Pondasi Tiang Pancang

Unduh sebagai pdf atau txt
Unduh sebagai pdf atau txt
Anda di halaman 1dari 206

I>T.

C4l>IMIJT~
JI. Ir. H. Juancla RT. 37 No. 52 Bontang
e-mail: [email protected]

Namar 27/CU/JBT.NNKlII/2012
Lamp 1 (Satu) Exmp

Samarinda13 Februari 2012


Kepada Yth:
Pan ilia Pengadaan Pengadaan Pembangunan Jalan 2
di
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur
Jalan. Tengkawang No. 01 Samarinda

Peri hal : Penawaran KegiatanJembatan Grider Bentang 20 m

Sehubungan dengan Pengumuman Pendatlaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan


Nomor : 602.1/04b/PPJBT2/1/2012 Tanggal Januari 2012 Dan sete!ah kami Pelajari dengan
Saksama Dokumen Pengadaan (serta addendum Dokumen pengadaan), dengan ini kami
mengajukan penawaran untuk kegiatan Jembatan Grider Bentang 20 m Sebesar
Rp.3.174.768.000 (Tiga milyar seralus tujuh puluh empat tujuh ratus enam puluh delapan ribu
rupiah)

Penawaran in; sudah mempematikan ketenluan dan persyaratan yang tercanlum dalam
Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan lersebut di atas.

Kami akan melaksanakan pekerjaan terse but dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
selama 280 (Duaratus Delapan Puluh) Hari Kalender

Penawaran ini berlaku selama 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender sejak tanggal sural
penawaran ini

Sesuai dengan persyaralan , bersama surat penawaran ini kami lampirkan :

1. Jaminan Penawaran Hasil Pemindahan dan Asli:


2. Datlar Kuantitas dan Harga
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Dokumen Pelaksanaan; (metode analisa teknis, satuan Pekerjaan dan metode leknis
Satuan Pekerjaan dalam Bentuk Penjabaran)
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan:
c. Datlar Personil Inti
d. Jenis Kapasitas, Komposisi , dan Jumlah peralalan utama minimal yang di
e. Spesifikasi teknis;Oika berbeda dengan yang di tawarkan)
f. Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakan , (apabila ada)
4. Formulir Rekapitulasi Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);
Dokumen lain yang dipersyaratkan seperti Formulir Pra RK3K, Daftar Barang Yang
5. diimpor, analisa teknis Satuan Pekerjaan,Analisa Harga Satuan Peke~aan.

Surat Penawaran beserta lampirannya kami sampaikana sebanyak 2 (dua) rangkap yang
terdiri dari dokumen asli 1 (Satu) di tandai " ASLI" dan Salinannya 1 (Satu) di tandai
"Rekaman" ( Jika diminta I diperlukan oleh Panitia Pengadaan).

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

PT. CADIKA UTAMA

MURSALIM DATJING
Direklur
liCE f.l5Unf.ln5fr.!!~~t;.s'f!!...!:EnI5HoP
HEAD OFFICE:
Menara Global Lt 2, JI . .Iend. Gata! Subrolo Kav. 21. Jakarta 12950 . Indonesia
Phone. : (62-21) 5210470 (Hooting), Fax.. (62-21 ) 5270471
fb"nepage . WIIrW.periskop,CQ.id emaR: [email protected] oIIice@?e!iskop.com
No.523356
JAMINAN PENAWARAN

No. Jamlnan : 07.1.4016.0105.12 Nila; : Rp. 96.368.750,- (SamM.nPuluh


EMm Jib Tiga Raws Enam PuhJh DeJspan Ribu Tujuh R"tus Lima Puluh Rupiah)

Dengan ini cinyatakan, bahwa kami : PT. CADIKA UTAMA, JI. Ir_ H. Juanda RT. 37 No. 52 Samarinda, sebagai
Peserta, selaf\Wlya cisebut "TERJAMIN" , dan PT. ASURANSI BOSOWA PERISKOP JI. AM. Sangaji No. 38E,
Samarinda sebagai Per'4amin, ~ cisebut "PENJAMIN", bertanggung jawab dan deogan tegas tenkat pada
PANITlA PENGADAAN JEMBATAN I TURAP I DRAINASE 2 PADA DINAS PU PROVINSI KALIMANTAN
TIMUR, JI. TENGKAWANG No. 01 SAMARINDA. Sebagai Pelaksana Pelelangan sela~ disebul PENERIMA
JAMINAN atas uang sejlnllah Rp. 96.368.750,- (Sembilan Puluh Enam Jut. riga Raws ElIlJm Puluh De/apan Ribu TujJh
Ratu$ Linn Puluh Rupiah).

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan din lJltl.io;: melaktAmn pembayaran jumlah tersebut
diatas dengan balk dan benar bilamana TERJAMIN Hook mernet1lili kewajban sebagaimana ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan No. 602.11D4BJPPJBT2II12012 untuk pelaksanaan peIeIangan peKerjaan PEMBANGUNAN
JEMBATAN UNGKAR ~ULAU NUNUKAN, yang diselenggarakan oIeh PENERIMAJAMINAN .
StJ"at Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN :
a. menank kembal Penawaramya selama dilaksanakamya peIeIangan atau sesudah dinyatakan sebagal
pemenang,
b. tldak :
1). rnenyerahkan Jamlnan Pelaksanaan setelah ~ sebagal pemenang :
2). menandatangani Kontrak ; atau
3). hadlr dalam klarlfikasi dan I atau ver1flkasl sebagal calOn pemena.ng :
c. ter1lbat Korupsl KoaJsI dan NepoUsme (KKN).

4. SUrat Jaminan lni ber1aku selama 118 (Seratus Delapan Balas) hari kalender dan efektif rrulai dari tanggal14
Februari 2012 sampai dengan tanggal10 Juni 2012

PENJAMIN akan merrt>ayar kepada PENERIMA JAMINAN sejl.n1ah nilai ;aminan tersebut c1atas dalam waktu
paing lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syerst (LrlConditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara
ter11,jjs dan PENERIMA JAMINAN berdasarkan Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai peogenaan sanksi
akibat TERJAMIN cidera jar;A¥Brvestasi.
Merup< pada pasal 1832 KUH Perdata, dengan ini ditegaskan kerrbaM bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa.nya lI'ltl.i< metU1tut supaya harta-benda TERJAMIN lebih datuu dsita dan d:jual QlI18 mekJ1asi h.rtanglyB.
sebagaimana dimaksud delam pasal1831 KUH Perdata.
TooMan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan iri harus sudah diajtA<an selarri>at-lambatnya delam
waktu 30 (tiga pt.iJhl han kalender sesudah berakhimya masa ber1aku Jaminan lni .
DikekJarkan d SAMARINDA
pade tanggal 14 Februarl2012
TERJAMIN PENJAMIN
PT. CAOIKA UTAMA PT. ASURANSI BOSOWA PERISKOP
METERAJ ~
~!:.~ ~ .. ,...
:lA

NATSIR MANSYUR
Utama Pimpinan Cabang

untl*. ktyaklnan, ~magang Jamlna"l cIsMar1kan lI"1IuiI: mengkont\1masl j8mInan InI kI PT . .-.swans! Bosowa Plrlskop Clbang Sarnamda.ll. AM
sangaJl38E Sllrur1nd8 0541-2023611 Fax.. 0541-201693
I

REKAPITULASI

PERKIRAAN HARGA PEKERJAAN

Program : Pembangunan Jalan Dan Jembatan


I Kegiatan : Jembalan Grider Bentang 20 m
Prop I Kab f Kodya : $amarinda (Kalima~tan Timuf)

Jumlah Harga
No. Divisi Uraian Pekerjaan
(Rupiah)

1 Umum 177838.125
3 Pekerjaan Tanah 4 590. 222
7 Struktur 2.703.n4.793, 15
--
(A) Juml~~~_ Pekerjaan ( terma~u~~ya Umum dan Keuntungan ) 2.886 ,153.140
(8) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) :::: 10% x (A) 258,615.314
(C) JUMLAH TOTAL HARGA PEKERJAAN - (A) + (8) 3,174,768.454
Dibulatkan 3,174,768,000
Terbilang : (Tiga milya, s.ra/us tujuh puJuh empat tujuh ra/Us enam puluh delapan
rlbu rupiah)
i
Samarinda13 Februari 2012
PT. CA~UTAMA

~~
iE·lJf~
Direklur
JING

DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

Program : Pembangunan Jalan Dan Jembatan


Kegiatan : Jembatan Grider Bentang 20 m
Prop / Kab / Kodya: Samarinda (Kalimantan Timur)

No. Mata Perkiraan Harga Jumlah


Uraian Satuan
Pembayaran Kuantitas Satuan Harga-Harga
(Rupiah) (Rupiah)
a b c d e f = (d x e)

DIVISI 1. - MOBILISASI
1.2 Mobilisasi Lump sum 1,00 177.838.124,90 177.838.124,90

Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 1 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan) 177.838.124,90

DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH


3.1 (1) Galian Biasa M3 31,48 22.716,71 715.121,88
3.1 (3) Galian Struktur dengan Kedalaman 0 -2 m M3 60,00 64.585,00 3.875.099,79

Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 3 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan) 4.590.221,67

DIVISI 7. STRUKTUR
7.1 (7) Beton mutu sedang dengan fc' = 20 Mpa (K.250) M3 76,00 3.637.065,48 276.416.976,17
7.1(8) Beton mutu sedang dengan fc' = 15 Mpa (K.175) M3 105,50 3.244.236,77 342.266.979,58
7.1(10)a Pasir Urug Isian Tiang Panjang M3 105,50 18.150,00 1.914.825,00
3
7.1 (10) Beton mutu rendah dengan fc' = 10 Mpa (K.125) M 6,00 2.756.474,14 16.538.844,85
7.3(3) Baja Tulangan U 32 Ulir Kg 21.780,00 19.743,38 430.010.761,95
7.4 (2) Baja Struktur BJ34 ( titik leleh 210 Mpa) Penyedia dan Pemasangan Kg 2.743,15 20.274,13 55.614.972,85
7.6(1) Pondasi Cetak , Penyediaan dan Pemasangan M' 600,00 124.254,26 74.552.556,30
7.6(4)a Penyediaan Tiang Pancang Baja Dia. 400mm tebal 12 m Kg 58.816,80 24.601,03 1.446.953.603,67
7.6(10)a Pemancangan Tiang Pancang Pipa Baja Diameter 400 mm M' 504,00 117.966,81 59.455.272,78

Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 7 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan) 2.703.724.793,15
ITEM PEMBAYARAN NO. : 1.2
JENIS PEKERJAAN : MOBILISASI

% TERHADAP TOTAL BIAYA PROYEK = #REF! %


Lembar 1.2-1
HARGA JUMLAH
No. URAIAN SATUAN VOL. SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. Sewa Tanah M2 100 200 20.000,00

B. PERALATAN
Periksa lembar 1.2-2 28.000.000,00

C. FASILITAS KONTRAKTOR
1 Base Camp M2 50 200 10.000,00
2 Kantor Ls 50 1.500.000 75.000.000,00
3 Barak M2 50 50 2.500,00
4 Bengkel M2 50 50 2.500,00
5 Gudang, dan lain-lain M2 50 50 2.500,00

D. FASILITAS DIREKSI
1 Sewa Kendaran Roda 4 ( empat) Unit 1 55.000.000 55.000.000,00
2 Pengadaan Alat Pengelolah Data Unit 1 10.000.000 10.000.000,00
3 Kamera Digital Unit 1 2.000.000 2.000.000,00

E FASILITAS LABORATORIUM
1 Ruang Laboratorium M2 30 82.933 2.487.999,90
2 Peralatan, Perabot & Layanan Laboratorium set 1 5.312.625 5.312.625,00

Total Biaya Mobilisasi 177.838.124,90


Catatan : Jumlah yang tercantum pada masing-masing item mobilisasi di atas sudah termasuk over-head dan laba
serta seluruh pajak dan bea (kecuali PPn), dan pengeluaran lainnya.

ITEM PEMBAYARAN NO. : 1.2


JENIS PEKERJAAN : MOBILISASI
Lembar 1.2-2
KODE HARGA JUMLAH
No. JENIS ALAT ALAT SATUAN VOL. SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

B. PERALATAN

1 DUMP TRUCK E09 Unit 2 3.500.000 7.000.000,00


2 PILE DRIVER + HAMMER E30 Unit 1 1.500.000 1.500.000,00
3 CRANE ON TRACK E44 Unit 1 1.500.000 1.500.000,00
4 WELDING SET E32 Unit 1 2.000.000 2.000.000,00
5 CONCERETE MIXER E28 Unit 2 7.000.000 14.000.000,00
6 WATE TANKER E23 Unit 1 2.000.000 2.000.000,00

Total untuk Item B pada Lembar 1 28.000.000,00


ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (1) Analisa EI-311
JENIS PEKERJAAN : Galian Biasa
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Menggunakan alat berat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Kondisi Jalan : sedang / baik
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 Jam
5 Faktor pengembangan bahan Fk 1,20 -

II. URUTAN KERJA


1 Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan
2 Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator
3 Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil
galian kedalam Dump Truck
4 Dump Truck membuang material hasil galian keluar
lokasi jalan sejauh L 1,00 Km

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
Tidak ada bahan yang diperlukan

2. ALAT
2.a. EXCAVATOR (E10)
Kapasitas Bucket V 0,50 M3
Faktor Bucket Fb 0,90 -
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -

Waktu siklus Ts1 menit


- Menggali / memuat T1 0,50 menit
- Lain-lain T2 0,50 menit
Ts1 1,00 menit

Kap. Prod. / jam = V x Fb x Fa x 60 Q1 18,68 M3/Jam


Ts1 x Fh

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E10) 0,0535 Jam

2.b. DUMP TRUCK (E08)


Kapasitas bak V 4,00 M3
Faktor efisiensi alat Fa 0,83 -
Kecepatan rata-rata bermuatan v1 45,00 KM/Jam
Kecepatan rata-rata kosong v2 60,00 KM/Jam
Waktu siklus Ts2 menit
- Waktu tempuh isi = (L : v1) x 60 T1 1,33 menit
- Waktu tempuh kosong = (L : v2) x 60 T2 1,00 menit
- Muat = (V : Q1) x 60 T3 12,85 menit
- Lain-lain T4 1,00 menit
Ts2 16,18 menit
Berlanjut ke halaman berikut

File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (1) Analisa EI-311
JENIS PEKERJAAN : Galian Biasa
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

Kapasitas Produksi / Jam = V x Fa x 60 Q2 10,26 M3/Jam


Fk x Ts2

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E08) 0,0975 Jam

2.d. ALAT BANTU


Diperlukan alat-alat bantu kecil Lump Sump
- Sekop
- Keranjang

3. TENAGA
Produksi menentukan : EXCAVATOR Q1 18,68 M3/Jam
Produksi Galian / hari = Tk x Q1 Qt 130,73 M3
Kebutuhan tenaga :
- Pekerja P 3,00 orang
- Mandor M 1,00 orang

Koefisien tenaga / M3 :
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 0,1606 Jam
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,0535 Jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 22.716,71 / M3

6. WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : . . . . . . . . . . . b. ulan

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,00 M3

File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (3) Analisa EI-313
JENIS PEKERJAAN : Galian Struktur Kedalaman <2 M
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Pekerjaan dilakukan secara manual
2 Lokasi pekerjaan : sekitar jembatan
3 Kondisi Jalan : sedang / baik
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 Jam
5 Faktor pengembangan bahan Fh 1,20 -
6 Pengurugan kembali (backfill ) untuk struktur Uk 50,00 %/M3

II. METHODE PELAKSANAAN


1 Tanah yang dipotong berada disekitar lokasi
2 Penggalian dilakukan dengan menggunakan alat
Excavator
3 Bulldozer mengangkut/mengusur hasil galian ke tempat
pembuangan di sekitar lokasi pekerjaan L 0,1000 Km

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
- Urugan Pilihan (untuk backfill ) = Uk x 1M3 (EI-322) 0,50 M3

2. ALAT
2.a. EXCAVATOR (E10)
Kapasitas Bucket V 0,50 M3
Faktor Bucket Fb 0,90 -
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Faktor kedalaman Fd 0,80 -
Berat isi material Bim 0,85 -

Waktu siklus
- Menggali / memuat Te1 0,50 menit
- Lain-lain Te2 0,25 menit
Te 0,75 menit

Kap. Prod. / jam = V x Fb x Fa x Fd x Bim x 60 Q1 16,93 M3/Jam


Te x Fh

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E10) 0,0591 Jam

2.a. BULLDOZER (E04)


Faktor blade Fb 0,90 -
Faktor efisiensi alat Fa 0,83 -
Kecepatan maju F 3,00 Km/Jam
Kecepatan mundur R 4,00 Km/Jam
Lebar Blade B 3,00 M
` Tinggi blade H 1,20 M
Jarak Gusur L 100,00 M

Volume 1 kali gusur = H^2 x B x Fb V 3,89 M3 Loose

Berlanjut ke halaman berikut

File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (3) Analisa EI-313
JENIS PEKERJAAN : Galian Struktur Kedalaman <2 M
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

Waktu Siklus
- Maju = (L x 60) / (F x 1000) Tb1 2,00 menit
- Mundur = (L x 60) / (R x 1000) Tb2 1,50 menit
- Lain-lain Tb3 0,15 menit
Tb 3,65 menit

Kapasitas Produksi / Jam = V x Fa x 60 Q2 44,21 M3 / Jam


Tb x Fh

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E04) 0,0226 Jam

2.d. ALAT BANTU


Diperlukan alat-alat bantu kecil Lump Sump
- Pacul = 2 buah
- Sekop = 2 buah

3. TENAGA
Produksi menentukan : EXCAVATOR Q1 16,93 M3/Jam
Produksi Galian / hari = Tk x Q1 Qt 118,52 M3
Kebutuhan tenaga :
- Pekerja P 4,00 orang
- Mandor M 1,00 orang

Koefisien tenaga / M3 :
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 0,2362 Jam
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,0591 Jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 64.585,00 / M3

6. WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : . . . . . . . . . . . b. ulan

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 513,52 M3

File : 3-DIV3
Analisa EI-311

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

Instansi
Program Pembangunan Jalan & Jembatan
Nama Paket
Prop / Kab / Kodya Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (1) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : Galian Biasa TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK :

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) Jam 0,1606 5.714,29 917,96


2. Mandor (L03) Jam 0,0535 7.857,14 420,73

JUMLAH HARGA TENAGA 1.338,69

B. BAHAN

JUMLAH HARGA BAHAN 0,00

C. PERALATAN

1. Excavator (E10) Jam 0,0535 380.559,47 20.378,02


2. Dump Truck (E08) Jam - 177.507,90 -
3. Alat Bantu Ls 1,0000 1.000,00 1.000,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 21.378,02

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.716,71


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D -
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D ) 22.716,71
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
Berlanjut ke halaman berikut yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.

File : 3-DIV3
Analisa EI-313

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

Instansi
Program Pembangunan Jalan & Jembatan
Nama Paket
Prop / Kab / Kodya Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (3) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : Galian Struktur Kedalaman <2 M TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK :

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) Jam 0,2362 6.500,00 1.535,55


2. Mandor (L03) Jam 0,0591 8.695,00 513,52

JUMLAH HARGA TENAGA 2.049,08

B. BAHAN

1. Urugan Pilihan (EI-322) M3 0,5000 54.322,17 27.161,08

JUMLAH HARGA BAHAN 27.161,08

C. PERALATAN
1. Excavator (E10) Jam 0,0591 597.273,50 35.274,83
2. Bulldozer (E04) Jam 0,0000 376.804,06 0,00
3. Alat bantu Ls 1,0000 100,00 100,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 35.374,83

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 64.585,00


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D -
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D ) 64.585,00
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
Berlanjut ke halaman berikut yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.

File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-715
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima
seluruhnya di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM #
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam 7
6 Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ks 340 Kg/M3 #
7 Ukuran Agregat Maksimum Ag 19 mm #
8 Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Wcr 0,50 - 1
9 Perbandingan Camp. 1,00 : Semen Sm 13,7 % Berdasarkan #
2,60 : Pasir Ps 35,6 % JMF & sesuai #
3,70 : Agregat Kasar Kr 50,7 % dgn Spesifikasi #
10 Berat Jenis Material : 0
- Beton D1 2,40 T/M3 2
- Semen D2 1,44 T/M3 1
- Pasir D3 1,80 T/M3 2
- Agregat Kasar D4 1,90 T/M3 2

II. URUTAN KERJA


1 Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer
2 Beton di-cor ke dalam bekisting yang telah disiapkan
3 Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
1.a. Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.025 (M12) 345,205 Kg
1.b. Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1.025 (M01) 0,4868 M3
1.c. Agregat Kasar = {(Kr x D1) : D4} x 1.025 (M03) 0,6562 M3
1.d. Kayu Perancah dan/atau Bekisting (M19) 0,1000 M3
1.e. Paku (M18) 1,0000 Kg

2. ALAT
2.a. CONCRETE MIXER (E06)
Kapasitas Alat V 500,00 liter
Faktor Efisiensi Alat Fa 0,83 -
Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) Ts
- Memuat T1 3,00 menit
- Mengaduk T2 2,00 menit
- Menuang T3 3,00 menit
- Tunggu, dll. T4 3,00 menit
Ts 11,00 menit

Kap. Prod. / jam = V x Fa x 60 Q1 2,264 M3


1000 x Ts

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E06) 0,4418 jam

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-715
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

2.b. WATER TANK TRUCK (E23)


Volume Tanki Air V 4,00 M3
Kebutuhan air / M3 beton Wc 0,17 M3
Faktor Efiesiensi Alat Fa 0,83 -
Pengisian Tanki / jam n 1,00 kali

Kap. Prod. / jam = V x Fa x n Q2 19,23 M3


Wc

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E23) 0,0520 jam

2.c. CONCRETE VIBRATOR (E20)


Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan
kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer)

Kap. Prod. / jam = Kap. Prod./jam Alat Concrete Mixer Q3 2,264 M3

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q3 (E20) 0,4418 jam

2.c. ALAT BANTU


Diperlukan :
- Sekop = 2 buah
- Pacul = 2 buah
- Sendok Semen = 2 buah
- Ember Cor = 4 buah
- Gerobak Dorong = 1 buah

3. TENAGA
Produksi Beton dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 15,85 M3

Kebutuhan tenaga : - Mandor M 1,00 orang


- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang

Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,4418 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 1,7671 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 5,3012 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-715
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 3.637.065,48 / M3

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 29 Hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,33 M3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-717
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima
seluruhnya di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ks 300 Kg/M3 K-175

7 Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Wcr 0,57 -


8 Perbandingan Camp. 1,00 : Semen Sm 13,8 % Berdasarkan
2,25 : Pasir Ps 31,0 % JMF & sesuai
4,00 : Kerikil Pecah Kr 55,2 % dgn Spesifikasi
9 Berat Jenis Material :
- Beton D1 2,25 T/M3
- Semen D2 1,44 T/M3
- Pasir D3 1,80 T/M3
- Kerikil Pecah (Agregat Kasar) D4 1,80 T/M3

II. URUTAN KERJA


1 Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer
2 Beton dicor ke dlm bekisting/acuan yang telah disiap-
kan dan memasukkan batu pecah (batu siklop)
3 Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
1.a. Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.025 (M12) 318,103 Kg
1.b. Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1.025 (M01) 0,3976 M3
1.c. Agregat Kasar = {(Kr x D1) : D4} x 0.70 * 1.025 (M03) 0,4948 M3
1.d. Batu Belah = {(Kr x D1) : D4} x 0.30 * 1.025 (M06) 0,2121 M3
1.e. Kayu Perancah dan/atau Bekisting (M19) 0,0500 M3
1.f Paku (M18) 0,4000 Kg

2. ALAT
2.a. CONCRETE MIXER (E06)
Kapasitas Alat V 500,00 liter
Faktor Efisiensi Alat Fa 0,83 -
Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) Ts
- Memuat T1 3,00 menit
- Mengaduk T2 2,00 menit
- Menuang T3 3,00 menit
- Tunggu, dll. T4 3,00 menit
Ts 11,00 menit

Kap. Prod. / jam = V x Fa x 60 Q1 2,264 M3


1000 x Ts

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E06) 0,4418 jam

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-717
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

2.b. WATER TANK TRUCK (E23)


Volume Tanki Air V 4,00 M3
Kebutuhan air / M3 beton Wc 0,18 M3
Faktor Efiesiensi Alat Fa 0,83 -
Pengisian Tanki / jam n 1,00 kali

Kap. Prod. / jam = V x Fa x n Q2 18,31 M3


Wc

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E23) 0,0546 jam

2.c. CONCRETE VIBRATOR (E20)


Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan
kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer)

Kap. Prod. / jam = Kap.Prod./Jam Alat Concrete Mixer Q3 2,264 M3

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q3 (E20) 0,4418 jam

2.c. ALAT BANTU


Diperlukan :
- Sekop = 2 buah
- Pacul = 2 buah
- Sendok Semen = 2 buah
- Ember Cor = 4 buah
- Gerobak Dorong = 2 buah

3. TENAGA
Produksi Beton dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 15,85 M3

Kebutuhan tenaga : - Mandor M 1,00 orang


- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang

Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,4418 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 1,7671 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 5,3012 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-717
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 3.244.236,77 / M3

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 30 Hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,40 M3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) Analisa EI-718
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima
seluruhnya di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ks 250 Kg/M3

7 Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Wcr 0,60 -


8 Perbandingan Camp. 1,00 : Semen Sm 11,1 % Berdasarkan
3,00 : Pasir Ps 33,3 % JMF & sesuai
5,00 : Kerikil Pecah Kr 55,6 % dgn Spesifikasi
9 Berat Jenis Material :
- Beton D1 2,25 T/M3
- Semen D2 1,44 T/M3
- Pasir D3 1,80 T/M3
- Kerikil Pecah (Agregat Kasar) D4 1,80 T/M3

II. URUTAN KERJA


1 Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer
2 Beton di-cor ke dalam bekisting yang telah disiapkan
3 Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
1.a. Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.025 (M12) 256,250 Kg
1.b. Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1.025 (M01) 0,4271 M3
1.c. Kerikil Pecah = {(Kr x D1) : D4} x 1.025 (M03) 0,7118 M3 Agregat Kasar
1.e. Kayu Perancah (M19) 0,0500 M3
1.f Paku (M18) 0,4000 Kg

2. ALAT
2.a. CONCRETE MIXER (E06)
Kapasitas Alat V 500,00 liter
Faktor Efisiensi Alat Fa 0,83 -
Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) Ts
- Memuat T1 3,00 menit
- Mengaduk T2 2,00 menit
- Menuang T3 3,00 menit
- Tunggu, dll. T4 3,00 menit
Ts 11,00 menit

Kap. Prod. / jam = V x Fa x 60 Q1 2,264 M3


1000 x Ts

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E06) 0,4418 jam

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) Analisa EI-718
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

2.b. WATER TANK TRUCK (E23)


Volume Tanki Air V 4,00 M3
Kebutuhan air / M3 beton Wc 0,15 M3
Faktor Efiesiensi Alat Fa 0,83 -
Pengisian Tanki / jam n 1,00 kali

Kap. Prod. / jam = V x Fa x n Q2 21,59 M3


Wc

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E23) 0,0463 jam

2.c. CONCRETE VIBRATOR (E20)


Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan
kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer)

Kap. Prod. / jam = Kap.Prod./Jam Alat Concrete Mixer Q3 2,264 M3

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q3 (E20) 0,4418 jam

2.c. ALAT BANTU


Diperlukan :
- Sekop = 2 buah
- Pacul = 2 buah
- Sendok Semen = 2 buah
- Ember Cor = 4 buah
- Gerobak Dorong = 1 buah

3. TENAGA
Produksi Beton dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 15,85 M3

Kebutuhan tenaga : - Mandor M 1,00 orang


- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang

Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,4418 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 1,7671 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 5,3012 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) Analisa EI-718
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 2.756.474,14 / M3

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 5 Hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,11 M3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.3 (3) Analisa EI-731
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) U23
SATUAN PEMBAYARAN : KG URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Pekerjaan dilakukan secara manual
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (besi dan kawat) diterima seluruhnya
di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Faktor Kehilangan Besi Tulangan Fh 1,10 -

II. URUTAN KERJA


1 Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai
dengan yang diperlukan
2 Batang tulangan dipasang / disusun sesuai dengan
Gambar Pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
1.a. Baja Tulangan (Polos) U24 (M39a) 1,1000 Kg
1.b. Kawat beton (M14) 0,0200 Kg

2. ALAT
2.a. ALAT BANTU Ls
Diperlukan :
- Gunting Potong Baja = 2 buah
- Kunci Pembengkok Tulangan = 2 buah
- Alat lainnya

3. TENAGA
Produksi kerja satu hari Qt 200,00 Kg
dibutuhkan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 1,00 orang
- Pekerja P 3,00 orang

Koefisien Tenaga / Kg :
- Mandor = ( M x Tk ) : Qt (L03) 0,0350 jam
- Tukang = ( Tb x Tk ) : Qt (L02) 0,0350 jam
- Pekerja = ( P x Tk ) : Qt (L01) 0,1050 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 19.743,38 / Kg

Berlanjut ke hal. berikut.


ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.3 (3) Analisa EI-731
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) U23
SATUAN PEMBAYARAN : KG URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 31 Hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,48 Kg.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (4)a Analisa EI-767
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja
SATUAN PEMBAYARAN : Kg URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : di lokasi
3 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 Km
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
4 Ukuran diameter tiang pancang (sesuai keperluan) Uk 600,0 mm
5 Tebal tiang t 12,70 mm
6 Berat per-meter tiang b 187,00 kg
7 Panjang Tiang (sesuai keperluan) p 12,0 M
8 Jarak pelabuhan ke Base Camp Ld2 30,0 Km

II. URUTAN KERJA


1 Material pipa didatangkan dari pelabuhan ke lokasi
dengan Trailer
2 Di lokasi pekerjaan dibuatkan sepatu pancang
dan penyambungan pipa
3 Penyambungan pipa dengan las listrik

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
1.a. Pipa baja tiang pancang (M52) 1,05 Kg
Plat Baja (untuk penyambungan) (M48) 0,21 Kg
Kawat Las (untuk sepatu & penyambungan) (M51) 0,05 Dos

2. ALAT
2.a. TRAILER (E29)
Kapasitas bak sekali muat V 10,00 batang
Faktor efisiensi alat Fa 0,83
Kecepatanrata-rata bermuatan v1 40,00 Km/Jam
Kecepatan rata-rata kosong v2 60,00 Km/Jam
Waktu siklus : Ts1
- Waktu tempuh isi = (Ld2 : v1 ) x 60 T1 45,00 menit
- Waktu tempuh kosong = (Ld2 : v2) x 60 T2 30,00 menit
- Lain-lain (bongkar dan muat) T3 50,00 menit
Ts1 125,00 menit

Kapasitas Produksi / Jam = V1 x p x Fa x 60 Q1 47,81 M'


Ts1 8.940,10 Kg

Koefisien Alat / kg = 1 : Q1 (E29) 0,0001 Jam

2.b CRANE (E07)


Kapasitas V2 3,00 batang
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu menurunkan T4 20,00 menit Lumpsum
- dan lain-lain ( termasuk mengatur dan menggeser) T5 20,00 menit
Ts2 40,00 menit

Kap. Prod. / jam = V2 x p x Fa Q2 44,82 M'


Ts2 8.381,34 Kg
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (4)a Analisa EI-767
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja
SATUAN PEMBAYARAN : Kg URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

Koefisien Alat / kg = 1 : Q1 (E07) 0,0001 jam

2.c. GENSET (E12)


Diasumsi panjang tiang p 12,00 M
Pembuatan sepatu/peruncing + sambungan Ts3 1,00 jam

Koefisien Alat / kg = 1 : ( p x b : Ts3 ) (E12) 0,0004 Jam

2.d. WELDING SET (E32)


Diasumsi panjang tiang p 12,00 M
Pembuatan sepatu/peruncing + sambungan Ts4 1,00 jam

Koefisien Alat / kg = 1 : ( p x b : Ts4 ) (E32) 0,0004 M/Jam

2.e. ALAT BANTU


Diperlukan alat bantu untuk pek. Tiang Pancang Baja Lumpsum
- Tachkel
- Tambang, seling ,rantai dan Alat kecil lainnya

3. TENAGA Qt 10,00 batang


Produksi Tiang dalam 1 hari Qt 120,00 M
Qt 22.440 Kg
Kebutuhan tenaga tambahan di lokasi ::
- Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang

Koefisien Tenaga / kg :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,0003 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 0,0012 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 0,0037 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 24.601,03 / Kg

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 4 Hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,65 Kg
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (1) Analisa EI-769
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan T. Pancg. Bt. Pratekan
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Membeli Tiang Pancang jadi dari Pabrik
2 Lokasi pekerjaan : di setiap jembatan
3 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
5 Ukuran tiang pancang sesuai kebutuhan Uk 400,00 mm
6 Panjang Tiang Pancang p 12,00 M
7 Jarak pelabuhan ke Base Camp Ld2 30,00 KM

II. URUTAN KERJA


1 Tiang pancang dikirim oleh pabrik ke pelabuhan ter-
dekat atau dari pabrik ke lokasi (kalau satu pulau)
2 Tiang Pancang dari pelabuhan diangkut dengan truck
atas tanggungan kontraktor
3 Memuat & menurunkan dari/ke truck dengan Crane

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
Tiang Pancang Beton Pratekan Lengkap (M50) 1,0000 M3

2. ALAT
2.a DUMP TRUCK (E08)
Kapasitas bak sekali muat V 10,00 batang
Faktor efisiensi alat Fa 0,83
Kecepatanrata-rata bermuatan v1 40,00 Km/Jam
Kecepatan rata-rata kosong v2 60,00 Km/Jam
Waktu siklus : Ts1
- Waktu tempuh isi = (Ld2 : v1 ) x 60 T1 45,00 menit
- Waktu tempuh kosong = (Ld2 : v2) x 60 T2 30,00 menit
- Lain-lain (bongkar dan muat) T3 45,00 menit
Ts1 120,00 menit

Kapasitas Produksi / Jam = V x p x Fa x 60 Q1 49,80 M1/Jam


Ts1 Q1 6,26 M3/Jam

Koefisien Alat / m3 = 1 : Q1 (E08) 0,1598 Jam

2.b CRANE (E07)


Kapasitas V2 3,00 batang
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu memuat T1 30,00 menit Lumpsum
- dan lain-lain ( termasuk mengatur dan menggeser) T2 15,00 menit
Ts2 45,00 menit

Kap. Prod. / jam = V x p x Fa Q2 39,84 M1/jam


Ts2 Q2 5,01 M3/jam
Koefisien Alat / Ton = 1 : Q2 (E07) 0,1997 jam
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (1) Analisa EI-769
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan T. Pancg. Bt. Pratekan
SATUAN PEMBAYARAN : M3 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

2.c. ALAT BANTU


Diperlukan alat bantu untuk transportasi Lumpsum
- Tackle
- Tambang
- Alat kecil lainnya

3. TENAGA
Produksi per hari (unloading) = Q2 x Tk Qt 35,05 M3
Kebutuhan tenaga (di lokasi pekerjaan) :
- Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 2,00 orang
- Pekerja P 10,00 orang

Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,1997 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 0,3995 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 1,9974 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 124.254,26 / M3

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 3 hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 0,69 M3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (10)a Analisa EI-7611
JENIS PEKERJAAN : Pemancangan T. Pancang Baja (Dia 400 mm)
SATUAN PEMBAYARAN : M' URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : di lokasi
3 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
4 Panjang Tiang p 20,0 M
5 Pemakaian Kawat las dan alat Las utk penyambungan
termasuk dalam item Penyediaan Tiang Pancang

II. URUTAN KERJA


1 Material Tiang pancang yang telah siap ada dekat
lokasi pemancangan
2 Penyambungan dilakukan pada saat pemancangan

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
Pemakaian bahan pada pekerjaan penyiapan
material tiang pancang

2. ALAT

2.a Crane on Track 35 Ton (E31)


Kapasitas V1 1,00 Titik
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu penggeseran dan penyetelan tiang T1 75,00 menit
- Waktu pemancangan sampai kalendering 3 cm T2 75,00 menit
- Waktu penjambungan tiang T3 60,00 menit
Ts1 135,00 menit

Kap. Prod. / jam = V1 x p x Fa Q1 7,38 M1/jam


Ts1
Koefisien Alat / m' = 1 : Q1 (E31) 0,1355 Jam

2.b PILE DRIVER HAMMER (E30)


Kapasitas V2 1,00 Titik
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu pemancangan sampai kalendering 3 cm Ts2 75,00 menit

Kap. Prod. / jam = V2 x p x Fa Q2 13,28 M1/jam


Ts2
Koefisien Alat / m' = 1 : Q2 (E07) 0,0753 Jam

2.b. ALAT BANTU


Diperlukan alat bantu kecil selama penyetelan dan Lumpsum
penyambungan
- Rantai/sling baja, dan Lain-Lain
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (10)a Analisa EI-7611
JENIS PEKERJAAN : Pemancangan T. Pancang Baja (Dia 400 mm)
SATUAN PEMBAYARAN : M' URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

3. TENAGA
Produksi Tiang dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 51,64 M'
Kebutuhan tenaga tambahan di lokasi :
- Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 2,00 orang
- Pekerja P 8,00 orang

Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = ( Tk x M ) : Qt (L03) 0,1355 jam
- Tukang = ( Tk x Tb ) : Qt (L02) 0,2711 jam
- Pekerja = ( Tk x P ) : Qt (L01) 1,0843 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 117.966,81 / M'

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : 36 Hari

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 1,39 M'
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.4 (2) Analisa EI-733
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) BJ34
SATUAN PEMBAYARAN : KG URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
PER

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

I. ASUMSI
1 Pekerjaan dilakukan secara manual
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (besi dan kawat) diterima seluruhnya
di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Faktor Kehilangan Besi Tulangan Fh 1,10 -

II. URUTAN KERJA


1 Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai
dengan yang diperlukan
2 Batang tulangan dipasang / disusun sesuai dengan
Gambar Pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat

III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1. BAHAN
1.a. Baja Tulangan (Ulir) D32 (M39b) 1,1000 Kg
1.b. Kawat beton (M14) 0,0200 Kg

2. ALAT
2.a. ALAT BANTU Ls
Diperlukan :
- Gunting Potong Baja = 2 buah
- Kunci Pembengkok Tulangan = 2 buah
- Alat lainnya

3. TENAGA
Produksi kerja satu hari Qt 200,00 Kg
dibutuhkan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 1,00 orang
- Pekerja P 3,00 orang

Koefisien Tenaga / Kg :
- Mandor = ( M x Tk ) : Qt (L03) 0,0350 jam
- Tukang = ( Tb x Tk ) : Qt (L02) 0,0350 jam
- Pekerja = ( P x Tk ) : Qt (L01) 0,1050 jam

4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT


Lihat lampiran.

5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :

Rp. 20.274,13 / Kg
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.4 (2) Analisa EI-733
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) BJ34
SATUAN PEMBAYARAN : KG URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER
Lanjutan

No. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN

6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


Masa Pelaksanaan : . . . . . . . . . . . .

