Modul
Modul
TAHAJJUD CINTAKU
Oleh : Emha Ainun Najib
Maha anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Mahaagung ia yang mustahil menganugerahkan keburukan
Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya takditerima
Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipelihara
Katakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhaka
Sedang bagi keadilan hukum ia menyediakan dirinya
Ke mana pun memandang yang tampak ialah kebenaran
Kebatilan hanyalah kebenaran yang tak diberi ruang
Setelah Anda membaca kedua puisi di atas, apakah yang terasa dalam pikiran Anda mengenai kedua
puisi tersebut?
Sebuah puisi terkandung makna yang begitu sarat dengan rasa, keinginan, kepedulian, bahkan di
dalam puisi tersimpan berjuta kenangan ataupun harapan.
Tagihan 1
1. Apakah tema kedua puisi tersebut? Berikan argumen atas tema yang Anda rumuskan tersebut?
.....................................................................................2. Makna apa yang terkandung adalam puisi
terjemahan tersebut?
.....................................................................................
3. Adakah persamaan dan perbedaan sikap kedua penyair dalam karyanya tersebut? Berikan argemun
terhadap tanggapan Anda !
.....................................................................................
4. Apa pesan yang hendak disampaikan kedua penyair melalui puisinya?
5. Apa pokok masalah yang ingin disampaikan oleh Emha Ainun Najib dalam puisinya sama dengan
puisi terjemahan tersebut? Kemukakan argumenmu!
STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan
1. Memahami pembacaan puisi terjemahan
KOMPETENSI DASAR : 1.2 Mengevaluasi puisi terjemahan yang dibacakan
INDIKATOR :
Mengevaluasi puisi terjemahan yang dibacakan dari segi isi, tema, sikap penyair, dan amanat/ pesan
Menjelaskan amanat/ pesan
Menanggapi puisi terjemahan yang dibaca berdasarkan format penilaian tanggapan
MATERI :
Bacalah puisi terjemahan berikut dengan lafal,intonasi, dan ekpresi yang baik ! Rekan Anda akan
memberi penilaian terhadap pembacaan puisi yang Anda lakukan!
ANGIN(Judul sumber: Viento)
Karya: Octavio Paz(terjemahan : (By Yohanes Manhitu)
Berkidung dedaunan,
menari buah-buah pir di pohon;
berkisar bunga mawar,
mawar angin, bukan pohon mawar.
Gumpalan demi gumpalan awan
melayang bermimpi, jadi ganggang udara;
seluruh jagat raya
beredar bebas iringi mereka.
Skor Perolehan
Nilai Akhir = -------------------- x 100
Skor Maksimal (16)
Tagihan 1
1. Bagaimana kesan dan makna yang bisa kita , tangkap dari puisi Goenawan tersebut?
.....................................................................................2. Bagaimana pula kesan dan makna yang bisa
kita tangkap dari puisi terjemahan Yohanes Manhitu?
.................................................................................
3. Bagaimanakah penggunaan bahasa dan pilihan kata dalam kedua puisi di atas ?
.............................................................................
a. PADA ALBUM MIGUEL DE COVAROBIAS
Oleh :Goenawan Mohammad
b. Cinta, api yang menyulut tanpa rupa(Judul sumber: Amor fugo que arde sem se ver)
Karya: Lus Vas de Cames (terjemahan : (By Yohanes Manhitu)
(1) Bahasa
(2) Pilihan Kata
STANDAR KOMPETENSI : 2. Berbicara
Mengapresiasi puisi lama melalui kegiatan melisankan dan diskusi
KOMPETENSI DASAR : 2.2 Membandingkan puisi Indonesia dengan puisi terjemahan dalam hal
penggunaan bahasa dan nilai-nilai estetika yang dianut
INDIKATOR :
Menentukan penggunaan bahasa dalam puisi terjemahan
Menentukan nilai-nilai estetika dalam puisi terjemahan
Membandingkan amanat dan pesan dalam puisi Indonesia dan puisi terjemahan
MATERI :
Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poites, yang berarti pembangun,
pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan,
menimbulkan, menyair. Dalam perkembangan selanjutnya, makna kata tersebut menyempit menjadi
hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama,
sajak dan kadang-kadang kata kiasan (Sitomorang, 1980:10).
Penyair, terutama yang masih mula-mula menggauli puisi, sering tergoda untuk memilih kata-kata,
frasa, atau idiom yang indah-indah sebagaimana sering dijumpai dalam karya-karya sastra klasik,
syair-syair lagu, atau kartu-kartu ucapan hari khusus, seolah-olah kata-kata tersebut serta-merta
membuat sebuah sajak menjadi "indah". Estetika bahasa seolah diyakini dapat dicapai melalui
penggunaan idiom-idiom yang klise tersebut, yang cenderung "berbunga-bunga". Efek estetik seakan
menjadi satu-satunya yang penting dalam proses penciptaan puisi, sehingga rekan-rekan penyair
yang muda pengalaman sering kali melupakan elemen-elemen lain yang tak kalah pentingnya dalam
puisi.
