota yang melakukan program kerja pada bidangnya masing-
masing harus menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dengan penuh
tanggung jawab.
6. OSIS bertanggung jawab atas kelangsungan program-program ekskul yang
berada di bawah pengawasan.
BAB 8
Pengendalian,Pengawasannya
Pasal 15
Pengawasan kegiatan OSIS diserahkan dan dilaksanakan oleh MPK.
Pasal 16
Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja OSIS dilakukan
oleh Pembina OSIS.
BAB 9
Pelaporan
Pasal 17
Pelaksanaan program OSIS setelah dilaksanakan harus dilaporkan kepada MPK,
Pembina OSIS dan Kepala Sekolah secara tertulis paling lambat 21 hari setelah
pelaksanaan program.
BAB 10
Rapat dan Tata Tertib
Pasal 18
Rapat OSIS terdiri dari:
1. Rapat Pimpinan OSIS dengan Majelis Permusyawaratan Kelas.
2. Rapat Pengurus OSIS dengan Majelis Permusyawaratan Kelas.
3. Rapat Pimpinan OSIS dengan bidang-bidangnya.
4. Rapat Ketua Bidang dengan Sub-Bidangnya.
5. Rapat Pleno Pengurus.
6. Rapat Pengurus Harian OSIS.
7. Rapat Koordinasi.
8. Rapat Luar Biasa.
Pasal 19
1. Rapat Pimpinan OSIS dengan MPK membicarakan tentang :
a. Penilaian Umum
b. Keorganisasian
c. Laporan pendanaan
d. Mengesahkan program kerja organisasi
e. Melaporkan semua kegiatan secara lisan dan tertulis
f. Melaporkan kembali semua kegiatan yang dilaksanakan secara lisan dan
tertulis
2. Rapat pengurus OSIS dengan Komisi-kopmisi MPK dilaksanakan dalam
rangka tugas-tugas Komisi menyusun laporan dalam bidang MPK, rapat ini
diberi oleh MPK dan Komisi yang bersangkutan,Pengurus Inti OSIS dan
bidang-bidangnya yang dihadiri oleh pembina.
3. Rapat pimpinan OSIS dengan bidang-bidangnya membahas tentang masalah-
masalah yang mungkin dan akan dihadapi.
4. Rapat Pimpinan Sekretariat Bidang dengan anggota-anggota membicarakan
program kerja sekretariat bidang.
5. Rapat Pleno OSIS dihadiri seluruh pengurus OSIS dan membahas hal-hal
yang dianggap perlu.
6. Rapat Pengurus harian OSIS adalah rapat seluruh pengurus inti OSIS untuk
membicarakan tentang kelangsungan organisasi
7. Rapat Koordinasi adalah rapat yang dipimpin oleh Ketua 1 dan Ketua 2
dengan sekretariat bidang.
8. Rapat Luar Biasa dilakukan karena :
a. Keadaan yang mendesak
b. Usulan Majelis Permusyawaratan Kelas
c. Telah mendapatkan persetujuan dari Pembina OSIS
Pasal 20
1. Untuk rapat harus dibuatkan laporan yang berisikan :
a. Tempat,hari/tanggal,jam dibuka, dan jam ditutupnya rapat
b. Masalah yang dibahas dan hasil yang dicapai
c. Ketua dan Sekretaris Rapat
d. Nama-nama anggota yang hadir dan tidak hadir.
2. Setelah rapat selesai,hasil rapat secepatnya dikirimkan kepada pimpinan MPK,
dan Pembina OSIS sebagai bahan pertanggungjawaban.
Pasal 21
1. Rapat yang akan diadakan harus dikonsultasikan dengan Pimpinan MPK,
Pembina OSIS, Wakil Kepala Sekolah serta Kepala Sekolah dan harus dihadiri
oleh perangkat diatas
2. Semua undangan dan bahan-bahan rapat harus sudah dipersiapkan selambat-
lambatnya 7 hari sebelum rapat.