7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN


Volume pekerjaan : 7.330,00 Kg.
Analisa EI-715

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) PERKIRAAN VOL. PEK. : 71,50
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250 TOTAL HARGA (Rp.) : 26.581.874,61
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 0,68

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Biasa (L01) jam 5,3012 6.500,00 34.457,83


2. Tukang (L02) jam 1,7671 7.500,00 13.253,01
3. Mandor (L03) jam 0,4418 8.695,00 3.841,16

JUMLAH HARGA TENAGA 51.552,01

B. BAHAN

1. Semen (M12) Kg 345,2055 8.045,00 2.777.178,08


2. Pasir (M01) M3 0,4868 15.000,00 7.301,37
3. Agregat Kasar (M03) M3 0,6562 351.968,99 230.974,89
4. Kayu Perancah (M19) M3 0,1000 1.750.000,00 175.000,00
5. Paku (M18) Kg 1,0000 17.500,00 17.500,00

JUMLAH HARGA BAHAN 3.207.954,34

C. PERALATAN

1. Conc. Mixer (E06) jam 0,4418 47.554,66 21.008,08


2. Water Tanker (E23) jam 0,0520 176.843,97 9.193,90
3. Con. Vibrator (E20) jam 0,4418 26.518,10 11.714,82
4. Alat Bantu Ls 1,0000 5.000,00 5.000,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 46.916,81

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 3.306.423,16


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 330.642,32
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 3.637.065,48
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-717

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) PERKIRAAN VOL. PEK. : 71,70
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175 TOTAL HARGA (Rp.) : 22.245.735,93
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 0,57

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) jam 5,3012 6.500,00 34.457,83


2. Tukang (L02) jam 1,7671 7.500,00 13.253,01
3. Mandor (L03) jam 0,4418 8.695,00 3.841,16

JUMLAH HARGA TENAGA 51.552,01

B. BAHAN

1. Semen (M12) Kg 318,1034 8.045,00 2.559.142,24


2. Pasir (M01) M3 0,3976 15.000,00 5.964,44
3. Agregat Kasar (M03) M3 0,4948 351.968,99 174.163,97
4. Batu Belah (M06) M3 0,2121 98.800,00 20.952,41
5. Kayu Perancah (M19) M3 0,0500 1.750.000,00 87.500,00
6. Paku (M18) Kg 0,4000 17.500,00 7.000,00
JUMLAH HARGA BAHAN 2.854.723,06

C. PERALATAN

1. Conc. Mixer (E06) jam 0,4418 47.554,66 21.008,08


2. Water Tanker (E23) jam 0,0546 176.843,97 9.658,18
3. Con. Vibrator (E20) jam 0,4418 26.518,10 11.714,82
4. Alat Bantu Ls 1,0000 650,00 650,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 43.031,09

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 2.949.306,16


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 294.930,62
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 3.244.236,77
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-718

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) PERKIRAAN VOL. PEK. : 71,80
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125 TOTAL HARGA (Rp.) : 19.920.660,14
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 0,51

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) jam 5,3012 6.500,00 34.457,83


2. Tukang (L02) jam 1,7671 7.500,00 13.253,01
3. Mandor (L03) jam 0,4418 8.695,00 3.841,16

JUMLAH HARGA TENAGA 51.552,01

B. BAHAN

1. Semen (M12) Kg 256,2500 8.045,00 2.061.531,25


2. Pasir (M01) M3 0,4271 15.000,00 6.406,25
3. Agregat Kasar (M03) M3 0,7118 351.968,99 250.533,48
5. Kayu Perancah (M19) M3 0,0500 1.750.000,00 87.500,00
6. Paku (M18) Kg 0,4000 17.500,00 7.000,00

JUMLAH HARGA BAHAN 2.412.970,98

C. PERALATAN

1. Conc. Mixer (E06) jam 0,4418 47.554,66 21.008,08


2. Water Tanker (E23) jam 0,0463 176.843,97 8.189,69
3. Con. Vibrator (E20) jam 0,4418 26.518,10 11.714,82
4. Alat Bantu Ls 1,0000 450,00 450,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 41.362,59

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 2.505.885,58


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 250.588,56
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 2.756.474,14
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-731

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.3 (3) PERKIRAAN VOL. PEK. : 7.310,00
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) U23 TOTAL HARGA (Rp.) : 38.799.871,80
SATUAN PEMBAYARAN : KG % THD. BIAYA PROYEK : 0,99

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Biasa (L01) jam 0,1050 6.500,00 682,50


2. Tukang (L02) jam 0,0350 7.500,00 262,50
3. Mandor (L03) jam 0,0350 8.695,00 304,33

JUMLAH HARGA TENAGA 1.249,33

B. BAHAN

1. Baja Tulangan (Polos)


(M39a)U24 Kg 1,1000 14.772,00 16.249,20
2. Kawat Beton (M14) Kg 0,0200 12.500,00 250,00

JUMLAH HARGA BAHAN 16.499,20

C. PERALATAN

1. Alat Bantu Ls 1,0000 200,00 200,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 200,00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 17.948,53


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.794,85
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 19.743,38
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-767

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (4)a PERKIRAAN VOL. PEK. : 7.600,00
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja TOTAL HARGA (Rp.) : 74.730.116,00
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK : 1,90

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) jam 0,0003 6.500,00 2,03


2. Tukang (L02) jam 0,0012 7.500,00 9,36
3. Mandor (L03) jam 0,0037 8.695,00 32,55

JUMLAH HARGA TENAGA 43,93

B. BAHAN

1. Pipa baja M52 Kg 1,0500 15.000,00 15.750,00


2. Plat Baja M48 Kg 0,2100 16.000,00 3.359,99
3. Kawat Las M51 Dos 0,0500 60.000,00 3.000,00

JUMLAH HARGA BAHAN 22.109,99

C. PERALATAN

1. Trailer (E29) jam 0,0001 325.133,87 36,37


2. Crane (E07) jam 0,0001 352.656,50 42,08
3. Genset (E12) jam 0,0004 216.085,90 96,29
4. Welding Set (E32) Ls 0,0004 58.126,68 25,90
5. Alat Bantu Ls 1,0000 10,00 10,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 210,64

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.364,57


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 2.236,46
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 24.601,03
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-769

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (1) PERKIRAAN VOL. PEK. : 76,00
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan T. Pancg. Bt. Pratekan TOTAL HARGA (Rp.) : 210.621.612,76
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 5,36

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) jam 1,9974 6.500,00 12.983,27


2. Tukang (L02) jam 0,3995 7.500,00 2.996,14
3. Mandor (L03) jam 0,1997 8.695,00 1.736,76

JUMLAH HARGA TENAGA 17.716,17

B. BAHAN

1. TP.Btn. Pratekan (M50) M3 1,0000 0,00 0,00

JUMLAH HARGA BAHAN 0,00

C. PERALATAN

1. Dump Truck (E08) Ls 0,1598 152.081,32 24.301,70


2. Crane (E07) jam 0,1997 352.656,50 70.440,54
3. Alat Bantu jam 1,0000 500,00 500,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 95.242,24

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 112.958,42


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 11.295,84
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 124.254,26
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-7611

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (10)a PERKIRAAN VOL. PEK. : 76,00
JENIS PEKERJAAN : Pemancangan T. Pancang Baja TOTAL HARGA (Rp.) : 1.430.406,64
SATUAN PEMBAYARAN : M' (Dia 400 mm) % THD. BIAYA PROYEK : 0,04

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) jam 1,0843 6.500,00 7.048,19


2. Tukang (L02) jam 0,2711 7.500,00 2.033,13
3. Mandor (L03) jam 0,1355 8.695,00 1.178,54

JUMLAH HARGA TENAGA 10.259,86

B. BAHAN

JUMLAH HARGA BAHAN 0,00

C. PERALATAN

1. Crane on Track (E31) jam 0,1355 533.653,44 72.332,54


2. Pile Driver (E30) jam 0,0753 322.041,95 24.250,15
3. Alat Bantu Ls 1,0000 400,00 400,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 96.982,69

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 107.242,56


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 10.724,26
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 117.966,81
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-733

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.4 (2) PERKIRAAN VOL. PEK. : 7.330,00
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) BJ34 TOTAL HARGA (Rp.) : 44.429.182,40
SATUAN PEMBAYARAN : KG % THD. BIAYA PROYEK : 1,13

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Biasa (L01) jam 0,1050 6.500,00 682,50


2. Tukang (L02) jam 0,0350 7.500,00 262,50
3. Mandor (L03) jam 0,0350 8.695,00 304,33

JUMLAH HARGA TENAGA 1.249,33

B. BAHAN

1. Baja Tulangan (Ulir)


(M39b)
D32 Kg 1,1000 15.347,00 16.881,70
2. Kawat Beton (M14) Kg 0,0200 12.500,00 250,00

JUMLAH HARGA BAHAN 17.131,70

C. PERALATAN

1. Alat Bantu Ls 1,0000 50,00 50,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 50,00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 18.431,03


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.843,10
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 20.274,13
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-733

FORMULIR STANDAR UNTUK


PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN :7.1(10)a TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN :Pasir Urug Isian Tiang Pancang % THD. BIAYA PROYEK :

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Biasa (L01) jam


2. Tukang (L02) jam
3. Mandor (L03) jam

JUMLAH HARGA TENAGA

B. BAHAN

1. Pasir Pasang M3 1,1000 15.000,00 16.500,00


2.

JUMLAH HARGA BAHAN 16.500,00

C. PERALATAN

1. Alat Bantu Ls

JUMLAH HARGA PERALATAN

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 16.500,00


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.650,00
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 18.150,00
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN UPAH
HARGA
No. URAIAN KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)

1. Pekerja L01 Jam 6.500,00

2. Tukang L02 Jam 7.500,00

3. Mandor L03 Jam 8.695,00

4. Operator L04 Jam 9.850,00

5. Pembantu Operator L05 Jam 7.000,00

6. Sopir / Driver L06 Jam 6.500,00

7. Pembantu Sopir / Driver L07 Jam 6.500,00


DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
HARGA
No. URAIAN KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)

1. Pasir M01 M3 15.000,00 Base Camp

2. Batu Gunung M02 M3 145.000,00 Base Camp

3. Agregat Kasar M03 M3 351.968,99 Base Camp

4. Agregat Halus M04 M3 246.939,29 Base Camp

5. Filler M05 Kg 160.000,00 Base Camp

6. Batu Belah / Kerakal M06 M3 98.800,00 Base Camp

7. Gravel M07 M3 92.800,00 Base Camp

8. Bahan Tanah Timbunan M08 M3 30.000,00 Base Camp

9. Bahan Pilihan M09 M3 15.300,00 Base Camp

10. Aspal Cement M10 KG 9.200,00 Base Camp

11. Kerosen / Minyak Tanah M11 LITER 6.800,00 Base Camp

12. Semen / PC (50kg) M12 Zak 402.250,00 Base Camp


M12 Kg 8.045,00 Base Camp
13. Besi Beton M13 Kg 11.000,00 Base Camp

14. Kawat Beton M14 Kg 12.500,00 Base Camp

15. Kawat Bronjong M15 Kg 16.000,00 Base Camp

16. Sirtu M16 M3 275.000,00 Base Camp

17. Cat Marka (Non Thermoplas) M17a Kg 24.250,00 Base Camp


Cat Marka (Thermoplastic) M17b Kg 27.500,00 Base Camp
18. Paku M18 Kg 17.500,00 Base Camp

Berlanjut ke halaman berikut


DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan
HARGA
No. URAIAN KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)

19. Kayu Perancah M19 M3 1.750.000,00 Base Camp

20. Bensin M20 LITER 4.500,00

21. Solar M21 LITER 7.000,00 Industri

21. Solar M21 LITER 4.500,00 Pertamina

22. Minyak Pelumas / Olie M22 LITER 25.000,00 Pertamina

23. Plastik Filter M23 M2 10.500,00 Lokasi Pekerjaan

24. Pipa Galvanis Dia. 3" M24 Batang 76.000,00 Lokasi Pekerjaan

25. Pipa Porus M25 M' 76.000,00 Lokasi Pekerjaan

26. Bahan Agr.Base Kelas A M26 M3 281.696,00 Base Camp

27. Bahan Agr.Base Kelas B M27 M3 276.546,60 Base Camp

28. Bahan Agr.Base Kelas C M28 M3 201.500,00 Base Camp

29. Bahan Agr.Base Kelas C2 M29 M3 18.470,00 Base Camp

30. Geotextile M30 M2 30.000,00 Lokasi Pekerjaan

31. Aspal Emulsi M31 Kg 7.000,00 Base Camp

32. Gebalan Rumput M32 M2 15.500,00 Lokasi Pekerjaan

33. Thinner M33 LITER 25.000,00 Lokasi Pekerjaan

34. Glass Bit M34 Kg 40.000,00 Lokasi Pekerjaan

35. Pelat Rambu (Eng. Grade) M35a BH 75.000,00 Lokasi Pekerjaan


Pelat Rambu (High I. Grade) M35b BH 100.000,00 Lokasi Pekerjaan
36. Rel Pengaman M36 M' 55.000,00 Lokasi Pekerjaan

Berlanjut ke halaman berikut


DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan
HARGA
No. URAIAN KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)

37. Beton K-250 M37 M3 3.637.065,48 Lokasi Pekerjaan

38. Beton K-225 M38 M3 Lokasi Pekerjaan

39. Baja Tulangan (Polos) U24 M39a Kg 14.772,00 Lokasi Pekerjaan


Baja Tulangan (Ulir) D32 M39b Kg 15.347,00 Lokasi Pekerjaan
40. Kapur M40 M3 50.000,00 Lokasi Pekerjaan

41. Chipping M41 M3 230.000,00 Base Camp


Kg 122,03 Base Camp

42. Cat M42 Kg 33.000,00 Base Camp

43. Pemantul Cahaya (Reflector) M43 Bh. 5.250,00 Base Camp

44. Pasir Urug M44 M3 55.000,00 Base Camp

45. Arbocell M45 Kg. 25.000,00 Base Camp

46. Pipa Baja Bergelombang M46 Kg 7.500,00 Lokasi Pekerjaan

47. Beton K-125 M47 M3 Lokasi Pekerjaan

48. Baja Struktur M48 Kg 16.000,00 Pelabuhan

49. Tiang Pancang Baja M49 M' 0,00 Lokasi Pekerjaan

50. T. Pancang Beton Pratekan M50 M3 0 Pelabuhan

51. Kawat Las M51 Dos 60.000,00 Lokasi Pekerjaan

52. Pipa Baja M52 Kg 15.000,00 Pelabuhan

53. Minyak Fluks M53 Liter 4.800,00 Base Camp

Berlanjut ke halaman berikut


DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan
HARGA
No. URAIAN KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)

54. Bunker Oil M54 Liter 2.500,00 Base Camp

55. Asbuton Halus M55 Ton 315.000,00 Base Camp

56. Baja Prategang M56 Kg 7.750,00 Base Camp


ANALISA BIAYA SEWA PERALATAN PER JAM KERJA

TENAGA HARGA ALAT YANG DIPAKAI NILAI FAKTOR BIAYA PASTI PER JAM BIAYA OPERASI PER JAM KERJA TOTAL
ALAT ALAT JAM SISA PENGEM- BIAYA ASURANSI TOTAL BAHAN BAKAR & PELUMAS WORKSHOP PERBAIKAN & PERAWATAN UPAH TOTAL BIAYA
UMUR KERJA HARGA ALAT BALIAN PENGEM- DAN BIAYA BAHAN MINYAK OPERATOR PEMBANTU BIAYA SEWA ALAT
ALAT 1 TAHUN ALAT MODAL BALIAN LAIN-LAIN PASTI / JAM BAKAR PELUMAS BIAYA KOEF. BIAYA KOEF. BIAYA / SOPIR OPERATOR OPERASI PER
MODAL / SOPIR / JAM JAM KERJA
(HP) (Tahun) (Tahun) (Jam) (Rp.) (Rp.) - (Rp.) (Rp.) (Rp.) Lt/HP/Jam Ltr/HP/Jam (Rp.) - (Rp.) - (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) KET.
No. JENIS PERALATAN KODE f1 x HP x 1 Orang 1 Orang
ALAT i(1+i)^A (B - C) x D 0.002 x B 0.125 0.01 Harga BBM 0.0625 (g1 x B') 0.125 (g1 x B') Per Per
(10% X B) ----------- ----------- ----------- (e1 + e2) s/d s/d + s/d ----- s/d ----------- Jam Kerja Jam Kerja F+G+H+I E+J
(1+i)^A-1 W W 0.175 0.02 f2 x HP x 0.0875 W 0.175 W = =
Harga Olie Rp9.850,0 7.000,0
HP B A W B C D e1 e2 E f1 f2 F g1 G g1 G H I J K L
1 2 2a 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 17 18 19 20 21 22 23

1. ASPHALT MIXING PLAT E01 150,0 8.500.000.000 10,0 1.600,0 8.500.000.000 850.000.000 0,19925 952.673,92 10.625,00 963.298,92 0,1250 0,0100 3.108.750,00 0,1500 796.875,00 0,1500 796.875,00 9.850,00 21.000,0 4.733.350,00 5.696.648,92 alat baru
2. ASPHALT FINISHER E02 50,0 275.000.000 5,0 2.000,0 275.000.000 27.500.000 0,29832 36.916,55 275,00 37.191,55 0,1250 0,0100 40.625,00 0,1500 20.625,00 0,1500 20.625,00 9.850,00 7.000,0 98.725,00 135.916,55 alat baru
3. ASPHALT SPRAYER E03 15,0 85.000.000 4,0 1.200,0 85.000.000 8.500.000 0,35027 22.329,42 141,67 22.471,08 0,1250 0,0100 12.187,50 0,1500 10.625,00 0,1500 10.625,00 9.850,00 7.000,0 50.287,50 72.758,58 alat baru
4. BULLDOZER 100-150 HP E04 140,0 950.000.000 7,0 2.000,0 950.000.000 95.000.000 0,24036 102.754,06 950,00 103.704,06 0,1250 0,0100 113.750,00 0,1500 71.250,00 0,1500 71.250,00 9.850,00 7.000,0 273.100,00 376.804,06 alat baru
5. COMPRESSOR 4000-6500 L/M E05 80,0 120.000.000 5,0 2.000,0 120.000.000 12.000.000 0,29832 16.109,04 120,00 16.229,04 0,1250 0,0100 65.000,00 0,1500 9.000,00 0,1500 9.000,00 9.850,00 7.000,0 99.850,00 116.079,04 alat baru
6. CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3 E06 15,0 60.000.000 4,0 2.000,0 60.000.000 6.000.000 0,35027 9.457,16 60,00 9.517,16 0,1250 0,0100 12.187,50 0,1500 4.500,00 0,1500 4.500,00 9.850,00 7.000,0 38.037,50 47.554,66 alat baru
7. CRANE 10-15 TON E07 150,0 750.000.000 5,0 2.000,0 750.000.000 75.000.000 0,29832 100.681,50 750,00 101.431,50 0,1250 0,0100 121.875,00 0,1500 56.250,00 0,1500 56.250,00 9.850,00 7.000,0 251.225,00 352.656,50 alat baru
8. DUMP TRUCK 3-4 M3 E08 100,0 200.000.000 6,0 2.000,0 200.000.000 20.000.000 0,26424 23.781,32 200,00 23.981,32 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 15.000,00 0,1500 15.000,00 9.850,00 7.000,0 128.100,00 152.081,32 alat baru
9. DUMP TRUCK E09 125,0 300.000.000 6,0 2.000,0 300.000.000 30.000.000 0,26424 35.671,98 300,00 35.971,98 0,1250 0,0100 101.562,50 0,1500 22.500,00 0,1500 22.500,00 9.850,00 7.000,0 163.412,50 199.384,48 alat baru
10. EXCAVATOR 80-140 HP E10 100,0 1.750.000.000 5,0 2.000,0 1.750.000.000 175.000.000 0,29832 234.923,50 1.750,00 236.673,50 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 131.250,00 0,1500 131.250,00 9.850,00 7.000,0 360.600,00 597.273,50 alat baru
11. FLAT BED TRUCK 3-4 M3 E11 100,0 200.000.000 6,0 1.666,7 200.000.000 20.000.000 0,26424 28.537,02 240,00 28.777,01 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 17.999,64 0,1500 17.999,64 9.850,00 7.000,0 134.099,28 162.876,29 alat baru
12. GENERATOR SET E12 175,0 200.000.000 5,0 2.000,0 200.000.000 20.000.000 0,29832 26.848,40 200,00 27.048,40 0,1250 0,0100 142.187,50 0,1500 15.000,00 0,1500 15.000,00 9.850,00 7.000,0 189.037,50 216.085,90 alat baru
13. MOTOR GRADER >100 HP E13 125,0 900.000.000 5,0 2.000,0 900.000.000 90.000.000 0,29832 120.817,80 900,00 121.717,80 0,1250 0,0100 101.562,50 0,1500 67.500,00 0,1500 67.500,00 9.850,00 7.000,0 253.412,50 375.130,30 alat baru
14. TRACK LOADER 75-100 HP E14 90,0 450.000.000 5,0 1.500,0 450.000.000 45.000.000 0,29832 80.545,20 600,00 81.145,20 0,1250 0,0100 73.125,00 0,1500 45.000,00 0,1500 45.000,00 9.850,00 7.000,0 179.975,00 261.120,20 alat baru
14 WHEEL LOADER 1.0-1.6 M3 E15 150,0 900.000.000 5,0 2.000,0 900.000.000 90.000.000 0,29832 120.817,80 900,00 121.717,80 0,1250 0,0100 121.875,00 0,1500 67.500,00 0,1500 67.500,00 9.850,00 7.000,0 273.725,00 395.442,80 alat baru
15 THREE WHEEL ROLLER 6-8 T E16 55,0 500.000.000 5,0 2.000,0 500.000.000 50.000.000 0,29832 67.121,00 500,00 67.621,00 0,1250 0,0100 44.687,50 0,1500 37.500,00 0,1500 37.500,00 9.850,00 7.000,0 136.537,50 204.158,50 alat baru
16 TANDEM ROLLER 6-8 T. E17 50,0 550.000.000 5,0 2.000,0 550.000.000 55.000.000 0,29832 73.833,10 550,00 74.383,10 0,1250 0,0100 40.625,00 0,1500 41.250,00 0,1500 41.250,00 9.850,00 7.000,0 139.975,00 214.358,10 alat baru
17 TIRE ROLLER 5-10 T. E18 60,0 650.000.000 5,0 2.000,0 650.000.000 65.000.000 0,29832 87.257,30 650,00 87.907,30 0,1250 0,0100 48.750,00 0,1500 48.750,00 0,1500 48.750,00 9.850,00 7.000,0 163.100,00 251.007,30 alat baru
18 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. E19 75,0 750.000.000 5,0 1.800,0 750.000.000 75.000.000 0,29832 111.868,33 833,33 112.701,67 0,1250 0,0100 60.937,50 0,1500 62.500,00 0,1500 62.500,00 9.850,00 7.000,0 202.787,50 315.489,17 alat baru
19 CONCRETE VIBRATOR E20 10,0 5.000.000 4,0 2.000,0 5.000.000 500.000 0,35027 788,10 5,00 793,10 0,1250 0,0100 8.125,00 0,1500 375,00 0,1500 375,00 9.850,00 7.000,0 25.725,00 26.518,10 alat baru
20 WATER TANKER 3000-4500 L. E23 115,0 175.000.000 5,0 1.500,0 175.000.000 17.500.000 0,29832 31.323,13 233,33 31.556,47 0,1250 0,0100 93.437,50 0,1500 17.500,00 0,1500 17.500,00 9.850,00 7.000,0 145.287,50 176.843,97 alat baru
21 PEDESTRIAN ROLLER E24 11,0 113.000.000 4,0 2.000,0 113.000.000 11.300.000 0,35027 17.810,99 113,00 17.923,99 0,1250 0,0100 8.937,50 0,1500 8.475,00 0,1500 8.475,00 9.850,00 7.000,0 42.737,50 60.661,49 alat baru
22 TAMPER E25 4,0 20.000.000 4,0 2.000,0 20.000.000 2.000.000 0,35027 3.152,39 20,00 3.172,39 0,1250 0,0100 3.250,00 0,1500 1.500,00 0,1500 1.500,00 9.850,00 7.000,0 23.100,00 26.272,39 alat baru
23 JACK HAMMER E26 3,0 30.000.000 4,0 1.300,0 30.000.000 3.000.000 0,35027 7.274,74 46,15 7.320,90 0,1250 0,0100 2.437,50 0,1500 3.461,54 0,1500 3.461,54 9.850,00 7.000,0 26.210,58 33.531,47 alat baru
25 CONCRETE PUMP E28 100,0 500.000.000 6,0 1.300,0 500.000.000 50.000.000 0,26424 91.466,62 769,23 92.235,85 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 57.692,31 0,1500 57.692,31 9.850,00 7.000,0 213.484,62 305.720,47 alat baru
26 PILE DRIVER + HAMMER E30 25,0 600.000.000 4,0 1.300,0 600.000.000 60.000.000 0,35027 145.494,84 923,08 146.417,92 0,1250 0,0100 20.312,50 0,1500 69.230,77 0,1500 69.230,77 9.850,00 7.000,0 175.624,04 322.041,95 alat baru
27 WELDING SET E32 50,0 15.000.000 5,0 1.500,0 15.000.000 1.500.000 0,29832 2.684,84 20,00 2.704,84 0,1250 0,0100 40.625,00 0,1500 1.500,00 0,1500 1.500,00 9.850,00 7.000,0 60.475,00 63.179,84 alat baru
28 MESIN POTONG RUMPUT E38 3,0 4.100.000 4,0 2.000,0 4.100.000 410.000 0,35027 646,24 4,10 650,34 0,1250 0,0100 2.437,50 0,1500 307,50 0,1500 307,50 9.850,00 7.000,0 19.902,50 20.552,84 alat baru
29 PICK UP TRUCK E39 60,0 115.000.000 4,0 2.000,0 115.000.000 11.500.000 0,35027 18.126,23 115,00 18.241,23 0,1250 0,0100 48.750,00 0,1500 8.625,00 0,1500 8.625,00 9.850,00 7.000,0 82.850,00 101.091,23 alat baru
30 MESIN MARKA/ APPLICATOR E42 5,0 39.900.000 4,0 1.300,0 39.900.000 3.990.000 0,35027 9.675,41 61,38 9.736,79 0,1250 0,0100 4.062,50 0,1500 4.603,85 0,1500 4.603,85 9.850,00 7.000,0 30.120,19 39.856,98 alat baru
31 CRANE ON TRACK E44 125,0 2.250.000.000 4,0 1.300,0 2.250.000.000 225.000.000 0,35027 545.605,64 3.461,54 549.067,18 0,1250 0,0100 101.562,50 0,1500 259.615,38 0,1500 259.615,38 9.850,00 7.000,0 637.643,27 1.186.710,45 alat baru

1. Tingkat Suku Bunga = 15,00 % per-tahun


KETERANGAN :

2. Upah Operator / Sopir / Mekanik = 9.850 Rupiah per-orang/jam

Upah Pembantu
3. = 7.000 Rupiah per-orang/jam
Operator/Sopir/Mekanik

4. Harga Bahan Bakar Bensin = 4.500 Rupiah per-liter

Harga Bahan Bakar Solar (


5. = 7.000 Rupiah per-liter
industri )

Harga Bahan Bakar Solar (


6 = 4.500 Rupiah per-liter
Pertamina )

7 Minyak Pelumas = 25.000 Rupiah per-liter

8 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperhitungkan pada Lembar Rekapitulasi Biaya Pekerjaan
9 Khusus AMP, biaya bahan bakar ditambah (untuk pemanasan material) sebesar : 12 Liter x (Kapasitas AMP Riil = 0.7 x Kapasitas AMP/Jam) x Harga BBM Solar , (kolom 16)
f i I~ i 1!IWlililW Ii II
nT I' I [II;III! rm I; tl

~ ~ Ii i 1 ;lil!iilil~I~I!li

METODE PELAKSANAAN

PROGRAM : PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN


PEKERJAAN : PEMBANGUNAN JEMBATAN LINGKAR PULAU NUNUKAN
LOKASI : PULAU NUNUKAN
TAHUN ANGGARAN : 2012

Lokasi Tempatnya Pekerjaan ini direncanakan terletak di Kabupaten Boalemo :


Bahan bangunan lokal seperti batu kali, kerikil, Pasir, dapat diperoleh tidak jauh dari lokasi pekerjaan,
Dalam melaksanakan pekerjaan ini akan memperhatikan kondisi lapangan, cuaca dilokasi proyek untuk digunakan sebagai
dasar rencana kerja dilapangan, Sesuai hasil peninjauaan lapangan pada lokasi pekerjaan (Mutual check awal) cukup baik
atau tidak mengalami perubahan desain yang berarti.

Berikut ini diuraikan urutan kegiatan dalam metode pelaksanaan pekerjaan :


DIVISI 1. - MOBILISASI

1. Mobilisai
Cakupan kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan tergantung pada jenis dan volume
pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana disyaratkan di bagian-bagian lain dari dilakukan 7
hari setelah penandatanganan kontrak, Jadwal pengiriman peralatan yang menunjukkan lokasi asal
dari semua peralatan yang tercantum dalam Daftar Peralatan yang diusulkan dalam Penawaran,
bersama dengan usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan di lapangan. Setiap
perubahan pada peralatan maupun personil yang diusulkan dalam Pena-waran harus memperoleh
persetujuan dari Direski Pekerjaan. dalam item pekerjaan ini sudah termasuk :

1. Sewa Tanah
2. Mobilisasi Peralatan
3. Fasilitas Kantor :
1. Base Camp
2. Kantor
3. Barak
4. Bengkel
5. Gudang, dan lain-lain

4. Pemeriksaan laboratorium
5. As buit Drawing
6. Papan Proyek

DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH

1. Galian Biasa
Galian Biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu, galian
struktur, galian sumber bahan (borrow excavation) dan galian lainnya. Pekerjaan ini dilaksanakan
setelah pengukuran dan pemasangan bowplank
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Pekerja
2. Mandor
Waktu yang dibutuhkan :

- Jam kerja efektif 7 jam/hari

2. Galian Struktur dengan Kedalaman 0 - 2 meter


Pekerjaan khusus untuk galian yang menggunakan alat. Selama pelaksanaan pekerjaan galian, lereng
sementara galian yang stabil dan mampu menahan pekerjaan, struktur atau mesin di sekitarnya, harus
dipertahan-kan sepanjang waktu, penyokong (shoring) dan pengaku (bracing) yang memadai harus
dipasang bilamana permukaan lereng galian mungkin tidak stabil. Bilamana diperlukan, Kontraktor
harus menyokong atau mendukung struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi
tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Alat yang dibutuhkan adalah :
1. Excavator :

Waktu yang dibutuhkan :

- Jam kerja efektif 7 jam/hari

3. Galian Struktur dengan Kedalaman 2 - 4 meter


Pekerjaan ini dilaksanaka pada pekerjaan abutmen. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan
Kontraktor harus menyediakan semua bahan, perlengkapan dan pekerja yang diperlukan untuk
pengeringan (pemompaan), pengalihan saluran air dan pembuatan drainase sementara, dinding
penahan rembesan (cut-off wall) dan cofferdam. Pompa siap pakai di lapangan harus senantiasa
dipelihara sepanjang waktu untuk menjamin bahwa tak akan terjadi gangguan dalam pengeringan
dengan pompa.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Alat yang dibutuhkan adalah :
1. Excavator : 0,078 x 153,9 = 11,93 m3/jam
2. Bulldozer : 0,023 x 153,9 = 3,48 m3/jam
Waktu yang dibutuhkan : 21 hari dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Excavator = 1,0 alat/ hari
2. Bulldozer = 1,0 alat/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari

4. Timbunan Pilihan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan
berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, dan dilakukan didaerah oprit jembatan, Untuk
mencegah gangguan terhadap pelaksanaan abutment dan tembok sayap jembatan, Kontraktor harus
menunda sebagian pekerjaan timbunan pada oprit setiap jembatan di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh
Direksi Pekerjaan, sampai waktu yang cukup untuk mendahulukan pelaksanaan abutment dan tembok
sayap, selanjutnya dapat diperkenankan untuk menyelesaikan oprit dengan lancar tanpa adanya resiko
gangguan atau kerusakan pada pekerjaan jembatan.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Wheel Loader :
2. Dump Truck :
3. Motor Grader :
4. Vibro Roller :
5. Water Tanker :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Wheel Loader =
2. Dump Truck =
3. Motor Grader =
4. Vibro Roller =
5. Water Tanker =
- Jam kerja efektif 5 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
DIVISI 7. STRUKTUR

1. Beton K300 (Pada Balok, Plat Lantai, Diagfragma,Tiang Sandaran)


Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan abutmen selesai. Sebelum pengecoran beton dimulai,
seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau
selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Conc. Mixer :
2. Water Tanker :
3. Con. Vibrator :
4. Con, Pump :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Conc. Mixer = unit/ hari
2. Water Tanker = unit/ hari
3. Con. Vibrator = unit/ hari
4. Con, Pump = unit/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari

2. Beton K250 (Pada Abutment, Sayap dan Plat Injak)


Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian struktur. Segera sebelum pengecoran beton
dimulai, acuan harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak di sisi dalamnya dengan minyak yang
tidak meninggalkan bekas.Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan abutmen selesai. Sebelum
pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam
beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser
pada saat pengecoran.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Conc. Mixer :
2. Water Tanker :
3. Con. Vibrator :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Conc. Mixer = unit/ hari
2. Water Tanker = unit/ hari
3. Con. Vibrator = unit/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari

3. Beton Siklop K175


Pekerjaan ini dilaksanakan pada saat pekejaan pondasi sumuran telah selesai fungsi dari beton K.125
ini adalah sebagai pengisi pondasi sumuran. Pengecoran beton siklop yang terdiri dari campuran beton
kelas K175 dengan batu-batu pecah ukuran besar. Batu-batu ini diletakkan dengan hati-hati, tidak
boleh dijatuhkan dari tempat yang tinggi atau ditempatkan secara berlebihan yang dikhawatirkan akan
merusak bentuk acuan atau pasangan-pasangan lain yang berdekatan. Semua batu-batu pecah harus
cukup dibasahi sebelum ditempatkan. Volume total batu pecah tidak boleh melebihi sepertiga dari total
volume pekerjaan beton siklop.

- Analisa Waktu yang dibutuhkan :


a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Conc. Mixer :
2. Water Tanker :
3. Con. Vibrator :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Conc. Mixer = unit/ hari
2. Water Tanker = unit/ hari
1. Con. Vibrator = unit/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
4. Baja Tulangan U24 Polos (plat injak, sandaran, abutmen,sumuran)
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan bekesting telah selesai. Baja tulangan harus dipasang
sedemikian sehingga selimut beton yang menutup bagian luar baja tulangan adalah 3.5 cm yang tidak
tereksposa, Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan kotoran,
lumpur, oli, cat, karat dan kerak, percikan adukan atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau
merusak pelekatan dengan beton.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Pekerja Biasa :
2. Tukang :
3. Mandor :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Pekerja Biasa = org/ hari
2. Tukang = org/ hari
1. Mandor = org/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
5. Baja Tulangan D32 Ulir (Pada Gelagar, Diafragma, Plat)
Pekerjaan ini dilaksanakan pada struk atas jembatan atau bagian beton yang melayang. Tulangan
harus ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan kebu-tuhan selimut beton minimum
yang disyaratkan. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat
sehingga tidak tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan tulangan pembagi atau pengikat (stirrup)
terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.

- Analisa Waktu yang dibutuhkan :


a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Pekerja Biasa :
2. Tukang :
3. Mandor :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Pekerja Biasa = org/ hari
2. Tukang = org/ hari
1. Mandor = org/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Umum
Tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari kayu, beton, dan
atau baja, yang digunakan untuk meneruskan (mentransmisikan) beban-beban permukaan ke
tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah di dalam massa tanah (Bowles, 1991).

Penggunaan pondasi tiang pancang sebagai pondasi bangunan apabila tanah yang
berada dibawah dasar bangunan tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang
cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang bekerja padanya (Sardjono HS, 1988).
Atau apabila tanah yang mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat
bangunan dan seluruh beban yang bekerja berada pada lapisan yang sangat dalam dari
permukaan tanah kedalaman > 8 m (Bowles, 1991).

Fungsi dan kegunaan dari pondasi tiang pancang adalah untuk memindahkan atau
mentransfer beban-beban dari konstruksi di atasnya (super struktur) ke lapisan tanah keras
yang letaknya sangat dalam.

Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam


tanah, tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya
horizontal yang bekerja, Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat tekanan
kesamping dari kapal dan perahu. Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang tergantung
dari alat yang dipergunakan serta disesuaikan pula dengan perencanaannya.

Tiang Pancang umumnya digunakan :

1. Untuk mengangkat beban-beban konstruksi diatas tanah kedalam atau melalui sebuah
stratum/lapisan tanah. Didalam hal ini beban vertikal dan beban lateral boleh jadi terlibat.
2. Untuk menentang gaya desakan keatas, gaya guling, seperti untuk telapak ruangan bawah
tanah dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki-kaki menara terhadap
guling.
3. Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi
perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan. Tiang pancang ini dapat ditarik
keluar kemudian.

Universitas Sumatera Utara


4. Mengontrol lendutan/penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada
tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
5. Membuat tanah dibawah pondasi mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo
getaran dan frekuensi alamiah dari sistem tersebut.
6. Sebagai faktor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan dan atau pir, khususnya
jika erosi merupakan persoalan yang potensial.
7. Dalam konstruksi lepas pantai untuk meneruskan beban-beban diatas permukaan air
melalui air dan kedalam tanah yang mendasari air tersebut. Hal seperti ini adalah
mengenai tiang pancang yang ditanamkan sebagian dan yang terpengaruh oleh baik beban
vertikal (dan tekuk) maupun beban lateral (Bowles, 1991).

2.2. Defenisi Tanah

Tanah, pada kondisi alam, terdiri dari campuran butiran-butiran mineral dengan atau
tanpa kandungan bahan organik. Butiran-butiran tersebut dapat dengan mudah dipisahkan
satu sama lain dengan kocokan air. Material ini berasal dari pelapukan batuan, baik secara
fisik maupun kimia. Sifat-sifat teknis tanah, kecuali oleh sifat batuan induk yang merupakan
material asal, juga dipengaruhi oleh unsur-unsur luar yang menjadi penyebab terjadinya
pelapukan batuan tersebut.

Istilah-istilah seperti kerikil, pasir, lanau dan lempung digunakan dalam teknik sipil
untuk membedakan jenis-jenis tanah. Pada kondisi alam, tanah dapat terdiri dari dua atau
lebih campuran jenis-jenis tanah dan kadang-kadang terdapat pula kandungan bahan organik.
Material campurannya kemudian dipakai sebagai nama tambahan dibelakang material unsur
utamanya. Sebagai contoh, lempung berlanau adalah tanah lempung yang mengandung lanau
dengan material utamanya adalah lempung dan sebagainya.

Tanah terdiri dari 3 komponen, yaitu udara, air dan bahan padat. Udara dianggap tidak
mempunyai pengaruh teknis, sedangkan air sangat mempengaruhi sifat-sifat teknis tanah.
Ruang diantara butiran-butiran, sebagian atau seluruhnya dapat terisi oleh air atau udara. Bila
rongga tersebut terisi air seluruhnya, tanah dikatakan dalam kondisi jenuh. Bila rongga terisi
udara dan air, tanah pada kondisi jenuh sebagian (partially saturated). Tanah kering adalah
tanah yang tidak mengandung air sama sekali atau kadar airnya nol (Hardiyatmo, 1996).