Bukankah terlalu terpaku pada polesan kosmetika sering beresiko memudarkan inner beauty,
"kecantikan dalam", aura seseorang? Begitu pula puisi, ada "tenaga dalam" yang juga (lebih) perlu
mendapatkan perhatian penyair. Diksi, sedikit banyak memegang peranan penting dalam
memunculkan kekuatan-kekuatan sebuah karya puisi, baik secara fisik semisal unsur bunyi
(musikalitas), keunikan komposisi, maupun secara nonfisik seperti picuan asosiasi makna yang
terbangkit dalam benak dan hati pembaca, getar emosi tertentu atau bahkan debar spiritual yang tak
terjelaskan yang dirasakan oleh seseorang seusai membaca sebuah karya.
Diksi tentu tak bisa dilepaskan dari kosa kata. Agar seorang penyair mampu mengolah diksi, ia
dituntut memiliki perbendaharaan kata yang cukup kaya serta upaya yang tekun dan tak kenal
menyerah untuk mencari kemungkinan-kemungkinan bentukan komposisi kata yang unik, segar, dan
menyarankan kebaruan pada kadar tertentu. Di dalam puisi setiap kata, frasa atau bahkan larik
diupayakan untuk hadir dengan alasan yang lebih kuat daripada sekedar untuk dekorasi semata.
Sedapat mungkin kata-kata yang dipilih itu merangkum sebanyak mungkin tenaga potensial puitik,
sehingga pada saatnya mampu memicu syaraf-syaraf puitik pembaca.
Kata-kata yang dipilih dalam puisi sebaiknya bernas, telak, sekaligus enak didengar dan membekas
dalam benak pembaca. Membekasnya sebuah ucap-ucapan dalam puisi ini bisa jadi dikarenakan
idiom tersebut memiliki asosiasi tertentu yang membangkitkan emosi tertentu dalam diri pembaca,
mungkin karena mengingatkannya pada pengalaman pribadinya sendiri, atau karena idiom tersebut
memiliki keunikan tersendiri baik dalam hal bentuk atau bunyinya, kebaruannya, atau bahkan
keusilannya "mengerjai" simpul-simpul syaraf puitik pembaca.
Cermatilah dua buah puisi terjemahan berikut ini !
WAKTU(Khalil Gibran)
Tagihan 1
1. Siapakah yang dimaksud Khalil Gibran dengan kata Engkau dalam puisi tersebut?
2. Kado-kado sejatimu pada puisi karya Pablo Naruda bermakna?
3. Apa makna dari kalimat mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.?
4. Berapa kali Pablo Naruda mengulang majas personifikasi? Tulislah kalimat yang bermajas
personifikasi tersebut?
5. Kata-kata yang dipilih dalam puisi sebaiknya bernas, Apakah yang dimaksud dengan bernas?
Tagihan 2
Bekerjalah dengan kelompokmu untuk memberikan tanggapan terhadap kedua puisi terjemahan di
atas! Kemudian presntasikan hasil kelompokmu di depan kelas!
Bandingkanlah kedua puisi terjemahan terebut!
Bahasa Nilai-nilai Sastra Majas yang digunakan Amanat/Pesan
a. WAKTU (Khalil Gibran)
b. Oh Bumi, Nantikan Daku (Judul sumber: Oh tierra, esprame)
Karya: Pablo Neruda
SAKIT GIGI
Tiba-tiba datangnya, tiada disangka-sangka. Memang dari dulu saya sering ditimpa sakit gigi. Jadi,
sebetulnya tidak bisa saya katakan, sakit gigi sekali ini tiada saya sangka-sangka, apalagi dalam
kaadaan keluarga saya banyak yang sering sakit gigi, tetapi yang muda-muda saja. Keluargaku yang
tua-tua masih suka makan sirih.
.....................................................................................
(Adinata, Indonesia Th II Agustus-Sepetember)
Kutipan II
.....................................................................................
Sang ibu tak lagi seperti di waktu sakitnya, ketika ia walaupun lesu, masih mempunyai daya gerak
yang biasa. Sekarang ia dalam sehari hanya omomng satu dua kata, itupun dengan bisikan lembut,
nyaris tak terdengar. Makanya yang hanya tiga empat sendok itu dengan susah payah harus
disuapkan oleh anaknya dengan paksaan halus.
(Trisno Sumadjo)
Cermati cerpen berikut !
Tugas kelompok !
Diskusikan hal-hal berikut untuk memahami cerpen di atas berkaitan dengan :
a. Siapakah para pelaku cerpen tersebut?
b. Sebutkan seting cerita yang berhubungan dengan waktu dan tempat !
c. Babagimanakah bahasa yang dipakai penulis dengan majas dan ungkapan?
d. Bagaimana alur cerita tersebut ? Gambarkan pola alurnya
e. Pesan apakah yang disampaikan penulis lewat cerpennya?