3. Dalam setiap rapat setiap minggu harus menandatangani daftar hadir.
4. OSIS boleh meminta saran, nasehat dan pertimbangan dari MPK atas program
yang dijalankan
Pasal 22
1. Tata tertib rapat harus ditaati oleh semua peserta rapat
2. Tata tertib rapat OSIS
a. Rapat dibuka oleh Pemimpin Rapat
b. Selama rapat berlangsung, peserta rapat tidak dibenarkan meninggalkan
ruangan rapat tanpa izin Pimpinan Rapat
c. Peserta rapat berhak berbicara, mengajukan usul dan bertanya seizin
Pimpnan Rapat
d. Peserta Rapat berhak mengemukakan aspirasi tanpa paksaan dari pihak
lain
e. Bila peserta tidak hadir dan tidak mengirimkan wakilnya,dianggap
menyetujui hasil rapat
f. Tata tertib dibicarakan pada setiap pembukaan rapat
g. Apabila tata tertib dilanggar tanpa alasan yang tepat, maka dikenakan
sanksi-sanksi sebagai berikut :
1) Peringatan pertama dari Pimpinan Rapat
2) Jika peringatan pertama tidak diindahkan, maka Pimpinan Rapat akan
memberikan peringatan kedua sebagai peringatan terakhir
3) Jika peringatan kedua masih tidak diperhatikan, maka kebijakan
selanjutnya diserahkan kepada Guru Pembina tau guru yang
berwenang
Pasal 23
Majelis Permusyawaratan Kelas, Pembina OSIS, Guru Pembimbing, atau Kepala
Sekolah berhak melakukan interupsi dalam rapat OSIS jika dirasa perlu.
BAB 11
Pengambilan Keputusan
Pasal 24
1. Pengambilan keputusan diusahakan dengan musyawarah untuk mencapai
mufakat, jika tidak memungkinkan, keputusan diambil dengan suara terbanyak
2. Keputusan dinyatakan sah apabila disetujui 51 persen anggota yang hadir
3. Jika terjadi pengambilan suara terbanyak namun suara yang setuju dengan
yang tidak setuju seimbang, maka pemungutan suara diulang sampai
menghasilkan keputusan
4. Keputusan yang harus diambil
a. Tidak menyinggung pihak lain
b. Dipertimbangkan dengan persatuan, kesatuan, kepentingan, organisasi dan
sekolah
c. Mencerminkan aspirasi seluruh siswa
d. Bermanfaat bagi semua pihak
e. Tdak bertentangan dengan peraturan dan tata tertib sekolah
f. Dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, MPK,
Pembina OSIS dan Kepala Sekolah
5. Semua keputusan harus diterima dan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan,
keikhlasan hati, kejujuran, dan penuh tanggung jawab.
BAB12
Keuangan
Pasal 25
1. Dana OSIS berasal dari :
a. Iuran rutin anggota setiap bulan
b. Iuran yang tidak mengikat dan sah
c. Sumber lain dengan persetujuan sekolah
2. Anggaran OSIS berasal dari :
a. Anggaran rutin
b. Anggaran operasional
3. OSIS mempertanggungjawabkan pemasukan dan pengeluaran pada rapat
pertanggungjawaban dihadapan MPK, Pembina OSIS, dan Kepala Sekolah.
BAB 13
Kegiatan Ekstrakurikuler
Pasal 26
1. Kegiatan ekstrakurikuler berada dibawah koordinasi OSIS
2. Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler harus diketahui dan mendapat persetujuan
sekolah, MPK, Pembina OSIS, dan Kepala Sekolah.
BAB 14
Majelis Permusyawaratan Kelas
Pasal 27
Majelis Permusyawaratan Kelas disingkat MPK, berada langsung di bawah
Kepala Sekolah.
Pasal 28
OSIS merupakan mitra kerja MPK yang terikat secara keseluruhan dengan hak-
hak yang dimiliki secara sah oleh MPK, antara lain :
1. Menerima dan menolak rancangan program kerja yang diajukan OSIS
2. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja OSIS serta tata cara
pelaksanaannya
3. Meminta laporan pertanggung jawaban kepada OSIS atas program yang telah
dijalankan sesuai watu tentatif yang telah ditetapkan
4. Penegasan dan peringatan oleh MPK atas keterlambatan penyerahan laporan
program kerja OSIS
5. Penetepan Panitia Khusus penyeleksi calon-calon pengururs baru MPK dan
OSIS
Pasal 29
1. MPK beranggotakan perwakilan kelas X dan XI yang telah melalui seleksi
oleh Komisi D.
2. Anggota yang terpilih 1 periode dapat dipilih kembali oleh panitia
3. Langkah-langkah yang berhubungan dengan hal itu nantinya diatur dan
ditetapkan oleh MPK dan OSIS.