Universitas Sumatera Utara


2.3 Macam-macam Pondasi

Pondasi adalah bagian terendah bangunan yang meneruskan beban bangunan ketanah
atau batuan yang berada dibawahnya. Klasifikasi pondasi dibagi 2 (dua) yaitu:

1. Pondasi dangkal
Pondasi dangkal adalah pondasi yang mendukung beban secara langsung dengan
kedalaman Df/B seperti :

a. Pondasi telapak yaitu pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom
(Gambar 2.1b).

b. Pondasi memanjang yaitu pondasi yang digunakan untuk mendukung sederetan


kolom yang berjarak dekat sehingga bila dipakai pondasi telapak sisinya akan
terhimpit satu sama lainnya (Gambar 2.1a).
c. Pondasi rakit (raft foundation) yaitu pondasi yang digunakan untuk mendukung
bangunan yang terletak pada tanah lunak atau digunakan bila susunan kolom-
kolom jaraknya sedemikian dekat disemua arahnya, sehingga bila dipakai pondsi
telapak, sisi-sisinya berhimpit satu sama lainnya (Gambar 2.1c).

2. Pondasi dalam
Pondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau
batu yang terletak jauh dari permukaan dengan kedalaman Df/B , seperti:

a. Pondasi sumuran (pier foundation) yaitu pondasi yang merupakan peralihan antara
pondasi dangkal dan pondasi tiang (Gambar 2.1d), digunakan bila tanah dasar
yang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam, dimana pondasi sumuran
nilai kedalaman (Df) dibagi lebarnya (B) lebih besar 4 sedangkan pondasi dangkal
Df/B ≤ 1.
b. Pondasi tiang (pile foundation), digunakan bila tanah pondasi pada kedalaman
yang normal tidak mampu mendukung bebannya dan tanah kerasnya terletak pada
kedalaman yang sangat dalam (Gambar 2.1e). Pondasi tiang umumnya
berdiameter lebih kecil dan lebih panjang dibanding dengan pondasi sumuran
(Bowles, 1991).

Universitas Sumatera Utara


(a) (b)

(c)

(d) (e)

Gambar 2.1 Macam-macam tipe pondasi : (a) Pondasi memanjang, (b) Pondasi telapak, (c)
Pondasi rakit, (d) Pondasi sumuran, (e) Pondasi tiang ( Hardiyatmo,H.C., 1996 )

Universitas Sumatera Utara


2.4. Penggolongan Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang dapat digolongkan berdasarkan pemakaian bahan, cara tiang
meneruskan beban dan cara pemasangannya, berikut ini akan dijelaskan satu persatu.

2.4.1. Pondasi tiang pancang menurut pemakaian bahan dan karakteristik


strukturnya

Tiang pancang dapat dibagi kedalam beberapa kategori (Bowles, 1991), antara lain:

A. Tiang Pancang Kayu


Tiang pancang kayu dibuat dari batang pohon yang cabang-cabangnya telah dipotong
dengan hati-hati, biasanya diberi bahan pengawet dan didorong dengan ujungnya yang kecil
sebagai bagian yang runcing. Kadang-kadang ujungnya yang besar didorong untuk maksud-
maksud khusus, seperti dalam tanah yang sangat lembek dimana tanah tersebut akan bergerak
kembali melawan poros. Kadang kala ujungnya runcing dilengkapi dengan sebuah sepatu
pemancangan yang terbuat dari logam bila tiang pancang harus menembus tanah keras atau
tanah kerikil.

Pemakaian tiang pancang kayu ini adalah cara tertua dalam penggunaan tiang
pancang sebagai pondasi. Tiang kayu akan tahan lama dan tidak mudah busuk apabila tiang
kayu tersebut dalam keadaan selalu terendam penuh di bawah muka air tanah. Tiang pancang
dari kayu akan lebih cepat rusak atau busuk apabila dalam keadaan kering dan basah yang
selalu berganti-ganti.

Sedangkan pengawetan serta pemakaian obat-obatan pengawet untuk kayu hanya


akan menunda atau memperlambat kerusakan dari pada kayu, akan tetapi tetap tidak akan
dapat melindungi untuk seterusnya. Pada pemakaian tiang pancang kayu biasanya tidak
diijinkan untuk menahan muatan lebih besar dari 25 sampai 30 ton untuk setiap tiang.

Tiang pancang kayu ini sangat cocok untuk daerah rawa dan daerah-daerah dimana
sangat banyak terdapat hutan kayu seperti daerah Kalimantan, sehingga mudah memperoleh
balok/tiang kayu yang panjang dan lurus dengan diameter yang cukup besar untuk di gunakan
sebagai tiang pancang.

 Keuntungan pemakaian tiang pancang kayu


• Tiang pancang dari kayu relative lebih ringan sehingga mudah dalam pengangkutan.

Universitas Sumatera Utara


• Kekuatan tarik besar sehingga pada waktu pengangkatan untuk pemancangan tidak
menimbulkan kesulitan seperti misalnya pada tiang pancang beton precast.
• Mudah untuk pemotongannya apabila tiang kayu ini sudah tidak dapat masuk lagi ke
dalam tanah.
• Tiang pancang kayu ini lebih baik untuk friction pile dari pada untuk end bearing pile
sebab tegangan tekanannya relative kecil.
• Karena tiang kayu ini relative flexible terhadap arah horizontal di bandingkan dengan
tiang-tiang pancang selain dari kayu, maka apabila tiang ini menerima beban
horizontal yang tidak tetap, tiang pancang kayu ini akan melentur dan segera kembali
ke posisi setelah beban horizontal tersebut hilang. Hal seperti ini sering terjadi pada
dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari kapal dan perahu.

 Kerugian pemakaian tiang pancang kayu


• Karena tiang pancang ini harus selalu terletak di bawah muka air tanah yang terendah
agar dapat tahan lama, maka kalau air tanah yang terendah itu letaknya sangat dalam,
hal ini akan menambah biaya untuk penggalian.
• Tiang pancang yang di buat dari kayu mempunyai umur yang relative kecil di
bandingkan dengan tiang pancang yang di buat dari baja atau beton, terutama pada
daerah yang muka air tanahnya sering naik dan turun.
• Pada waktu pemancangan pada tanah yang berbatu ( gravel ) ujung tiang pancang
kayu dapat dapat berbentuk berupa sapu atau dapat pula ujung tiang tersebut hancur.
Apabila tiang kayu tersebut kurang lurus, maka pada waktu dipancangkan akan
menyebabkan penyimpangan terhadap arah yang telah ditentukan.
• Tiang pancang kayu tidak tahan terhadap benda-benda yang agresif dan jamur yang
menyebabkan kebusukan.

B. Tiang Pancang Beton


1. Precast Renforced Concrete Pile
Precast Renforced Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton bertulang yang
dicetak dan dicor dalam acuan beton ( bekisting ), kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat
dan di pancangkan. Karena tegangan tarik beton adalah kecil dan praktis dianggap sama
dengan nol, sedangkan berat sendiri dari pada beton adalah besar, maka tiang pancang beton
ini haruslah diberi penulangan-penulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur

Universitas Sumatera Utara


yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangan. Karena berat sendiri adalah
besar, biasanya pancang beton ini dicetak dan dicor di tempat pekerjaan, jadi tidak membawa
kesulitan untuk transport.

Tiang pancang ini dapat memikul beban yang besar ( >50 ton untuk setiap tiang ), hal
ini tergantung dari dimensinya. Dalam perencanaan tiang pancang beton precast ini panjang
dari pada tiang harus dihitung dengan teliti, sebab kalau ternyata panjang dari pada tiang ini
kurang terpaksa harus di lakukan penyambungan, hal ini adalah sulit dan banyak memakan
waktu.

Reinforced Concrete Pile penampangnya dapat berupa lingkaran, segi empat, segi delapan
dapat dilihat pada (Gambar 2.2).

Gambar 2.2 Tiang pancang beton precast concrete pile ( Bowles, 1991)

 Keuntungan pemakaian Precast Concrete Reinforced Pile


• Precast Concrete Reinforced Pile ini mempunyai tegangan tekan yang besar, hal ini
tergantung dari mutu beton yang di gunakan.
• Tiang pancang ini dapat di hitung baik sebagai end bearing pile maupun friction pile.
• Karena tiang pancang beton ini tidak berpengaruh oleh tinggi muka air tanah seperti
tiang pancang kayu, maka disini tidak memerlukan galian tanah yang banyak untuk
poernya.
• Tiang pancang beton dapat tahan lama sekali, serta tahan terhadap pengaruh air
maupun bahan-bahan yang corrosive asal beton dekkingnya cukup tebal untuk
melindungi tulangannya.

Universitas Sumatera Utara


 Kerugian pemakaian Precast Concrete Reinforced Pile
• Karena berat sendirinya maka transportnya akan mahal, oleh karena itu Precast
reinforced concrete pile ini di buat di lokasi pekerjaan.
• Tiang pancang ini di pancangkan setelah cukup keras, hal ini berarti memerlukan
waktu yang lama untuk menunggu sampai tiang beton ini dapat dipergunakan.
• Bila memerlukan pemotongan maka dalam pelaksanaannya akan lebih sulit dan
memerlukan waktu yang lama.
• Bila panjang tiang pancang kurang, karena panjang dari tiang pancang ini tergantung
dari pada alat pancang ( pile driving ) yang tersedia maka untuk melakukan
panyambungan adalah sukar dan memerlukan alat penyambung khusus.

2. Precast Prestressed Concrete Pile


Precast Prestressed Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton prategang yang
menngunakan baja penguat dan kabel kawat sebagai gaya prategangnya

Gambar 2.3 Tiang pancang Precast Prestressed Concrete Pile ( Bowles, 1991 )

 Keuntungan pemakaian Precast prestressed concrete pile


• Kapasitas beban pondasi yang dipikulnya tinggi.
• Tiang pancang tahan terhadap karat.
• Kemungkinan terjadinya pemancangan keras dapat terjadi.
 Kerugian pemakaian Precast prestressed concrete pile
• Pondasi tiang pancang sukar untuk ditangani.
• Biaya permulaan dari pembuatannya tinggi.
• Pergeseran cukup banyak sehingga prategang sukar untuk disambung.

Universitas Sumatera Utara


3. Cast in Place Pile
Pondasi tiang pancang tipe ini adalah pondasi yang di cetak di tempat dengan jalan
dibuatkan lubang terlebih dahulu dalam tanah dengan cara mengebor tanah seperti pada
pengeboran tanah pada waktu penyelidikan tanah. Pada Cast in Place ini dapat dilaksanakan
dua cara:

1. Dengan pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton
dan ditumbuk sambil pipa tersebut ditarik keatas.
2. Dengan pipa baja yang di pancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton,
sedangkan pipa tersebut tetap tinggal di dalam tanah.
 Keuntungan pemakaian Cast in Place
• Pembuatan tiang tidak menghambat pekerjan.
• Tiang ini tidak perlu diangkat, jadi tidak ada resiko rusak dalam transport.
• Panjang tiang dapat disesuaikan dengan keadaan dilapangan.
 Kerugian pemakaian Cast in Place
• Pada saat penggalian lubang, membuat keadaan sekelilingnya menjadi kotor akibat
tanah yang diangkut dari hasil pengeboran tanah tersebut.
• Pelaksanaannya memerlukan peralatan yang khusus.
• Beton yang dikerjakan secara Cast in Place tidak dapat dikontrol.

C. Tiang Pancang Baja.


Kebanyakan tiang pancang baja ini berbentuk profil H. karena terbuat dari baja maka
kekuatan dari tiang ini sendiri sangat besar sehingga dalam pengangkutan dan pemancangan
tidak menimbulkan bahaya patah seperti halnya pada tiang beton precast. Jadi pemakaian
tiang pancang baja ini akan sangat bermanfaat apabila kita memerlukan tiang pancang yang
panjang dengan tahanan ujung yang besar.

Tingkat karat pada tiang pancang baja sangat berbeda-beda terhadap texture tanah,
panjang tiang yang berada dalam tanah dan keadaan kelembaban tanah.

a. Pada tanah yang memiliki texture tanah yang kasar/kesap, maka karat yang terjadi
karena adanya sirkulasi air dalam tanah tersebut hampir mendekati keadaan karat
yang terjadi pada udara terbuka.

Universitas Sumatera Utara


b. Pada tanah liat ( clay ) yang mana kurang mengandung oxygen maka akan
menghasilkan tingkat karat yang mendekati keadaan karat yang terjadi karena
terendam air.
c. Pada lapisan pasir yang dalam letaknya dan terletak dibawah lapisan tanah yang padat
akan sedikit sekali mengandung oxygen maka lapisan pasir tersebut juga akan akan
menghasilkan karat yang kecil sekali pada tiang pancang baja.
Pada umumnya tiang pancang baja akan berkarat di bagian atas yang dekat dengan
permukaan tanah. Hal ini disebabkan karena Aerated-Condition ( keadaan udara pada pori-
pori tanah ) pada lapisan tanah tersebut dan adanya bahan-bahan organis dari air tanah. Hal
ini dapat ditanggulangi dengan memoles tiang baja tersebut dengan ( coaltar ) atau dengan
sarung beton sekurang-kurangnya 20” ( ± 60 cm ) dari muka air tanah terendah.

Karat /korosi yang terjadi karena udara ( atmosphere corrosion ) pada bagian tiang
yang terletak di atas tanah dapat dicegah dengan pengecatan seperti pada konstruksi baja
biasa.

 Keuntungan pemakaian Tiang Pancang Baja.


• Tiang pancang ini mudah dalam dalam hal penyambungannya.
• Tiang pancang ini memiliki kapasitas daya dukung yang tinggi.
• Dalam hal pengangkatan dan pemancangan tidak menimbulkan bahaya patah.

 Kerugian pemakaian Tiang Pancang Baja.


• Tiang pancang ini mudah mengalami korosi.
• Bagian H pile dapat rusak atau di bengkokan oleh rintangan besar.

D. Tiang Pancang Komposit.


Tiang pancang komposit adalah tiang pancang yang terdiri dari dua bahan yang
berbeda yang bekerja bersama-sama sehingga merupakan satu tiang. Kadang-kadang pondasi
tiang dibentuk dengan menghubungkan bagian atas dan bagian bawah tiang dengan bahan
yang berbeda, misalnya dengan bahan beton di atas muka air tanah dan bahan kayu tanpa
perlakuan apapun disebelah bawahnya. Biaya dan kesulitan yang timbul dalam pembuatan
sambungan menyebabkan cara ini diabaikan.

Universitas Sumatera Utara


1. Water Proofed Steel and Wood Pile.
Tiang ini terdiri dari tiang pancang kayu untuk bagian yang di bawah permukaan air
tanah sedangkan bagian atas adalah beton. Kita telah mengetahui bahwa kayu akan tahan
lama/awet bila terendam air, karena itu bahan kayu disini diletakan di bagian bawah yang
mana selalu terletak dibawah air tanah.

Kelemahan tiang ini adalah pada tempat sambungan apabila tiang pancang ini
menerima gaya horizontal yang permanen. Adapun cara pelaksanaanya secara singkat
sebagai berikut:

a. Casing dan core ( inti ) dipancang bersama-sama dalam tanah hingga mencapai
kedalaman yang telah ditentukan untuk meletakan tiang pancang kayu tersebut dan
ini harus terletak dibawah muka air tanah yang terendah.
b. Kemudian core ditarik keatas dan tiang pancang kayu dimasukan dalam casing dan
terus dipancang sampai mencapai lapisan tanah keras.
c. Secara mencapai lapisan tanah keras pemancangan dihentikan dan core ditarik
keluar dari casing. Kemudian beton dicor kedalam casing sampai penuh terus
dipadatkan dengan menumbukkan core ke dalam casing.

2. Composite Dropped in – Shell and Wood Pile


Tipe tiang ini hampir sama dengan tipe diatas hanya bedanya di sini memakai shell
yang terbuat dari bahan logam tipis permukaannya di beri alur spiral. Secara singkat
pelaksanaanya sebagai berikut:

a. Casing dan core dipancang bersama-sama sampai mencapai kedalaman yang telah
ditentukan di bawah muka air tanah.
b. Setelah mencapai kedalaman yang dimaksud core ditarik keluar dari casing dan
tiang pancang kayu dimasukkan dalam casing terus dipancang sampai mencapai
lapisan tanah keras. Pada pemancangan tiang pancang kayu ini harus diperhatikan
benar-benar agar kepala tiang tidak rusak atau pecah.
c. Setelah mencapai lapisan tanah keras core ditarik keluar lagi dari casing.
d. Kemudian shell berbentuk pipa yang diberi alur spiral dimasukkan dalam casing.
Pada ujung bagian bawah shell dipasang tulangan berbentuk sangkar yang mana
tulangan ini dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat masuk pada ujung atas tiang
pancang kayu tersebut.

Universitas Sumatera Utara


e. Beton kemudian dicor kedalam shell. Setelah shell cukup penuh dan padat casing
ditarik keluar sambil shell yang telah terisi beton tadi ditahan terisi beton tadi
ditahan dengan cara meletakkan core diujung atas shell.

3. Composit Ungased – Concrete and Wood Pile.


Dasar pemilihan tiang composit tipe ini adalah:

 Lapisan tanah keras dalam sekali letaknya sehingga tidak memungkinkan untuk
menggunakan cast in place concrete pile, sedangkan kalau menggunakan precast concrete
pile terlalu panjang, akibatnya akan susah dalam transport dan mahal.
 Muka air tanah terendah sangat dalam sehingga bila menggunakan tiang pancang kayu
akan memerlukan galian yang cukup dalam agar tiang pancang kayu tersebut selalu
berada dibawah permukaan air tanah terendah.
Adapun prinsip pelaksanaan tiang composite ini adalah sebagai berikut:

a. Casing baja dan core dipancang bersama-sama dalam tanah sehingga sampai pda
kedalaman tertentu ( di bawah m.a.t )
b. Core ditarik keluar dari casing dan tiang pancang kayu dimasukkan casing terus
dipancang sampai kelapisan tanah keras.
c. Setelah sampai pada lapisa tanah keras core dikeluarkan lagi dari casing dan beton
sebagian dicor dalam casing. Kemudian core dimasukkan lagi dalam casing.
d. Beton ditumbuk dengan core sambil casing ditarik ke atas sampai jarak tertentu
sehingga terjadi bentuk beton yang menggelembung seperti bola diatas tiang
pancang kayu tersebut.
e. Core ditarik lagi keluar dari casing dan casing diisi dengan beton lagi sampai padat
setinggi beberapa sentimeter diatas permukaan tanah. Kemudian beton ditekan
dengan core kembali sedangkan casing ditarik keatas sampai keluar dari tanah.
f. Tiang pancang composit telah selesai
Tiang pancang composit seperti ini sering dibuat oleh The Mac Arthur Concrete
Pile Corp.

4. Composite Dropped – Shell and Pipe Pile


Dasar pemilihan tipe tiang seperti ini adalah:

Universitas Sumatera Utara


 Lapisan tanah keras letaknya terlalu dalam bila digunakan cast in place concrete.
 Muka air tanah terendah terlalu dalam kalau digunakan tiang composit yang bagian
bawahnya terbuat dari kayu.

Cara pelaksanaan tiang tipe ini adalah sebagai berikut:

a. Casing dan core dipasang bersama-sama sehingga casing seluruhnya masuk dalam
tanah. Kemudian core ditarik.
b. Tiang pipa baja dengan dilengkapi sepatu pada ujung bawah dimasukkan dalam
casing terus dipancang dengan pertolongan core sampai ke tanah keras.
c. Setelah sampai pada tanah keras kemudian core ditarik keatas kembali.
d. Kemudian shell yang beralur pada dindingnya dimasukkan dalam casing hingga
bertumpu pada penumpu yang terletak diujung atas tiang pipa baja.bila diperlukan
pembesian maka besi tulangan dimasukkan dalam shell dan kemudian beton dicor
sampai padat.
e. Shell yang telah terisi dengan beton ditahan dengan core sedangkan casing ditarik
keluar dari tanah. Lubang disekeliling shell diisi dengan tanah atau pasir. Variasi
lain pada tipe tiang ini dapat pula dipakai tiang pemancang baja H sebagai ganti
dari tiang pipa.

5. Franki Composite Pile


Prinsip tiang hampir sama dengan tiang franki biasa hanya bedanya disini pada bagian
atas dipergunakan tiang beton precast biasa atau tiang profil H dari baja.

Adapun cara pelaksanaan tiang composit ini adalah sebagai berikut:

a. Pipa dengan sumbat beton dicor terlebih dahulu pada ujung bawah pipa baja
dipancang dalam tanah dengan drop hammer sampai pada tanah keras. Cara
pemasangan ini sama seperti pada tiang franki biasa.
b. Setelah pemancangan sampai pada kedalaman yang telah direncanakan, pipa diisi
lagi dengan beton dan terus ditumbuk dengan drop hammer sambil pipa ditarik lagi
ke atas sedikit sehingga terjadi bentuk beton seperti bola.
c. Setelah tiang beton precast atau tiang baja H masuk dalam pipa sampai bertumpu
pada bola beton pipa ditarik keluar dari tanah.

Universitas Sumatera Utara


d. Rongga disekitar tiang beton precast atau tiang baja H diisi dengan kerikil atau
pasir.

2.4.2. Pondasi tiang pancang menurut pemasangannya

Pondasi tiang pancang menurut cara pemasangannya dibagi dua bagian besar, yaitu:

A. Tiang pancang pracetak


Tiang pancang pracetak adalah tiang pancang yang dicetak dan dicor didalam acuan
beton (bekisting), kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat dan dipancangkan. Tiang
pancang pracetak ini menurut cara pemasangannya terdiri dari :

1. Cara penumbukan
Dimana tiang pancang tersebut dipancangkan kedalam tanah dengan cara
penumbukan oleh alat penumbuk (hammer).

2. Cara penggetaran
Dimana tiang pancang tersebut dipancangkan kedalam tanah dengan cara penggetaran
oleh alat penggetar (vibrator).

3. Cara penanaman
Dimana permukaan tanah dilubangi terlebih dahulu sampai kedalaman tertentu, lalu
tiang pancang dimasukkan, kemudian lubang tadi ditimbun lagi dengan tanah.

Cara penanaman ini ada beberapa metode yang digunakan :

a. Cara pengeboran sebelumnya, yaitu dengan cara mengebor tanah sebelumnya lalu
tiang dimasukkan kedalamnya dan ditimbun kembali.
b. Cara pengeboran inti, yaitu tiang ditanamkan dengan mengeluarkan tanah dari
bagian dalam tiang.
c. Cara pemasangan dengan tekanan, yaitu tiang dipancangkan kedalam tanah
dengan memberikan tekanan pada tiang.
d. Cara pemancaran, yaitu tanah pondasi diganggu dengan semburan air yang keluar
dari ujung serta keliling tiang, sehingga tidak dapat dipancangkan kedalam tanah.

Universitas Sumatera Utara


B. Tiang yang dicor ditempat (cast in place pile)
Tiang yang dicor ditempat (cast in place pile) ini menurut teknik penggaliannya
terdiri dari beberapa macam cara yaitu :

1. Cara penetrasi alas


Cara penetrasi alas yaitu pipa baja yang dipancangkan kedalam tanah kemudian pipa
baja tersebut dicor dengan beton.

2. Cara penggalian
Cara ini dapat dibagi lagi urut peralatan pendukung yang digunakan antara lain :

a. Penggalian dengan tenaga manusia


Penggalian lubang pondasi tiang pancang dengan tenaga manusia adalah
penggalian lubang pondsi yang masih sangat sederhana dan merupakan cara
konvensional. Hal ini dapat dilihat dengan cara pembuatan pondasi dalam, yang
pada umumnya hanya mampu dilakukan pada kedalaman tertentu.

b. Penggalian dengan tenaga mesin


Penggalian lubang pondasi tiang pancang dengan tenaga mesin adalah penggalian
lubang pondasi dengan bantuan tenaga mesin, yang memiliki kemampuan lebih
baik dan lebih canggih.

2.5. Alat Pancang Tiang

Dalam pemasangan tiang kedalam tanah, tiang dipancang dengan alat pemukul yang
dapat berupa pemukul (hammer) mesin uap, pemukul getar atau pemukul yang hanya
dijatuhkan. Skema dari berbagai macam alat pemukul diperlihatkan dalam Gambar 2.4a
sampai dengan 2.4d. Pada gambar terebut diperlihatkan pula alat-alat perlengkapan pada
kepala tiang dalam pemancangan. Penutup (pile cap) biasanya diletakkan menutup kepala
tiang yang kadang-kadang dibentuk dalam geometri tertutup.

A. Pemukul Jatuh (drop hammer)


Pemukul jatuh terdiri dari blok pemberat yang dijatuhkan dari atas. Pemberat ditarik
dengan tinggi jatuh tertentu kemudian dilepas dan menumbuk tiang. Pemakaian alat tipe ini
membuat pelaksanaan pemancangan berjalan lambat, sehingga alat ini hanya dipakai pada
volume pekerjaan pemancangan yang kecil.

Universitas Sumatera Utara


B. Pemukul Aksi Tiang (single-acting hammer)
Pemukul aksi tunggal berbentuk memanjang dengan ram yang bergerak naik oleh
udara atau uap yang terkompresi, sedangkan gerakan turun ram disebabkan oleh beratnya

sendiri. Energi pemukul aksi tunggal adalah sama dengan berat ram dikalikan tinggi jatuh
(Gambar 2.4a).

(a) (b)

(c)

(d) (e)

Gambar 2.4 Skema pemukul tiang : (a) Pemukul aksi tunggal (single acting hammer), (b)
Pemukul aksi double (double acting hammer), (c) Pemukul diesel (diesel hammer), (d)
Pemukul getar (vibratory hammer) ( Hardiyatmo,H.c., 2002 )

C. Pemukul Aksi Double (double-acting hammer)


Pemukul aksi double menggunakan uap atau udara untuk mengangkat ram dan untuk
mempercepat gerakan ke bawahnya (Gambar 2.4b). Kecepatan pukulan dan energi output
biasanya lebih tinggi daripada pemukul aksi tunggal.

Universitas Sumatera Utara


D. Pemukul Diesel (diesel hammer)
Pemukul diesel terdiri dari silinder, ram, balok anvil dan sistem injeksi bahan bakar.
Pemukul tipe ini umumnya kecil, ringan dan digerakkan dengan menggunakan bahan bakar
minyak. Energi pemancangan total yang dihasilkan adalah jumlah benturan dari ram
ditambah energi hasil dari ledakan (Gambar 2.4c).

E. Pemukul Getar (vibratory hammer)


Pemukul getar merupakan unit alat pancang yang bergetar pada frekuensi tinggi
(Gambar 2.4d).

2.6. Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang

Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya, aplikasi
teknologi ini banyak diterapkan dalam metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman, sangat membantu dalam
penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga target waktu, biaya dan mutu
sebagaimana ditetapkan dapat tercapai.

Langkah - langkah dari pekerjaan untuk dimensi kubus/ ukuran dan tiang pancang:

1. Menghitung daya dukung yang didasarkan pada karakteristik tanah dasar yang diperoleh
dari penyelidikan tanah. Dari sini, kemudian dihitung kemungkinan nilai daya dukung
yang diizinkan pada berbagai kedalaman, dengan memperhatikan faktor aman terhadap
keruntuhan daya dukung yang sesuai, dan penurunan yang terjadi harus tidak berlebihan.
2. Menentukan kedalaman, tipe, dan dimensi pondasinya. Hal ini dilakukan dengan jalan
memilih kedalaman minimum yang memenuhi syarat keamanan terhadap daya dukung
tanah yang telah dihitung. Kedalaman minimum harus diperhatikan terhadap erosi
permukaan tanah, pengaruh perubahan iklim, dan perubahan kadar air. Bila tanah yang
lebih besar daya dukungnya berada dekat dengan kedalaman minimum yang dibutuhkan
tersebut,dipertimbangkan untuk meletakkan dasar pondasi yang sedikit lebih dalam yang
daya dukung tanahnya lebih besar. Karena dengan peletakan dasar pondasi yang sedikit
lebih dalam akan mengurangi dimensi pondasi, dengan demikian dapat menghemat biaya
pembuatan pelat betonnya.
3. Ukuran dan kedalaman pondasi yang ditentukan dari daya dukung diizinkan
dipertimbangkan terhadap penurunan toleransi. Bila ternyata hasil hitungan daya dukung

Universitas Sumatera Utara


ultimit yang dibagi faktor aman mengakibatkan penurunan yang berlebihan, dimensi
pondasi diubah sampai besar penurunan memenuhi syarat.

Tahapan pekerjaan pondasi tiang pancang adalah sebagai berikut :

A. Pekerjaan Persiapan
1. Membubuhi tanda, tiap tiang pancang harus dibubuhi tanda serta tanggal saat tiang
tersebut dicor. Titik-titik angkat yang tercantum pada gambar harus dibubuhi tanda
dengan jelas pada tiang pancang. Untuk mempermudah perekaan, maka tiang pancang
diberi tanda setiap 1 meter.
2. Pengangkatan/pemindahan, tiang pancang harus dipindahkan/diangkat dengan hati-hati
sekali guna menghindari retak maupun kerusakan lain yang tidak diinginkan.
3. Rencanakan final set tiang, untuk menentukan pada kedalaman mana pemancangan tiang
dapat dihentikan, berdasarkan data tanah dan data jumlah pukulan terakhir (final set).
4. Rencanakan urutan pemancangan, dengan pertimbangan kemudahan manuver alat. Lokasi
stock material agar diletakkan dekat dengan lokasi pemancangan.
5. Tentukan titik pancang dengan theodolith dan tandai dengan patok.
6. Pemancangan dapat dihentikan sementara untuk peyambungan batang berikutnya bila
level kepala tiang telah mencapai level muka tanah sedangkan level tanah keras yang
diharapkan belum tercapai.

Proses penyambungan tiang :

a. Tiang diangkat dan kepala tiang dipasang pada helmet seperti yang dilakukan pada
batang pertama.
b. Ujung bawah tiang didudukkan diatas kepala tiang yang pertama sedemikian sehingga
sisi-sisi pelat sambung kedua tiang telah berhimpit dan menempel menjadi satu.
c. Penyambungan sambungan las dilapisi dengan anti karat
d. Tempat sambungan las dilapisi dengan anti karat.
7. Selesai penyambungan, pemancangan dapat dilanjutkan seperti yang dilakukan pada
batang pertama. Penyambungan dapat diulangi sampai mencapai kedalaman tanah keras
yang ditentukan.

Universitas Sumatera Utara


8. pemancangan tiang dapat dihentikan bila ujung bawah tiang telah mencapai lapisan tanah
keras/final set yang ditentukan.
9. Pemotongan tiang pancang pada cut off level yang telah ditentukan.

B. Proses Pengangkatan
1. Pengangkatan tiang untuk disusun ( dengan dua tumpuan )
Metode pengangkatan dengan dua tumpuan ini biasanya pada saat penyusunan tiang
beton, baik itu dari pabrik ke trailer ataupun dari trailer ke penyusunan lapangan.
Persyaratan umum dari metode ini adalah jarak titik angkat dari kepala tiang adalah
1/5 L. Untuk mendapatkan jarak harus diperhatikan momen maksimum pada bentangan,
haruslah sama dengan momen minimum pada titik angkat tiang sehingga dihasilkan
momen yang sama.
Pada prinsipnya pengangkatan dengan dua tumpuan untuk tiang beton adalah dalam
tanda pengangkatan dimana tiang beton pada titik angkat berupa kawat yang terdapat
pada tiang beton yang telah ditentukan dan untuk lebih jelas dapat dilihat oleh gambar.

Kabel Baja Pengangkat

Titik Angkat ( Garis Rantal )

Bantalan

Kepala Tiang

Kabel Baja Pengangkat

1 3 1
5 L 5L 5L

Gambar 2.5 Pengangkatan Tiang Dengan Dua tumpuan

Universitas Sumatera Utara


2. Pengangkatan dengan satu tumpuan
Metode pengangkatan ini biasanya digunakan pada saat tiang sudah siap akan
dipancang oleh mesin pemancangan sesuai dengan titik pemancangan yang telah
ditentukan di lapangan.
Adapun persyaratan utama dari metode pengangkatan satu tumpuan ini adalah jarak
antara kepala tiang dengan titik angker berjarak L/3. Untuk mendapatkan jarak ini,
haruslah diperhatikan bahwa momen maksimum pada tempat pengikatan tiang sehingga
dihasilkan nilai momen yang sama.
Kepala Tiang

Kabel Baja Pengangkat

1
Ujung Tiang 3 L

2
3 L
Permukaan tanah

+
D=0 _
+ Gambar Lintang

Gambar momen

Momen Max

Gambar 2.6 Pengangkatan Tiang Dengan Satu Tumpuan

C. Proses Pemancangan
1. Alat pancang ditempatkan sedemikian rupa sehingga as hammer jatuh pada patok titik
pancang yang telah ditentukan.
2. Tiang diangkat pada titik angkat yang telah disediakan pada setiap lubang.
3. Tiang didirikan disamping driving lead dan kepala tiang dipasang pada helmet yang telah
dilapisi kayu sebagai pelindung dan pegangan kepala tiang.
4. Ujung bawah tiang didudukkan secara cermat diatas patok pancang yang telah ditentukan.
5. Penyetelan vertikal tiang dilakukan dengan mengatur panjang backstay sambil diperiksa
dengan waterpass sehingga diperoleh posisi yang betul-betul vertikal. Sebelum
pemancangan dimulai, bagian bawah tiang diklem dengan center gate pada dasar driving
lead agar posisi tiang tidak bergeser selama pemancangan, terutama untuk tiang batang
pertama.

Universitas Sumatera Utara


6. Pemancangan dimulai dengan mengangkat dan menjatuhkan hammer secara kontiniu ke
atas helmet yang terpasang diatas kepala tiang.

D. Quality Control
1. Kondisi fisik tiang
a. Seluruh permukaan tiang tidak rusak atau retak
b. Umur beton telah memenuhi syarat
c. Kepala tiang tidak boleh mengalami keretakan selama pemancangan
2. Toleransi
Vertikalisasi tiang diperiksa secara periodik selama proses pemancangan berlangsung.
Penyimpangan arah vertikal dibatasi tidak lebih dari 1:75 dan penyimpangan arah
horizontal dibatasi tidak leboh dari 75 mm.

3. Penetrasi
Tiang sebelum dipancang harus diberi tanda pada setiap setengah meter di sepanjang
tiang untuk mendeteksi penetrasi per setengah meter. Dicatat jumlah pukulan untuk
penetrasi setiap setengah meter.

4. Final set
Pamancangan baru dapat dihentikan apabila telah dicapai final set sesuai perhitungan.

(a) (b) (c)

Gambar 2.7 Urutan pemancangan : (a) Pemancangan tiang, (b) Penyambungan tiang, (c)
Kalendering/final set

Universitas Sumatera Utara


2.7 Tiang Dukung Ujung dan Tiang Gesek

Ditinjau dari cara mendukung beban, tiang dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam
(Hardiyatmo, 2002), yaitu :

1. Tiang dukung ujung (end bearing pile) adalah tiang yang kapasitas dukungnya
ditentukan oleh tahanan ujung tiang. Umumnya tiang dukung ujung berada dalam
zone tanah yang lunak yang berada diatas tanah keras. Tiang-tiang dipancang
sampai mencapai batuan dasar atau lapisan keras lain yang dapat mendukung
beban yang diperkirakan tidak mengakibatkan penurunan berlebihan. Kapasitas
tiang sepenuhnya ditentukan dari tahanan dukung lapisan keras yang berada
dibawah ujung tiang (Gambar 2.6a).
2. Tiang gesek (friction pile) adalah tiang yang kapasitas dukungnya lebih ditentukan
oleh perlawanan gesek antara dinding tiang dan tanah disekitarnya (Gambar 2.9b).
Tahanan gesek dan pengaruh konsolidasi lapisan tanah dibawahnya
diperhitungkan pada hitungan kapasitas tiang.

(b) (b)

Gambar 2.8 Tiang ditinjau dari cara mendukung bebannya ( Hardiyatmo,H.C., 2002 )

Universitas Sumatera Utara


2.8. Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang Dari Hasil Sondir

Diantara perbedaaan tes dilapangan, sondir atau cone penetration test (CPT)
seringkali sangat dipertimbangkan berperanan dari geoteknik. CPT atau sondir ini tes yang
sangat cepat, sederhana, ekonomis dan tes tersebut dapat dipercaya dilapangan dengan
pengukuran terus-menerus dari permukaan tanah-tanah dasar. CPT atau sondir ini dapat juga
mengklasifikasi lapisan tanah dan dapat memperkirakan kekuatan dan karakteristik dari
tanah. Didalam perencanaan pondasi tiang pancang (pile), data tanah sangat diperlukan dalam
merencanakan kapasitas daya dukung (bearing capacity) dari tiang pancang sebelum
pembangunan dimulai, guna menentukan kapasitas daya dukung ultimit dari tiang pancang.
Kapasitas daya dukung ultimit ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :

Qu = Qb + Qs = qbAb + f.As ........................................................... (2.1)

dimana :

Qu = Kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang pancang.

Qb = Kapasitas tahanan di ujung tiang.

Qs = Kapasitas tahanan kulit.

qb = Kapasitas daya dukung di ujung tiang persatuan luas.

Ab = Luas di ujung tiang.

f = Satuan tahanan kulit persatuan luas.

As = Luas kulit tiang pancang.

Dalam menentukan kapasitas daya dukung aksial ultimit (Qu) dipakai Metode Aoki
dan De Alencar.

Aoki dan Alencar mengusulkan untuk memperkirakan kapasitas dukung ultimit dari
data Sondir. Kapasitas dukung ujung persatuan luas (qb) diperoleh sebagai berikut :

qca (base)
qb = ............................................................................. (2.2)
Fb

Universitas Sumatera Utara


dimana :

qca (base) = Perlawanan konus rata-rata 1,5D diatas ujung tiang, 1,5D dibawah
ujung tiang dan Fb adalah faktor empirik tergantung pada tipe tanah.

Tahanan kulit persatuan luas (f) diprediksi sebagai berikut :

αs
F = qc (side) ........................................................................... (2.3)
Fs

dimana :

qc (side) = Perlawanan konus rata-rata pada masing lapisan sepanjang tiang.

Fs = Faktor empirik tahanan kulit yang tergantung pada tipe tanah.

Fb = Faktor empirik tahanan ujung tiang yang tergantung pada tipe tanah.

Faktor Fb dan Fs diberikan pada Tabel 2.1 dan nilai-nilai faktor empirik αs diberikan
pada Tabel 2.2.

Tabel 2.1 Faktor empirik Fb dan Fs (Titi & Farsakh, 1999 )

Tipe Tiang Pancang Fb Fs

Tiang Bor 3,5 7,0

Baja 1,75 3,5

Beton Pratekan 1,75 3,5

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2 Nilai faktor empirik untuk tipe tanah yang berbeda (Titi & Farsakh, 1999 )

αs
Tipe Tanah Tipe Tanah αs (%) Tipe Tanah αs (%)
(%)

Lempung
Pasir 1,4 Pasir berlanau 2,2 2,4
berpasir

Lempung
Pasir berlanau
Pasir kelanauan 2,0 2,8 berpasir 2,8
dengan lempung
dengan lanau

Pasir kelanauan Lempung


dengan 2,4 Lanau 3,0 berlanau 3,0
lempung dengan pasir

Pasir Lanau 4,0


Lempung
berlempung 2,8 berlempung 3,0
berlanau
dengan lanau dengan pasir

Pasir Lanau
3,0 3,4 Lempung 6,0
berlempung berlempung

Pada umumnya nilai αs untuk pasir = 1,4 persen, nilai αs untuk lanau = 3,0 persen dan
nilai αs untuk lempung = 1,4 persen.

Untuk menghitung daya dukung tiang pancang berdasarkan data hasil pengujian
sondir dapat dilakukan dengan menggunakan metode Meyerhoff.