STANDAR KOMPETENSI : 3. Membaca Memahami cerpen dan puisi melalui kegiatan membaca
kritis
KOMPETENSI DASAR : 3.2 Menganalisis puisi yang dianggap penting pada setiap periode untuk
menemukan standar budaya yang dianut masyarakat
INDIKATOR :
Memberikan contoh puisi sebagai perwakilan setiap periode (tergolong penting)
Menunjukkan majas yang terkandung dalam puisi
Menunjukkan makna konteks dalam majas
Menjelaskan kata bermakna simbol/lambang
Menunjukkan citraan dalam larik puisi
Menyimpulkan nilai-nilai budaya dalam puisi
Menyimpulkan nilai-nilai dalam puisi.
MATERI :
Macam-macam makna dalam puisi :
1. Makna Lugas
Lugas artinya polos, bersahaja, murni,sebenarnya. Makna luga artinya makna yag sebenarnya atau
dengan istilah lain disebut denotasi. Lawannya konotasi atau makna tambahan.
2. Makna Kias
Pemakaian makna kias dapat membantu dan merangsang imajinasi atau daya bayang pembaca untuk
melukiskan apa yang sedang dibacanya itu dalam angan-angan sendiri.
Memakai kata-kata kias akan menghasilkan makna kias yang cermat, tajam, dapat membantu
pengimajian yang jelas lagi hidup.
3. Makna Lambang
Ada bebarapa kata kias yang menghasilkan makna lambang atau makna simboles. Kita tahu apa yang
dilambangkan oleh merah putih, banteng, kapas, padi, dan sebagainya.
4. Makna utuh
Yang dimaksud makna utuh ialah makna lengkap dari sebuah puisi yang sedang kita telaah. Tang
tahu dengan tepat makna utuh sebuah puisi, tentu pengarangnya sendiri. Pemba hanya dapat
semaksimal mungkin mendekati makna utuhnya.
Hakikat puisi terdiri dari empat hal pokok, yaitu
1. Sense (tema, arti)
Sense atau tema adalah pokok persoalan (subyek matter) yang dikemukakan oleh pengarang melalui
puisinya. Pokok persoalan dikemukakan oleh pengarang baik secara langsung maupun secara tidak
langsung (pembaca harus menebak atau mencari-cari, menafsirkan).
2. Feling (rasa)
Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang dikemukakan dalam puisinya. Setiap
penyair mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi suatu persoalan.
3. Tone (nada)
Yang dimaksud tone adalah sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat karyanya pada umumnya.
Terhadap pembaca, penyair bisa bersikap rendah hati, angkuh, persuatif, sugestif.
4. Intention (tujuan)
Intention adalah tujuan penyair dalam menciptakan puisi tersebut. Walaupun kadang-kadang tujuan
tersebut tidak disadari, semua orang pasti mempunyai tujuan dalam karyanya. Tujuan atau amanat ini
bergantung pada pekerjaan, cita-cita, pandangan hidup, dan keyakinan yang dianut penyair
Untuk mencapai maksud tersebut, penyair menggunakan sarana-sarana. Sarana-sarana tersebutlah
yang disebut metode puisi.
Metode puisi terdiri dari
1. Diction (diksi)
Diksi adalah pilihan atau pemilihan kata yang biasanya diusahakan oleh penyair dengan secermat
mungkin. Penyair mencoba menyeleksi kata-kata baik kata yang bermakna denotatif maupun
konotatif sehingga kata-kata yanag dipakainya benar-benar mendukung maksud puisinya.
2. Imageri (imaji, daya bayang)
Yang dimaksud imageri adalah kemampuan kata-kata yang dipakai pengarang dalam mengantarkan
pembaca untuk terlibat atau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh penyair. Maka penyair
menggunakan segenap kemampuan imajinasinya, kemampuan melihat dan merasakannya dalam
membuat puisi.
Imaji disebut juga citraan, atau gambaran angan.
Ada beberapa macam citraan, antara lain
a. citra penglihatan, yaitu citraan yang timbul oleh penglihatan atau berhubungan dengan indra
penglihatan
b. Citra pendengaran, yaitu citraan yang timbul oleh pendengaran atau berhubungan dengan indra
pendengaran
c. Citra penciuman dan pencecapan, yaitu citraan yang timbul oleh penciuman dan pencecapan
d. Citra intelektual, yaitu citraan yang timbul oleh asosiasi intelektual/pemikiran.
e. Citra gerak, yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yanag sebetulnya tidak bergerak tetapi
dilukiskan sebagai dapat bergerak.
f. Citra lingkungan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran selingkungan
g. Citra kesedihan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran kesedihan
1. Kata-kata kongkret)
adalah kata-kata yang jika dilihat secara denotatif sama tetapi secara konotatif mempunyai arti yang
berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Slametmulyana menyebutnya sebagai kata
berjiwa, yaitu kata-kata yang telah dipergunakan oleh penyair, yang artinya tidak sama dengan
kamus.
2. Figurative language (gaya bahasa)
Adalah cara yang dipergunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji dengan
menggunakan gaya bahasa, perbandingan, kiasan, pelambangan dan sebagainya.