Pasal 30
MPK terdiri dari 3 (tiga) komisi inti dan 1 (satu) komisi khusus, yang telah
melalui tahapan seleksi dan dinyatakan lulus sebagai anggota MPK yang telah
dilantik dan tugas serta tanggung jawab masing-masing komisi yaitu :
1. Pengurus Inti
a. Ketua MPK, bertugas dan bertanggung jawab atas seluruh anggota dan
kinerja MPK
b. Wakil Ketua, bertugas untuk membantu dan bekerja sama dengan Ketua
MPK
c. Sekretaris, bertugas untuk mengurus seluruh administrasi yang diperlukan
2. Komisi A, Komisi B, Komisi C
a. Komisi A, terdiri dari Ketua dan Anggota yang bertugas mengesahkan
program kerja OSIS, pelaksana keanggotaan MPK dan menjadi humas
serta menyiapkan bahan rapat
b. Komisi B, terdiri dari Ketua dan Anggota yang bertugas sebagai pembuat
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Pembentukan
Tim Disiplin dan ketetapan MPK lainnya
c. Komisi C, terdiri dari Ketua dan Anggota yang bertugas sebagai pengawas
kegiatan-kegiatan OSIS dan menerima pertanggungjawaban OSIS
3. Komisi khusus, yaitu Komisi D
Terdiri dari pengurus MPK dan OSIS yang duduk di kelas XII dan bertugas
sebagai Panitia Khusus penyeleksi calon-calon pengurus OSIS yang dibentuk
1 bulan sebelum seleksi dan menjadi pengawas untuk kepengurusan baru.
Pasal 31
Seluruh anggota MPK berjumlah ganjil, minimal 21 orang.
Pasal 32
Kegiatan- kegiatan MPK terdiri dari :
1. Musyawarah yang dilakukan 2 (dua) kali setahun yaitu Laporan Pengesahan
Program dan Laporan Pertanggungjawaban
2. Sidang Paripurna, sidang yang dilakukan 3(tiga) bulan sekali yang membahas
mengenai program bulanan OSIS yang dilaporkan masing-masing bidang
3. Sidang Pleno Komisi dilakukan dalam rangka memenuhi tugas masing-masing
komisi
4. Musyawarah Luar Biasa dilakukan apabila terjadi hal yang benar-benar
mendesak terhadap kinerja pengurus OSIS
5. Dan kegiatan-kegiatan MPK lainnya diatur nantinya oleh ketetapan MPK
sepengetahuan Pembina.
Pasal 33
Anggota MPK dilantik oleh Kepala Sekolah / Pembina yang ditunjuk oleh Kepala
Sekolah dan pelaksanaan bersamaan dengan pengurus OSIS dalam periode yang
sama.
Pasal 34
Setiap program-program OSIS khususnya pada acara-acara besar wajib
mengikutsertakan anggota MPK minimal 5 orang sebagai pengawas kegiatan dan
dapat membantu kegiatan tersebut.
Pasal 35
1. Ketetapan MPK dibuat oleh MPK atas dasar pertimbangan dan dibahas dalam
Sidang Pleno Komisi B dan diajukan dalam Sidang Paripurna MPK, serta
dapat disetujui oleh Majelis dan Kepala Sekolah
2. Penambahan terhadap anggota MPK dan OSIS dibahas dalam Sidang Pleno
Komisi A dan diajukan dalam Sidang Paripurna MPK
3. Pembahasan mengenai setiap kegiatan OSIS dibahas dalam Sidang Pleno
Komisi C dan diajukan dalam Sidang Paripurna MPK
BAB 15
Perubahan Anggaran Rumah Tangga
Pasal 36
1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga didasarkan pada kebijakan MPK
dengan pihak sekolah
2. Komisi yang bersangkutan akan bersidang untuk merumuskan Anggaran
Rumah Tangga yang baru setelah mendapatkan persetujuan Majelis.
BAB 16
Penutup
Pasal 37
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam ART akan disetujui kembali dan perlu
keputusan MPK
2. Segala ketentuan yang bertentangan dengan ART ini dinyatakan tidak berlaku
lagi
3. Dengan demikian, maka Anggaran Rumah Tangga periode 2007-2008 tidak
berlaku lagi
Pasal 38
Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan oleh MPK
dan disahakan oleh Kepala Sekolah sampai disahkan AD/ART periode selanjutnya
Ditetapkan di Padang
Pada Tanggal 21 Agustus 2008
Ditetapkan oleh:
Ketua Komisi B
Kepala Sekolah