Daya dukung ultimate pondasi tiang dinyatakan dengan rumus :

Qult = (qc x Ap)+(JHL x K11) ........................................................ (2.4)

dimana :

Qult = Kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal.

qc = Tahanan ujung sondir.

Ap = Luas penampang tiang.

Universitas Sumatera Utara


JHL = Jumlah hambatan lekat.

K11 = Keliling tiang.

Daya dukung ijin pondasi dinyatakan dengan rumus :

qc xAc JHLxK11
Qijin = + ............................................................... (2.5)
3 5

dimana :

Qijin = Kapasitas daya dukung ijin pondasi.

qc = Tahanan ujung sondir.

Ap = Luas penampang tiang.

JHL = Jumlah hambatan lekat.

K11 = Keliling tiang.

2.9. Faktor Aman

Untuk memperoleh kapasitas ijin tiang, maka diperlukan untuk membagi kapasitas
ultimit dengan faktor aman tertentu. Faktor aman ini perlu diberikan dengan maksud :

a. Untuk memberikan keamanan terhadap ketidakpastian metode hitungan yang digunakan.


b. Untuk memberikan keamanan terhadap variasi kuat geser dan kompresibilitas tanah.
c. Untuk meyakinkan bahwa bahan tiang cukup aman dalam mendukung beban yang
bekerja.
d. Untuk meyakinkan bahwa penurunan total yang terjadi pada tiang tunggal atau kelompok
masih tetap dalam batas-batas toleransi.
e. Untuk meyakinkan bahwa penurunan tidak seragam diantara tiang-tiang masih dalam
batas toleransi.
Sehubungan dengan alasan butir (d), dari hasil banyak pengujian-pengujian beban
tiang, baik tiang pancang maupun tiang bor yang berdiameter kecil sampai sedang (600 mm),
penurunan akibat beban bekerja (working load) yang terjadi lebih kecil dari 10 mm untuk
faktor aman yang tidak kurang dari 2,5 (Tomlinson, 1977).

Universitas Sumatera Utara


Besarnya beban bekerja (working load) atau kapasitas tiang ijin (Qa) dengan
memperhatikan keamanan terhadap keruntuhan adalah nilai kapasitas ultimit (Qu) dibagi
dengan faktor aman (SF) yang sesuai. Variasi besarnya faktor aman yang telah banyak
digunakan untuk perancangan pondasi tiang pancang, sebagai berikut :

Qu
Qa = ....................................................................................... (2.6)
2,5

2.10. Data Kalendering

Untuk perencanaan daya dukung tiang pancang dari hasil kalendering yaitu digunakan
metode Modified New ENR.

Modified New ENR

Qu = …………………………………………….. (2.7)

Ket:

E = Effisiensi hammer

C = 0.254 cm untuk unit S dan h dalam cm

Wp = Berat tiang

WR = Berat hammer

n = koef. Restitusi antara ram dan pile cap

h = tinggi jatuh

WR x h = Energi palu

SF yang direkomendasikan = 6

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.3 Harga Effisiensi Hammer dan koef. Restitusi

Tipe Hammer Efficiency, E

Single and double acting hammer 0.7 - 0.8

Diesel Hammer 0.8 - 0.9

drop Hammer 0.7 - 0.9

Pile Material Coefficient of restitution, n

Cast iron hammer and concrette pile ( whitout cap ) 0.4 - 0.5

Wood cushion on steel pile 0.3 - 0.4

Wooden pile 0.25 - 0.3

2.11. Penurunan Tiang


Dalam bidang teknik sipil ada dua hal yang perlu diketahui mengenai penurunan,
yaitu :

a. Besarnya penurunan yang akan terjadi.


b. Kecepatan penurunan.
Istilah penurunan (settlement) digunakan untuk menunjukkan gerakan titik tertentu
pada bangunan terhadap titik referensi yang tetap. Umumnya, penurunan yang tidak seragam
lebih membahayakan bangunan dari pada penurunan totalnya. Contoh-contoh bentuk
penurunan dapat dilihat pada Gambar 2.9

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.9 Contoh kerusakan bangunan akibat penurunan

a. Pada gambar (a), dapat diperhatikan jika tepi bangunan turun lebih besar dari
bagian tengahnya, bangunan diperkirakan akan retak-retak pada bagian tengahnya.
b. Pada gambar (b), jika bagian tengah bangunan turun lebih besar, bagian atas
bangunan dalam kondisi tertekan dan bagian bawah tertarik. Bila deformasi yang
terjadi sangat besar, tegangan tarik yang berkembang dibawah bangunan dapat
mengakibatkan retakan-retakan.
c. Pada gambar (c), penurunan satu tepi/sisi dapat berakibat keretakan pada bagian c.
d. Pada gambar (d), penurunan terjadi berangsur-angsur dari salah satu tepi
bangunan, yang berakibat miringnya bangunan tanpa terjadi keretakan pada
bagian bangunan.
Selain dari kegagalan kuat dukung (bearing capacity failure) tanah, pada setiap proses
penggalian selalu dihubungkan dengan perubahan keadaan tegangan didalam tanah.
Perubahan tegangan pasti akan disertai dengan perubahan bentuk, pada umumnya hal ini
yang menyebabkan penurunan pada pondasi (Hardiyatmo, 1996).

2.11.1 Perkiraan penurunan tiang tunggal


Menurut Poulus dan Davis (1980) penurunan jangka panjang untuk pondasi tiang
tunggal tidak perlu ditinjau karena penurunan tiang akibat konsolidasi dari tanah relatif kecil.
Hal ini disebabkan karena pondasi tiang direncanakan terhadap kuat dukung ujung dan kuat
dukung friksinya atau penjumlahan dari keduanya (Hardiyatmo, 2002).

Universitas Sumatera Utara


Perkiraan penurunan tiang tunggal dapat dihitung berdasarkan :

a. Untuk tiang apung atau tiang friksi


Q.I
S= ............................................................................... (2.8)
Es.D

dimana : I = Io . Rk . Rh . Rμ

b. Untuk tiang dukung ujung


Q.I
S= ............................................................................... (2.9)
Es.D

dimana : I = Io . Rk . Rb . Rμ

dengan :

S = Penurunan untuk tiang tunggal.

Q = Beban yang bekerja

Io = Faktor pengaruh penurunan untuk tiang yang tidak mudah mampat (Gambar
2.7).

Rk = Faktor koreksi kemudah mampatan tiang (Gambar 2.8).

Rh = Faktor koreksi untuk ketebalan lapisan yang terletak pada tanah keras
(Gambar 2.9).

Rμ = Faktor koreksi angka Poisson μ (Gambar 2.10).

Rb = Faktor koreksi untuk kekakuan lapisan pendukung (Gambar 2.11).

h = Kedalaman total lapisan tanah dari ujung tiang ke muka tanah.

D = Diameter tiang.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.10 Faktor penurunan Io (Poulos dan Davis)

Gambar 2.11 Koreksi kompresi, Rk (Poulos dan Davis)

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.12 Koreksi kedalaman, Rh (Poulos dan Davis)

Gambar 2.13 Koreksi angka Poisson, Rμ (Poulus dan Davis) ( Hardiyatmo, H.C., 2002 )

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.14 Koreksi kekakuan lapisan pendukung, Rb (Poulos dan Davis)

Pada Gambar 2.16, 2.18, dan 2.19, K adalah suatu ukuran kompresibilitas relatif dari
tiang dan tanah yang dinyatakan oleh persamaan :

E p .RA
K= ................................................................................... (2.10)
Es

Universitas Sumatera Utara


Ap
dimana : RA =
1 π .d 2
4

dengan :

K = Faktor kekakuan tiang.

Ep = Modulus elastisitas dari bahan tiang.

Es = Modulus elastisitas tanah disekitar tiang.

Eb = Modulus elastisitas tanah didasar tiang.

Perkiraan angka Poisson (μ) dapat dilihat pada Tabel 2.5 Terzaghi menyarankan nilai
μ = 0,3 untuk tanah pasir, μ = 0,4 sampai 0,43 untuk tanah lempung. Umumnya, banyak
digunakan μ = 0,3 sampai 0,35 untuk tanah pasir dan μ = 0,4 sampai 0,5 untuk tanah
lempung.

Tabel 2.4 Perkiraan angka poisson (μ ) ( Hardiyatmo. H.C., 1996 )

Macam Tanah

Lempung jenuh 0,4 – 0,5

Lempung tak jenuh 0,1 – 0,3

Lempung berpasir 0,2 – 0,3

Lanau 0,3 – 0,35

Pasir padat 0,2 – 0,4

Pasir kasar 0,15

Pasir halus 0,25

Berbagai metode tersedia untuk menentukan nilai modulus elastisitas tanah (Es),
antara lain dengan percobaan langsung ditempat yaitu dengan menggunakan data hasil
pengujian kerucut statis (sondir). Karena nilai laboratorium dari Es tidak sangat baik dan

Universitas Sumatera Utara


mahal untuk mendapatkan (Bowles, 1977). Bowles memberikan persamaan yang dihasilkan
dari pengumpulan data pengujian kerucut statis (sondir), sebagai berikut :

Es = 3qc (untuk pasir)............................................... (2.11a)

Es = 2 sampai 8qc (untuk lempung)......................................... (2.11b)

Dari analisa yang dilakukan secara mendetail oleh Meyerhoff, untuk nilai modulus
elastisitas tanah dibawah ujung tiang (Eb) kira-kira 5-10 kali harga modulus elastisitas tanah
di sepanjang tiang (Es).

Rumus untuk penurunan tiang elastis adalah :

(Q + ξQs ) L
S = ..................................................................... (2.12)
A.Ep

dimana :

Q = Beban yang bekerja

Qs = Tahanan gesek

ξ = Koefisien dari skin friction

Ep = Modulus elastisitas

Nilai ξ tergantung kepada unit tahanan friksi ( kulit ) alami pada sepanjang tiang
terpancang di dalam tanah. Nilai ξ = 0,5 adalah dimana bentuk unit tahanan friksi

( kulit ) alaminya berbentuk seragam atau simetris, seperti persegi panjang maupun parabolic
seragam, umumnya pada tanah lempung atau lanau. Nilai ξ = 0,67 adalah jika bentuk unit
tahanan friksi ( kulit ) alaminya berbentuk segitiga, umumnya pada tanah pasir.

2.12 Data Loading Test

Loading test biasa disebut juga dengan uji pembebanan statik. Cara yang paling dapat
diandalkan untuk menguji daya dukung pondasi tiang adalah dengan uji pembebanan statik.
Interprestasi dari hasil benda uji pembebanan statik merupakan bagian yang cukup penting
untuk mengetahui respon tiang pada selimut dan ujungnya serta besarnya daya dukung

Universitas Sumatera Utara


ultimitnya. Berbagai metode interprestasi perlu mendapat perhatian dalam hal nilai daya
dukung ultimit yang diperoleh karena setiap metode dapat memberikan hasil yang berbeda.
Yang terpenting adalah agar dari hasil nilai uji pembebanan statik, seorang praktisi
dalam rekayasa pondasi dapat menentukan mekanisme yang terjadi, misalnya dengan melihat
kurva beban – penurunan, besarnya deformasi plastis tiang, kemungkinan terjadinya
kegagalan bahan tiang, dan sebagainya.
Pengujian hingga 200% dari beban kerja sering dilakukan pada tahap verifikasi daya
dukung, tetapi untuk alasan lain misalnya untuk keperluan optimasi dan untuk control beban
ultimit pada gempa kuat, seringkali diperlukan pengujian sebesar 250% hingga 300% dari
beban kerja.
Pengujian beban statik melibatkan pemberian beban statik dan pengukuran
pergerakan tiang. Beban – beban umumnya diberikan secara bertahap dan penurunan tiang
diamati. Umumnya definisi keruntuhan yang diterima dan dicatat untuk interprestasi lebih
lanjut adalah bila di bawah suatu beban yang konstan, tiang terus – menerus mengalami
penurunan. Pada umumnya beban runtuh tidak dicapai pada saat pengujian. Oleh karena itu
daya dukung ultimit dari tiang hanya merupakan suatu estimasi.
Sesudah tiang uji dipersiapkan ( dipancang atau dicor ), perlu ditunggu terlerbih
dahulu selama 7 hingga 30 hari sebelum tiang dapat diuji. Hal ini penting untuk
memungkinkan tanah yang telah terganggu kembali keadaan semula, dan tekanan air pori
akses yang terjadi akibat pemancangan tiang telah berdisipasi.
Beban kontra dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan
menggunakan system kentledge seperti ditujukan pada gambar. Selain itu juga dapat
digunakan kerangka baja atau jangkar pada tanah seperti diilustrasikan pada gambar.
Pembebanan diberikan pada tiang dengan menggunakan dongkrak hidrolik.
Pergerakan tiang dapat diukur dengan menggunakan satu set dial guges yang
terpasang pada kepala tiang. Toleransi pembacaan antara satu dial gauge lainnya adalah 1
mm. Dalam banyak hal, sangat penting untuk mengukur pergerakan relative dari tiang.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari interaksi tanah dengan tiang,
pengujian tiang sebaiknya dilengkapi dengan instrumentasi. Instrumentasi yang dapat
digunakan adalah strain gauges yang dapat dipasang pada lokasi – lokasi tertentu
disepanjang tiang. Tell – tales pada kedalaman – kedalaman tertentu atau load cells yang
ditempatkan di bawah kaki tiang. Instrumentasi dapat memberikan informasi mengenai
pergerakan kaki tiang, deformasi sepanjang tiang, atau distribusi beban sepanjang tiang
selama pengujian.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.15 Pengujian dengan sistem kentledge ( Coduto,2001 )

Gambar 2.16 Pengujian dengan tiang jangkar ( Tomlinson,1980 )

a. Metode Pembebanan
Metode pembebanan dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1) Prosedur Pembebanan Standar ( SML ) Monotonik


Slow Maintained Load Test ( SML ) menggunakan delapan kali pengingkatan beban.
Prosedur standar SML adalah dengan memberikan beban secara bertahap setiap 25%
dari beban rencana. Untuk tiap tahap beban, pembacaan diteruskan hingga penurunan (
settlement ) tidak lebih dari 254 mm/ jam, tetapi tidak lebih dari 2 jam. Penambahan
beban dilakukan hingga dua kali beban rencana, kemudian ditahan. Setelah itu beban
diturunkan secara bertahap untuk pengukuran rebound.

Universitas Sumatera Utara


2) Prosedur Pembebanan Standar ( SML ) siklik
Metode pembebanan sama dengan SML monotonik, tetapi pada tiap tahapan beban
dilakukan pelepasan beban dan kemudian dibebani kembali hingga tahap beban
berikutnya ( unloading – reloading ). Dengan cara ini, rebound dari setiap tahap beban
diketahui dan perilaku pemikulan beban pada tanah dapat disimpulkan dengan lebih
baik. Metode ini membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode SML
monotonik.
3) Quick Load Test ( Quick ML )
Karena prosedur standar membutuhkan waktu yang cukup lama, maka para peneliti
membuat modifikasi untuk mempercepat pengujian. Metode ini kontrol oleh waktu dan
penurunan, dimana setiap 8 tahapan beban ditahan dalam waktu yang singkat tanpa
memperhatikan kecepatan pergerakan tiang. Pengujian dilakukan hingga runtuh atau
hingga mencapai beban tertentu. Waktu total yang dibutuhkan 3 hingga 6 jam.

Gambar 2.16 Contoh hasil uji pembebanan statik aksial tekan ( Tomlinson,2001 )

4) Prosedur Pembebanan dengan Kecepatan Konstan ( Constant Rate of Penetration


Method Atau CRP )
Metode CRP merupakan salah satu alternative lain untuk pengujian tiang secara
statis. Prosedurnya adalah dengan membebani tiang secara terus – menerus hingga
kecepatan penetrasi ke dalam tanah konstan. Umumnya diambil patokan sebesar 0.245
cm/ menit atau lebih rendah bila jenis tanah adalah lempung.
Hasil pengujian tiang dengan metode CRP menunujukkan bahwa beban runtuh
relative tidak tergantung oleh kecepatan penetrasi bila digunakan batasan kecepatan

Universitas Sumatera Utara


penurunan kurang dari 0.125 cm/menit. Kecepatan yang lebih tinggi dapat
menghasilkan daya dukung yang sedikit. Beban dan pembacaan deformasi diambil
setiap menit. Pengujian dihentikan bila pergerakan total kepala tiang mencapai 10%
dari diameter tiang bila pergerakan ( displacement ) sudah cukup besar.
Pengujian dengan metode CRP umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam
(tergantung ukuran dan daya dukung tiang). Metode CRP memberikan hasil serupa
dengan metode Quick ML, dan sebagaimana metode Quick ML, metode ini juga dapat
diselesaikan dalam waktu 1 hari.

b. Interprestasi Hasil Uji Pembebanan Statik


Dari hasil uji pembebanan, dapat dilakukan interprestasi untuk menentukan
besarnya beban ultimit. Ada berbagai metode interprestasi, namun dalam Tugas
Akhir hanya akan dibahas Metode Davisson.
1) Metode Davisson
Prosedur penentuan beban ultimit dari pondasi tiang dengan menggunakan
metode ini adalah sebagai berikut:
Gambarkan kurva beban terhadap penurunan.
1. Penurunan elastik dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

………….. (2.13)

Dimana :

Se = Penurunan elastik

Q = Beban uji yang diberikan

L = Panjang Tiang

Ap = Luas Penampang Tiang

Ep = Modulus elastisitas tiang

2. Tarik garis OA seperti gambar berdasarkan persamaan penurunan elastik ( Se ).


3. Tarik garis BC yang sejajar dengan garis OA dengan jarak X, dimana X adalah:
X = 0.15 + D/120 ….. ( dalam inchi )
dengan D adalah diameter atau sisi tiang dalam satuan inchi.

Universitas Sumatera Utara


4. Perpotongan antara kurva beban – penurunan dengan garis lurus merupakan daya
dukung ultimit.

Gambar 2.18 Interpretasi daya dukung ultimit dengan metode Davisson M.T

Universitas Sumatera Utara


paftar Personillntj

Pengalaman Dalam
No Nama ,abatan Dalam Proyek Jabatan Yang Sarna Pro(esljKeahlian (SKAjSKT)
(Tahun)
I 2 3 4 5 6
1 Alias, ST General Supcritendcy S Ahli Madya Te knik Sipil Terlampir

2 Kaidah, ST Site Manager 4 Ahli Madya Teknik Sipil TerJampir

Material Engineer 3 Terlampir


3 Ilham
-. Ahli Logi5tik
Madya P.k.
4 Firman,ST Quality Engineer 3 TerlClmpir
Struktur
5 Yufita Triyani, ST Safety Engin eer 3 K3 Terlampir
"­ -.
6 Sujono'sT Bridge Enginer 3 Ahli Madya Pek. J<ll an Tcrlampir

Samarinda.13 Februari 2012


PT. CADIKA UTAMA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : General Supertendent


2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : ALIAS, ST
4. Tempat/Tanggal Lahir : Pare-pare, 21 Oktober 1965
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : Universitas Muslim Indonesia (UMI),
tempat dan tahun tamat belajar, Makassar, 1993
6. Pendidikan Non Formal : Ahli Madya Teknik Sipil
Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia
7. Pengalaman Kerja :
Tahun 1993
a. Nama Proyek : Peningkatan dan pemeliharaan Jalan Palopo-Tator
b. Lokasi Proyek : Palopo, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Tuju Wali-wali
d. Posisi Penugasan : Pelaksana
e. Pemberi Tugas : Dinas Pekerjaan Umum Prov. Sulawesi Selatan
f. Alamat : Makassar

Tahun 1996
a. Nama Proyek : Pembangunan Gedung PUSKUD 3 Unit
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Diar Karu Graha
d. Posisi Penugasan : Pelaksana
e. Pemberi Tugas : PUSKUD, Makassar
f. Alamat : Makassar

Tahun 1998
a. Nama Proyek : Pembangunan Perumahan DOLOG 27 Unit
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Duta Sarana
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : DOLOG, Sulawesi selatan
f. Alamat : Makassar

Tahun 2000
a. Nama Proyek : Peningkatan Taxi way Bandara Manday
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Indek
d. Posisi Penugasan : Quality Kontrol
e. Pemberi Tugas : PT. Angkasa Puri, Sulawesi Selatan
f. Alamat : Makassar
Tahun 2001
a. Nama Proyek : Pembangunan Jalan & Drainase Minasa Upa
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Amala Sejahtera
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkot Makassar
f. Alamat : Makassar

Tahun 2002
a. Nama Proyek : Pembangunan Kantor Kejaksaan Bontang
b. Lokasi Proyek : Bontang, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Multi Anugrah Utama
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkot Bontang
f. Alamat : Bontang, Kalimantan Timur

Tahun 2006
a. Nama Proyek : Pembangunan Jalan Bt. Reddi Sangatta
b. Lokasi Proyek : Sangatta, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Mitra Utama Selaras
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Sangatta
f. Alamat : Sangatta, Kalimantan Timur

Tahun 2009
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur
dan seterusnya.

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka
saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : Site Engineer


2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : KAIDA, ST
4. Tempat/Tanggal Lahir : Salimpus, 16 November 1980
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : S.1 Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin (UNHAS)
tempat dan tahun tamat belajar, Makassar, 2005
6. Pendidikan Non Formal : Ahli Muda Pelaksana Jalan
Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia
7. Pengalaman Kerja
Tahun 2006
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan & Maintenance
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Ds. Santan
c. Nama Perusahaan : PT. Kaltim Wiraputra Bontang
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : PT. Indominco Mandiri
f. Alamat : Bontang
Tahun 2007
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan dan Drainase
b. Lokasi Proyek : Kanaan, Bontang Barat
c. Nama Perusahaan : PT. Eva Emilia
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : Dinas P.U Bontang
f. Alamat : Bontang

Tahun 2008
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan dan maintenance
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Kaka Rahayu
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : PT. Kitadin
f. Alamat : Bontang

Tahun 2009
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.

Bontang, 09 Januari 2012


Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA

SAFRI KAIDA, ST
Direktur
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : Pelaksana Logistik


2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : ILHAM
4. Tempat/Tanggal Lahir : Bontang, 31 Mei 1986
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : Sekolah Menengah Kejuruan
tempat dan tahun tamat belajar, Bontang, 2004
6. Pendidikan Non Formal : Pelaksana Logistik

7. Pengalaman Kerja
Tahun 2005 - 2007
a. Nama Proyek : Trunkline Maintenance Service
b. Lokasi Proyek : Areal Vico Indonesia
c. Nama Perusahaan : PT. Novita Graha Mulia
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Vico Indonesia
f. Alamat : Muara Badak

Tahun 2007 - 2009


a. Nama Proyek : Trunkline Maintenance Service
b. Lokasi Proyek : Areal Vico Indonesia
c. Nama Perusahaan : PT. Novita Graha Mulia
d. Posisi Penugasan : Adm. Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Vico Indonesia
f. Alamat : Muara Badak

Tahun 2010 - 2011


a. Nama Proyek : Maintenance Jalan dan drainase
b. Lokasi Proyek : Site Plant PT. Badak, NGL
c. Nama Perusahaan : PT. Tri Putra Mandiri Plus
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Badak, NGL
f. Alamat : Kota Bontang

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.

Bontang, 09 Januari 2012


Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA

MURSALIM DATJING ILHAM


Direktur
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : Quality Engineer


2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : FIRMAN FADILLAH, ST
4. Tempat/Tanggal Lahir : Klaten, 09 Maret 1985
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : S.1 Teknik, Univ Islam Indonesia
tempat dan tahun tamat belajar, Yogyakarta, 2007
6. Pendidikan Non Formal : -
7. Pengalaman Kerja :
Tahun 2008
a. Nama Proyek : Pemb. jalan Hauling
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Kaka Rahayu
d. Posisi Penugasan : Staff Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Kitadin, Site Tandung Mayang
f. Alamat : Kota Bontang

Tahun 2009
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur

Tahun 2010
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan dan drainase
b. Lokasi Proyek : Areal Pembangunan Pabrik Ammonium Nitrate
c. Nama Perusahaan : PT. Graha Mandala
d. Posisi Penugasan : Werehouse
e. Pemberi Tugas : PT. Rekayasa Industri
f. Alamat : Kota Bontang

Tahun 2011
a. Nama Proyek : Pemb. Rumah Layak Huni
b. Lokasi Proyek : Kab. Nunukan
c. Nama Perusahaan : PT. Novi Aurelia Perkasa
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Dinas PU TK. I Kaltim
f. Alamat : Samarinda

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga
maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : Safety Engineer


2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : YUFITA TRIYANTI
4. Tempat/Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 02 Juli 1972
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : Universitas Tanjung Pura
tempat dan tahun tamat belajar, Tanjung Pura 2002
6. Pendidikan Non Formal : Sertifikat Computer
7. Pengalaman Kerja
Tahun 2002
a. Nama Proyek : Pembangunan Kantor Kejaksaan Bontang
b. Lokasi Proyek : Bontang, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Multi Anugerah Utama
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Pemkot Bontang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 15 Jul 2001 s/d 11 Jun 2002

Tahun 2004
a. Nama Proyek : Pembangunan Jalan Bt. Reddi Sangtta
b. Lokasi Proyek : Sangatta
c. Nama Perusahaan : PT. Mitra Utama Selaras
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : DPU Kab. Sangatta
f. Alamat : Sangatta
g. Waktu pelaksanaan : 15 Jul 2004 s/d 21 Nov 2005

Tahun 2006
a. Nama Proyek : Pemb. SMP 1 Unggulan Nunukan
b. Lokasi Proyek : Kab. Nunukan
c. Nama Perusahaan : PT. Borneo Abadi Jaya Mandiri
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : DPU Kab. Nunukan
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 03 Mei 2006 s/d 07 Nov 2006

Tahun 2009
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur
g. Waktu pelaksanaan : 25 sep 2008 s/d 28 Apr 2009
Tahun 2010
a. Nama Proyek : Pemb. Work Shop
b. Lokasi Proyek : Site Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Lam Hot Mauli
d. Posisi Penugasan : Pelaksana
e. Pemberi Tugas : PT. Pama Persada
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 08 Feb 2010 s/d 10 Nov 2010

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.

Bontang, 27 September 2011


Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA

Hj. SARI MEGAWATI YUFITA TRIYANTI


Direktur
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Posisi yang diusulkan : Bridge Engineer


2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : SUJONO
4. Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 16 Desember 1981
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : SARJANA TEKNIK
tempat dan tahun tamat belajar, SAMARINDA
6. Pendidikan Non Formal : Kursus Komputer& Sertifikat Keterampilan Kerja
7. Pengalaman Kerja
Tahun 2005
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Kawasan Pabrik Ammonium Nitrate
b. Lokasi Proyek : Area Pabrik PT. Kaltim Parna Industri
c. Nama Perusahaan : PT. Long Segar
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : PT. Kaltim Parna Industri
f. Alamat : Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 20 Apr 2005 s/d 21 Des 2005
Tahun 2007
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan dan Drainase
b. Lokasi Proyek : Ds. Sekambing Bontang Lestari
c. Nama Perusahaan : PT. Eva Emilia
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : Dinas PU Bontang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 09 Mar 2007 s/d 10 Nov 2007

Tahun 2008
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan dan maintenance
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Kaka Rahayu
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : PT. Kitadin, Site Tandung Mayang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 09 Mar 2008 s/d 10 Apr 2008
Tahun 2009
a. Nama Proyek : Service Jalan Area
b. Lokasi Proyek : Site Plant PT. Badak, NGL
c. Nama Perusahaan : PT. Nur Maulana
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : PT. Badak, NGL
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 09 Mar 2009 s/d 10 Nov 2009
Tahun 2010
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan Cut Nyak Dien
b. Lokasi Proyek : Kec. Bontang Utara
c. Nama Perusahaan : PT. Lam Hot Mauli
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : Dinas PU Bontang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 08 Feb 2010 s/d 09 Mei 2010
Tahun 2011
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan Tembus Pupuk Kaltim
b. Lokasi Proyek : Kota Bontang
c. Nama Perusahaan : PT. Long Segar
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : Dinas P.U Bontang
f. Alamat : Bontang
g. Waktu pelaksanaan : 26 Apr 2011 s/d 27 Jul 2011

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.

Bontang, 27 September 2011


Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA

MURSALIM DATJING SUJONO


Direktur
ASOSIA51 TENAGA AHLI KONSTRUKSI
.'
INDONESIAN SOCIETY OF CONSTR INDONESIA ~
UCTIO N EXPERT
~~
-
Akrcdlt :ul l:cm l:llg a Pcn gembang
:l.nj'\S:\ Kon muK s\ No. 9iIK PTSlLPJ
KlDNIIV200 1 A TA K I
,,

SERTIFIKAT KEAHLIAN Oi9215


~R'n5~1/1 D /ATA I\' /S I(M1VIlU("IA
No. ................•• ••• ·M·.·.·.· ... •···•• ·· .....................
......

SI3U AI D;'f'.;GI, N KETEN':·U .... N


llr-.OA NC· l::-lO i\hG NCM ('lt l d
T"l h)N i !i9l" T~ ~:T.'NC
JASA KONSTltUKSI DAN PERATU
llAN PEMERI:-':Tt'.Ii I'-IOMQR 26, 2y,
DAN .30 TAHUN 2::JOO.
• I.SO~IASI :~NA"::;A AHL I K0N STll UK: :1 I:-':O O>':J;Sl
Jl. Dt:.I'IG/\N INI MEN YAT AKAN
U>\II WA .

ALI.~S, S'l
TELAH MEMENUH I SEMUA r.:ItSYAtt"TA~ DAN KETENTU AN 'fANG DITETA
PKAN OLEH
ASOSIAS I TENAGA ABU KON5TRUKS
IIN:>ONES1A, 5EiUNGGA DENGAN
1)EM IKIAN,
DEm"v.v. MENDAl'ATKAN SERTIFI
KAT IN! UNTUK DERPRAKTEK ~r:DflGAl :
t.H Ll MUDA
PELAKSANA 5TRDKTUR
011 ETAI'!{A~ ;)!]M <.!.! UIt
TA,'CC:,',L
,.

:- ri::1" Cl'·.:.:':: :0;";,.'; .1 ,


I
ASO S1 AS! TJ::N t .G/, ,\!·;i. ,.;:
. ' ~i ;.,:s: It'' uC-'':ESiA I
I

DIREG1$TR',SIOL;';H
LEM BAGA PENGEt~6ANGAr-: ,,
JASA KON STR;JYSI NA510"'l AL
DAO AN rELAKS ANA ,I

1.2 .202.3.37 .OQ .06 12.\ \

" , . r
'-:";';:'!..f~·'L"
• - •
.. "

---
"
~ .. -;:- -.~ .." \.- ~- -_.'-
L'rHVEKS ITA~ r'W~ l !M INDONESIA
;·h..i$li:N IJt l iVERSITY OF 1~CONE5 I A
Nomor· UIJ~; t:= ; ' tl2E<,'FTS SL·ur';:li~99Q \ ~', (/1 f i,.J __...J.!..:...JJ. t ,\: :-1}1
I.J ,\ ZMI " G lnIF I(.\TF" ;'~I
Diberik an kepada • Tr,is is ~.j certify that· ,J
Nan"'; . N:;;1l1':;
- . j..t.;.....::.;\ ":"""':'.

.\ Ii" ,
.
~';ij
. .
. •._,.J..:....J:
I?,/
.5'.. .....:0./
~

NC:l~cr i'!l::~~ !)=r,,\IjRM


, .Imh.:k Mahas:s'::;:> • .=!eg.s!f.=!ior. J33 J'JI !S J 1U33i273Sl
;
~~I r!,; r ,\ r r , \' I ,\ r, . \" r \ "I' \' r i
";;ilI
Tempa! d::. Tar!gg<!1 Lcbr· Pia .. : c nd Da,~ cl BlrH~ ;-:;;;:c P:sre. 2 1 Oes=rnber 195 1 22 m.R ?lif!1
-"
- ..
,.! J J ....;1
Fa%uites - racu:ly
" ·, 1 .,--~Jl\
r-..
r = ~r. ; \ . ':n9meering
. .1j
''':> --'
• ,oj
.., oJ
....~!!tl

~ :' ( ~ ; - -'.!.-"; --j---1\ ~-- _/


r/;
Jun.:san· r:::=;i:itmSrlt r·· ::r.ik S·PII. C lvli Fng inc:€ring
r--LI t+ ~I :"""'~'
P::- ;lram S:.:; · Siudy p !':; :;';'l I . ·'.nl;" :iJpli . C I\'II Engm;o Enn;
; . ~";i i;~ .!.";I ':)1
'.r .... J.....,;

Se~I~:\:ai· C::-: ·f.c;:t= I C ;: ' ; r. ',; ~. ;:~ ... S !,\ .. S 1 () ;.; ~€ ~

::~\ .,
~' '-:'-----'
.,
- --"
~.,~!)~ ;..\(~~: ,asi . .!!};cr=,= '.,,'.1('" l'~ u m t>,,::r ~:· 2 IS ';N · P I !,t...K·!I.'1.11/1 9S3
.....;.\ ,.;..:. ':,' \ ~,;
T;;nggai Yl ,,;ish:i.t - G r c':::":E:i:;~ u=;e
\ '. ; ,\ I
12 P ~ bru(;r i
I T /! - '-v""W
19C!6
-.,.....,'., .. .,.

,.. ~, .r.~t~
~.
....... , :, "
,,J. ".o...:.!
>..:1

(etah rT'. ~!':;rnpL' ~ sega la persiar;;:.:;n y. ng d l t ~:-. :l:~:;:' t!rll uk f1lemp,;r:J~ch IJ,-:.zah I= ;:ida Universitas ~,~uslim Indonesia
has SUC:5STully z::::corr:p;;shed all requi ,'elllents f.:r :i': !'! i?tIJi,IlIlcn t of In~! certi (jc2~~ al Moslem University of Ir.,jor.esia.
. :;:""'"-'-',;
~'''''.
r.!......J·] c.;.~,
_ -'..J...;b, i ;,!" "\ ,...J...;. J~....
.lr"""-..., J '_. .
~ :'>..!..I ~ J....h..,.jl .bJ r- ~ ...
. >·!1. ....._.!l , J.!" I..;-- ....
\ .!..a...I.

r..~;~.;ss;!r
2 Sya'l =" I.o!l:i H ~
,. :...~\t
, j- ,
.
~.-::--::-"'o~-
_ .•·•·.. e~ _ -:::r 1
0 ,;.
r: . j... ..: ~ ~.• ~
f.1/-::. •• _ _ "~
. ,.~-1'Z-;-:.....
\'.\ .. ··-o.!uf.
,..•
':;- '. _. ~ -',. . , . y;; ~ .. .... . .-/~
~
,,; . . _. -r,;o . ...r .....;.!.-j/:'O'/r:~~~ ,' .... , :1< ~ ,
.<\ -0~~.rz-:\:.:'\
-D"n~~
1
,. .. , "
.,..,· . . "",,,.,'t.
.~
r"· .
r
t ~\ fJ..~· j.l !"
. ~-'I... \".,,-.j ..;,
: ',:;:(>,t t'1 . ~
.. {(
.' ~~~...
' 7,- . /1
.H.
. . .. .....~
Rarr:f'lH..'":.:·
?rof:"pr. i.~a.:':S·::Jr
'1,:.,\:-, ....
.." ~
. ... ~
~~-:;"
. ::-- .;:,:;'.//.~." '
...:~ Ir; H: Iskandar BP.,,,Sc.
i"·'· ~' ;I'
:'. .= 1~0-:; :; Si3 I!.:;:.; ::·~"/ ..':. .... _... 5
' ....":-_::;.1...
11'1):- O·c.::
_ .. ') " '"
.
'
.;
..

'"' a~~oId
11' U '1 * .
.' .

.:".... ~ ~ .
,';
".

.'
Nomor seri ljazah 3. U ·.4..7.0.9.
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 ( UNTAG ) SEMARANG

Memberikan ljazatl kepada 1!ie.rr~.~j)niyD.no..~.epani . . . . . . . . . . . .


Tempat dan tanggal lahir 5.e.ma:1:Q.~ . , .. c;. ..;L~-u.1'l5.9 .... .
NIRM .80.6.tO.5030J.O.SOO~£. ..........................................................

Program Pendidikan Sarjana ( S.1

Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Sipil
Program Studi Teknlk SipU
S t atus Dlakul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 0789/0/1987 tanggal ~2 Desem ber 1987
tjazah ini diserahkan setetah yang borsangkutan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan kepadanya
dilimpahkan segala wewenang dan hak yang berhubungan dengan Ijazah yang dimilildnya.

Semarang, ~... 9)e.~....t9!JJ


N.I.R.L '.tS0439:7.

'i
"'-=-'""-_~ftandasahkan oltih : ..-- .---~-
..:... ,'7 ~('/;.f:;--..
\C.,\\) i K~nator

"
,/

.:':t
, .... -
',"/-'

•..
_ .' . ,
\ "' ~
KAN
"S1 .
'f'. F
Kopertis Wilayah VI
'~....
: w.., ..:4.\lX ' 19,_
lJ 'J 9
.'
'
~)~
/ :<;1""

I!i·:'\l.~i ,:,,' ,
\\~~JM
-"
.1\ .., ~ ".0{

".'
~l-'il>fj.
~ ''1 . ~ ' "
v'

\
J- - - .
1, .;:,\W,'e!'_¥~H.[/);~
'::' \ T~ : IWII-
\:-.,<>,)'-..
0-
/~
_ '1.1~~'" ~.Jf
'''MA k' >-', '~\.,
';',
/
SUJA NTO
-
~'

', ::'::C; 'I>Rf'lF:' RllljNY HANITIJO SOEMITRO, SH / ' " .' DRS
.. --.;;:;;:
~.
~
__ N ,I.P, : 130350517
....-______
~/
.•.. Nrp.' : 111301

L
f'AOVlNSI KALIMANTAN TIMUR
KOTA kONTANG
, «14010101$1DOO.
, II HillIn IIOVrT'lHO IOI!MHI

..... I(._
JT....".VTII'Utlll GoL Omll~.

,,-IIiK.'
III..... '

O••
.. , . """" 11TH Key ,

"
(""" "'''It il' ".",.~t.bI'
, .....

, 1'

"',
PERNYATAAN

Saya yang berlanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa


dalam berpraktek sebagai :

AHLI MADYA
PELAKSANA JALAN

Saya berpnji :

1. Akan patuh mdaksanakan Kode Etik Profesi yang ditetapkan oleh ATAKI.

2. Akan mematuhi segala ketentuan hukum yang sah berlaku di tempat


dilaksanakannya karya saya.

Dengan ini saya menyatakan pula bahwa saya:

a) mengakui dan mcnerima scpcnuhnya wcwcnang ATAKI untuk mcnitai pengaduan


dan alau keluhan apapun dan masyarnkat yang menyangkut janji tersebm di alas.

b) menerima sanksi apapun apabila saya melanggar janji tersebut.

Saya yang ber"

HERI SETIONO S., ST

Anggota ATAKI No ..

17.05.060159-6598

Ditetapkan di:
Jakarta

Tangsal:
IS-May-20lO

1"1
~
ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRUCTION EXPERT

Akreditasi Lembaga Penge mbanga n Jasa Konstruksi No. 94/KPTSlLPjKlDNIIII2004


ATAKI

044391
SERTIFIKAT KEAHLIAN
No. _...~ P lll\1:9.N.l ~A, T~ ~I6~I2QJ9. ..... .

SESUAI DENGAN KETENTUAN UNDANG·UNDANG NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG

JASA KONSTRUKSI DAN PERATURAN PEMER1NTAH NOMQR 28, 29, DAN 30 TAHUN 2000.