Jenis-jenis gaya bahasa antara lain
a. perbandingan (simile), yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan
mempergunakan kata-kata pembanding seperti bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, umpama,
laksana, dll.
b. Metafora, yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain tanpa mempergunakan
kata-kata pembanding.
c. Perumpamaan epos (epic simile), yaitu perbandingan yang dilanjutkan atau diperpanjang dengan
cara melanjutkan sifat-sifat perbandingannya dalam kalimat berturut-turut.
d. Personifikasi, ialah kiasan yang mempersamakan benda dengan manusia di mana benda mati dapat
berbuat dan berpikir seperti manusia.
e. Metonimia, yaitu kiasan pengganti nama.
f. Sinekdoke, yaitu bahasa kiasan yang menyebutkan suatu bagian yang penting untuk benda itu
sendiri.
g. Allegori, ialah cerita kiasan atau lukisan kiasan, merupakan metafora yang dilanjutkan.
1. Rhythm dan rima (irama dan sajak)
Irama ialah pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembutnya ucapan bunyi bahasa dengan
teratur.
Irama dibedakan menjadi dua,
a. metrum, yaitu irama yang tetap, menurut pola tertentu.
b. Ritme, yaitu irama yang disebabkan perntentangan atau pergantian bunyi tinggi rendah secara
teratur.
Irama menyebabkan aliran perasaan atau pikiran tidak terputus dan terkonsentrasi sehingga
menimbulkan bayangan angan (imaji) yang jelas dan hidup. Irama diwujudkan dalam bentuk
tekanan-tekanan pada kata.
Tekanan-tekanan pada kata dalam puisi dibedakan menjadi tiga,
a. Dinamik, yaitu tyekanan keras lembutnya ucapan pada kata tertentu.
b. Nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara.
c. Tempo, yaitu tekanan cepat lambatnya pengucapan kata.
Rima adalah persamaam bunyi dalam puisi. Dalam rima dikenal perulangan bunyi yang cerah,
ringan, yang mampu menciptakan suasana kegembiraan serta kesenangan. Bunyi semacam ini
disebut euphony. Sebaliknya, ada pula bunyi-bunyi yang berat, menekan, yang membawa suasana
kesedihan. Bunyi semacam ini disebut cacophony.
Berdasarkan jenisnya, rima dibedakan menjadi
a. rima sempurna, yaitu persama bunyi pada suku-suku kata terakhir.
b. Rima tak sempurna, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada sebagian suku kata terakhir.
c. Rima mutlak, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada dua kata atau lebih secara mutlak (suku
kata sebunyi)
d. Rima terbuka, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku akhir terbuka atau dengan vokal
sama.
e. Rima tertutup, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku kata tertutup (konsonan).
f. Rima aliterasi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bunyi awal kata pada baris yang sama
atau baris yang berlainan.
g. Rima asonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada asonansi vokal tengah kata.
h. Rima disonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapaat pada huruf-huruf mati/konsonan.
Berdasarkan letaknya, rima dibedakan:
a. rima awal, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada awal baris pada tiap bait puisi.
b. Rima tengah, yaitu persamaan bunyi yang terdapat di tengah baris pada bait puisi
c. Rima akhir, yaitu persamaan bunyi yang terdapat di akhir baris pada tiap bait puisi.
d. Rima tegak yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bait-bait puisi yang dilihat secara vertikal
e. Rima datar yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada baris puisi secara horisontal
f. Rima sejajar, yaitu persamaan bunyi yang berbentuk sebuah kata yang dipakai berulang-ulang pada
larik puisi yang mengandung kesejajaran maksud.
g. Rima berpeluk, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dan larik
keempat, larik kedua dengan lalrik ketiga (ab-ba)
h. Rima bersilang, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dengan larik
ketiga dan larik kedua dengan larik keempat (ab-ab).
i. Rima rangkai/rima rata, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir semua larik (aaaa)
j. Rima kembar/berpasangan, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir dua larik puisi
(aa-bb)
k. Rima patah, yaitu persamaan bunyi yang tersusun tidak menentu pada akhir larik-larik puisi (a-b-
c-d)
Tagihan 1
1. Citraan apa yang dominan dalam penggalan puisi di bawah ini!
a. laksana bintang berkilat cahaya,
di atas langit hitam kelam,
sinar berkilau cahya matamu,
menembus aku ke jiwa dalam
(Sebagai Dahulu, Aoh Kartahadimadja)
b. Dua puluh tiga matahari
Bangkit dari pundakmu
Tubuhmu menguapkan bau tanah
(Nyanyian Suto untuk Fatima, Rendra)
c. Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari benerang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan kini, tanah, air tidur, hilang ombak
(Senja di Pelabuhan Kecil, Chairil Anwar)
Jawab :
a. ..................................................................................b.
..................................................................................
c. .................................................................................
2. Gaya bahasa apakah yang dominan dalam penggalan puisi di bawah ini!
a. Betsyku bersih dan putih sekali
Lunak dan halus bagaikan karet busa.
Rambutnya merah tergerai
Bagai berkas benang-benang rayon warna emas.