ASOSIA$1 TENAGA AH U KONSTRU K$II NDONE51A DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA

HERI SETIONO 5., ST


TELAH MEMENUHI SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN YANG DITETAPKAN OLEH

ASOSIA$I TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESlA, SEHINGGA DENGAN OEMIKIAN,

BERHAK MENDAPATKAN SERT1FlKAT INl UNTUK BERPRAKTEK SEBAGAI :

AHLI MADYA
PELAKSANA JALAN
DlTETAPKAN 01 JAKARTA
TANGGAL

IS-May-2010

PENGURUS rUSAT
ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA

I e MA N AHARA R SIA, HUN

KETUA UMUM

OJREGISTRAS10LEH
LEMBAGA PENGEMMNGAN
JASA KONSTRUKSI NASIONAL
BADAN PELAKSANA

Jr. SOEMARJANTO. MM h
DlREKTUR
Xrtifik.1l ini berlaku selama 3 tahun sejak tanggal dilttapkan

No. Rtgistrasi: 1.2.306.2.57.09. 101370

I I
l~
';' ,tJw
B'

~;;;.:

DEPARTEMENPEN~;~;~~~~~~~J~~"
REPUBLIK 1~""I~ 1

SEKOLAH MENENGAH KEJU TAHUN


Bidang Keahlian: 1:~11iAL~:t~!~ ____ _
Program Keahlian: T~~!!il.L~:Y:~~_Q.\:C»wHf

Berdasarkan Surat Keputusan .... ~:l+p~r.rH+t': ...... .. ............................ .


.nm-1:'r.... .
.. ........ ....... ................... .... . Provinsi ..... .'Xili:i-J:1tileJ:l-Pt1:
nomor . :4;Z)5,7.!~,.9.~ / ;;9""" ... tanggal . ~1P..8?ril ..:?:"",-:I... .
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan .... ... ..Jl~"m.<:l:?" ....1;!~, .. ....... .

.. '»oml4"9.W4m·~·~"n.I:4'19'······················· ·· ······ .. ....... .


Penyelenggara Ujian Nasional menerangkan bahwa:

......................... 1LHAM .............................


lahir pada tanggal ...... ..... ...~.1. .. M."~ .. '.9.iI~ ............................................ .
di ...... J?".~I4"9.· ...................... anak dari .... M.,.y.~Um.,.............. .
sekolah asal ..$M~.Rl9~5.i-:.Y.J:'D.(nomor induk ... Z-7"1Q, ....... .
telah lulus mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004.

No.DH::1('Mk 07 08700
PT. NOVITA GRAHA MULIA
CONTRACTORS - 5 1 I'LlERS - RENTALS & SERVICES
JI. MT. Haryono Komplek Ruko Tamansari Sulcit Mutlara (WIKA) Siok A. 1 No. 17
Balikpapan 76125 - Kalimantan Timur
Phone: (+62-.542) - 873241, Fax. (+62..s42) 873011 E-mail: [email protected]

CERTIFICATE EMPLOYMENT
NO. 1981ADMINGM - BDKNll12009

This Is Certify That


Bersama ini Menerangkan Bahwa :
NAME:ILHAM

Had been employed by PT. Novita Graha Telah dipekerjakan kepada PT. Novita Graba
Mulia, under contract service with VICO Mulia, dalam kontrak kerja dengan VICO
Indonesia Bid 34230, as the following Indonesia Bid, 34230 dengan keterangan
information: sebagai berikut :

Work Contract TRUNKLINE MAINTENANCE SERVICES


Kontrak Kerja

Work Location BADAK FIELD


Lokasi Kerja

Reeinning Clasification ADMINISTRATION


Jabatan Awol

Final Clasification ADMINISTRATION


Jabotan Tcrakhir

Period of Service July 17,2007 Thru July 17,2009


Masa Kcrja

Reason For TC!5.nination JOB COMPLETED


AJasan Bcrhcnti

Remarks
Keterangan we wish to express our thanks for his eUarts and participation 011 his
assegment and wish him success in the future.
Kami mengucapkan terima kasih atas usaha dan partisipasinya selama
Bertugas dan semoga lebih berhasil pada masa mendatang.

Dengan terbitnya surat ini, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja
telah diterima dengan baik dan tidak ada tuntutan apapun dikernudian hari.

Confirmcnd by Muar. Badnk, 21 Juli 2009


PT. GRAHA MULIA

.,
PT. NOVITA GRANA MU
CONTRACTORS . SUPPLlER~ • REIHALS & SERVICES
JI. MT. Haryono Komplek Ruko Tamansarl Bukit MuUara (WIKA) BlokA. 1 No, 17
... u .. OIZA
Balikpapan 76125 - Kalimantan "Timur
Pl10ne : (+62-642) - 873241, Fax. (+62-542) 873011 E-mail: [email protected]

CERTffICATEEMPLOYMENT
NO. 055/ADMlNGM • BDKJVI1!2007

This Is Certify That


Bersama ini Menerangkan Bahwa :
NAME:ILHAM

Had been employed by PT. Novita Graha Telah dipekerjakan kepada PT. Novit. Grahn
Mulia, under contract service with VIeO Muli., dal.m konlmk kerja dengan VICO
Indonesia Bid 23330, as the following Indonesi. Bid, 23330 dengan kelerangan
information: sebagai berikut :

Work Contract TRUNKLINE MAINTENANCE SERVICES


Kontrak Kerjn

Work Location BADAKFIELD


Lokasi Kerjn

Beginning Clasjfication LOGISTIC


Jabatan Awn!

Final Clasiticatjon LOGISTIC


Jabatan Terakhir

Period of Service July 17,2005 Th r u July 17,2007


Masa Kel'ja

Reason For Terminati on JOB COMPLETED


Alasan Berhcnti

Remarks
Keterangau we wish to express our thanks for his ettorts and participation on his
asscgment and wish him success in the future.
Kami mengncapkan terima kasih atas llsaha dan partisipasinya sclama
Bertugas dan semoga lebih berhasil pada masa mendatang.

Dengan terbitnya sural ini, maka segala sesualu yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja
telah diterima dengan baik dan tidak ada tllntutan apapun dikemudian hari.

Confirlltrnd by Muara Badak, 19 Jul; 2007


PT. GRAHA MULIA

.,
- ,

DEPARTEMEN PERMUKJMAN DAN PRASARANA WILAY AH


BADANPENGEMBANGANSUMBERDAYAMANUS~

PUSI\T PIlIATIBAN JI\SI\ KONSTRUKSI

SEBTIFIKAT
NO: 309/SIlRT/IV/03

DlBERlKAN KEPADA : YUFITA TRIYANTI, ST


TEMPAT & TANGGALLAHIR :PON~AK,02JUNI 1978

TELAH MENGIKUTI

PELATIIIAN KESELAMATAN
DAN KESEDATAN KEBJA

YANG DlSELENGGARAKAN
BPD GAPENSI KALIMANTAN TlMUR

BEKERJASAMA DENGAN
PUSLATJAKONS DEPARTEMEN KIMPRASWIL

PADA TANGGAL : 16 S.D. 20 APRIL 2003


Dl :SAMARINDA
SAMARINDA, 20 APRIL 2003

~
1~;;~~~ BALAI PELATIHAN
KONSTRUKSI

r, ..,.)
,

, YUFITA TRIYANTi
Nlr~: 0 11196111
I,h ir di Pontianak laogg;1 2 Junl 1978
It;a h mc.:nytlts:ai k 30 dtngar. bJ i k 112D memtnuhi sr:3la !:,,-arlt ~ tndidik :1 n PJd:J
Pr.~r.", ;IUO' Teknik Sipil .Ieb ,cbab iiu kepadanya uibtriii'!VlfIlfta.

SARJAN A ],In<NIK ( S.T. )


beSHU seg3 h :'lak .dan kt\\,ljib:lD ~!:l!I:mtltkat
. p:ada gtl:sr tt:'"5:fhClt.

Diberikan di Ponli.'nak padalang:ga.! Enam Peb,u3ri Tzbun DU2 Rib~,:---"Ir-"';;'-

Dt-kan P.eklor
;3~: UIt:lS Td ~ njk T:;!.njlln~pur ~
/.
.:'. : fJ.:-/jL
,
.,)
.
-'"
,--;'--
/" '
'"
. i '.• u:?R'/"·
II_~ • ·oJ,....;'I "' O~O
I ....
• - '1"'! " ... ". '7'" - .' ?
I ' ;I ~' I S I : ~ .... :J . ...
,

~
ASOSlASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRU CTION EXPERT

ATAKI

SERTIFIKAT KEAHLIAN
032226
3171 RlHVI91IlA T AKI"KAJI\'IWtN

)ASA KO:\STRUK.'i\ D:\;"': PERATLIl\~ PE\IERI'TAH :\0\1L R l. 2( Dl,' 3 HHl \: 1

ASOS1AS I Tll\"AG.-\ AHll KO, ... TRl 'K..;[ l'DO:'\l~!.\ DL'(..'\ ['I \IE').\,.I,,, " [1,\11\\,\

FIRMAN FADHILAH , ST
TEUH \ IEME;-";LIII SE\lliA PERS)',-\R.\T.\' D\' K TE'S l ':'\1 DITE1\rKA [Ii

,\SOSIA$1 Tl:\AGA AHU KO:'\STRUKS! l:-':lXl'E"lA. .,E1n,\t.(, \ DE'\:G."''\: DI-'I[I\1.\"

BERII.\K 'IE'DAPA!K." SFRTlF1K.\J ':\11 'IE B, q


'AHLI MUDA
PELAKSANA STRUKTUR
D1TFTArK.l,' lJ l,K.~PT,\

U;-":C,C \l
{)6·Arr ·l(\(19

I'E:'\GlJRlS rC".\T
.\$OSIA51 Tl'\.\G:\ ·nl ll KO'STRU.:51 J'\[)(,'t''',.\

Ir. MANA IIARA It ..,IA IIAAN


-----~
KElL \ \IL \\

OI REG ISTRA$IOLEll
LEM BAGA P E :\ GH. l n:\)\;GA~

JASA KONSTRUKSI 'AS[O:,\.-\l


B.\DA~ PELAK$.-\"\

Jr, -,orMARJ AN TO. MM I.J


DIRLKTUR
~rt1fikat mi berbku ~t!1ama 3 uhun scpk tar gsal dlw p\.;an

1
:'\0 RcgiSlrasl
J

,••"
,

AhlLI MUDA
P ELAKSA N A STRU KTU R


! -\\..In 1nt"I11.liUhl ~c·g.l1J \..lllnIU,m hukUtn \.111): ~,lh hrrl.I!..U dllcmp.ll
1
JlIJk-..ln.t\...mnl,1 kJr. ,[ ~.\\ ~

t ng,akul 1.1n men ;na s<:pcn h


1 n .uau kduru.n ~p.lplln Jan a1..:l\ :I men\ u n I ~bOlI dl,llolS

h n en.. ma ~nk I <lp n b lJ ,,"" n .tn~n jan,) U'r .., bUI

rIR\1A'\ H.DII Il . \It ";1

o to ko

Jakarta

-.llggal

l1b,Apr-:!l"llIQ

j ••
_IU-.
1
--.. ~s~96 J

Nomor: 52!UII·Sl!IVARSI257.70f07

, i1RfBJtJ
UNIVERSIT AS ISLAM INDONESIA

IJAZAH
Dengan rahmat Allah SWT Universitas Islam Indonesia menyatakan bahwa.

Pirman Padliilali
NPM : 02512522
Lahir di Klaten. 09 Maret 1985
Telah mem.nuhi persyaratan pendidikan sarjana pada
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
Terakreditasi A.
Fakultas Teknik 5ipil dan Perencanaan
• K.padanya diberikan gelar
SARJANA TEKNIK (ST)
beserta segala hak dan kewajlban yang melekat pada gelar tersebut.

Yogyakarta, 24 Nopember 2007


Dekan. .ektor, /
,,I' ;),.\..:...
~fl~'~
.., liY-:i'
~
rAl
\\lni;,!;,
. ' '
-
~' k:~·, r.. tl.ry
~._ v_' l_~ I.....<t
c' , : .•'

Dr. fr. H. Ruzarclr. MS. Prof. Dr. H. Edy Suandl HamId, M.Ec.'/o
$AIIIARINDf. ;
Dengan ;r.1menyatakan bahwa :

. ~uiono

NJM.: J8613018
L"hir di: S-">ja-. 19~ 1'179
'.
telah menyelesaikan dengan baik dan memenuhi segala syarat Pendidi~
Teknik Sipil oleh sebab itu kepadanya

AHLI l\1ADYA (A.Md.)


beserta segala hak dan kewajiban yang melek"t pada sebutan tersebut. .
Diberikan di Samarinda pada tanggal : Vda,6<u< O~ 7akH V«4 iRlIa Sak
..

KcWa Jnrusqu,

(]U
~

r
-
- - -#

NIP. 132002 4Q5 ~


.n

ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA


INDONESIAN SOGETY OF CONSTRUCTION EXPERT

Akrcditasi Lcmbag3 rc:ngC:n1b 3 n g:l nJ a~;,t Konstruksi No. 94/KPTSllPJKlDNIIU200i


@
ATAKI

ScRTIFlKAT KEAHUAN
034108
334H/ 11ll9l1ATAKIIS KANnOO9
No. .................. .................................................
~

ScSUA\ CENGt.~! I ~E·I·ENTUAN UNDANG ·UND,\N(. Nm.l0R 18 TAI1UN 1999 TENTANG


JASA KONSTRUK5! DAN l'Ell4.TURJ\N l'EMEJUNTAIi NOMQ[{ 2b, 29, DA~ 30 TA I-I UN 2000.

A50SI,\SI"d ::NAGA M i ll KONS":-IWKS II NDONESIA. OENG,\!\" IN l !I! !;;.lY:\rA tv\ N UA1IWA:

SUJONO, A. Md
TEtAH MEMENUHI SEMUA PERSYARA1AN DAN KETE NTUA:'\ YANG DITETAPK,IN OLEti
A5051A51 TENAGA AIRI KON$TRUK$I I1\JCNESiA. SEHI!\GGA O£:!\'GAN CEMiJ..: IAN
uER'-IAK MENDJ\PATKAN SERTIFIKAT INI Uf\TUK IlERPIV\KT~K Sf-MG/I I :
AHU MlCDA
rEL~KSANASTRUKTUR

DIT ET,WI:"':,I\ 01 !-\K,..I.PTA


• lA:\'Gl~:\l :
22.;\by .... (I<J9

rEI\'CURL'S rU5AT
:\50511\51 T1:::-:;\(;,\ i\!ill "O:\'5T"l'''~1 1'1" .1:-'1 .

Ir. MAN,\HAR.... R.S IAHA..\N


--------.:...-~
I(ETUA U~IUM

OIREG1STRASI..)LEH
LEMBhGA P=NGEMBANGAf'
J ASA KONST Rt:KSl NASIONAL
BAO/,N PELA!<SAN';'

~
'.'i(
. . C- ,.1-.:--...... _,_
"~'. MM
_ _,_,._SOEMAI\JANTO. /.J..
OIREKTU R
Satifikat ini bcrlaku sd ;;;l'IiI .3 12hun scj;l.k unSf:11dilct:lphn ---.- ------ -

No_Rcgistn.si ; 1.1.202.)!J7.09.081232

"
Daftar Peralatan Utama

Sewa/Sewa
No /enis Perala tan /umlah Kapasitas LokasiSekarang
1 2 3
4 , "
BeJi/MiJik
6

1 Dumptruck 2 Unit
20 Ton Nunukan I Sewa/Kerjasama
I

2 Pile Driver + Hammer 1Unit


2,5 Ton Nunukan Sewa/Kerjasama
---. - ­

3 Crane on Track lUni t


35 Ton Nunukan Sewa/Kerjasama
~ - -

4 Welding Set 1 Unit


40 Ton Nunukan Sewa/Kerjasallla
---
5 Concrete Mixer 2Unit
500 Ltr Nunukan Sewa/Kerjasama

6 Water Tanker 1 Unit


4000 Ltr Nunukan Sewa/Kerjasama
--
I

Samarinda, 13 Februari. 2012

PT~ CADIKA UTAMA

Direktu r
..... PI1T1lA SENDIlll PIlllTAHA
1\iIUt•• u, eelVlWACi_ • ft. . . . . . . A'I'&UI '*

)1. A. YAN"I RT. 17 NO. 196 SAMARINDA

Telp.: 62.541.741767· HP. 08125327858

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA


No. : 005jSPK/PSP-CUjNNK/llj2011

Yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing :

I. N a m a : SUNOl SENORA

Jabatan : Direktur PT. PUTRA SENORA PRATAMA

Disebut sebagai PIHAK KESAIV

II.N a m a : MURSALIM OATJING

Jabatan : Direktur PT. CAOIKA UTA..,A

Dlsebut sebagai PIHAK KEOUA

lSI PERJANJIAN

Sehubungan dengan adanya Pelelangan Pekerjaan (Tender) Proyek APBD Tingkat I Provinsi
Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2012 di Samarinda, Nama Paket pekerjaan Pembangunan
Jembatan Lingkar Pulau Nunukan, Maka Pihak Kesatu dan Pihak Kedua sebagaimana tersebut
diatas sepakat mengadakan Perjanjian kerjasama sebagai berikut :

1. Pihak Kesatu memberikan bantuan kerjasama kepada Pihak Kedua untuk menyelesaikan
Pekerjaan tersebut diatas sesuai batas waktu yang ditetapkan apabila tender tersebut diatas
dimenangkan oleh Pihak Kedua .

2. Dalam menyelesaikan paket pekerjaan tersebut Pihak Kedua dapat mempergunakan alat
maupun peralatan yang dimiliki oleh Pihak Kedua (terlampir) sesuai dengan kebutuhan volume
pekerjaan pada ,pekerjaan Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan sampai
selesai.

Demikian surat perjanjian ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Nunukan, 08 Februari 2012


PIHAK KEOUA, PIHAK KESATU,
PT. CAOlKA UTAMA PT. SENORA PRATAMA
METERA I
Tr:MPE I
.. '~....... ~ '1

SUNOl SENORA
r\i,.ol,h .,.
PI. PIJ'I'IIA SENORA PRATAMA

QJDIDIlU. m~. 811. . . .na • IN..


JL. A. fANI RI. t7 N•. t96 SANARINDA

Telp. : 62.541.741767· UP. 08t25327858

Lampiran Surat Perjanjian Kerjasama


No. : 005ISPK/PSP-CUINNKlIJI2011

DAFTAR PERALATAN

1. Dump Truck 20 ton 2 Unit


2. Pile Driver + Hammer 2,5 ton 1 Unit
3. Crane on Track 35 ton 1 Unit
4. Welding set 40 ton 1 Unit
5. Concrete Mixer 500 Itr 2 Unit
6. Water Tanker 4000 Itr 1 Unit

Nunukan, 08 Februari 2012


PT. PUTRA SENDRA PRATAMA
PAETAR BARANG YANG PIIMPOR

No Nama Spesifikasi Satuan Jumlah Harga


1 2 3 4 S §

Nil ~
r I iii.

Samarinda, 13 Februari 2012

PT. CADIKA UTAMA

Direktur
REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (IKDN)

Nilai Gabungan Barang /Iasa (Rp) 3.174.768.000,00 TKDN


Uraian Pekerjaan Gabungan
KDN KLN I Total Barang jJasa
1 l I j
I 4 5 6

A Barang

I Material Langsung ( Baha n Baku) 2.539.814.400,00 · 2.539.814.400,00 2.539.814.400,00

II Perala tan (Barang ladi) 317.476.800,00 - 317.476.800,00 317.476.800,00

Sub Total Barang 2.857.291.200,00 · 2.857.291.200,00 2.857.291.200,00 !

I
lasa
Manajemen Proyek Dan
III 158.738.400,00
Perekeyasaan - 158.738.400,00 158.738.400,00
IV Alat Kerja j Fasilitas Kerja 95.243.040,00 - 95.243.040,00 95.243.040,00
-
V lasa Umum 63.495.360,00 - 63.495.360,00 63,495.360,00 I

B Sub Total Barang 317.476.800,00 · 317.476.800,00 317.476.800,00

C TOTAL Biaya (A+B) 3.174.768.000,00 - 3.174.768.000,00 3.174.768.000,00


% TKD Gabungan Barang & lasa 3.174.768.000,00


Samarinda, 13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA

Direktul'
ANALISA TEKNIS SATUAN PEKERJAAN

Jenis Pekerjaan : Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan


Satuan/Unit : Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur
Nomor Pembayaran

No Uraian Satuan Kuantitas/Koefisien


1 2 3 4
I Upah/Tenaga Kerja
Pekerja Jam
Tukang Jam
Mandor Jam
Operator Jam
Pembantu Operator Jam
Sopir/ driver Jam
Mekanik Jam
Pembantu Mekanik Jam
Kepala Tukang Jam
II Bahan/ Material
Semen M3
Pasir M3
Kayu Perancah M2
Air Liter
Baja Tulangan Ulir D34 Kg
Agregat Kasar M3
Baja Tulangan Polos Ulir U233 Kg
Tiang Pancang M'
III Peralatan
Dumptruck Unit
Pile Driver + Hammer Unit
Crane On Track Unit
Welding Set Unit
Concrete Mixer Unit
Water Tanker Unit
Analisa EI-767

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


PENYEDIAAN TIANG PANCANG

PROYEK :
NAMA KEGIATAN : Jembatan Grider Bentang 20 m
NAMA PEKERJAAN : Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan
PROP / KAB / KODYA : KALIMANTAN TIMUR
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (7)
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja
SATUAN PEMBAYARAN : Kg

PERKIRAAN HARGA JUMLAH


NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja (L01) jam 0,0003 6.500,00 2,03


2. Tukang (L02) jam 0,0012 7.500,00 9,36
3. Mandor (L03) jam 0,0037 8.695,00 32,55

JUMLAH HARGA TENAGA 43,93

B. BAHAN

1. Pipa baja M52 Kg 1,0500 15.000,00 15.750,00


2. Plat Baja M48 Kg 0,2100 16.000,00 3.359,99
3. Kawat Las M51 Dos 0,0500 60.000,00 3.000,00

JUMLAH HARGA BAHAN 22.109,99

C. PERALATAN

1. Trailer (E29) jam 0,0001 325.133,87 36,37


2. Crane (E07) jam 0,0001 352.656,50 42,08
3. Genset (E12) jam 0,0004 216.085,90 96,29
4. Welding Set (E32) Ls 0,0004 58.126,68 25,90
5. Alat Bantu Ls 1,0000 10,00 10,00

JUMLAH HARGA PERALATAN 210,64

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.364,57


E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 2.236,46
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 24.601,03
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
BAB I
PERSYARATAN UMUM

Sebelum memulai pekerjaan pokok kontraktor terlebih dahulu harus menyiapkan


segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini, kecuali atas
pertimbangan tertentu dan atas persetujuan pemberi tugas atau team pengawas.

Kontraktor harus sudah menyelesaikan perijinan pada lingkungan, pemerintah


daerah dan instansi-instansi lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Segala hal
biaya yang menyangkut perijinan ini adalah menjadi beban dan tanggung jawab,
kontraktor serta dianggap telah masuk dalam harga penawaran.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut meliputi :

1.1. MOBILISASI PERALATAN


Penyediaan pengangkutan, peralatan-peralatan, kendaraan-kendaraan / alat-
alat besar yang menunjang pelaksanaan proyek baik menyewa maupun milik
perusahaan.

Alat-alat yang harus disediakan antara lain

- Shovel loader
- Bulldozer
- Excavator
- Dumptruck
- Vibratory compactor / tamper
- Generator set
- Alat ukur TO / Theodolit TO /, waterpass dan rambu-rambunya
- Concrete Mixer

1.2. PENGUKURAN DAN PEMATOKAN


a. Kontraktor harus memasang dan mengukur secara teliti patok Bench Mark
(BM) pada lokasi tertentu sepanjang proyek untuk memungkinkan
perancangan kembali, pengukuran sipat datar dari perkerasan atau
penentuan titik dari pekerjaan yang akan dilakukan. Patok monumen yang
permanent harus dibangun di atas tanah yang tidak akan terganggu/
dipindahkan.

b. Kontraktor harus menentukan titik patok konstruksi yang menunjukkan garis


dan kemiringan kolam-kolam pengolahan serta prasarana penunjang
lainnya (jalan, lebar bahu, saluran, dan lain-lain) sesuai dengan penampang
rnelintang standar yang diberikan dalam gambar rencana dan harus
mendapatkan persetujuan Direksi/ Pengawas sebelum memulai konstruksi.

I-1
Patok yang digunakan berukuran minimal (5 x 7) cm2. Patok harus keras,
dicat pakai meni dan posisinya tidak boleh berubah selama pelaksanaan
konstruksi. Sebelum pekerjaan fisik dimulai posisi-posisi patok tersebut
harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi / Pengawas Lapangan.

Jika menurut pendapat Direksi / Pengawas diperlukan perubahan dari garis


dan kemiringan, baik sebelum maupun sesudah penentuan patok, Direksi /
Pengawas akan mengeluarkan instruksi terperinci kepada Kontraktor untuk
perubahan tersebut dan kontraktor harus mengubah penentuan patok untuk
persetujuan lebih lanjut.

c. Khusus untuk pekerjaan jalan, sumbu jalan yang direncanakan ditentukan


di lapangan berdasarkan hasil gambar yang telah disetujui Direksi /
Pengawas dengan cara sebagai berikut :

1). Titik awal dan akhir sumbu jalan diikatkan kepada titik-titik polygon.
Masing-masing buah patok beton diletakkan di tepi daerah penguasaan
jalan sebagai titik penolong.

2). Titik-titik penting pada tikungan ditentukan di lapangan dengan


memasang patok-patok pembantu. Pada titik PI dipasang satu patok
beton.

3). Patok-patok tersebut diberi tanda dan nomor urut serta dibedakan dari
patok polygon.

4). Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung tidak boleh mengganggu


kelancaran aktivitas pekedaan lain disekitarnya.

d. Alat ukur yang digunakan antara lain :

1). Theodolit Wild TO atau yang sederajat beserta perlengkapannya


sebanyak 1 set.
2). Waterpas NAK-2 atau yang sederajat beserta perlengkapannya
sebanyak 1 set.

e. Semua alat ukur beserta perlengkapannya yang diperlukan untuk proyek


harus selalu siap di lapangan selama pelaksanaan berlangsung.

1.3. PEMBUATAN DIREKSI KEET


Untuk setiap proyek, Kontraktor harus menyediakan akomodasi kantor yang
cocok dan dan fasilitas yang memenuhi untuk kebutuhan proyek.

I-2
Ruangan yang diperlukan untuk keperluan tersebut adalah ruang pengawas
dari Direksi/ Konsultan, minimum 4m x 6m, dengan perlengkapan 4 buah meja
tulis kursi kerja, 1 buah lemari Arsip, 1 set meja kursi tamu, 1 (satu) Unit
Komputer & Printer, Soft/ White Board, sebuah ruangan untuk keperluan rapat
kemajuan pekerjaan (minimum 6m x 6m) serta air dan listrik kerja.

Direksi Keet ini dibuat untuk jangka waktu penggunaan minimal sama dengan
lama pelaksanaan pekerjaan, terbuat atas konstruksi semi permanent dan
seluruhnya akan menjadi milik Pemberi Kerja setelah pelaksanaan proyek
berakhir, kemudian Kontraktor wajib memelihara kebersihan
halaman/bangunan dan melakukan perbaikkan-perbaikkan direksi keet selama
pelaksanaan pekerjaan berlangsung, sesuai dengan petunjuk-petunjuk Direksi.

1.4. BENGKEL DAN GUDANG KONTRAKTOR


Di lapangan Kontraktor harus memiliki bengkel yang diperlengkapi secukupnya
dan dilengkapi pula dengan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan
pekerjaan. Harus disiapkan pula sebuah gudang untuk penyimpanan suku
cadang peralatan dan material.

1.5. PHOTO PROYEK


a. Kontraktor diwajibkan membuat photo proyek sesuai dengan kemajuan
pekerjaan (pada saat 0 %, 50 %, 100 %) pada titik yang sama dan arah
yang sama, disusun di dalam album, dibuat 3 (tiga) rangkap dan diserahkan
kepada Direksi / Konsultan Pengawas.

b. Photo proyek dibuat berwarna, dicetak yang jelas dan bersih ukuran post
card.

1.6. JADWAL PELAKSANAAN


a. Sebelum memulai pekerjaan nyata di lapangan, kontraktor wajib membuat
Rencana Kerja Pelaksanaan dan bagian-bagian pekerjaan berupa Bar
Chart dan S Curve bahan/tenaga.

b. Rencana Kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu


dari Direksi/ Konsultan Pengawas, paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari
kalender setelah Surat Keputusan Penunjukkan (SPK) diterima kontraktor.
Rencana Kerja yang telah disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas akan
disahkan oleh Pemberi Tugas.

c. Kontraktor wajib memberikan salinan Rencana Kerja rangkap 3 (tiga)


kepada Direksi/Konsultan Pengawas. Satu salinan rencana kerja harus
ditempel pada dinding di kantor kontraktor di lapangan yang selalu diikuti
dengan grafik kemajuan pekerjaan (prestasi kerja).

I-3
d. Direksi/Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan kontraktor
berdasarkan Rencana Kerja tersebut.

1.7. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN


a. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan lapangan terhadap barang milik
proyek, Direksi/Konsultan Pengawas dan milik pihak ketiga di lapangan.

b. Untuk maksud-maksud tersebut, kontraktor harus membuat pagar


pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya menjadi tanggungan
kontraktor.

c. Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Direksi


Konsultan Pengawas, baik yang telah dipasang maupun yang belum,
menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak akan diperhitungkan dalam
biaya pekerjaan tambah.

d. Apabila terjadi kebakaran, kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya,


baik yang berupa barang-barang maupun keselamatan jiwa. Untuk itu
kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang
siap dipakai yang ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan
kemudian oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan dianjurkan untuk
mengasuransikan terhadap bahaya kebakaran.

1.8. JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA


a. Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat
pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan
siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah
bagi semua petugas dan pekerja lapangan.

b. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih dan memenuhi
syarat kesehatan bagi semua petugas dan pekerja yang ada di bawah
kekuasaan kontraktor.

c. Kontraktor wajib menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak
dan bersih bagi semua petugas dan pekerja. Membuat tempat penginapan
di lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak diperkenankan, kecuali
untuk penjaga keamanan.

Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja
wajib diberikan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.

I-4
1.9. PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN
a. Semua bahan material yang didatangkan harus memenuhi syarat-syarat
yang telah ditentukan.

b. Direksi/Konsultan Pengawas berwenang menanyakan asal bahan dan


kontraktor wajib memberitahukan.

c. Semua bahan material yang akan digunakan harus diperiksakan dulu


kepada Direksi/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.

d. Bahan material yang telah didatangkan oleh kontraktor di lapangan


pekerjaan, tetapi ditolak pemakaiannya oleh Direksi/Konsultan Pengawas,
harus segera dikeluarkan dalam waktu 2 x 24 jam terhitung dari jam
penolakan.

e. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor ternyata


ditolak Direksi/Konsultan Pengawas, harus segera dihentikan dan
selanjutnya dibongkar atas biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetapkan
oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

Apabila Direksi/Konsultan Pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan lebih


lanjut, Direksi/Konsultan Pengawas berhak mengirimkan bahan tersebut
kepada Balai Penelitian Bahan-bahan (Laboratorium) yang terdekat untuk
diteliti. Biaya pengiriman dan penelitian menjadi tanggungan Kontraktor,
apapun hasil penelitian bahan tersebut.

1.10. PEMERIKSAAN PEKERJAAN


a. Sebelum memulai pekerjaan lanjutan yang apabila bagian pekerjaan ini
telah selesai, akan tetapi belum diperiksa oleh Direksi/Konsultan
Pengawas, Kontraktor diwajibkan meminta persetujuan kepada
Direksi/Konsultan Pengawas. Baru apabila Direksi/Konsultan Pengawas
telah menyetujui bagian pekerjaan tersebut, kontraktor dapat meneruskan
pekerjaannya.

b. Bila permohonan pemeriksaan itu dalam waktu 2 x 24 jam dihitung dari jam
diterimanya surat permohonan pemeriksaan, tidak terhitung hari libur/raya,
tidak dipenuhi oleh Direksi/Konsultan Pengawas, Kontraktor dapat
meneruskan pekerjaannya dan bagian yang seharusnya diperiksa dianggap
telah disetujui Direksi/Konsultan Pengawas. Hal ini dikecualikan bila
Direksi/Konsultan Pengawas minta perpanjangan waktu.

Bila kontraktor melanggar ayat 1 pasal ini, Direksi/Konsultan Pengawas berhak


menyuruh membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk

I-5
diperbaiki. Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali menjadi tanggungan
Kontraktor.

1.11. KUALITAS PEKERJAAN


a. Pekerjaan harus dikerjakan dengan kualitas pengerjaan yang terbaik dan
hanya tenaga-tenaga kerja terbaik dalam tiap jenis pekerjaan diijinkan
untuk melaksanakan pekerjaan bersangkutan. Kualitas pengerjaan maupun
kualitas hasil pekerjaan yang kurang memenuhi syarat akan ditolak dan
dilarang untuk diteruskan kegiatannya.

b. Selama pekerjaan berlangsung Direksi/Konsultan Pengawas berhak


sewaktu-waktu memerintahkan secara tertulis kepada kontraktor :

1 . Untuk menyingkirkan dari tempat pekerjaan dalam waktu tertentu


bahan-bahan/materiil yang dianggapnya tidak sesuai dengan kontrak.
2. Penggantian baban-baban material yang cocok dan sesuai.
3. Pembongkaran serta pembuatan baru yang sesuai (terlepas dari test-
test terdahulu atau pembayaran di muka) dari sembarang pekerjaan
yang menurut Direksi/Konsultan Pengawas secara material maupun
keahliannya tidak cocok dengan kontrak.

Kegagalan Wakil Direksi/Konsultan Pengawas untuk menolak pekerjaan


atau material tidak menutup kemungkinan Direksi untuk di kemudian hari
menolak sesuatu pekerjaan atau material yang dianggap tidak cocok
dengan kontrak serta memerintahkan untuk membongkarnya atas
tanggungan kontraktor.

c. Pengujian hasil pekerjaan

1. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka semua pekerjaan


akan diuji dengan cara dan tolok ukur pengujian yang dipersyaratkan
dalam referensi yang ditetapkan.

2. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka Badan/Lembaga yang


akan melakukan pengujian dipilih atas persetujuan Direksi/Konsultan
Pengawas dari Badan/Lembaga Pengujian milik Pemerintah atau yang
diakui Pemerintah atau badan lain yang dianggap memiliki objektifitas
dan integritas yang meyakinkan. Atas hal yang terakhir ini,
Kontraktor/Supplier tidak berhak mengajukan sanggahan.

3. Semua biaya pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan


menjadi beban Kontraktor.

I-6
4. Dalam hal dimana salah satu pihak tidak dapat menyetujui hasil
pengujian dari bahan penguji tersebut, maka pihak tersebut berhak
mengadakan pengujian tambahan pada Badan/Lembaga lain yang
memenuhi persyaratan badan penguji tersebut di atas.

5. Apabila ternyata bahwa kedua hasil pengujian dari kedua badan


tersebut memberikan kesimpulan yang sama, maka semua biaya untuk
pengujian tambahan menjadi beban pihak yang mengusulkan.

6. Apabila ternyata kedua hasil pengujian dari kedua badan tersebut


memberikan kesimpulan yang berbeda, maka dapat dipilih untuk :

a. Memilih Badan/Lembaga penguji ketiga atas kesepakatan bersama.

b. Melakukan pengujian ulang pada Badan/Lembaga penguji pertama


atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagai berikut :

(1). Pelaksanaan pengujian ulang harus disaksikan oleh Direksi/


Konsultan Pengawas dan Kontraktor/Supplier ataupun wakil-
wakilnya.
(2) Pada pengujian ulang harus dikonfirmasikan penerapan dari
alat-alat penguji.
(3) Hasil dari pengujian ulang harus dianggap final kecuali
bilamana kedua belah pihak sepakat untuk tidak
menganggapnya demikian.
(4) Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan kesimpulan
dari hasil pengujian yang pertama, maka semua biaya untuk
semua pengujian ulang menjadi tanggung jawab pihak yang
mengusulkan diadakannya pengujian tambahan.

Bila ternyata pihak Direksi/Konsultan Pengawas yang mempunyai


pendapat salah, maka atas segala penundaan pekerjaan akibat
adanya penambahan/pengulangan pengujian akan diberikan
tambahan waktu pelaksanaan pada bagian pekerjaan bersangkutan
dan bagian-bagian lain yang terkena akibat-akibatnya,
penambahan besarnya sesuai dengan penundaan yang terjadi.

1.12. GAMBAR KERJA (SHOP DRAWING)


a. Untuk bagian-bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan (construction
drawing) belum cukup memberikan petunjuk untuk mencapai keadaan
terlaksana, maka Kontraktor wajib untuk membuat gambar kerja (shop
drawing) yang memperlihatkan secara terperinci cara pelaksanaan
pekerjaan yang dimaksud.

I-7
b. Gambar kerja tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi/Konsultan
Pengawas.

Persetujuan tersebut tidak melepaskan Kontraktor dari tanggung jawab atas


kesalahan yang dilakukan Kontraktor.

1.13. GAMBAR HASIL REVISI (AS BUILT DRAWING)


a. Semua yang belum terdapat dalam Gambar Kerja baik karena
penyimpangan, perubahan atas perintah Pemberi Tugas/Direksi/Konsultan
Pengawas ataupun tidak, Kontraktor harus membuat gambar-gambar yang
sesuai dengan apa yang dilaksanakan, yang jelas memperlihatkan
perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan.

b. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 berikut termasuk


Kalkirnya (gambar asli) dan semua biaya pembuatannya ditanggung
sepenuhnya oleh Kontraktor.

1.14. PEMELIHARAAN PEKERJAAN


a. Jangka waktu pemeliharaan adalah 60 (enam puluh) hari kalender dihitung
dari tanggal penyerahan pekerjaan pertama (pekerjaan selesai 100 %).
Dalam jangka waktu tersebut, Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan
yang tidak baik dan melengkapi kekurangan-kekurangannya yang dilakukan
oleh Kontraktor akibat tidak baiknya pelaksanaan pekerjaan dan kurangnya
mutu bahan seperti tertulis dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
dan Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan ini atas biaya Kontraktor

b. Bila dalam jangka waktu pemeliharaan atas perintah Direksi/Konsultan


Pengawas Kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan perbaikan tersebut,
maka Pemimpin Proyek berhak menyuruh pihak ketiga (Kontraktor lainnya)
untuk mengerjakan atas beban Kontraktor.

Penyerahan pekerjaan kedua kalinya (terakhir) harus dilakukan sesudah habis


jangka waktu pemeliharaan dan sampai berakhinya pekerjaan perbaikan yang
harus dilaksanakan.

1.15. PENYERAHAN PEKERJAAN


Penyerahan pekerjaan terakhir kepada Pemberi Tugas hanya dapat
dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan telah dapat berfungsi secara sempurna
dan dapat diterima oleh Pemberi Tugas.

I-8
BAB II
PEKERJAAN TANAH

2.1. PEMBERSIHAN DAN PEMBONGKARAN


1. Uraian Umum
a. Bab ini mencakup semua pekerjaan pembersihan dan
pembongkaran yang tercakup dalam Pekerjaan Tanah. Pekerjaan
tanah akan terdiri dari pembersihan semua pohon, kayu-kayu yang
jatuh, pecahan benda, semak, tumbuh-tumbuhan lain, sampah dan
semua bahan-bahan lainnya yang tidak dikehendaki, berikut
dengan pembongkaran tunggul dan akar, dan bangunan yang
berada pada permukaan tanah pengupasan tumbuh-tumbuhan
permukaan dan tanah humus dan pembuangan semua bahan
galian sisa yang berasal dari pekerjaan ini untuk menyediakan yang
bersih dan jelas sebelum pekerjaan tanah, drainase atau pekerjaan
konstruksi lainnya dimulai.

b. Jalan-jalan yang ada, perbaikan jalan, fasilitas tanah milik yang


berdampingan, bangunan utilitas, pelayanan umum, pohon,
tanaman, dan sebagainya yang tidak ditunjuk untuk pembersihan
dan pembongkaran harus dilindungi dari cacat dan kerusakan yang
mungkin timbul dari operasi kontraktor.

2. Tingkat Pekerjaan
a. Pembersihan akan dilaksanakan di atas sebuah daerah yang luas
sampai batas akhir dari semua pekerjaan permanen atau
sebagaimana diarahkan lain oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
Pekerjaan ini akan terdiri dari pembongkaran dan pembuangan
segala sesuatu diatas permukaan tanah termasuk dahan yang
bergantungan kecuali benda tersebut diperintahkan
Direksi/Konsultan pengawas untuk ditinggalkan tanpa diganggu.
Bahan-bahan yang dibersihkan akan termasuk, tetapi tidak perlu
dibatasi pada pohon, tanggul, balok, semak, belukar, rumput,
tembolok bagian-bagian tumbuhan yang lepas dan struktur, kecuali
ditentukan untuk ditempat lain.

b. Semua pohon dan tumbuhan lain harus dikeluarkan dari daerah


yang akan ditempati oleh jalur pekerjaan yang baru. Pohon-
pohon pada jalur tanaman dan sebagainya juga harus ditebang
dikeluarkan jika terlalu dekat tepi jalur. Bila menurut pendapat
Direksi/Konsultan pengawas, merupakan suatu hal yang dapat
mengganggu kelancaran pelaksanaan.

II - 1
c. Pada daerah galian dan di bawah timbunan yang kurang dari 1,00
m, maka semua tunggul, akar dan benda lain yang tidak
dikehendaki harus dibongkar sampai suatu kedalaman yang
ditentukan sesuai gambar rencana.

d. Patok pengukuran, instalasi pelayanan umum, dan benda lainnya


serta pohon dan tumbuh-tumbuhan yang ditunjuk Direksi/Konsultan
pengawas untuk ditinggalkan, harus dilindungi dari kerusakan yang
dapat diakibatkan oleh operasi kontraktor.

e. Tanah milik dan setiap benda yang ditunjuk untuk diselamatkan


harus dipindahkan dengan hati-hati dan ditempatkan sebagaimana
diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

f. Semua bahan-bahan dan puing yang ditunjuk oleh


Direksi/Konsultan Pengawas untuk digunakan lagi dalam Pekerjaan
Kontrak atau untuk diselamatkan, harus dibuang agar membusuk
sebagaimana disetujui oleh Direksi/ Konsultan Pengawas.
Kontraktor harus membuat semua pengaturan yang diperlukan olch
para pemilik dan menanggung semua biaya untuk memperoleh
lokasi yang layak.

g. Lubang bekas tunggul dan lubang lainnya dimana penghalang


tersebut dihilangkan harus ditimbun kembali dan dipadatkan dan
daerah yang sudah dibersihkan harus ditinggalkan dalam suatu
keadaan permukaan yang layak dan kondisi yang rapih untuk
kepuasan dari Direksi/Konsultan Pengawas.

2.2. PEKERJAAN GALIAN


1. Uraian Umum
a. Pekerjaan ini akan terdiri dari galian, penanganan, pembuangan
atau penumpukan dari tanah atau batuan atau bahan-baban lainnya
dari badan jalan atau berdekatan yang diperlukan untuk
pelaksanaan yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini.

b. Pekerjaan tersebut biasanya diperlukan untuk pembangunan


saluran air dan selokan, untuk pembentukan parit atau pondasi atau
pipa, gorong-gorong, saluran atau struktur kecil lainnya, untuk
pengeluaran bahan-bahan yang tidak terpakai dan tanah humus,
untuk pekerjaan stabilisasi dan pengeluaran longsoran, untuk
bahan-bahan konstruksi galian tambahan atau pembuangan bahan-
balian sisa galian dan pada umumnya untuk pembentukan tempat
kerja yang sesuai dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis,
kelandaian dan penampang melintang yang terlihat pada gambar
atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

II - 2
c. Galian biasa akan terdiri dari semua galian yang tidak
diklasifikasikan sebagai galian batu.

2. Toleransi Dimensional
a. Ketinggian akhir, garis dan bentuk setelah galian tidak boleh
berbeda dari yang ditentukan yaitu lebih dari 20 mm pada setiap
titik

b. Permukaan akhir galian yang telah selesai, yang terbuka terhadap


aliran air permukaan harus cukup halus dan rata, dan mempunyai
cukup kemiringan, guna menjamin kelancaran drainase permukaan
sehingga tidak terjadi genangan.

3. Keamanan Pekerjaan Galian


a. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk menjamin
keselamatan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan galian dan
masyarakat umum.

b. Selama pekerjaan galian, maka harus dipertahankan sepanjang


waktu lereng galian sementara yang mantap yang mampu
menunjang pekerjaan yang berdampingan menjadi kurang stabil
atau rusak oleh pekerjaan galian.

c. Alat-alat berat untuk pemindahan tanah, pemadatan atau maksud


lain tidak diperkenankan untuk berada atau beroperasi lebih dekat
dari 1,5 m dari tepi parit terbuka galian pondasi kecuali pipa atau
bangunan telah dipasang dan ditutupi dengan sekurang-kurangnya
600 mm urugan kembali dipadatkan.

d. 'Coffierdam' tembok ujung atau sarana lain untuk menghindar air


dari galian harus direncanakan secara layak dan cukup kuat untuk
menjamin tidak akan terjadi reruntuhan secara tiba-tiba dan mampu
menghindari banjir yang datang dengan cepat pada tempat
pekerjaan.

e. Pada setiap saat sewaktu para pekerja atau lainnya berada didalam
galian dan bahkan bila hanya sekali-sekali, harus merendahkan
kepala mereka dibawah permukaan tanah disekitarnya, maka
kontraktor harus menempatkan seorang pengawas keamanan dan
kemajuan. Setiap saat peralatan galian yang tidak digunakan
(cadangan) dan perlengkapan pertolongan pertama (P3K) harus
tersedia pada tempat pekerjaan galian.

f. Semua galian terbuka harus dipasang berikade secukupnya untuk


mencegah para pekerja atau lainnya jatuh ke dalamnya.

II - 3
4. Pembetulan Pekerjaan yang Kurang Memuaskan
Pekerjaan galian yang tidak memenuhi kriteria toleransi diatas harus
dibetulkan oleh kontraktor sebagai berikut :

a. Bahan-bahan yang berlebihan harus dibuang dengan galian lebih


lanjut
b. Daerah yang telah digali secara berlebihan, atau daerah yang retak
berlebihan, atau longsor harus diurug kembali dengan timbunan
bahan-bahan pilihan atau agregat lapis pondasi atau sebagaimana
diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

5. Bangunan Utililitas
a. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperoleh setiap
informasi yang ada tentang keberadaan serta lokasi bangunan
utilitas di bawah tanah dan untuk memperoleh serta membayar
setiap perijinan yang diperlukan atau pemberian hak lainnya untuk
melaksanakan galian yang disyaratkan oleh Kontrak.

b. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan


perlindungan setiap saluran pipa dibawah tanah yang masih
berfungsi, kabel, pipa penyalur atau lainnya di atas tanah dan jalur-
jalur pelayanan atau struktur cabang yang mungkin ditemukan, dan
untuk memperbaiki setiap kerusakan yang disebabkan oleh
operasinya.

6. Penggunaan dan Pembuangan Bahan-bahan Galian


a. Semua bahan-bahan yang sesuai yang digali dalam batas-batas
proyek, kapan saja mungkin, harus digunakan dalam cara yang
paling efektif untuk pembentukan timbunan dan urugan kembali.

b. Setiap bahan-bahan galian yang berlebihan untuk kebutuhan


timbunan, atau bahan-bahan yang tidak disetujui oleh
Direksi/Konsultan Pengawas sebagai bahan-bahan timbunan yang
sesuai harus dibuang keluar dari daerah pekerjaan.

c. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk semua pengaturan dan


biaya untuk pernbuangan bahan-bahan yang berlebih atau tidak
memenuhi syarat, termasuk pengangkatan dan perolehan ijin dari
pemilik atau penghuni tanah tersebut, dimana pembuangan itu
dilaksanakan.

7. Pemulihan Tempat Kerja dan Pembuangan Pekerjaan Sementara


a. Semua struktur sementara seperti 'cofferdam' atau skor dan turap
harus dibongkar oleh Kontraktor setelah penyelesaian struktur
permanen atau pekerjaan lainnya untuk mana galian telah

II - 4
digunakan, kecuali sebaiknya diarahkan lain oleh Direksi/Konsultan
Pengawas. Pembongkaran harus dikerjakan dengan cara yang
sedemikian rupa hingga tidak menganggu atau merusak struktur
atau formasi yang telah selesai.

b. Bahan-bahan galian tidak boleh ditempatkan dalam suatu saluran


air tetapi harus segera dibuang.

c. Semua lubang galian tambahan, tempat galian batu atau daerah


sisa galian yang digunakan oleh Kontraktor harus ditinggalkan
dalam kondisi yang rapih dan teratur.

8. Prosedur Penggalian
a. Prosedur umum
 Galian harus dilaksanakan sampai kelandaian, garis dan
ketinggian yang ditentukan dalam Gambar atau diperintahkan
oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan harus meliputi
pembuangan semua bahan-bahan yang ditemukan, termasuk
tanah, batuan, batu-bata batu beton, pasangan batu dan bahan-
bahan perkerasan jalan lama.

 Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang


seminimal mungkin terhadap bahan- bahan dibawah dan diluar
batas galian

 Bila bahan-bahan yang tak terlindungi pada garis pembentukan


atau tanah dasar atau permukaan pondasi adalah bahan-bahan
lepas atau lunak atau berlumpur atau tidak memenuhi syarat
menurut pendapat Direksi/ Konsultan Pengawas, maka bahan-
bahan tersebut harus dipadatkan secara menyeluruh atau sama
sekali dikeluarkan untuk dibuang dan diganti dengan timbunan
yang memenuhi syarat sebagaimana diarahkan oleh
Direksi/Konsultan Pengawas.

 Galian batuan harus dilaksanakan, baik dengan mekanis atau


lainnya, sehingga sisi galian harus ditinggalkan pada suatu
kondisi yang aman dan serta mungkin dan praktis. Batuan lepas
atau menggantung yang dapat menjadi tidak stabil atau
merupakan suatu bahan lainnya terhadap orang harus dibuang
baik ini terjadi padas galian batuan baru maupun lama yang ada.

b. Galian untuk pembersihan dan pembongkaran.


Pekerjaan galian untuk pembersihan dan pembongkaran harus
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan untuk pekerjaan
Pembersihan dan Pembongkaran.

II - 5
Ketentuan dari persiapan tanah dasar harus diterapkan seperti
ketentuan dalam Bab ini.

c. Galian untuk Struktur dan Pipa


 Parit untuk pipa, gorong kecil dan saluran beton, pasangan batu
atau pasangan batu adukan encer harus berukuran cukup untuk
memungkinkan pemasangan, yang layak dari bahan-bahan,
pemeriksaan pekerjaan dan pemadatan urugan kembali
dibawah dan disekeliling pekerjaan yang ditempatkan.

 Skor, turap dan cofferdam atau tindakan lainnya untuk


mengeluarkan air harus dipasang untuk memberikan ruang
gerak yang cukup untuk pelaksanaan dan pemeriksaan
kerangka acuan dan untuk memungkinkan pemompaan dari tepi
luar acuan. Cofferdam atau skor yang bergeser atau bergerak
secara lateral selama pekerjaan galian harus dibetulkan atau
diperbesar untuk menjamin ruang bebas yang diperlukan dalam
pelaksanaan.

 Dimana gorong-gorong atau parit lain akan digali dalam


timbunan baru, timbunan harus dibangun sampai tinggi
permukaan yang disyaratkan dengan suatu jarak dengan jarak
pada masing-masing sisi lokasi parit tidak- kurang dari 5 kali
ukuran lebar parit dan setelahnya parit akan digali dengan sisi –
sisi hampir vertikal sebagaimana kondisi tanah mengizinkan.

 Setiap pemompaan dari galian harus dikerjakan dengan cara


sedemikian rupa untuk menghindari kemungkinan setiap bagian
bahan-bahan konstruksi yang baru ditempatkan dapat terbawa
keluar. Setiap pemompaan yang diperlukan selama
penempatan beton atau untuk suatu prioda sekurang-kurangnya
24 jam sesudahnya harus dikerjakan dari suatu pompa yang
sesuai yang terletak diluar acuan beton, dan air dipompa ke
dalam sistem drainase yang telah ditetapkan.

2.3. PEKERJAAN URUGAN/TIMBUNAN


1. Uraian
a. Pekerjaan ini akan terdiri dari perolehan, pengangkutan,
penempatan dan pemadatan tanah atau bahan - bahan yang
disetujui untuk pembangunan timbunan tanggul, untuk pengurugan
kembali padat parit atau galian di sekeliling pipa atau daerah luar
struktur. Galian dan urugan kembali untuk struktur dan untuk
penimbunan pada umumnya sebagaimana diperlukan untuk
pembentukan tempat proyek menurut garis, kelandaian dan
ketinggian yang ditentukan atau disetujui.

II - 6
b. Timbunan yang tercakup oleh ketentuan dari pekerjaan ini akan
dibagi dalam 2 jenis yaitu timbunan dengan bahan-bahan terpilih.
Timbunan dengan bahan-bahan terpilih akan digunalan pada
saluran air dan lokasi serupa dimana bahan-bahan timbunan biasa
yang lebih plastis akan lebih sukar untuk dipadatkan secara
memuaskan. Timbunan dengan bahan-bahan terpilih juga. akan
digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran
timbunan bila lereng diperlukan karena ruang atau pembatasan
lainnya, dan untuk pekerjaan timbunan lainnnya dalam hal kekuatan
timbunan adalah suatu faktor penting.

c. Pekerjaan tersebut tidak termasuk timbunan yang ditempatkan


sebagai alat untuk pipa atau saluran beton, juga untuk bahan-bahan
drainase porous yang ditempatkan untuk maksud drainase bawah
permukaan atau untuk mencegah penggerusan butir-butir halus
tanah dengan penyaringan.

2. Toleransi Dimensional
a. Kelandaian dan ketinggian yang diselesaikan setelah pemadatan
tidak boleh lebih tinggi 10 mm, atau 20 mm lebih rendah dari yang
ditentukan atau disetujui.

b. Semua permukaan akhir tanggul yang tak terlindung harus cukup


halus dan rata, dan mempunyai kemiringan yang cukup, untuk
mcnjamin pengaliran bebas dari air permukaan.

c. Permukaan akhir lereng tanggul tidak boleh berbeda dari garis profil
yang ditentukan lebih dari 10 cm tebal.

3. Penjadwalan Kerja
Agar dibuat penjadwalan kerja yang disesuaikan dengan kondisi
lapangan sehingga tidak menghambat proses pekerjaan.

4. Kondisi Tempat Kerja


a. Kontraktor harus menjamin bahwa pekerjaan selalu kering sebelum
dan selama pekerjaan penempatan dan pemadatan, bahwa
timbunan selama pembangunan harus mempunyai kemiringan yang
cukup untuk menunjang drainase dari aliran air hujan dan bahwa
pekerjaan yang diselesaikan mempunyai drainase yang baik. Air
dari tempat kerja harus dikeluarkan kedalam sistem drainase. Cara
yang layak untuk menjebak lumpur harus disediakan pada sistem
drainase sementara.

II - 7
5. Pembetulan Pekerjaan yang Memuaskan
a. Timbunan akhir yang tidak sesuai dengan penampang melintang
yang ditentukan atau harus diperbaiki dengan menggaru
permukaan tersebut dan membuang atau menambah bahan-bahan
sebagaimana diperlukan, disusul dengan pembentukan dan
pemadatan kembali.

b. Timbunan yang menjadi jenuh karena hujan atau banjir atau hal
lainnya setelah dipadatkan secara memuaskan sesuai dengan
spesifikasi ini, pada umumnya tak akan memerlukan pekerjaan
perbaikan asalkan sifat bahan-bahan dan kerataan permukaan
masih memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini.
c. Perbaikan yang tidak memenuhi persyaratan, sifat atau kepadatan
bahan-bahan dari spesifikasi ini harus sebagaimana diarahkan
Direksi/Konsultan Pengawas dan dapat meliputi pemadatan
tambahan, penggaruan kemudian disusul dengan pengaturan kadar
air dan pemadatan kembali atau pembuangan dan penggantian
bahan-bahan.

6. Bahan-bahan timbunan yang digunakan harus :


 Memenuhi spesifikasi dan standar yang berlaku
 Sesuai dengan ukuran, kebutuhan, tipe dan mutu yang
dipersyaratkan dalam Gambar, atau yang secara khusus disetujui
secara tertulis oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

a. Timbunan Biasa
 Timbunan yang digolongkan sebagai timbunan biasa akan
terdiri dari tanah atau bahan-bahan batuan yang digali yang
disetujui oleh Direksi/ Konsultan Pengawas sebagai bahan-
bahan yang memenuhi syarat untuk penggunaan dalam
pekerjaan permanen.

 Tanah yang mempunyai sipat mengembang (meretak) sangat


tinggi yang mempunyai nilai aktivitas lebih besar daripada 1,25
atau sederajat pengembangan yang digolongkan oleh AASHTO
T 258 sebagai sangat tinggi atau ekstra tinggi, tidak boleh
digunakan sebagai bahan-bahan timbunan. Nilai aktivitas harus
diukur dengan ratio dari plastisitas (AASHTOT 90). Prosentase
ukuran tanah liat (AASHTO T 88)

 Timbunan hanya akan digolongkan sebagai Timbunan pilihan


jika digunakan pada lokasi atau untuk tujuan dimana timbunan
pilihan telah ditentukan atau disetujui secara tertulis oleh
Direksi/Konsultan Pengawas. Sernua timbunan lainnya yang
digunakan harus dipandang sebagai timbunan biasa.

II - 8
 Bila digunakan dalam situasi pemadatan dengan kondisi jenuh
atau banjir tidak dapat dihindari, maka timbunan pilihan harus
terdiri dari pasir bahan-bahan butiran bersih lainnya. dengan
suatu Indeks Plastisitas maksimum 6%.

b. Peralatan
Tipe peralatan pemadatan lainnya mungkin diperbolehkan sesuai
kondisi lapangan dan sesuai Standar Proctor Energy.

7. Penempatan dan Pemadatan Timbunan


a. Persiapan Tempat Kerja
 Permukaan tanah yang akan berfungsi sebagai pondasi tanggul
haruslah dipersiapkan sedemikian rupa agar antara permukaan
pondasi dan alas tanggul terjadi bidang kontak yang menyatu.
Dengan demikian pada bidang kontak tersebut haruslah bebas
dari rumput-rumput dan pohon-pohon serta akar-akarnya.

 Permukaan pondasi harus dikupas hingga mencapai lapisan


tanah asli dan dikasarkan dengan alat penggaruk.

 Bila tanggul diatas permukaan tanah yang miring, guna


mencegah kemungkinan terjadinya gelincir pada bidang kontrak
antara tubuh tanggul dan kontak pondasinya, maka permukaan
tanah pondasi dibuat terturap.

b. Penempatan Timbunan
 Timbunan harus ditempatkan pada permukaan yang
dipersiapkan dan disebarkan merata serta bila dipadatkan akan
memenuhi toleransi ketebalan lapisan yang ditentukan, dimana
lebih dari satu lapisan yang akan ditempatkan, maka lapisan
tersebut harus sedapat mungkin sama tebalnya.

 Timbunan tanah harus dipindahkan segera dari daerah galian


tambahan ke permukaan yang dipersiapkan dalam keadaan
cuaca kering. Penumpukan tanah timbunan tidak akan diizinkan
selain musim hujan, dan pada waktu lainnya hanya dengan izin
tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas.

 Dalam penempatan timbunan di atas atau pada selimut pasir


atau bahan-bahan drainase porous lainnya, maka harus
diperhatikan untuk menghindari pencampuran adukan dari
kedua bahan-bahan tersebut. Dalam hal pembentukan drainase
vertical, maka suatu pemisah yang luas antara kedua bahan-
bahan tersebut harus dijamin dengan menggunakan acuan

II - 9
sementara dari lembaran baja tipis yang secara bertahap akan
ditarik sewaktu penempatan timbunan dan bahan drainase
porous dilaksanakan.

c. Pemadatan
 Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan
maka setiap lapisan harus dipadatkan secara menyeluruh
dengan alat pemadat yang cocok dan layak serta disetujui oleh
Direksi/Konsultan Pengawas sampai suatu kepadatan yang
memenuhi persyaratan yang ditentukan.

 Pemadatan tanah timbunan akan dilakukan hanya bila kadar air


bahan-bahan berada dalam batas antara 3 % kurang dari pada
kadar air optimum sampai 1% lebih daipada kadar air optimum.
Kadar air optimum tersebut harus ditentukan sebagai kadar air
dimana kepadatan kering maksimum diperoleh bila tanah
tersebut dipadatkan sesuai dengan AASHTO T 180.

 Setiap lapisan timbunan yang ditempatkan harus dipadatkan


sebagaimana ditentukan, diuji untuk kepadatan dan diterima
oleh Direksi/Konsultan Pengawas, sebelum lapisan berikutnya
ditempatkan.

 Timbunan harus dipadatkan dimulai dari tepi luar dan


dilanjutkan kearah sumbu jalan dengan suatu cara yang
sedemikan sehingga setiap bagian menerima jumlah
pemadatan yang sama. Dimana mungkin, lalu lintas alat
konstruksi harus dilewatkan diatas pekerjaan timbunan dan jalur
yang digunakan dirubah secara. terus menerus untuk
menyebarkan pengaruh pemadatan dari lalu lintas.

 Timbunan pada lokasi yang tidak dapat/dicapai dimasuki oleh


alat pemadat yang biasa, harus ditempatkan dalam lapisan
horizontal dari bahan-bahan lepas tidak lebih dari 150 mm tebal
dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat
mekanis (mechanical tamper) yang disetujui. Perhatian khusus
harus diberikan guna menjamin pemadatan yang memuaskan di
bawah dan di tepi pipa untuk menghindari rongga-rongga dan
guna menjamin bahwa pipa ditunjang sepenuhnya.

II - 10
BAB III
PEKERJAAN STRUKTUR

A. PEKERJAAN BETON
1. UMUM
a. Uraian
1). Pekerjaan ini akan terdiri dari pembuatan semua struktur beton
termasuk, beton tak bertulang, beton bertulang dan beton
Pratekan ditambah bagian beton dari struktur komposit, sesuai
dengan Spesifikasi ini dan garis ketinggian kelandaian dan
ukuran yang tampak pada gambar atau sebagaimana diarahkan
oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

2). Kelas beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian


pekerjaan harus sebagaimana dikehendaki dalam Gambar atau
pasal-pasal yang relevan dari spesifikasi ini atau sebagaimana
diarahkan oleb Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Teknik.
Semua beton harus dari kelas (karakteristik) sebagai berikut :

K 400 : Untuk digunakan pada elemen beton pratekan


seperti gelegar jembatan, pilar jembatan sumuran
pondasi, abutment fotting, wing wall, approach
slab, tiang pancang, lantai jembatan, beton (rigrid
pavement).

K250-225 : Untuk digunakan pada struktur beton bertulang


seperti gorong-gorong pipa beton bertulang,
gorong-gorong persegi, gorong-gorong pelat,
jembatan-jembatan, kab beton pra cetak, elemen
seperti pilar jembatan, sumuran pondasi, abutment
fotting, wing wall, approach slab, saluran drainase,
dinding penahan tanah (retaining wall), beton
pengaman (parapet).

K125-175 : Untuk digunakan pada semua struktur beton tidak


tertulang seperti halnya trotoar, pasangan batu,
telapak dan pasangan batu beton, tonggak beton
bertulang dan lain-lain.

Bo : Untuk digunakan dalam landasan beton tumbuk


untuk pondasi dan untuk pengisian kembali dan
sekitarnya.

III - 1
3). Ketentuan dari BS, CP 114 (lihat 3.(1).e). dibawah) akan
ditetapkan keseluruhannya pada pekerjaan beton, kecuali bila
bertentangan dengan ketentuan dari Spesifikasi ini, dalam hal
mana ketentuan dari Spesifikasi ini harus menentukan.

b). Pekerjaan yang berhubungan dan ditetapkan dibagian lain

1). Drainase
2). Galian dan urugan kembali untuk struktur
3). Baja tulangan untuk beton

1. Jaminan Kualitas

Kualitas bahan-bahan yang disediakan dari campuran yang


dihasilkan dan kecakapan kerja serta hasil akhir harus dimonitor
dan dikendalikan sebagaimana dirinci dalam Standard rujukan
dalam Standar rujukan.

2. Toleransi Dimensi

1). Toleransi menurut ukuran :


Panjang keseluruhan sampai dengan 6 in …………+ 5 mm
Panjang keseluruhan melebihi 6 in ……………….+ 15 mm
Panjang balok, pelat lantai mm, kolom, dinding
Atau antara tembok kepala …………………0 dan + 10 mm

2). Toleransi menurut bentuk :


Siku-siku (perbodaan panjang/diagonal) …………+ 10 mm
Kelurusan atau Basur (penyimpangan dari garis yang
dimaksud) untuk panjang sampai dengan 3 m…...+ 12 mm
Kelurusan atau Busur untuk panjang
3 in smpai 6 in ……………………………………….+ 15 mm
Kelurusan atau Busur untuk panjang
Lebih besar dari 6 in ………………………………+ 15 mm

3). Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) :


Posisi rencana dari kolom pracetak ……………..…± 10 mm
Posisi rencana dari permukaan horizontal ...………± 10 mm
Posisi rencana dari permukaan vertical ……………± 20 mm

4). Toleransi menurut kedudukan tegak :


Penyimpangan ketegakan untuk
Kolom dan dinding …………………………………...± 10 mm

III - 2
5). Toleransi menurut ketinggian :
Puncak beton penutup dibawah pondasi ………….± 10 mm
Puncak beton penutup dibawah pelat injak ……….± 10 mm
Puncak kolom, tembok kepala dan
Balok melintang ……….……………………………...± 10 mm
Puncak pelat lantai …………………………………...± 10 mm

6). Toleransi menurut kedudukan datar :


10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m

7). Toleransi untuk selimut beton diatas baja tulangan


Selimut beton sampai dengan 3 cm ………………...+ 5 mm
Selimut beton dari 3 cm - 5 cm ………..…………...+ 10 mm
Selimut beton dari 5 cm - 10 cm.………..………….+ 10 mm

3. Standar Rujukan

BS CP 114 : Kode Praktek Inggris untuk


Penggunaan Struktur Beton Bag. 1.
desain. bahan-bahan dan Kecakapan
kerja.
AASHTO M 85 - 75 : Semen Portland
AASHTO T 11 - 78 : Jumlah bahan-bahan yang lebih halus
dari ayakan 0,075 mm dalam agregat
AASHTO T 21 - 78 : Kotoran Organik dalam Pasir untuk
Beton
AASHTO T 22 - 74 : Kuat Tekan dari Contoh Beton
Silindris
AASHTO T 23 - 76 : Pembuatan dan Perawatan contoh
untuk Pengujian Kuat tekan dan Kuat
Lentur di lapangan.
AASHTO T 26 - 72 : Kualitas air untuk digunakan dalam
Beton
AASHTO T 96 - 77 : Abrasi dari agregat Kasar dengan
penggunaan mesin Los Angeles
AASHTO T 104 - 77 : Penentuan Kualitas agregat dengan
penggunaan Sodium Sulfat.
AASHTO T 11 2 - 78 : Gumpalan Tanah Liat dan Partikel
yang dapat Pecah dalam Agregat.
AASHTO T 126 - 76 : Pernbuatan dan Perawatan Contoh
untuk Pengujian Beton di
laboratorium.
AASHTO T 141 - 74 : Pengambilan Contoh-Beton Baru
PBI 1971 Peraturan Beton Bertulang Indonesia
N.1-2

III - 3
AASHTO 153 - 75 : Karat Busa Penyumbat sebagai
Pengisi "Expansion Joint-
perkerasan Bahu dan Bangunan
Struktur.
AASHTO 173 - 60 : Campuran Panas Jenis Elastis untuk,
Sambungan Perkerasan Bahu.
AASTHO 213 - 74 : Bahan-bahan Pengisi untuk
Expansion Joint untuk Perkerasan
Bahu dan Bangunan Struktur.
4. Pengajuan

1). Kontraktor harus, mengajukan contoh semua bahan-bahan


yang hendak digunakan bersama dengan data pengujian,
yang menegaskan bahwa semua sifat bahan-bahan yang
dirinci dalam seksi Bab. 3.1.(2) dari spesifikasi ini, dipenuhi.

2). Kontraktor harus mengajukan desain campuran untuk


setiap jenis pekerjaan pengecoran beton.

3). Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh


pengujian kualitas yang terinci dengan segera setelah
tersedia atau bila diminta oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari, 7 hari dan 28
hari berturut-turut setelah tanggal pencampuran.

4). Kontraktor harus mengajukan Gambar terinci dari semua


perancah yang akan digunakan mendiskusikan metoda
konstruksi dan program kerjanya serta memperoleh
persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas sebelum
memasang setiap perancangan atau memulai pekerjaan
beton lainnya. Persetujuan tersebut tidak akan
membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab untuk setiap
struktur.

5). Kontraktor harus memberitahu Direksi Teknik/Konsultan


Pengawas secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum
memulai untuk mencampur atau mengecor beton, seperti
dirinci dalam pasal 3.1.(4) a) di bawah.

5. Penyimpanan dan pengamanan bahan-bahan

Untuk penyimpanan semen Kontraktor harus menyediakan


gudang yang tahan cuaca, kedap air dan mempunyai lantai
kayu yang dapat dinaikan, serta ditutupi dengan lembaran
plastik (polytheylene). Sepanjang waktu, tumpukan kantung
semen harus diselubungi dengan lembaran plastik.

III - 4
Penumpukan harus diatur untuk menjamin bahwa semen yang
diterima, terdahulu selalu digunakan yang pertama kali. Semen
yang rusak oleh kelembaban harus dibuang dan dipindahkan
dari pekerjaan.

6. Kondisi Pekerjaan

Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan


terutama agregat kasar, pada tingkatan yang serendah mungkin
dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30oC pada waktu
pengocoran. Sebagai tambahan, maka Kontraktor tidak akan
mengecor beton apabila :

1). Kecepatan penguapan melebihi 1,0 kg/m2/jam.


2). Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 %.
3). Diperintahkan tidak melakukannya oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas, selama periode hujan atau
bila udara penuh debu atau tercemar.

7. Perbaikan - Pekerjaan yang kurang memuaskan

1). Pembentukan dan pekerjaan beton yang tidak memenuhi


kriteria toleransi atau yang tidak mempunyai hasil akhir
permukaan yang memuaskan, atau tidak memenuhi
persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam pasal 5.1.(3)
c), harus sebagaimana diarahkan oleh direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dan dapat meliputi :

(i). Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa


pekerjaan;
(ii). Penguatan atau pembuangan seluruh dan
penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang
memuaskan;
(iii). Tambahan pada cacat kecil;
(iv). Bahan tambahan diberikan untuk campuran beton
yang mengalami kegagalan alam pengujian untuk
perbaikan produksi selanjutnya.

2). Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas


pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan
data pengujian yang tersedia, maka Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dapat meminta Kontraktor
untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan
untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik
mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. Pengujian
tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor.

III - 5
3). Pembetulan pekerjaan beton yang retak atau bergeser
harus sesuai dengan ketentuan dari Spesifikasi.

2. MATERIAL
a. Semen
1). Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus
merupakan jenis semen Portland yang memenuhi AASTHO M
85 kecuali jenis IA, IIA, IIIA dan IV zat campuran pemasak
udara harus tidak boleh digunakan kecuali diizinkan lain oleh
Direksi Teknik/Konsultan pengawas.
2). Kecuali diizinkan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas
maka hanya produk dari satu pabrik untuk setiap jenis semen
Portland harus digunakan diproyek.

b. Air
Air yang digunakan dalam mencampur, merawat atau penggunaan
lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat
yang merugikan seperti lemak, garam, asam, basa, gula dan zat
organik. Air harus diuji sesuai dan memenuhi persyaratan AASHTO
T 26, air dengan kualitas sebagai air minum dapat digunakan tanpa
pengujian.

c. Persyaratan gradasi agregat


1). Gradasi agregat kasar dan halus harus sesuai dengan
persyaratan yang diberikan dalam tabel 3.(2).c). bahan-bahan
yang tidak memenuhi persyaratan gradasi ini tidak perlu ditolak
dengan syarat bahwa Kontraktor dapat menunjukkan bahwa
persyaratan yang dirinci dalam pasal 3.(3) c). dapat dipenuhi
jika menggunakan bahan-bahan tersebut.

Tabel 3.1.(2).c) Persyaratan Gradasi Agregat


Ukuran Ayakan Presentase Berat yang Lolos
Standar Inch Agregat Pilihan Agregat Kasar
(mm) (in) Halus
50 2 - 100 - - -
37 1,5 - 95-100 100 - -
25 1 - - 95-100 100 -
19 ¾ - 35-70 - 90-100 100
13 ½ - - 25-60 - 90-100
3
10 /8 100 10-30 - 20-55 40-70
4.75 No.4 95-100 0-5 0-10 0-10 0-15
2.36 No.8 - - 0-5 0-5 0-5
1.18 No.16 45-80 - - - -
0.3 No.50 10-30 - - - -
0.15 No.100 2-10 - - - -

III - 6
2). Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran
partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak
minimum antara batang tulangan atau antara batang tersebut
dengan acuan atau antara perbatasan lainnya dalam jarak
dimana pekerjaan beton harus ditempatkan.

d. Sifat Agregat
1). Agregat untuk pekerjaan beton harus terdiri dari partikel yang
bersih dan keras yang diperoleh dan pemecahan batu padas
atau batu besar bulat, atau dengan menyaring dan mencuci
(bila perlu) kerikil dan pasir sungai.

2). Agregat harus bebas dari bahan-bahan organik seperti dirinci


dalam AASHTO T 21 dan seperti diberikan dalam tabel
3.1.(2).d). bila contoh dan diuji sesuai dengan ketentuan B5-CP
114 dan prosedur AASHTO yang relevan.

3). Agregat bahan-bahan yang berukuran sama dari berbagai


sumber harus ditimbun dalam timbunan terpisah dan hanya
akan digunakan dalam struktur yang terpisah.

Tabel 3.1.(2).d) Sifat Agregat Beton


Pegujian Batas Maksimum Yang
Sifat
AASHTO Diizinkan
Agregat Agregat
Halus Kasar
Kehilangan akibat abrasi pada T 96 - 40%
500 putaran dengan Mesin Los
Angeles
Kehilangan akibat penentuan T 104 10% 12%
kualitas dengan Sodium Sulfat
setelah 5 putaran
Presentase gumpalan tanah liat T 112 0,5% 0,25%
dan partikel yang dapat pecah
dalam agregat
Bahan-bahan yang lolos ayakan T 11 3% 1%
# 200

e. Zat Campuran
Zat campuran atau setiap tambahan lainnya, atau semen yang
mengandung aditif tidak boleh digunakan kecuali dengan
persetujuan dari Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Teknik. Zat
campuran bila dirinci atau diizinkan harus sesuai dengan
persyaratan dari AASHTO M 194-74.

III - 7
3. PENCAMPURAN DAN PENAKARAN
a. Rencana Campuran
Proporsi bahan-bahan dan berat takaran ditentukan dengan
menggunakan metoda yang dirinci dalam BS CP 114 dan batas-
batas yang diberikan dalam Tabel 3.1. (3).a.

Perbandingan Kadar Semen


Kelas Beton Maksimum (kg/m3 dari
Air/Semen campuran)
(berdasarkan Berat)Minimum
K-400/37 350
K-400/25 0,45 370
K-400/19 400
K-350/37 315
K-350/25 0,45 335
K-350/19 365
K-250/37 290
K-250/25 0,50 310
K-250/19 340
K-225 0,50 340
K-175 0,57 220
K-125 0,60 220
BO 0,65 180
Catatan : Angka /37, /35, /19 menunjukan ukuran agregat
maksimum

b. Campuran Percobaan
Kontraktor harus menentukan proporsi campuran dan bahan-bahan
yang diusulkan dengan membuat dan menguji campuran percobaan
dengan kehadiran Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, dengan
menggunakan jenis instruksi dan peralatan yang sama seperti yang
akan digunakan untuk pekerjaan. Campuran percobaan harus
dianggap dapat diterima asal memenuhi semua persyaratan sifat
campuran yang dirinci dalam Pasal 3.1.(3).c. dibawah.

c. Persyaratan Sifat Campuran


1). Semua beton yang digunakan harus memenuhi persyaratan
kekuatan dan „slump‟ yang dirinci dalam Tabel 3.1.(3).c., atau
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, bila diambil
contoh, dirawat dan diuji sesuai dengan AASHTO T 141, T 23,
T 126 dan T 22.

III - 8
Tabel 3.1.(3).c. Persyaratan Sifat Campuran
Kekuatan Karakteristik (kg/cm2)
Slump (mm) *)
Contoh Kubus Contoh Silinder
Kelas 15 x 30 cm
15 cm
Beton
Tidak
7 hr 28 hr 7 hr 28 hr Digetarka
Digetarka
n
n
K-400 285 400 240 330 20-50 -
K-350 250 350 210 290 20-50 -
K-250 180 250 150 210 20-50 -
K-225 150 225 125 190 20-50 -
K-175 115 175 95 145 30-60 50-80
K-125 85 125 70 105 30-60 50-80
BO - - - - - -
Catatan : *) Dalam hal ini dipakai pompa beton untuk menaruh beton,
slump dari beton dapat berada diantara 75-25 (mm)

2). Bila Kontraktor bermaksud menggunakan satuan beton


pracetak buatan pabrik, maka campuran percobaan boleh
ditiadakan dengan syarat bahwa diberikan bukti untuk
memuaskan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, bahwa pabrik
secara teratur menghasilkan beton yang mengikuti Spesifikasi.
Bukti tersebut harus memuat perincian dari proporsi campuran,
perbandingan air-semen, “Slump” dan kekuatan yang diperoleh
pada 28 hari.

3). Beton yang tidak memenuhi persyaratan slump pada umumnya


tidak ditempatkan pada pekerjaan, kecuali bahwa Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dalam beberapa hal boleh
menyetujui penggunaan yang terbatas dari sejumlah kecil beton
tersebut dalam beberapa bagian pekerjaan tertentu yang sedikit
dibebani Sifat mudah dilaksanakan dan susunan campuran
harus sedemikian rupa hingga pada pembongkaran acuan
menghasilkan suatu permukaan yang halus, rata dan padat.

4). Contoh yang diuji kuat tekannya harus diuji di laboratorium yang
dilengkapi secara layak dan disetujui oleb Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Kontraktor harus bertanggung
jawab untuk mengangkut contoh pengujian dari tempat kerja ke
laboratorium dan harus mengambil tindakan pencegahan untuk
mencegah kerusakan terhadap contoh selama penanganan,
pengangkutan dan penyimpanan.