Dan kakinya sempurna
Singsat dan licin
Bagaikan ikan salmon
(Rick dari Corona, Rendra)
b. Engkau ibarat kolam di tengah-tengah belukar
Berteriak-teriak tenang
Membiarkan nyiur sepasang
Berderminkan diri ke dalam
Airmu
(Engkau, Walujati)
c. Aku sudah saksikan
Senja kekecewaan dan putus asa yang bikin tuhan Juga turut tersedu
Membekukan berpuluh nabi, hilang mimpi dalam kuburnya.
(Fragment, Chairil Anwar)
Jawab :
a. ................................................................
b. ................................................................
c. ................................................................
3. Rima jenis manakah yang terdapat dalam penggalan puisi di bawah ini!
a. Seruling di pasir tipis, merdu
Antara gundukan pepohonan pina
Tembang menggema di dua kaki
Burangrang Tangkaubanperahu
(Tanah Kelahiran, Ramadhan KH)
b. Tetapi istriku terus berbiak
Seperti rumput di pekarangan mereka
Seperti lumut di tembok mereka
Seperti cendawan di roti mereka
Sebab bumu hitam milik kami.
Tambang intan milik kami
Gunung natal milik kami
(Afrika Selatan, Subagio Sastrowardjoyo)
4. apakah makna puisi yang terdapat dalam penggalan puisi di bawah ini?
5. Apakah pokok persoalan yang ingin dikemukakan pengarang dalam penggalan puisi di bawah ini?
a. Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerlu lagu
Menarik menari seluruh aku
(Sajak Putih, Chairil Anwar)
b. Maka dalam blingsatan
Ia bertingkah bagai gorilla
Gorilla tua yang bongkok
Meraung-raung
Sembari jari-jari galak di gitarnya
Mencakar dan mencakar
Menggaruki rasa gatal di sukmanya
(Blues Untuk Bonnie, Rendra)
Jawab :
a.
..................................................................................................................................................................
...
b. ..................................................................................
Tagihan II
Cermatilah puisi di bawah ini, dan jawablah pertanyaaan-pertanyaan berikut ini !
1. Tergolong puisi periode angkatan berapakah puisi di bawah ini? Kemukan alasanmu dengan logis
!
2. Tuliskan majas-majas yang terdapat dalam puisi tersebut !
Tagihan 1
Tagihan 2
Baca dan tulislah kata-kata berikut ke dalam tulisan Latin!
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Mawar =
Hutan =
Rumah =
Huruf Saksi di Awal Kata
Huruf saksi juga dipakai dalam menuliskan kata yang diawali dengan huruf vokal. Dalam menulis
vokal pada posisi awal kata, dipakai huruf saksi sebagai berikut :
a. untuk melambangkan a, kita harus memakai huruf ) ) atau ( ) seperti pada kata ( akan) dan
(alam)
b. untuk melambangkan i, kita harus menggunakan huruf ( ) dan huruf ( ) seperti pada kata (
ikan).
c. untuk melambangkan u, kita harus memakai huruf ( ) dan huruf ( ) , seperti pada kata ( ular)
Tagihan 1
Coba alihaksarakan kalimat-kalimat di bawah ini ke dalam aksara Latin!
1.
.....................................................................................
2.
.....................................................................................
3.
.....................................................................................
4.
.....................................................................................
5.
.....................................................................................
Tagihan 2
Tulislah kalimat-kalimat berikut ke dalam aksara Arab Melayu !
1. Ibu akan pergi bersama Ayu dan Sali.
2. Mereka pergi mengunjungi paman di kampung
3. Ibu akan membawa makanan dan barang berguna untuk di kampung
4. Puspa siswa kelas dua belas bahasa
5. Ibu Seni Asiati adalah guru kami yang mengajar di kelas
6. Rumah ibu Seni Asiati di jalan Sungai Kendal sekelilingnya sawah yang luas
7. Sekolah kami adalah sekolah yang hebat dan disegani sekolah lain
8. Ada bunga mawar di halaman rumah Ibu Seni Asiati
9. Bunga mawar itu sangat indah dan harum sekali
10. Warnanya merah dan terdapat dua tangkai bunga mawar di halaman itu
Tempat mengerjakan !
.....................................................................................
Reff :
Aku sangat mengenalmu
Aku juga cintaimu
Tapi kau tak pernah
Ada pengertian
Ku senang ku sedih
Kau tak mau tahu
Aku sangat mengenalmu
Dulu kau tak begitu
Kau bintang di hatiku
Jadilah yang ku mau
Ku senang ku sedih
Kau ada denganku
Ku mengerti kau apa adanya
Begitu pun kumau darimu
Kau tahu rasanya diabaikan
Cintaku telah di ujung jalan
ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta
ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta
ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta
5. Tentukan unsur-unsur intrinsik puisi apakah yang terdapat dalam kedua syair lagu tersebut !
LIRIK
Ialah seni sastra yang terpancar dari curahan hati pengarangnya.