III - 9
5). Bila hasil pengujian 7 hari kekuatan beton di bawah yang dirinci
dalam tabel 5.1.(3).c., maka Kontraktor tidak boleh mengecor
beton selanjutnya hingga penyebab dari hasil yang rendah
tersebut telah diketahui dengan pasti dan sampai diambil
langkah-langkah untuk menjamin produksi beton memenuhi
spesifikasi hingga memuaskan Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas.

6) Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dapat juga menunda


pekerjaan dan/atau memerintahkan Kontraktor untuk
mengambil tindakan perbaikan guna meningkatkan kualitas
campuran atas dasar hasil pengujian kuat tekan 3 hari. Dalam
keadaan demikian, Kontraktor harus segera menghentikan
pengecoran beton tersebut, tetapi dapat memilih untuk
menunggu sampai hasil pengujian 7 hari tersedia sebelum
melaksanakan tindakan perbaikan, pada waktu tersebut Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas akan meninjau kembali kedua
hasil pengujian 3 hari dan 7 hari, dan dapat segera
memerintahkan pelaksanaan tindakan perbaikan yang
dipandang perlu.

7). Kekuatan karakteristik berbagai kelas beton ditentukan


berdasarkan serangkaian hasil pengujian tekan yang ada
contoh pengujian yang diambil dari contoh-contoh yang sama.

Kekuatan karakteristik beton diperoleh sebagai suatu fungsi dari


nilai percobaan kekuatan rata-rata, jumlah pengujian
dilaksanakan dan pemencaran dari hasil-hasil dengan
menggunakan rumus berikut :

fc = fav – ks = kekuatan beton yang sebenarnya

"
i
i l
Dimana av kekuatan percobaan rata - rata
n

" 2
i - av
S penyimpana n standar
i l n 1

fl = kuat tekan contoh


n = jumlah contoh yang diuji
k = angka koefisien yang memperkirakan nilai-nilai yang
terlihat dalam tabel berikut

III - 10
N 4 6 8 10 12 14 16
K 1.17 0.83 0.67 0.58 0.52 0.48 0.44

Untuk maksud-maksud pemenuhan :

(i). Kekuatan rata-rata yang ditentukan dari setiap kelompok hasil


pengujian yang harus melampaui kekuatan karakteristik yang
ditetapkan dengan tidak melebihi dari 5 N / mm2.
(ii). Setiap hasil pengujian harus lebih besar dari. 90 % dari
kekuatan karakteristik yang ditetapkan.

8). Perbaikan pekerjaan beton yang kurang memuaskan termasuk


pembongkaran dan penggantian seluruh beton harus
didasarkan hanya pada hasil kuat tekan 3 hari kecuali
Kontraktor dan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menyetujui
bersama pembetulan tersebut.

d. Penyesuaian campuran
1). Bila sifat mudah dikerjakan dari beton tidak dapat diperoleh
dengan proporsi semula direncanakan oleh Direksi
Teknik/Konsutan Pengawas, maka ia akan membuat perubahan
berat agregat sebagaimana diperlukan, asalkan dalam hal
bagaimanapun kadar semen yang direncanakan semula tidak
diubah, juga tidak pada perbandingan air/semen yang
ditetapkan dengan pengujian kuat tekan yang mengakibatkan
kekuatan yang memadai harus ditingkatkan.

2). Pengadukan beton yang sudah dicampur dengan


menambahkan air atau dengan cara lain tidak akan
diperbolehkan. Zat campuran untuk meningkatkan sifat mudah
dikerjakan hanya akan diizinkan jika ditemukan secara terinci
dalam kontrak.

3). Jika beton tersebut tidak mencapai kekuatan yang ditetapkan


atau disetujui, maka kadar semen harus ditingkatkan
sebagaimana diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas.

4). Tidak ada perubahan pada sumber atau sifat bahan-bahan


akan dibuat tanpa pemberitahuan tertulis kepada Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas, dan tidak ada bahan-bahan baru
akan digunakan sampai Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas
telah menerima bahan-bahan tersebut secara tertulis dan telah
merencanakan proporsi baru berdasarkan pada pengujian pada
campuran percobaan baru yang dilaksanakan oleh Kontraktor.

III - 11
e. Penakaran Agregat
1). Semua beton harus ditakar berdasarkan berat. Jika digunakan
semen kantung, maka jumlah penakaran harus sedemikian
hingga jumlah semen yang diperlukan adalah sama dengan
satu kantung semen utuh atau lebih. Agregat harus diukur
secara terpisah berdasarkan berat. Ukuran setiap penakaran
tidak akan melebihi kapasitas kecepatan alat pencampur.

2). Mesin pencampur harus dilengkapi dengan penampungan air


yang memadai dan suatu alat untuk mengukur dan
mengendalikan jumlah air secara otomatis dalam setiap
penakaran.

3). Mesin pencampur harus terlebih dahulu diisi dengan agregat


dan semen yang telah ditakar, dan kemudian mesin pencampur
dijalankan sebelum ditambahkan air.

4). Waktu pencampuran harus diukur dari saat air mulai


dimasukkan kedalam bahan-bahan campuran kering. Semua air
pencampuran baru dimasukkan sebelum ¼ waktu
pencampuran berlalu. Waktu pencampuran untuk mesin
berkapasitas ¾ meter kubik atau kurang harus, 1,5 menit, untuk
mesin yang lebih besar, maka waktu harus ditingkatkan 15 detik
untuk setiap penambahan 0,5 m3 dalam ukuran.

5). Dimana tidak mungkin untuk menggunakan mesin pencampuran


maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, boleh menyetujui
pencampuran beton dengan tenaga manusia, sedekat mungkin
dengan tempat pengecoran. Penggunaan pencampuran beton
dengan tenaga manusia harus diatasi pada beton non
struktural.

4. PENGECORAN
a. Persiapan Tempat Kerja
1). Kontraktor harus membongkar setiap struktur yang ada, yang
harus diganti dengan pekerjaan beton baru atau yang harus
dibongkar untuk memberi tempat bagi pekerjaan beton baru.
Pekerjaan pembongkaran tersebut harus dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini.

2). Kontraktor harus menggali atau mengurug kembali pondasi


atau formasi untuk pekerjaan beton pada garis-garis yang

III - 12
terlihat pada gambar atau ditunjukkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas sesuai dengan ketentuan dalam
spesifikasi ini dan harus membebaskan serta membongkar
suatu daerah yang cukup luas disekitar tapi pekerjaan beton
untuk menjamin dapat dicapainya seluruh bagian pekerjaan
tersebut. Tempat berjalan yang mantap harus disediakan bila
perlu untuk menjamin bahwa, semua bagian dari pada
pekerjaan dapat diawasi dengan mudah dan aman.

3). Semua telapak, pondasi dan galian untuk pekerjaan beton


harus dijaga agar kering dan beton tidak boleh dicor di atas
tanah yang mengandung Lumpur, puing atau bahan-bahan
asing lainnya, atau dalam air.
4). Sebelum pengecoran beton mulai, semua acua tulangan dan
benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti
pipa-pipa atau saluran) harus ditempatkan dengan tepat dan
diikat dengan kuat serta ditunjang terhadap pergeseran oleh
pekerjaan pengecoran beton.

5). Bila ditetapkan atau diperintahkan oleh Direksi


Teknik/Konsultan Pengawas, bahan-bahan alas untuk
pekerjaan beton harus dihampar sesuai dengan ketentuan
dalam Spesifikasi ini.

6). Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus memeriksa semua


galian dan pondasi yang disiapkan sebelum menyetujui
penempatan acuan atau baja tulangan atau beton dan boleh
meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian penetrasi
penyelidikan yang mendalam pengujian kepadatan dan
pemeriksaan lainnya untuk menegaskan daya dukung yang
memadai dari tanah di bawah pondasi. Dalam hal bahwa
ditentukan kondisi yang kurang memuaskan, maka Kontraktor
dapat diperintahkan untuk merubah ukuran atau kedalaman
pondasi dan/atau untuk menggali dan mengganti daerah yang
lunak, memadatkan tanah pondasi atau melaksanakan tindakan
stabilitasi lainnya sebagaimana diperintahkan oleh Direksi
Teknik/ Konsultan Pengawas.

b. Acuan dan Perancah


1). Perancah/Scaffolding harus direncanakan dan dibangun untuk
mendukung beban yang diperlukan dan untuk mendukung
beban-beban tanpa lenturan atau deformasi yang berarti
sehingga mencegah kerataan dalam beton yang dicor. Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dapat meminta agar Kontraktor
menggunakan dongkrak sekrup atau baji kayu keras untuk
mengencangkan setiap penurunan acuan baik sebelum

III - 13
maupun sewaktu pengecoran beton. Perancah harus didirikan
diatas telapak yang memadai dengan cara yang disetujui
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Perancah dapat dalam hal
tertentu ditunjang pada struktur yang sudah dibangun. Dalam
hal tersebut, maka Kontraktor harus mengajukan kepada
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis semua
informasi beban perancah terhadap struktur. Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas harus memberikan persetujuan
secara tertulis untuk rencana, memulai pekerjaan.

2). Perancah harus dipasang untuk memberikan lendutan pada


stuktur yang telah selesai sebagaimana ditetapkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dengan toleransi yang diberikan
dalam 3.1.(1).e.

3). Semua bahan-bahan yang digunakan dalam konstruksi


perancah tersebut harus sesuai dengan AASHTO standar yang
relevan. Pengujin dan serfifikat bahan-bahan mungkin
diperlukan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

4). Acuan tanah, dimana. disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan


Pengawas, harus dibentuk dengan galian, sisi dan dasar harus
dipotong dengan tangan menurut ukuran yang diperlukan.
Semua tanah lepas harus dihilangkan sebelum pengecoran
beton.

5). Acuan yang dibuat dapat berupa dari kayu atau baja, dengan
sambungan yang kedap terhadap adukan dan cukup kaku
untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama
pengecoran, pemadatan dan perawatan.

6). Acuan untuk permukaan yang terbuka harus ditutupi baik oleh
kayu dengan ketebalan yang merata dengan papan acuan
pemisah scbagaimana diperlukan dan disetujui, maupun oleh
logam keras tanpa cacat yang akan merusak kualitas
permukaan akhir beton. Tidak akan digunakan bentuk logam
yang menekuk dan berkarat. Acuan harus ditumpukan pada
semua tepi yang tajan dan harus diberikan siku-siku dalam hal
semua ketidakrataan. Kayu kasar boleh digunakan untuk
permukaan yang tidak tampak pada struktur akhir.

7). Sernua kayu harus padat, beban dari lengkung, puntir, getah,
goncangan, simpul besar dan lepas, tepi bergelombang atau
kerusakan lainnya yang mempengaruhi kekuatan atau
penampilan dari stuktur akhir.

III - 14
8). Semua bentuk haruslah dipasang dan dipertahankan benar-
benar menurut garis-garis yang. ditunjukkan hingga beton
cukup mengeras. Bila bentuk tampak kurang memuaskan
dalarn segala hal, baik sebelum atau selama pengecoran beton,
maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas boleh
memerintahkan agar pekerjaan dihentikan sampai kerusakan
telah diperbaiki.

9). Bentuk, kekuatan, kekerasan, kekedapan, kehalusan


permukaan dari acuan yang digunakan kembali harus dipelihara
sepanjang waktu. Setiap kayu yang melengkung dan menonjol
harus diukur lagi sebelum digunakan kembali. Acuan yang
kurang memuaskan dalam segala hal seharusnya tidak
digunakan lagi.

10). Begel atau angker logam di dalam bentuk tersebut harus


dikonstruksi sedemikian sehingga memungkinkan untuk
dikeluarkan sampai suatu jarak sekurang-kurangnya 50 mm
dan permukaan tanpa melukai beton. Semua pemasangan
begel logam harus direncanakan sedemikian rupa, sehingga
lubang-lubang yang tertinggal pada waktu pemotongan akan
merupakan ukuran yang paling kecil. Lubang harus diisi dengan
adukan semen. Permukaan tersebut harus dibiarkan dalam
keadaan padat halus, rata dan uniform dalam warna.

11). Acuan harus dikonstruksi sedemikian rupa hingga setiap bahan-


bahan asing dapat dibersihkan tanpa mengganggu pekerjaan
yang sudah diperiksa dan disetujui oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Sebelum pengecoran beton,
semua serutan, kawat pengikat yang longgar, tanah, kotoran
dan semua bahan-bahan asing harus dikeluarkan dari acuan
dan acuan tersebut harus dicuci secara hati-hati menyeluruh
dengan air.

12). Acuan harus dikonstruksi sedemikian rupa hingga dapat dibuka


tanpa merusak beton.

c. Pengecoran
1). Kontraktor harus memberitahukan Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum ia
bermaksud untuk memulai dengan pengecoran beton, atau
untuk melanjutkan pengecoran beton bila operasi telah ditunda
untuk perioda waktu lebih dari 24 jam. Pemberitahuan harus
meliputi lokasi pekerjaan, sifat pekerjaan, kelas beton serta
tanggal dan waktu pencampuran beton, Direksi Teknik/
Konsultan Pengawas akan mensahkan penerimaan dan

III - 15
pemberitahuan tersebut dan harus memeriksa acuan dan
tulangan baja. Kontraktor tidak boleh mengecor beton tanpa
persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis.

2). Meskipun terdapat masalah mengenai persetujuan untuk


melanjutkan maka tidak ada beton boleh dicor bila Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas atau wakilnya benar-benar tidak
hadir untuk menyaksikan operasi pencampuran dan
pengecoran secara keseluruhan.

3). Segera sebelum beton dicor, maka acuan harus dibasahi


dengan air atau dilapisi disebelah dalam dengan suatu minyak
mineral tak akan membekas.

4). Tidak ada beton boleh digunakan bila tidak dicor dalam posisi
akhir dalam bagian acuan dalam waktu 30 menit setelah air
ditambahkan pada campuran tersebut.

5). Pengecoran beton harus diteruskan tanpa henti sampai suatu


sambungan konstruksi yang diadakan sebelumnya disetujui
atau sampai pekerjaan tersebut selesai.

6). Beton harus dicor dengan cara tertentu untuk menghindari


pemisahan partikel halus dan kasar dalam campuran. Beton
harus dicor dalam bagian acuan sedekat mungkin sampai posisi
akhir untuk menghindari pengaliran dan tidak boleh mengalir
lebih dari 1 meter setelah pengecoran.

7). Bila dicor kedalam struktur yang mempunyai acuan sulit dan
tulangan baja yang rapat, maka beton harus dicor dalam
lapisan horizontal yang tidak lebih dari 15 cm.

8). Beton tidak boleh dijatuhkan secara beban kedalam bagian


acuan dari ketinggian melebihi 150 cm. Bila operasi pengecoran
meliputi ketinggian jatuh beton lebih dari 150 cm, maka beton
harus dicor melalui logam atau pipa lainnya yang disetujui. Pipa
harus tetap penuh dengan beton selama pengecoran dan ujung
bawah tetap terbenam dalam beton yang baru dicor.

9). Beton harus dicor pada suatu kecepatan yang sedemikian


hingga beton yang telah dicor kedalam acuan masih bersifat
plastis bila beton baru dicor diatasnya.

10). Air tidak diizinkan melimpah atau naik pada pekerjaan beton
dalam waktu pengecoran 24 jam.

III - 16
11). Segera sebelum pengecoran beton, maka Kontraktor harus
memeriksa semua perancah dan baji-baji serta harus membuat
semua penyesuaian yang diperlukan. Perhatian harus diberikan
untuk menjamin bahwa penurunan dan lendutan minimum yang
disebabkan berat beton. Cara-cara yang sesuai seperti papan
penunjuk harus disiapkan oleb Kontraktor sehingga Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dapat dengan mudah mengukur
penurunan atau pergeseran acuan lainnya timbul, dimana dapat
mengakibatkan tidak dapat memenuhi rencana, maka
pengecoran beton tidak boleh diteruskan sampai tindakan
perbaikan disediakan hingga memuaskan Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Bila tindakan yang tidak
memuaskan tidak disediakan sebelum pembentukan awal dan
beton pada daerah yang dipengaruhi, maka pengecoran beton
tidak boleh diteruskan dan suatu turap harus dipasang pada
suatu lokasi yang ditentukan oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas. Semua beton cor diluar turap tersebut harus
dipindahkan.

d. Sambungan Konstruksi
1). Sambungan konstruksi harus dicor seperti terlihat pada gambar.
Bila sambungan tersebut tidak terlihat, maka kontraktor harus
mempersiapkan suatu jadwal pembetonan untuk setiap struktur
untuk disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.
Sambungan konstruksi tidak boleh terletak pada pertemuan dari
bagian konstruksi kecuali sebaiknya ditetapkan.

2). Sambungan konstruksi melalui tembok sayap harus dihindari.


Seperti sambungan konstruksi harus tegak lurus terhadap garis-
garis utama tegangan dan pada umumnya harus diletakkan
pada titik dengan gaya geser minimum.

3). Bila sambungan vertical diperlukan, maka baja tulangan harus


diperpanjang melampaui sambungan tersebut sehingga
membuat struktur tetap monolit.

4). Alur sambungan paling sedikit sedalam 4 cm harus disediakan


pada semua sambungan konstruksi dalam dinding, pelat, dan
antara telapak dengan dinding. Untuk pelat yang berada diatas
sambungan harus diletakkan sedemikian sehingga membagi
pelat kedalam bagian-bagian yang lebih besar tidak lebih dari
120 % daripada bagian yang lebih kecil.

5). Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan


tambahan sebagaimana diperlukan untuk membuat sambungan
konstruksi tambahan dalam hal setiap penangguhan pekerjaan

III - 17
yang tidak direncanakan yang disebabkan oleh hujan atau
kemacetan persediaan beton atau penangguhan pekerjaan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

e. Pemadatan
1). Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis yang
disetujui untuk dioperasikan dalam beton tersebut. Bila
diperlukan, penggetaran harus ditambah dengan pamadatan
adukan beton dengan tangan dan menggunakan alat-alat yang
sesuai untuk menjamin pemadatan yang layak dan memadai.
Penggetar tidak boleh digunakan untuk mengangkut beton dari
satu titik ke titik lain didalam bagian acuan.

2). Intensitas getaran harus sedemikian rupa untuk mempengaruhi


secara nyata suatu massa beton dengan “slump” 20 mm pada
suatu radius yang sekurang-kurangnya 450 mm.

3). Penggunaan penggetar harus pada titik yang tersebar marata


dan tidak lebih jauh terpisah daripada 2 kali radius dimana,
getaran efektif secara nyata.

4). Kontraktor harus menyediakan sejumlah penggetar yang


memadai untuk memadatkan secara layak setiap takaran
segera setelah dicor dalam bagian acuan.

5). Penggetar harus digerakkan sedemikian rupa untuk


mengerjakan beton sepenuhnya sekitar tulangan dan peralatan
tetap dan tertanam serta pada tepi dan sudut bagian acuan.

6). Getaran harus dilaksanakan pada titik penimbunan dan tempat


timbunan beton yang baru. Penggetar harus didorong dan
ditarik dari beton secara perlahan-lahan. Getaran harus
dilaksanakan pada perioda waktu intensitas yang cukup untuk
memadatkan beton dengan sepenuhnya. Tetapi tidak
diteruskan sedemikian rupa hingga menyebabkan pemisahan.
Getaran tidak akan diteruskan pada suatu titik secara meluas
sampai terbentuknya tempat adukan beton yang dilokalisir.

5. PEKERJAAN PENYELESAIAN
a. Pembongkaran Acuan
Bagian acuan dan perancah tidak boleh dibongkar tanpa izin Direksi
Teknik/ Konsultan Pengawas. Izin Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas tidak akan membebaskan Kontraktor dari tanggung
jawab untuk keamanan pekerjaan. Pada waktu acuan dibongkar
dan tanpa kecuali setiap bagian acuan kayu boleh tertinggal dalam

III - 18
beton. Pembongkaran perancah untuk struktur menerus atau konsol
harus diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau
harus sedemikian rupa hingga struktur tersebut secara bertahap
mencapai tegangan izinnya. Bila pengujian kekuatan beton
digunakan untuk pembongkaran bagian acuan dan penunjang,
maka pembongkaran tersebut harus boleh dimulai sampai beton
mencapai 70 % dari kekuatan rencana yang ditentukan.

Bagian tepi acuan yag tidak menunjang beban tidak akan dibongkar
selama 3 hari berlalu setelah pengecoran beton kecuali untuk
memberikan kemudahan penyelesaian.

Bagian acuan untuk telapak yang dibangun pada cofferdam atau


kirb dapat ditinggalkan ditempat bila pembongkarannya akan
membahayakan keamanan dari cofferdam atau krib, dan bila bagian
acuan yang ditinggalkan utuh terlindung dari pandangan pada
struktur akhir. Semua bagian acuan lainnya harus dibongkar baik
diatas maupun dibawah permukaan tanah atau air.

b. Penyelesaian Permukaan
1). Permukaan beton harus diselesaikan segera setelah
pembongkaran bagian acuan, semua perlengkapan logam yang
telah digunakan untuk menahan bagian acuan dan bagian
acuan yang melalui badan beton, harus dipindahkan atau
dikurangi.

2). Direksi Teknik/Konsultan Pengawas akan memeriksa


permukaan beton segera pada pembongkaran bagian acuan
dan dapat memerintahkan penambalan dari cacat kecil, yang
tidak akan mempengaruhi secara struktural atau fungsi lainnya
dari pekerjaan beton. Penambalan harus meliputi pengisian
lubang kecil dan penurunan dengan adukan semen.
Penambalan dan perbaikan lainnya pada beton tidak akan
dikerjakan sebelum pemeriksaan.

3). Bila Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menyetujui pengisian


lubang besar atau keropok, maka beton tersebut harus dipahat
di belakang tulangan sampai bahan-bahan yang keras
membentuk permukaan tegak lurus pada permukaan benda
kerja. Adukan harus terdiri dari semen dan pasir halus dicampur
dalam proporsi yang digunakan dalam beton yang sedang
diselesaikan. Penggosokan harus dilanjutkan sehingga semua
tanda acuan, proyeksi dan tidak keteraturan telah dihilangkan
semua rongga telah terisi dan suatu permukaan yang merata
diperoleh. Pasta yang dihasilkan dengan penggosokan ini harus
ditinggalkan ditempat.

III - 19
4). Persyaratan tambahan untuk penyelesaian permukaan
diberikan dibawah secara umum penyelesaian yang dibentuk
yang tidak terlihat harus merupakan kelas F1 dan penyelesaian
yang dibentuk F2, penyelesaian lainnya yaitu kelas F3, seperti
penyelesaian yang berusuk untuk bergerigi harus sebagai
ditunjukan pada gambar. Kontraktor, bila diperintahkan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, harus menyiapkan papan
percobaan dan penyelesaian yang terbuka sebelum
pembetonan. Papan itu harus berisi tulangan untuk mewakili
bagian terpadat terdapat dari suatu bagian dan akan dicetak
dari beton yang akan digunakan dalam pekerjaan. Beton harus
dipadatkan dengan metoda yang digunakan dalam pekerjaan.

5). Penyelesaian yang dibentuk harus diperlakukan. Persyaratan


tambahan untuk berbagai kelas penyelesaian adalah :

Kelas Fl - tidak ada

Kelas F2 - Ketidakrataan dalam penyelesaian tidak boleh lebih


besar daripada yang didapatkan dari penggunaan papan-papan
persegi untuk membuat ketebalan yang disusun dalam pola
yang seragam. Penyelesaian dimaksudkan untuk ditinggalkan
sebagai cetakan tetapi cacat seperti sirip-sirip dan perubahan
warna permukaan harus diperbaiki dengan metoda yang
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

Kelas F3 - acuan harus diatur dengan bahan-bahan yang


disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas untuk
memberikan penyelesaian yang halus dari tekstur dan
penampilan yang seragam. Bahan-bahan ini harus dan tipe
yang sama dan didapat seluruhnya dan hanya satu sumber
untuk setiap sebuah struktur. Kontraktor harus memperbaiki
setiap cacat dalam penyelesaian seperti yang diminta oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Ikatan dalam dan bagian
logam yang tertanam tidak diperbolehkan.

Semua sambungan pada acuan untuk penyelesaian Kelas F2


dan Kelas F3 harus membentuk pola yang tetap dengan garis
horizontal dan vertical menerus keseluruh tiap-tiap struktur.
Semua sambungan konstruksi harus tepat dengan garis-garis
ini.

6). Permukaan yang tidak berbentuk harus diselesaikan sebagai


berikut :

III - 20
Kelas Ul - Beton harus dibuat dengan ketinggian dan kerataan
yang seragam untuk menghasilkan suatu bidang dengan
permukaan yang bersusun atau berbukit seperti diuraikan
dalam kontrak, tidak boleh ada pekerjaan yang lebih lanjut yang
dilakukan pada permukaan kecuali jika digunakan sebagai
tahap pertama untuk penyelesaian Kelas U2 dan Kelas U3.

Kelas U2 - setelah beton cukup mengeras, permukaan beton


kelas U1 harus diapungi dengan tangan atau mesin
secukupnya hanya untuk menghasilkan suatu permukaan yang
seragam dan bebas dari tanda bekas perataan.

Kelas U3 - bila lapisan kelembaban sudah hilang dan beton


telah mengeras dengan secukupnya untuk menghindari
terjadinya lapis buih semen/laitance pada permukaan beton,
suatu pemukaan Kelas U1 harus ditepuk dengan sendok semen
pada tekanan yang tetap untuk menghasilkan suatu permukaan
yang padat, halus dan seragam serta bebas dan tanda sendok
semen.

c. Perawatan
1). Setelah pengecoran, maka beton harus dilindungi dari
pengeringan awal, suhu yang terlampau tinggi, angin keras dan
gangguan mekanis. Beton harus dipelihara dengan kehilangan
kelembaban yang minimal dan suhu yang relatif tetap untuk
suatu perioda khusus guna menjamin hidrasi yang layak dari
semen dan pengeras beton.

2). Beton harus dirawat segera setelah mengeras. Dengan


menutupinya dengan selimut yang menyerap air yang harus
selalu basah untuk suatu perioda sekurang-kurangnya 7 hari.
Semua lembaran atau selimut perawatan harus dibebani
secukupnya atau dibungkus sampai kebawah untuk menjaga
agar permukaan beton tertutup dan untuk mencegah
permukaan terbuka terhadap aliran udara. Bila digunakan
acuan kayu, maka perlu dijaga agar basah sepanjang waktu
sampai dibongkar, untuk mencegah terbukanya sambungan
dan pengeringan beton.

6. PENGENDALIAN MUTU DI LAPANGAN


a. Umum
Kontraktor harus mcnganggap mempunyai tanggung jawab penuh
untuk menjamin bahwa kualitas beton sesuai dengan spesifikasi ini
dan tanggung jawab ini tidak akan dibebaskan dengan pengujian

III - 21
yang dilakukan dan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas.

b. Pengujian untuk sifat mudah dikerjakan


Suatu pengujian “Slump” atau lebih sebagaimana diperintahkan
oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus dilaksanakan pada
setiap penakaran beton yang dihasilkan dengan pengujian tersebut
tidak akan dianggap telah dilaksanakan kecuali disaksikan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau wakilnya.

c. Pengujian kuat tekan


1). Kontraktor harus melaksanakan tidak kurang dari satu
pengujian kuat tekan untuk setiap 20 meter kubik atau bagian
dan beton yang dicor dan dalam segala hal tidak kurang dari
satu pengujian untuk setiap kelas beton yang dicor dan untuk
setiap jenis terpisah dari komponen struktur yang dicor pada
satu hari. Setiap pengujian harus termasuk pembuatan tiga
contoh yang sama yang pertama harus ditujukan pada
pengujian kuat tekan setelah 3 hari, yang kedua setelah 7 hari
dan yang ketiga setelah 28 hari.

2). Bila seluruh jumlah kontrak dari satu kelas beton tertentu yang
frekuensi pengujian yang ditetapkan pada (a) di atas
menyediakan kurang dari lima pengujian untuk suatu kelas
beton tertentu, maka pengujian tersebut harus dilaksanakan
pada contoh, sekurang-kurangnya lima penakaran terpilih
secara sembarang.

d. Pengujian Tambahan
Kontraktor harus melaksanakan pengujian tambahan yang mungkin
diperlukan untuk menetapkan kualitas bahan-bahan campuran atau
pekerjaan beton akhir, sebagaimana disarankan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Pengujian tambahan demikian dapat
meliputi:

1). Pengujian yang tidak merusak dengan menggunakan suatu


sclerometer atau alat pengujian lainnya

2). Pengujian beban struktur atau elemen struktural yang


ditanyakan.

3). Pengambilan dan pengujian contoh beton.

III - 22
4). Pengujian lainnya sebagaimana ditetapkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas.

B. BAJA TULANGAN UNTUK BETON


1. UMUM
a. Uraian
Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja
tulangan sesuai dengan spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana
diperintahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

b. Penerbitan Detail-detail Konstruksi


Detail konstruksi untuk baja tulangan yang tidak disertakan pada
waktu lelang akan diserahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas setelah peninjauan kembali rancangan awal telah
selesai.

c. Standar rujukan
A.C.1. 315 Buku Pegangan Standar praktis untuk detail
struktur beton bertulang, Institut beton Amerika.

AASHTO M31-77 Baja tulangan beton yang polos dan yang


berulir.

AASHTO M32-78 Kawat baja yang dibentuk dalam keadaan


dingin (cold drawn stell wire) untuk tulangan
beton.

AASHTO M55 Anyaman kawat baja dilas di pabrik untuk


tulangan beton.

AWS D 2.0 Persyarataan standar untuk jembatan jalan raya


dan kereta api dengan sambungan yang dilas.

N1.2 - 1971 Peraturan Beton Indonesia.

SII 0136 - 84 Standar Industri Indonesia mengenai Baja


Tulangan Beton.

d. Toleransi
1). Toleransi untuk pembuatan (fabrikasi) harus seperti yang
disyaratkan dalam ACI 315.

III - 23
2). Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut
beton yang menutup bagian luar dari baja tulangan adalah
sebagai berikut :

(i) 3.5 crn untuk beton yang tidak terbuka langsung terhadap
udara atau terhadap air tanah atau terhadap bahaya
kebakaran.

(ii) Seperti yang ditunjukkan dalam tabel. 3.2. (1).d). untuk


beton yang terendam/tertanam atau terbuka langsung
terhadap cuaca atau urugan tanah tetapi masih dapat
diamati untuk pemeriksaan.

Tabel 3.2.(1).d). Selimut beton minimum dari baja tulangan


untuk beton yang tak terlindungi tetapi mudah
dicapai.

Ukuran batang baja Tebal selimut


tulangan yang akan Beton minimum (cm)
diselimuti (mm)
Batang 16 mm dan lebih 3,5
kecil 5
Batang 19 mm dan 22 mm 6
Batang 25 mm dan lebih
besar

(iii) 7,5 cm untuk seluruh beton yang terendam/tertanam yang


tidak bisa dicapai atau untuk beton yang tak bisa dicapai
bila kehancuran karena karat dari tulangan dapat
menyebabkan kerusakan atau kehancuran struktur, atau
untuk beton yang ditempatkan langsung diatas tanah
karang, atau untuk beton yang berhubungan langsung
dengan kotoran pada selokan atau saluran roil serta cairan
korosif lainnya.

e. Penyimpanan dan Penanganan


1). Kontraktor harus mengangkut tulangan ke tempat kerja dalam
ikatan, diberi label, dan ditandai dengan label metal yang
menunjukkan ukuran batang, panjang dan informasi lainnya
sehubungan dengan tanda yang ditunjukkan pada diagram
tulangan.

2). Kontraktor harus menangani serta menyimpan seluruh baja


tulangan sedemikian untuk mencegah distorsi, pengotoran
korosi, atau kerusakan. Baja tulangan tersebut harus selalu

III - 24
disimpan tanpa menyentuh tanah dan dilindungi dari
pengkaratan atau pelapisan bahan-bahan yang merusak.

f. Pelaporan
1). Sebelum memesan material, seluruh daftar pesanan dan
diagram pembengkokan harus disediakan oleh Kontraktor untuk
mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas, dan tidak ada material yang dipesan sebelum daftar
tersebut serta diagram pembengkokan disetujui.

2). Sebelum memulai pekerjaan baja tulangan, Kontraktor harus


menunjukkan kepada Direksi Teknik/Konsultan Pengawas
Daftar disahkan dan pembuat pabrik baja yang memberikan
berat satuan nominal dalam kilogram dari tiap ukuran dan kelas
batang tulangan atau anyaman baja dilas yang akan digunakan
dalam pekerjaan.

g. Mutu Pekerjaan dan Perbaikan dari pekerjaan yang tak memuaskan


(1) Persetujuan atas daftar pesanan dan diagram pembengkokan
dalam segala hal tidak membebaskan kontraktor atas tanggung
jawabnya untuk memastikan ketelitian dari daftar dan diagram
tersebut. Revisi material yang disediakan sesuai, dengan daftar
dan diagram untuk memenuhi gambar rencana, harus atas
biaya kontraktor.

(2) Baja tulangan yang cacat sebagai berikut tidak akan diijinkan
dalam pekerjaan :

a. Panjang batang, ketebalan dan bengkokan yang melebihi


toleransi pembuatan yang diisyaratkan dalam ACI 315.

b. Bengkokan atau tekukan yang tidak ditujukkan pada


gambar atau Gambar kerja akhir.

(3) Dalam hal kekeliruan dalam pembuatan bentuk tulangan,


batang tidak boleh dibengkokan kembali atau diluruskan tanpa
persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau yang
akan merusak atau melemahkan material. Pembengkokan
kembali dari batang harus dilakukan dalam keadaan dingin
terkecuali disetujui lain oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas. Dalam segala hal batang tulangan yang telah
dibengkokan kembali lebih dari satu kali pada tempat yang
sama tidak diijinkan digunakan pada pekerjaan. Kekeliruan
yang tidak dapat diperbaiki oleh pembengkokan kembali tidak
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus

III - 25
diperbaiki dengan mengganti menggunakan batang yang baru
yang dibengkokkan dengan benar dan sesuai dengan bentuk
dan ukuran yang diisyaratkan.
(4) Kontraktor harus menyediakan fasilitas di tempat kerja untuk
pemotongan dan pembengkokkan tulangan, baik bila
melakukan pemesanan biaya tulangan yang telah
dibengkokkan maupun tidak, dan harus menyediakan stok yang
cukup dan batang lurus ditempat, untuk pemnbengkokan yang
dibutuhkan untuk memperbaiki kekeliruan atau penggantian.

h. Penggantian ukuran batang


Penggantian batang dari ukuran berbeda akan hanya diijinkan bila
secara jelas disahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.
Bila baja diganti haruslah dengan luas penampang yang sama
dengan ukuran rancangan awal, atau lebih besar. Jarak antara
batang-batang baja tidak akan diperlebar.

2. MATERIAL
a. Baja Tulangan
1). Baja tulangan harus baja polos atau berulir kelas 40 yang
memenuhi persyaratan AASHTO M31 - 77, atau lainnya yang
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

2). Bila anyaman tulangan baja diperlukan seperti untuk tulangan


pelat, anyaman tulangan yang dilas yang memenuhi AASHTO
M 55 dapat digunakan.

3). Baja tulangan mempunyai penampang yang sama rata.

4). Baja tulangan harus bebas dari kotoran-kotoran, lapisan


lemak/minyak, karat dan tidak cacat (retak-retak), mengelupas,
luka, patah dan sebagainya.

b. Tumpuan untuk tulangan


Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dan batang besi ringan
atau blok beton cetak dari kelas II/K275 seperti yang disyaratkan
dalam pasal 3.1 (3) a) dan pasal 3.1 (3) c) dari spesifikasi ini,
terkecuali disetujui lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.
Kayu, bata, batu material lain tidak boleh diijinkan sebagai tumpuan.

c. Pengikat untuk tulangan


Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja yang
telah dilunakkan yang memenuhi AASHTO M 32-78.

III - 26
3. PEMBUATAN DAN PENEMPATAN
a. Pembengkokan
1). Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas, seluruh tulangan harus dibengkokkan dalam
keadaan dingin dan sesuai dengan prosedur ACI 315,
menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas dari
tekukan-tekukan, bengkokan-bengkokan atau kerusakan. Bila
penggunaan panas untuk pembengkokan di lapangan disetujui
oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas tindakan pengamanan
harus diambil untuk menjamin bahwa sifat fisik dari baja tidak
banyak berubah.

2). Batang dari diameter 13 cm dan yang lebih besar harus


dibengkokan dengan mesin pembengkok.

b. Penempatan dan Pengikatan


1). Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk
menghilangkan kotoran, lumpur, oli, cat, karat, dan kerak,
percikan adukan atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau
merusak pelekatan dengan beton.

2). Tulangan harus secara tepat ditempatkan sesuai dengan


Gambar dan dengan kebutuhan selimut penutup minimum yang
disyaratkan dalam 3.2(l) d) diatas, atau seperti yang
diperintahkan oleh Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas.

3). Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan


kawat pengikat sehingga tidak tergeser sewaktu operasi
pengecoran. Pengelasan dari batang melintang atau pengikat
terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.

4). Seluruh tulangan harus disediakan sesuai dengan panjang


keseluruhan yang ditunjukkan pada Gambar. Penyambungan
(spiling) dari batang, terkecuali ditunjukkan pada Gambar, tidak
akan diijinkan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Setiap peyambungan yang dapat
disetujui harus dibuat bertahap sejauh mungkin dan harus
diletakkan pada titik dengan tegangan tarik minimal.

5). Bila sambungan (spiling) yang menumpang disetujui maka


panjang yang menumpang haruslah 40 diameter batang dan
batang tersebut, harus diberikan kait pada ujungnya.

III - 27
6). Pengelasan dari baja tulangan tidak akan diijinkan terkecuali
diperinci dalam Gambar atau secara khusus diijinkan oleh
Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas secara tatulis. Bila Direksi
menyetujui pengelasan dari penyambungan, maka sambungan
dalam hal ini adalah las tumpu ujung yang menembus penuh
yang memenuhi kebutuhan dari AWS D 2.0. pendinginan bend
alas dengan air tidak diijinkan.

7). Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan meninggalkan


permukaan beton sehingga tidak akan tampak dari luar.

8). Anyaman baja yang dilas harus dipasang sepanjang mungkin,


dengan bagian sambungan harus menumpang paling sedikit
satu kali jarak anyaman. Anyaman harus dipotong untuk
mengikuti bentuk pada keterbukaan, dan harus dihentikan pada
sambungan antara pelat.

9). Bila tulangan tetap dibiarkan terbuka untuk suatu periode yang
cukup panjang, maka harus secara keseluruhan dibersihkan
dan dipulas dengan adukan semen.

10). Tidak boleh ada bagian tulangan yang telah ditempatkan boleh
digunakan untuk memikul perlengkapan penghantar beton,
jalan pendekat, lantai kerja atau beban konstruksi lainnya.

C. PEKERJAAN BAJA
1. PENJELASAN UMUM
1). Pekerjaan stuktur baja adalah bagian-bagian yang dalam Gambar
rencana dinyatakan sebagai struktur baja, juga bagian-bagian yang
menurut sifat strukturnya memakai baja, seperti kolom, balok,
rangka atap, rangka dinding dan lain-lain.

2). Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut kontraktor harus membuat


gambar kerja (shop drawing) dari baja dan bila perlu dilengkapi
dengan struktur seperlunya. Gambar kerja meliputi detail-detail
pemasangan, pemotongan, penyambungan, lubang baut, las,
pengaku, ukuran-ukuran dan lain-lain yang secara teknis
diperlukan, terutama untuk fabrikasi dan pemasangan. Detail
sambungan harus dibuat secara lengkap oleh kontraktor.