Yang dapat digolongkan dalam lirik ialah :
a. Idile ( Idylle)
Ialah puisi-puisi yang melukiskan kehidupan yang sentosa.
b. Epigram
Ialah puisi yang singkat dan tepat, berisi ajaran agama,sopan santun, pergaulan, nasihat.
c. Himne (Hymne)
Ialah puisi pujaan terhadap Tuhan, baik mengenai kebesaran, keagungan, maupun kekuasaan-Nya.
d. Ode
Ialah pujian kepada pahlawan.
e. elegi
ialah puisi berisi ratapan, yang mengandung ksedihan.
f. Satir atau satire
Ialah puisi berisi cemooh terhadap kepincangan atau ketidakadilan.
g. Balada
Ialah puisi yang menuturkan suatu cerita (dengan curahan hati)
h.. Romans (Romance)
ialah puisi yang isinya melukiskan luapan perasaan cinta dan sayang terhadap kekasih.
DRAMATIK
Drama (Yunani Kuno) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh
aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan".
Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama
juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera
Kita sudah belajar bagaimana menelah syair lagu berdasarkan makna yang terkandung dalam syair
lagu tersebut. Sebuah syair lagu memuat sebuah cerita yang ingin disampaikan oleh pengaranya.
Kekuatan syair mampu memabangkitkan perasaan seseorang yang mendengarkan lagu tersebut.
Syair lagu dapat kita ubah ke dalam bentuk prosa, baik cerpen maupun novel.
Hal yang harus kita perhatikan yaitu :
1. Pahami tema yang yang dikemukan pengarang lagu
2. Pahami isi syair lagu tersebut
3. Berimajinasilah untuk menentukan tokoh-tokoh dalam syair lagu trsebut
4. Buatlah kerangka pokok cerita
5. Kembangkan pokok cerita menjadi karangan yang utuh
Tagihan 1
1. Menurut isinya hasil sastra berupa novel termasuk hasil sastra berbentuk
...........................................................................
2. Kadang sebuah puisi bercerita mengenai ketidakadilan, jenis puisi ini termasuk
puisi................................................................................
3. Takut
(Bunda NaRa)
Tagihan 2
1. Cermatilah syair lagu berikut pilihlah salah satu syair lagu tersebut untuk dibuatkan , cerita pendek
berdasarkan syair lagu tersebut!
by REPUBLIK
ku telah miliki
rasa indahnya perihku
rasa hancurnya harapku
kau lepas cintaku
rasakan abadi
sekalipun kau mengerti
sekalipun kau pahami
berpikirku salah mengertimu
aku hanya ingin kau tahu
besarnya cintaku
tingginya khayalku bersamamu
tuk lalui waktu yg tersisa kini
di setiap hariku
di sisa akhir nafas hidupku
walaupun semua
hanya ada dalam mimpiku
hanya ada dalam khayalku
ku lewati itu
by Ratu
R:
cukuplah saja berteman denganku
janganlah kau meminta lebih
kutak mungkin mencintaimu
kita berteman saja
teman tapi mesra
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda (X) pada huruf A, B,
C, D, atau E !
1. Bacalah kutipan berikut!
Tetapi lebih-lebih dari segala, haruslah kaum perempuan sendiri insyaf akan dirinya dan berjuang
untuk mendapat penghargaan dan kedudukan yang lebih layak. Ia tiada boleh menyerahkan nasibnya
kepada golongan yang lain, apalagi golongan kaum laki-laki merasakan akan kerugian, apalagi ia
harus melepaskan kekuasaannya yang telah berabad-abad dipertahankannya. Kita harus membanting
tulang sendiri untuk mendapat hak kita sebagai manusia. Kita harus merintis jalan untuk lahirnya
perempuan yang baru yang bebas berdiri menghadapi dunia, yang berani membentangkan matanya
melihat kepada siapa juapun.
(S.T Alisyahbana: Layar Terkembang)
Berdasarkan kutipan di atas, salah satu ciri karya sastra bentuk prosa adalah ....
a. adanya pembaitan
b. adanya petunjuk gerak
c. penggunaan paragraf
d. penggunaan rima
e. didominasi dialog
2. Bacalah penggalan resensi berikut!
Novel Raumanen karya Marianne Katoppo ini pada tahun 1975 memperoleh hadiah harapan
Sayembara Penulisan Novel yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta. Kemudian pada tahun
1982, dinyatakan sebagai pemenang Hadiah Sastra Asia Tenggara (SEA Write Award). Para kritikus
pada umumnya mengucapkan bahwa keberhasilan novel ini pada bentuk penceritaannya yang
menggunakan pencerita akuan (first person narrator) dari sudut pandang (point of view) Manen dan
Monang. Kedua pencerita itu kemudian mengungkapkan pikiran dan perasaannya masing-masing.
Berdasarkan penggalan ulasan di atas, keunggulan novel Raumanen terletak pada ....
a. gaya bercerita
b. sudut pandang
c. tema cerita
d. pengungkapan pikiran
e. penghargaan yang diterima
3. Bacalah penggalan kritik sastra berikut!
Ramadhan K.H. begitu padu mendendangkan tanah kelahirannya Priangan, dalam Priangan Si
Jelita. Ungkapan-ungkapan, lambang, pengimajinasian yang kuat, dapat mempertinggi nilai
kepuitisan puisi yang sederhana ini. Kita seolah mendengar suara seruling, melihat gunung-gunung,
melihat pemandangan menghijau (jamrud) dan seolah melihat gadis-gadis manis yang menghiasi
desa kelahiran penyair.
Unsur-unsur puisi yang diungkapkan dalam penggalan kritik di atas adalah ....
a. latar dan lambang
b. nilai dan lambang
c. nilai dan kesederhaan
d. latar dan kesederhaan
e. diksi dan pengimajinasian
4. Bacalah penggalan novel berikut!
Waktu taksi Eko dan Claire memasuki halaman rumah Tommi dan Jeanette, sesudah lolos melewati
pintu gerbang yang kukuh berukir, mulut Claire tampak menganga. Matanya yang bundar besar-
besar nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu. Wow, ini istana di
Amerika bagian selatan, Ko. Pantasnya di Savannah atau Georgia, begitu. Ada pohon-pohon willow
segala. Ada anjing-anjing herder berkeliaran, ada kolom renang besar berbentuk jantung, dan
halaman yang sehalus padang golf dan perdu-perdu yang tertata apik. Semua serba wow, Ko!
(Umar Kayam: Jalan Menikung)
Watak Claire dalam penggalan novel di atas tergambar melalui ....
a. uraian pengarang
b. uraian tokoh lain
c. dialog antartokoh
d. pandangan tokoh
e. sikap tokoh
5. Bacalah penggalan novel berikut!
Dan Ndoro Seten, menurut Bapak, begitu saja menghadiahi nama kepada embok saya waktu
diketahuinya Embok hamil tua. Nanti kalau anakmu itu laki-laki, Mbok, namakan Soedarsono,
kata Ndoro Seten. Embok saya terkejut mendengar nama itu. Menurut Embok, sesungguhnya ia ingin
memberi nama Isalam (meskipun kami tidak sembahyang) seperti Ngali atau Ngusman. Bukankah
nama bapak saya juga Kasan? Tetapi Bapak saya meyakinkan Embok untuk menerima saja
pemberian nama
itu. Embok masih bimbang, takut jangan-jangan nama itu nama yang terlalu berat bagi bayi seorang
anak desa. Jangan-jangan jadi pendek umur anak itu nanti, begitu kekhawatiran Embok. Tetapi
Bapak terus membujuk dan meyakinkan Embok bahwa kita tidak usah khawatir akan mengalami
bencana itu. Wong paringan hadiah priyayi tinggi kok dikhawatirkan, tutur Bapak.
(Umar Kayam: Para Priyayi)
Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam penggalan novel di atas adalah masalah ....
a. sosial
b. budaya
c. politik
d. ekonomi
e. keagamaan
6. Bacalah penggalan cerita berikut!
Mbok Ranu memandang kejadian itu dengan agak mendekat serta tersenyum ingin tahu, tetapi lebih-
lebih
dengan dambaan yang manis walau agak ketir. Setiap anak manis selalu mengingatkannya kepada
anaknya
sendiri di Bawuk yang (memang Gusti Pangeran Yang Maha Memiliki, namun toh kejam juga) telah
direnggut ke akhirat. Dilihatnya Mbok Noyo menggaruk-garuk dan berkata, Inggih, inggih, baik
Den
Rara. Baik sekali, lalu menggeleng-geleng, Tidak
(Y.B. Mangun Wijaya: Burung-Burung Mayar)
Pengaruh daerah yang terdapat dalam penggalan di atas adalah berupa ....
a. diksi
b. latar
c. akur
d. penikohan
e. sudut pandang
7. Bacalah puisi berikut!
Rindu tanpa batas
pada isi terpendam
angin lintas
bisik bibir kelu
gunung berapi berbalut awan
menjulang di angkasa pagi
sungai menelusuri wajah bumi
kesepian hutan, lengang pertapa
Sitor Sitomorang
Puisi di atas menggunakan majas ....
a. sinekdoke
b. hiperbola
c. personifikasi
d. eufemisme
e. metonimia
8. Bacalah ilustrasi berikut!
Beberapa kritikus sastra menyebut beliau penyair terbesar sesudah Chairil Anwar. Paling tidak,
beliau adalah penyair penting sejak tahun 50-an hingga sekarang. Selain sebagai seorang penyair,
beliau dikenal sebagai dramawan. Beliau juga sudah memprofesikan pembaca puisi. Kumpulan
puisinya antara lain Blues untuk Bonny, Sajak-Sajak Sepatu Tua.
Penyair yang dimaksud dalam ilustrasi di atas adalah ....
a. Amir Hamzah
b. Sitor Situmorang
c. Taufiq Ismail
d. W.S. Rendra
e. Sutardji Qozoum Bachri
9. Bacalah penggalan resensi berikut!
Rupanya pesan Ayah kepada Aku yang ditempatkan pada bagian akhir cerita ini merupakan
pesan
penting yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Apa yang dikatakan Ayah kepada
aku
boleh dikatakan cara lain untuk mengatakan, Janganlah kamu generasi muda bekerja untuk
Belanda
sebab kelak kamu akan terpaksa melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hati nurani
dan
kamu akan membenarkan ketidakadilan.
Unsur karya sastra yang diungkapkan dalam penggalan resensi di atas adalah ....
a. tema
b. amanat
c. alur
d. latar
e. penokohan
10.
Kalimat di atas berbunyi :
a. dahulu kuno ada raja temanku
b. dahulu kala ada raja tamak
c. di hulu kalu ada raja tembak
d. dahulu kala ada raja yang tamak
e. dahulu kita tak tamak
11. penulisan kata menerima dalam Arab Melayu adalah:
a.
b.
c.
d.
e.
Bacalah cerita berikut untuk menjawab soal nomor 12, 13, 14, 15 !
- . - .
. - . .
12. Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah berikut ini kecuali,
a. Kancil dan Buaya
b. Kura-kura dan Buaya
c. Kancil dan Harimau
d. Kancil dan kura-kura
e. Kura-kura dan Harimau
b. -
c. -
d. -
e. -
16. Kamu khawatir aku akan mati karena kehilangan cincin itu?
Nimah mengangguk pelan. Nyonya majikan tersenyum, Itu hanya takhayul, Mah. Yang
menentukan kematian manusia bukan benda-benda, tapi Tuhan. Nimah mengangguk hatinya terharu
dan terenyuh oleh kebaikan nyonya majikannya. Dia jadi menyesal karena sempat memiliki pikiran
buruk untuk mengambil barang-barang berharga milik majikan.
Latar budaya yang terkandung dalam penggalan prosa di atas ialah ....
a. ketakutan orang menghadapi ajalnya
b. ketegaran iman dalam menghadapi cobaan
c. kebiasaan majikan berburuk sangka kepada pembantunya
d. keihlasan manusia untuk menerima takdir tentang hidup matinya
e. keyakinan hilangnya benda bertuah merupakan isyarat datangnya malapetaka
17. Dalam penjara, Guru Isa juga bingung oleh ketakutannya. Untuk membongkar rahasia
perjuangan ia takut kepada kawan-kawannya sedangkan untuk bungkam juga takut disiksa.Tapi ia
memilih tetap bungkam meskipun disiksa. Ketika dipertemukan dengan Hazildalam suatu interogasi,
tahulah ia bahwa Hazil yang katanya gagah berani justru telah buka mulut. Peristiwa itulah yang
membuat Guru Isa menemukan jati dirinya.
Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah ....
a. ketakutan yang mendorong pengkhianatan
b. keberanian untuk menanggung penderitaan
c. kecurangan demi keselamatan
d. kebohongan karena ketakutan
e. keteguhan hati dalam
18. Satilawati : Engkau Pengarang?
Ishak : (terkejut) Mengapa? ... (mengeluh)Ah engkau juga.
Satilawati : ... sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama
supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (sambil menunjuk ke kanan). Pergi dariku. Kau pun boleh memusuhiku. Untuk cita-cita, aku
bersedia mengorbankan segalanya.
Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam penggalan drama di atas ialah ....
a. perwatakan
b. latar
c. tema
d. alur
e. sudut pandang
19. Hatinya panas. Rasa cemburunya bangkit. Suatu kewajaran, sebagai perempuan dan
sebagai istri jika diamuk rasa seperti itu.
Cemburu dan marah yang hebat menyebabkan ia tidak menyadari bahwa laki-laki
yang dinantinya sudah berdiri di muka pintu. Baru ketika terdengar namanya dipanggil, ia
melihat suaminya bersandar di situ. Tubuhnya tampak lesu. Pakaian lusuh dengan bekasbekas
darah. Muka serta tangannya penuh dengan luka.
Kenapa, Pak? tanyanya dengan penuh kecemasan. Lenyaplah marah dan
cemburunya melihat keadaan seperti itu.
Aku terseret arus ketika menyeberang sungai dan datang banjir tiba-tiba, jawab
suaminya dengan suara pelan sambil terus tunduk.
Unsur yang menonjol dalam penggalan kutipan cerpen di atas adalah ....
a. tema
b. latar tempat dan waktu
c. sudut pandang
d. amanat
e. alur sorot balik
20. Doa Seorang Pencuri
Rabbi,
Tuhan kami
Tuhan kaum yang disakiti
Diganggu lapar selalu
Aku pencuri
Kaliber teri
Ketagihan kopi
Dan takut benar sama mati
Menunggu lena sang malam
Kalau-kalau pintu lupa dikunci
...
Bintang Dini
Muhammad Ali
Unsur intristik yang menonjol dari penggalan puisi di atas ialah .
a. rima
b. diksi
c. bait
d. larik
e. ritme
DAFTAR PUSTAKA
Parera, J.D.dan S.Amran Tasai. 2005. Terampil Berbahasa indonesia 3 untuk Sekolah Menengah
Atas Kelas XII Program Studi Bahasa. Jakarta : Balai Pustaka
Republika online
Sayuti,Suminto.A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi.. Yogyakarta. Gama Media.
Surana,S.Pd. 2001. Pengatantar sastra Indonesia.. Solo: Tiga Serangkai.