2. MATERIAL

III - 28
1). Baja-baja profil dan pipa sesuai dengan Fe-360 atau BJ-37 menurut
PPBBI atau ASTM A-36, dengan tegangan. leleh. sebesar 3600
kg/cm2.

2). Baut baja biasa sesuai ASTM A-307

3). Baut baja tegangan tinggi sesuai dengan ASTM A-325 F (High
Strenght Friction Grip).

a. Elektroda las mengikuti AWS E-60XX atau mutu lebih tinggi.

3. PABRIKASI
1). Umum
Tukang-tukang yang digunakan harus dari tenaga-tenaga ahli pada
bidangnya dan melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai
dengan petunjuk-petunjuk Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dan
ketelitian utama diperlukan untuk menjamin bahwa seluruh bagian
dapat cocok satu dengan lainnya pada waktu pemasangan. Direksi
Teknik/Konsultan Pengawasan mempunyai kebebasan sepenuhnya
untuk setiap waktu melakukan pemeriksaan pekerjaan, tidak satu
pekerjaan dibongkar atau disiapkan untuk dikirim sebelum diperiksa
dan disetujui.

Setiap pekerjaan yang cacat atau tidak sesuai dengan Gambar


rencana atau spesifikasi ini akan ditolak dan harus segera
diperbaiki. Kontraktor pabrikasi harus menyediakan atas biaya
sendiri semua pekerjaan, alat-alat perancah dan sebagainya yang
diperlukan dalam hubungan pemeriksaan pekerjaan.

Kontraktor pabrikasi harus memperkenankan kontraktor Montase


untuk sewaktu-waktu memeriksa pekerjaan dan untuk mendapatkan
keterangan mengenai cara-cara dan lain-lain yang berhubungan
dengan waktu pemasangan di tempat pekerjaan. Kontraktor
Montase tidak mempunyai wewenang untuk memberikan instruksi-
instruksi mengenai cara penyelenggaraan pabrikasi.

2). Pola Pengukuran


Pola (mal) pengukuran dan peralatan-peralatan lain yang
dibutuhkan untuk menjamin ketelitian pekerjaan harus disediakan
oleh Kontraktor Pabrikasi. Semua pengukuran harus dilakukan
dengan menggunakan pita-pita yang telah disetujui. Ukuran-ukuran
dari pekerjaan baja yang tertera pada Gambar rencana dianggap
ukuran pada 25 derajad C.

III - 29
3). Meluruskan
Sebelum pekerjaan lain dilakukan pada pelat, maka semua pelat
harus diperiksa kerataanya, semua batang-batang diperiksa
kelurusannya, harus bebas dari puntiran, bila perlu harus diperbaiki
sehingga bila pelat-pelat disusun akan terlihat rapat seluruhnya.

4). Pekerjaan baja dapat dipotong dengan menggunting, menggergaji


atau dengan las pemotong permukaan yang diperoleh dari hasil
pemotongan harus diselesaikan siku terhadap bidang yang
dipotong, tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan.

5). Pekerjaan mesin perkakas dan Geranda yang diperkenankan


Kalau pelat digunting, digergaji atau dipotong dengan las pemotong
maka pada pemotongan diperkenankan terbuangnya metal
sebanyak-banyaknya 3 mm, sebanyak-banyaknya 6 mm pada pelat
yang tebalnya lebih besar dari 12 mm

6). Memotong dengan Las Pemotong


Las pemotong digerakkan secara mekanis dan diarahkan dengan
sebuah mal serta bergerak dengan kecepatan tetap, Pinggir yang
dihasilkan oleh las pemotong harus bersih serta lurus dan untuk
menghaluskan tepi yang dipotong itu harus digunakan gerinda.
Gerinda bergerak searah dengan arah las pemotong, tepi harus,
diselesaikan sedemikian sehingga bebas dari seluruh bekas
kotoran besi.

7). Pekerjaan Las dan Pengawasan Pekerjaan Las


Pekerjaan las harus dikerjakan oleh tukang las, dibawah
pengawasan langsung seorang yang menurut anggapan Direksi
Teknis mempunyai training dan pengalaman yang sesuai untuk
penyelenggaraan pekerjaan semacam itu.

Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Teknis/ Konsultan


Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, maka cara itu tidak
akan diubah tanpa persetujuan lebih lanjut. Detail-detail khusus
menyangkut cara persiapan sambungan, cara pengelasan jenis dan
ukuran elektrodanya, tebal bagian bagian, ukuran dari las serta
kekuatan arus listrik untuk las tersebut harus diajukan kontraktor
untuk mendapatkan persetujuan Direksi Teknis/ Konsultan
Pengawas terlebih dahulu sebelum pekerjaan las listrik dilakukan.
Ukuran elektroda, arus dan tegangan listrik dan kecepatan busur
Iistrik yang digunakan pada listrik harus seperti yang dinyatakan
oleh pabrik las listrik tersebut dan tidak akan dibuat penyimpangan
tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Teknis/ Konsultan Pengawas.

III - 30
Pelat-pelat yang akan dilas harus bebas dari kotoran-kotoran besi,
minyak cat, karet atau lapisan lain yang dapat mempengaruhi mutu
las. Las dengan retak susut, retak pada bahan dasar, berlubang
dan kurang tepat letaknya harus disingkirkan
8). Mengebor
Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila
memungkinkan, maka semua pelat, potongan-potongan dan
sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk- membuat lubang
dan dibor menembus seluruh tebal sekaligus. Bila menggunakan
baut pas pada salah satu lubang maka lubang ini dibor lebih kecil
dan kemudian baru diperbesar untuk mencapai ukuran sebenarnya.
Cara lain adalah bahwa batang-batang dapat dilubangi tersendiri
dengan menggunakan mal.

Setelah mengebor, seluruh kotoran besi harus disingkirkan dan


pelat-pelat dan dapat di lepas bila perlu. Diameter lubang untuk
baut, kecuali baut pas, adalah 1,50 mm lebih besar dari pada
diameter yang tertera pada gambar rencana. Diameter lubang-
lubang untuk baut pas harus dalam toleransi yang diberikan. Dalam
hal ini menggunakan pas lubang yang tidak dibor menembus
sekaligus untuk seluruh tebal elemen-elemennya maka lubang
dapat dibor dengan ukuran yang lebih kecil dahulu dan diperbesar
kemudian pada saat montase percobaan.

9). Montase di bengkel (montase percobaan)


Sebelum diangkat, pekerjaan baja harus dipasang sementara
(montase percobaan) pada halaman Kontraktor Pabrikasi yang
terlindung dan cuaca untuk diperiksa oleh Direksi Teknis mengenai
alinyemen serta tepatnya seluruh bagian dan sambungan. Kalau
terjadi perbedaan kedudukan, maka batang yang berdampingan
harus dimontase bersama-sama pada kedudukan yang dikehendaki
lengkap dengan perletakan-perletakannya, gelegar melintang dan
seluruh batang-batang penguat. Sambungan sementara harus
berhubungan betul menyeluruh dengan menggunakan cara yang
disetujui seperti wartel, jack, baut-baut. Pemahatan yang dilakukan
pada saat montase hanyalah untuk membawa bagian-bagian itu
pada posisi yang dikehendaki dan bukan untuk memperbesar
lubang atau merusak material.

Pemberitahuan harus diberikan kepada Direksi Teknis bila


pekerjaan siap untuk diperiksa dan semua fasilitas yang diperlukan
untuk maksud pemeriksaan itu harus disediakan o1eh Kontraktor.
Montase percobaan tidak akan dilepas dulu sebelum mendapat
persetujuan tertulis Direksi Teknis.

III - 31
10). Memberi tanda untuk pemasangan akhir
Setelah montase percobaan serta setelah mendapat persetujuan
Direksi Teknik, tetapi belum dilepas setiap bagian harus diberi
tanda yang jelas (dengan pahatan dan cat). Cat dari warna yang
berbeda yang digunakan untuk membedakan bagian-bagian yang
sama. Dua copy dari gambar rencana yang menyatakan dengan
tepat, tanda-tanda itu, oleh kontraktor pabrikasi diberikan dengan
Cuma-Cuma kepada Direksi Teknis dan kontraktor Montase dari
bangunan itu pada saat pengiriman-pengiriman pekerjaan baja itu.

11). Pengecatan di bengkel


Setelah dibongkar sebagai kelanjutan berhasil baiknya montase
percobaan, maka permukaan dan seluruh pekerjaan baja, kecuali
pada bagian yang dikerjakan dengan mesin perkakas dan pada
perletakan, harus dibersihkan seluruhnya sehingga menjadi bagain
yang bersih dengan menggunakan penyemprot pasir (sand
blasting) atau dengan cara lain yang disetujui. Setelah semua
permukaan dalam keadaan bersih dan kering, kemudian di cat
dasar satu lapisan meni atau bahan-bahan pelindung lainnya kalau
disyaratkan khusus untuk pekerjaan tertentu.

D. PENYERAHAN UNTUK PEMASANGAN AKHIR (Montase Lapangan)


(1). PENYEDIAAN BAUT-BAUT DAN SEBAGAINYA
Kontraktor - kontraktor pabrikasi akan menyediakan jumlah sepenuhnya
dan mur-mur, baut-baut, cam baut dan sebaginya, yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan dengan tambahan 5 %
untuk setiap ukuran baut mur dan cincin baut. Kontraktor Pabrikasi
harus juga menyediakan baut stel lengkap dengan mur serta cincinya,
sebanyak 50 % dan jumlah keseluruhan dari baut baja keras yang
diperlukan di lapangan untuk satu benteng. Pada saat pengiriman,
Kontraktor Pabrikasi akan mengajukan/ penyerahan dengan cuma-
cuma untuk Direksi Teknis dan Kontraktor Montase, serta letaknya
dimana akan dipakai pada pekerjaan dari seluruh baut-baut yang
diserahkan.

(2). BAUT MUR DAN CINCIN BAUT (SELAIN DARI BAJA KERAS)
Semua baut dan mur, hitam atau pas harus mempunyai kepala yang
ditempa, tepat konsentris dan siku dengan batangnya dengan kepala
serta mur yang hexagonal (kecuali bila jenis kepala yang lain
disyaratkan pada gambar rencana). Batang baut haruslah lurus dan
baik. Bila dipakai baut pas, diameternya, harus seperti diameter yang
tertera pada gambar rencana dan harus dikelompokkan dengan cermat
sesuai dengan ukuran panjang batangnya yang tak berulir. Diameter

III - 32
lubang cincin baut adalah 1,50 mm lebih besar dari diameter baut. Baut
stel haruslah baut hitam yang 1,50 mm lebih kecil dari diameter baut.
Baut stel haruslah baut hitam yang 1,50 mm lebih kecil dari diameter
lubang dimana digunakan.
(3). BAUT BAJA KERAS, MUR DAN CINCIN BAUT
Baut baja keras, mur dan cincin baut, bila disyaratkan untuk disediakan
oleh Kontraktor Montase untuk dipakai dipekerjaan dengan ukuran-
ukuran seperti yang tertera pada gambar rencana.

(4). TRANSPORT DAN HANDLING


Cara transport dan handling pekerjaan besi harus sesuai dengan cara
yang telah disetujui oleh Direksi Teknis. Sebelum penyerahan untuk
menjamin terlindungnya dari kerusakan, maka perhatian khusus
diperlukan dalam pengepakan serta cara perkuatan pada saat
transport, handling dan montase percobaan pekerjaan besi itu.

(5). PENYERAHAN, PENERIMAAN DAN MENJAGA PEKERJAAN INI


Kontraktor Pabrikasi bertanggung jawab untuk menjaga keamanan
pekerjaan besi, dan memperbaiki semua kerusakan sampai diserahkan
dan diterima baik oleh Kontraktor Montase. Kontraktor Montase akan
menerima seluruh pekerjaan besi ditempat pekerjaan, atau ditempat
penyerahan lain seperti disyaratkan dan akan membongkar,
mentransport ketempat pekerjaan bila perlu dan menyimpannya dengan
aman bebas dari kerusakan-kerusakan hingga akhirnya terpasang.
Kontraktor Montase akan menyerahkan tanda terima dalam 2 (dua)
rangkap untuk semua penyerahan dan bertanggung jawab untuk setiap
kehilangan dan sewa gudang yang dapat terjadi disebabkan oleh
kelalaiannya dan kegagalannya untuk menerima pekerjaan besi bila
diminta demikian. Segera setelah menerima penyerahan pekerjaan besi
Kontraktor Montase, akan segera menyampaikan kepada Direksi Teknis
atau wakilnya, setiap kehilangan atau ketidakcocokan dari barang-
barang besi itu dan akan melaporkan juga secara tertulis keada Direksi
Teknis setiap kerusakan serta cacat tanpa ditunda-tunda, atau kalau
tidak melakukan demikian serta cacat yang terjadi sebelum dan
sesudah serta cacat yang terjadi sebelum dan sesudah penyerahan,
atas biayanya sendiri.

E. PEMASANGAN (Erection)
(1). UMUM
Kontraktor Montase harus menyediakan seluruh perancah dan alat-alat
yang diperlukan dan mendirikanya ditempat pekerjaan, memasang dan
mengeling dan atau baut dan atau las seluruh pekerjaan besi.

III - 33
Pekerjaan besi tidak boleh dipasang sebelum cara, alat dan sebagainya
yang akan digunakan telah mendapat persetujuan Direksi Teknis.

Semua pekerjaan harus dikerjakan secara hati-hati dan dipasang


dengan teliti. Drift yang dipakai mempunyai diameter yang lebih kecil
dari lubang baut, dan digunakan untuk membawa bagian-bagian pada
posisinya yang tepat seperti disyaratkan di bawah ini. Penggunaan
martil yang berlebihan yang dapat merusak atau mengganggu material
tidak diperkenankan

Setiap kesalahan pada pekerjaan bengkel yang menyulitkan pekerjaan


montase serta menyulitkan pengepasan bagian-bagian pekarjaan
dengan menggunakan pekerjaan dengan menggunakan drift secara
diisi dengan pendrift dan baut pernbantu sebanyak 50 % sebelum
dikeling atau dibaut secara permanent.

Pada pemasangan dan pengepasan ini sekurang-kurangnya dua


lubang pada tiap kelompok diisi paralel drift bila mungkin dan sekurang-
kurangnya 40 % dari lubang-lubang diisi dengan baut. Selanjutnya
sekurang-kurangnya 10 % dari lubang pada suatu kelompok dikeling
atau dibaut dengan permanent sebelum baut montase atau drift
diangkat (disingkirkan).

(2). DRIFT, BAUT STEL DAN SEBAGAINYA


Kontraktor Montase harus menyediakan untuk digunakan sendiri semua
parallel drift montase yang mungkin diperlukan dan akan tetap menjadi
miliknya dan disingkirkan dari tempat pekajaan setelah selesainya
peketjaan atau biaya sendiri.

Setelah selesai pekerjaan, akan diserahkan kepada Direksi Teknis/


Konsultan Pengawas atas biaya Kontraktor Montase.

(3). DRIFT PARALEL UNTUK MONTASE


Batang tak berulir dari drift parallel yang digunakan pada Montase
dibuat sesuai dengan diameter yang diperlukan, dan panjangnya tidak
kurang dari jumlah tebal material yang akan dilalui oleh Drift itu
ditambah satu kali diameter drift itu.

(4). KERANGKA BAJA


Satu batang kerangka baja dipasang atas tumpuan-tumpuan
sedemikian rupa sehingga kerangka baja itu dapat membentuk lawan
lendut seperti tertera pada gambar rencana.

Tumpuan-tumpuan itu tidak disingkirkan sebelum seluruh sambungan


(kecuali sambungan pendek pada puncaknya), telah dibuat permanent.

III - 34
Pemasangan permanent baut tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan
Direksi Teknis, dan pada umumnya sebelum bentang itu telah
terpasang dengan gelegar melintang, batang penguat, dan baut baut
stel seperti yang disyaratkan.
Setelah kerangka baja terpasang, baru sambungan batang atas dibuat
permanent.

(5). PENGGUNAAN BAJA KERAS, BAUT-BAUT UNTUK PEMASANGAN


1). Pemasangan
Setiap sambungan dibuat bersama-sama dengan baut stel
sehingga berbagai bagian serta berbagai pelat perhubungan rapat
satu sama lain secara menyeluruh. Sebanyak 50 % dari lubang
harus diisi dengan baut stel dan minimal 10 % atau pada setiap
potongan dan pelat minimal dua lubang diisi dengan drift pararel.
Baut baja keras harus dipasang dengan cincin baut yang
diperlukan, sebuah dibawah kepala baut, dan sebuah dibawah mur.
Harus diperhatikan bahwa. cincin baut itu terpasang dengan
cekungnya menghalang keluar. Memasukan dan mengencangkan
baut baja keras diatur sedemikian sehingga selalu rapat dan tidak
dapat dimulai sebelum sambungan telah diperiksa dan disetujui
oleh Direksi Teknis atau wakilnya. Mur harus dikencangkan hanya
terhadap bidang yang tegak lurus terhadap as lubang.

Bidang bawah kepala, baut tidak boleh menyimpang dari bidang


tegak lurus terhadap as baut lebih dari 3,50 derajat, memakai cincin
baut yang miring (taperd) dapat dilakukan bila perlu baut menonjol
melalui mur tidak kurang dari 1,5 mm tidak melebihi 4,5 mm. Baut
stel yang digunakan untuk membaut permulaan dapat seterusnya
digunakan pada sambungan.

2). Mengencangkan Baut


Baut baja keras dapat dikencangkan dengan tangan atau dengan
kunci-kunci baut yang digerakkan dengan mesin. Kunci pas harus
dari jenis yang telah disetujui dan dapat menunjukkan bils tercapai
torque yang disyaratkan. Kunci pas mesin harus dari jenis yang
telah disetujui yang akan slip bila tegangan atau torque yang tertera
pada label dibawah ini telah tercapai. Kunci pas harus sering dichek
dan harus disesuaikan untuk mencapai tegangan atau torque yang
disyaratkan atau seperti yang yang diperintahkan oleh Direksi
Tekniks.

3). Tegangan yang perlu pada baut

III - 35
Tabel berikut memberikan tegangan yang perlu dicapai pada baut
baja keras dengan berbagai-bagai diameter yang digunakan pada
pekerjaan .

Tabel 3.6
85 % dari
Diameter
beban Beban Calibration Torque
Baut
percobaan
(1) (2) (3) (4) (5)
In Lbs Lbs Tons Lb.ft
¾ 24.000 27.540 12.59 315
7/8 30.400 34.960 15.61 465
1 39.900 45.880 20.48 700
11/8 47.650 54.800 24.46 940

nilai-nilai ini diperoleh sebagai berikut:

Kolom (2) menyatakan tegangan yang diperlukan pada masing-


masing baut yang dipasang pada pekerjaan, disyaratkan sebagai
85 % dari beban percobaan patah pada baut-baut.

Kolom (3) dan (4) adalah kolom (2) ditambah 15 % dan menyatakan
tegangan Yang harus dicapai dengan pemeriksaan kalibrasi dari
impact mekanis atau. kunci pas yang lain, sperling sebesar 15 %
utnuk teknik bermacam-macam haruslah dengan permintaan
Direksi Teknik Konsultan Pengawas.

Kolom (5) adalah angka kira-kira untuk torque yang diperlukan


untuk menggerakkan mur terhadap tegangan pada kolom (2), kira-
kira sebagai berikut :

Torgue = 0,0 175 x diameter baut x tegangan baut


(lbs.ft) (inches) (lbs)

Pengechekan hubungan tegangan / torque dilakukan oleh


Kontraktor Montose, dan Direksi Teknik akan melakukan test
pengechekan torque di lapangan. Setiap baut yang kendor harus
disesuaikan menurut kebutuhan. Perhatian khusus perlu diberikan
pada kelompok baut yang telah dikencangkan mungkin kendor, dan
dikencangkan kembali sehingga mencapai tegangan yang
diperlukan.

III - 36
F. PENGECATAN BAJA
1. UMUM
Sernua konstruksi baja yang akan dipasang perlu dicat di pabrik dengan
cat dasar yang telah disetujui kecuali pada bidang-bidang yang
dikerjakan dengan mesin perkakas misalnya pada perletakkan.

Cat lapangan terdiri dari :

1). Pembersihan seluruh sambungan lapangan dan bidang-bidang


yang telah dicat bengkel. Seperti diperintahkan o1eh Direksi Teknik
/ Konsultan Pengawas, yang telah rusak pada saat transport atau
pemasangan serta bidang-bidang lain yang diperintahkan oleh
Direksi Teknik, dimana cat dasarnya telah rusak.

2). Pemakaian cat dasar dan bahan sejenis seperti yang disyaratkan
dalam "Pengecatan di bengkel" pada bidang-bidang yang tertera
pada I diatas.

3). Pemakaian cat akhir seperti yang disyaratkan pada pekerjaan


tertentu, untuk seluruh bidang terbuka pekerjaan besi itu.

2. PEMBERSIHAN PERMUKAAN
Seluruh permukaan dari pekerjaan besi bangunan harus bersih dan
dikupas dengan blasting atau cara lain yang disetujui, agar menjadi
logam. yang bersih, dengan menyingkirkan seluruh gemuk, oli, karatan,
Lumpur atau lain-lain yang melengket padanya. Luas bidang
permukaan yang dibersihkan haruslah dapat sekaligus ditutup dengan
cat dasar dan cat segera setelah dibersihkan, sebelum terjadi oksidasi.
Bila terjadi oksidasi (karatan), permukaan harus dibersihkan kembali
sebelum pengecatan dasar dilakukan.

Cat dapat digunakan dengan kuas tangan yang disetujui atau dengan
cara yang disyaratkan oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas.
Pengecatan tak dapat dilakukan pada cuaca berkabut, lembab, atau
berdebu, atau pada cuaca yang lain yang jelek, kecuali diusahakan
tindakan-tindakan seperlunya yang sesuai dengan pendapat Direksi
Tekink / Konsultan Pengawas, untuk melawan pengaruh-pengaruh
cuaca tersebut terhadap pekerjaan.

Permukaan yang akan dicat harus kering dan tak berdebu. Lapisan
berikutnya tidak diberikan sebelum lapisan cat terdahulu telah kering
betul. Lapisan penutup diberikan di atas cat dasar dalam tempo kurang
lebih enam bulan tetapi tidak boleh lebih cepat dari 49 jam setelah
pengecatan.

III - 37
Bila terjadi demikian maka permukaan baja perlu dibersihkan kembali
atau di cat dasar lagi seperti diuraikan di atas. Cat (termasuk
penyemprotan bila diperintahkan oleh Direksi Teknik harus disapu
dengan kuat pada permukaan baja, baut-baut pada setiap sudut-sudut
sambungan pelat, tekuk-tekuk dan sebagainya. Kemudian diratakan
dengan baik.

Setiap bagian yang dapat menampung air, atau dapat dirembesi air,
diisi dengan cat dasar yang tebal, atau, bila diperintahkan oleh Direksi
Teknik / Konsultan Pengawas, dengan menggunakan semen kedap air
atau bahan lain yang disetujui sebelum penyelesaian cat dasar. Setiap
lapisan yang telah selesai harus tampak sama dan rata. Pemakaian cat
yang rata ialah 12,5 m2 sampai 15 m2 per liter untuk cat dasar, dan 15
sampai 20 m2 per liter untuk lapisan berikutnya.

III - 38
TATA CARA PENGADUKAN PENGECORAN BETON

1.1 Maksud dan Tujuan


1.1.1 Maksud
Tata Cara Pengadukan dan, Pengecoran Beton ini dimaksudkan untuk digunakan
sebagai acuan dan pegangan bagi para. pelaksana dalam melaksanakan
pekerjaan beton.

1.1.2 Tujuan
Tujuan dari tata cara ini adalah untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai
yang direncanakan.

1.2 Ruang Lingkup


Tata cara ini meliputi persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan pengadukan
dan pengecoran beton normal di lapangan.

1.3 Pengertian
Yang dimaksud dengan :
1) Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
lain, aregat halus, agregat kasar dan air,
dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk masa padat
2) Pengaduk beton adalah mesin pengaduk yang digerakkan dengan tenaga
penggerak, digunakan untuk mengaduk campuran beton;
3) Segregasi adalah peristiwa terpisahnya antara pasta semen dan agregat
dalam suatu adukan ;
4) Bliding adalah peristiwa terpisahnya air dari adukan;
5) Beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk sampai
beberapa saat, karakteristiknya tidak berubah (masih plastis dan belum terjadi
pengikatan) ;
6) Beton keras adalah campuran beton yang telah mengeras
7) Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari
batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir terbesar 5,0 min;
8) Agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi, alam, dari batu atau
berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir antara 5 - 40 mm ;
3
9) Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200 - 2500 kg/m
menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah.
10) Slump adalah ukuran dari kekentalan adukan beton
11) Tremie adalah pipa berdiameter antara 150 - 300 mm, yang ujungnya
dilengkapi corong.

III - 39
BAB II
PERSYARATAN - PERSYARATAN

2.1 Bahan

Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi
dengan :
1) Sertifikat mutu dari produsen, atau;
2) Jika tidak terdapat sertifikat mutu, harus tersedia data hasil uji dari laboratorium
yang diakui kecuali ;
3) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikat mutu atau data hasil uji, harus
berdasarkan bukti hasil pengujian khusus atau pemakai nyata yang dapat
menghasilkan beton yang kekuatan, ketahanan dan keawetannya memenuhi
syarat.

2.2 Peralatan

Semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus memenuhi


persyaratan alat kerja.

2.3 Pelaksanaan

Pelaksanaan pekerjaan beton harus memenuhi persyaratan kerja berikut :

1) Persyaratan administratif yang dinyatakan di dalam, rencana kerja dan syarat-


syarat (RKS) harus diikuti
2) Harus tersedia rencana beton dan rencana pelaksanaan pengecoran.

III - 40
BAB III

KETENTUAN KETENTUAN
3.1 Bahan
3.1.1 Air
Air harus memenuhi SK SNI. S-04-1989 - F tentang Spesifikasi Air Sebagai
Bahan Bangunan.

3.1.2 Semen

Semen harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Perekat


Hidrolis Sebagai Bahan Bangunan.

3.1.3 Agregat

Agregat harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Agregat


sebagai bahan bangunan.

3.1.4 Bahan Tambahan Untuk Beton

Bahan tambahan untuk beton harus memenuhi SK SNI S18-1990-03 tentang


Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton.

3.1.5 Bahan Tambahan Pembentukan Gelembung Udara Untuk Beton.


Bahan tainbahan pembentukan gelembung udara untuk beton harus
memenuhi SK SNI S-19-1990-03 tentang, Spesifikasi Bahan Tambahan
Gelembung Udara untuk Beton.

3.2 Peralatan
Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut :
1. Semua peralatan untuk penakaran, pengadukan dan pengangkutan beton
harus dalam keadaan baik dan bersih;
2. Mesin pengaduk harus berputar pada kecepatan yang direkomeridasikan
oleh pabrik pembuat mesin tersebut;
3. Alat angkut yang digunakan dari tempat pengadukan ketempat
pengecoran harus marnpu menyediakan beton (di tempat
penyimpanan akhir) dengan lancar tanpa mengakibatkan terjadinya
segregasi dan tanpa hambatan yang, dapat mengakibatkan hilangnya
plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan;

III - 41
4. Alat pemadat yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk dan
jenis pekerjaan.
3.3 Pelaksanaan
3.3.1 Persiapan
Sebelum pengecoran beton dilaksanakan, harus dilakukan pekerjaan persiapan
yang mencakup hal berikut :
1. Semua ruang yang akan diisi adukan beton 'harus bebas dari kotoran;
2. Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel
pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum
beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah
mengeras tersebut;
3. Bidang-bidang beton lama yang akan berhubungan dengan beton baru,
harus dikasarkan dan dibasahi terlebih dahulu sebelum beton baru
dicorkan;
4. Pasangan dinding bata yang , akan berhubungan dengan beton baru,
harus dibasahi dengan air sampai jenuh;
5. Untuk memudahkan pembukaan acuan, permukaan dalam dari acuan
boleh dilapisi dengan bahan khusus, misalnya lapisan tipis minvak
mineral, lapisan bahan kimia, lembaran plastik, atau bahan lain yang
disetujui oleh pengawas bangunan;
6. Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan
penutup yang dapat merusak beton auto mengurangi lekatan antara beton
dan tulangan.
7. Air yang terdapat pada semua ruang yang akan diisi adukan beton harus
dibuang, kecuali apabila pengecoran dilakukan dengan menggunakan
pengecoran tremie atau bila diizinkan oleh pengawas bangunan.

3.3.2 Penakaran
Penakaran bahan yang akan digunakan harus berdasarkan perbandingan
campuran yang direncanakan, dan memenuhi ketentuan sebagai berikut ;
1. Untuk beton dengan nilai f'c lebih besar atau sama dengan 20 MPa,
proporsi campuran harus didasarkan pada teknik penakaran berat;
2. Untuk beton dengan nilai fc lebih kecil dari 20 MPa, pelaksanaannya boleh
menggunakan teknik penakaran volume. Teknik penakaran volume ini
harus berdasafkan pada perhitungan proporsi campuran dalam berat
yang dikonversikan kedalam. volume melalui perhitungan berat satuan
volume dari masing- masing bahan.

3.3.3 pengadukan
Pengadukan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Beton harus diaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan yang
merata dan semua hasil adukannya harus dikeluarkan sebelum mesin
pengaduk diisi kembali.

III - 42
2. Pengadukan harus dilakukan tidak kurang 11/2 menit untuk setiap
lebih kecil atau sama dengan 1m 3 adukan. Waktu pengadukan harus
ditambah 1/2 menit untuk satu penambahan kapasitas 1 m3 adukan ;
3. Pengadukan harus dilanjutkan minimal 11 /2 menit setelah semua bahan
dimasukkan ke dalam mesin pengaduk, (atau sesuai dengan spesifikasi
alat pengaduk)
4. Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus diawasi
terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran
beton vang, baru;
5. Kekentalan beton harus disesuaikan dengan jarak pengangkutan:
6. Bila produksi beton dilakukan oleh perusahaan beton siap pakai, maka
keseragaman pengadukan harus mengikuti ketentuan yang berlaku;
7. Perekaman data yang rinci harus dilakukan terhadap :
1. Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran;
2. Proporsi bahan yang digunakan;
3. Jumlah batch-adukan yang dihasilkan;
4. Lokasi pengecoran akhir pada struktur;

3.3.4 Pengangkutan
Pengangkutan harus memenuhi ketentuan berikut :
1. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat
penyimpanan akhir sebelum dicor, harus sedemikian hingga dapat
mencegah terjadinya segregasi atau kehilangan bahan;
2. Pengangkutan harus dilakukan sedemikian hingga tidak mengakibatkan
perubahan sifat beton yang , telah direncanakan, yaitu perbandingan air
semen, slump, dan keseragaman adukan.
3. Pengangkutan harus berlangsung dalam waktu tidak melebihi dari
30 menit. Bila pengangkutan dilakukan dengan truk pengangkutan
beton waktu pengangkutan tidak boleh lebih dari 11/2 jam. Apabila
diperlukan jangka waktu yang lebih panjang lagi, maka harus
dipakai bahan penghambat pengikatan.

3.3.5 Pengecoran dan Pemadatan


Pengecoran dan pemadatan beton harus mengikuti ketentuan berikut ;
1. Beton yang akan dicorkan harus pada posisi sedekat mungkin
dengan acuan untuk menceg,ah terjadinya segregasi yang disebabkan
pemuatan kembali atau dapat mengisi dengan mudah keseluruh acuan;
2. Tingkat. kecepatan pengecoran beton harus diatur agar beton selalu
dalam keadaan plastis dan dapat mengisi dengan mudah kedalam
sela-sela diantara tulangan;
3. Beton yang telah mengeras sebagian atau yang seluruhnya tidak boleh
dipergunakan untuk pengecoran;
4. Beton yang telah terkotori oleh bahan lain tidak boleh dituangkan
ke dalam struktur;

III - 43
5. Pengecoran beton harus dIlaksanakan secara terus menerus tanpa
berhenti hingga selesainya pengecoran suite panel atau
penampang yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas
penghentian pengecoran yang ditentukan untuk siar pelaksanaan;
6. Beton yang dicorkan harus dipadatkan secara sempurna dengan
alat yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar
tulangan, alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam
beton dan daerah sudut acuan;
7. Dalam ha l pem adat an bet on dilakuk an denga n alat penggetar :
1. Lama penggetaran untuk setiap titik harus dilakukan sekurang-
kurangnya 5 detik, maksimal 15 detik;
2. batang penggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bagian beton
yang sudah mengeras dan tidak boleh dipasang lebih dekat 100
mm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras serta
diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh batang penggetar;
3. Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang
batang penggetar dan tidak boleh lebih dari 500 mm. Untuk
bagian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi
lapis;
8. Dalam hal pengecoran yang menggunakan system cetakan/acuanyang
digeser keatas permukaan besi acuan harus terisi rata;
9. Bila diperlukan alatnya siar pelaksanaan, siar tersebut harus dibaut
sesuai dengan ketetuan yang berlaku.

3.3.6 Perawatan
Perawatan beton dilapangan harus memenuhi ketentuan berikut :
1. Beton harus dipertahankan dalain kondisi lembab selama paling sedikit 7
hari setelah pengecoran;
2. Beton berkekuatan awal tinggi harus dipertaliankan dalam kondisi
lembab selama paling sedikit 3 hari pertama;
3. Bila diperlukan uji kuat tambahan harus diikuti ketentuan berikut :
1. Untuk memeriksa tingkat pelaksanaan perawatan dan perlindungan
dari beton dalam struktur di lapangan, pengawas dapat meminta
agar uji tekan atas benda uji yang dirawat dilapangan;
2. silinder yang dirawat di lapangan harus dirawat sesuai dengan
kondisi dilapangan berdasarkan SK SNI M-62-1990-03 tentang
Metode Pembuatan dan perawatan Benda uji Beton di
Laboratorium menurut ketentuan yang berlaku;
3. Benda uji silinder yang dirawat di lapangan harus dicetak pada saat
yang bersamaan dan diambil dari contoh yang sama dengan benda
uji silinder yang akan dirawat di laboratorium;
4. Cara untuk melindungi dan merawat beton harus ditingkatkan
bila kekuatan dari silinder yang dirawat di lapangan pada umur uji

III - 44
yang telah ditetapkan kurang dari 85% dari kekuatan pasangan
silinder yang dirawat di laboratorium untuk penentuan kekuatan f‟c
3.3.7 Pemeriksaan
Pengambilan contoh uji beton segar untuk pemeriksaan mute beton
(slump, berat isi, analisa) harus dilakukan pada saat selesai pengadukan tapi
sebelum dicorkan, sesuai dengan SKSNI-M-26-1990-03 tentang Metode
Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton Segar.

III - 45
BAB VII
PEKERJAAN PANCANG ULIN / GALAM

7.1. Umum

Pekerjaan ini adalah pekerjaan pemancangan cerucuk kayu ulin sebagai


perkuatan untuk pekerjaan pasangan batu pada pondasi bangunan dan
atau dinding saluran yang berfungsi untuk mencegah terjadinya
pergesaran bangunan yang dilaksanakan bila terjadi gerakan tanah di
sekitarnya.

7.2. Bahan Kayu

a) Mutu Kayu

Jika tidak ditentukan lain, maka semua bahan kayu yang digunakan
untuk pekerjaan ini harus dengan mutu A sesuai dengan PKKI. Semua
kayu harus bebas dari getah-getah, cacat kayu seperti : mata kayu,
retak-retak, bengkok dan sebagainya. Kayu harus sudah mengalami
proses pengeringan udara minimal selama 3 bulan dan mengalami
proses pengawetan.

b) Kadar Air

Kadar air dari semua kayu yang dipakai untuk pekerjaan adalah harus
lebih kecil atau sama dengan 15% sedangkan untuk pekerjaan-
pekerjaan yang kasar harus lebih kecil atau sama dengan 20%, harus
dijaga agar supaya kadar air tersebut konstan baik pada saat
penyimpanan, pengerjaan maupun sampai pada penyelesaian
pekerjaan.

c) Macam / Jenis Kayu

Macam kayu yang dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan ini adalah kayu


ulin kelas I atau kayu Galam Ø 15 – 25 Cm

VII - 1
d) Ukuran-ukuran

Ukuran-ukuran kayu yang digunakan adalah 8/8, 10/10 dan 12/12


dengan panjang 2, 3 dan 4 meter serta harus sesuai dengan yang
diisyaratkan, atau batang kau galam Ø 15 – 25 cm kecuali
penyimpangan-penyimpangan sedikit akibat penggergajian. Ukuran-
ukuran yang menyimpang harus disesuaikan seperti yang ditunjukan
dalam gambar rencana.

7.3. Pelaksanaan Pekerjaan

Badan saluran dan pondasi bangunan yang akan dibangun harus


dibersihkan dari segala macam rintangan dan kotoran-kotoran. Pekerjaan
pemancangan dilaksanakan pada bagian tengan pasangan batu pondasi
dan atau pasangan batu saluran. Pekerjaan pemancangan dilaksanakan
pada bagian sesuai dengan gambar rencana. Pemancangan dilakukan
menggunakan hammer hingga cerucuk kayu ulin yang dipancang mencapai
tanah keras. Pekerjaan pemancangan akan dihentikan setelah kedalaman
yang dicapai dan disetujui Direksi.

Pada saat pekerjaan telah selesai dilaksanakan, lokasi pekerjaan harus


dibersihan dari bongkaran-bongkaran, tanah galian dan kotoran lain akibat
pekerjaan.
Pada saat pekerjaan telah selesai dilaksanakan, lokasi pekerjaan harus
dibersihan dari bongkaran-bongkaran, tanah galian dan kotoran lain akibat
pekerjaan.

7.4. Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk segala pekerjaan pemancangan cerucuk


kayu ulin yang dimintakan sesuai spesifikasi-spesifikasi ini akan dilaksanakan
menurut harga satuan yang ditawarkan dalam Bill of Quantities, dimana biaya-
biaya sudah harus mencakup, tidak terbatas pada biaya untuk kayu ulin,
pengangkutan, penyiapan untuk penempatan, perawatan, perlindungan,
penyempurnaan serta segala pelaksanaan pekerjaan lainnya, prosedur-prosedur

VII - 2
dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
pemancangan cerucuk kayu ulin sesuai spesifikasi ini.

VII - 3
PAKTA INTEGRITAS

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama MURSALIM DAT/ING

labatan Direktur

Bertindak

lJntuk dan atas nama PT. CADIKA UTAMA

Dalam rangka pengadaan Pembangunan lembatan Lingkar Pulau Nunukan Pada Panitia
Pembangunan lembatall /Turap Drainase 2 Pada Dinas Pu Provo Kaltim dengan ini mellyatakan
hahwa:
l. Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Klolusi, dan Nepotisme (KKN);
2. Akan melaporkan kepada Inspektorat Wilayah Provo Kaltim dan/ atau LKPP apabila mengetahui
ada indikasi KKN dalam Proses Pengadaan ini;
3. Akan mengikuti Proses Pengadaan secara bersih transparan , dan profesional untuk memberikan
j

hasil kerja terbaik sesuai peraturan perundang- undangan ;


4. Apabila melanggar hal - hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima
sanksi administratif. menerima sanksi pencantuman dalam Oaftar Hitam I digugat secara perdata
dan/ atau dilaporkan secara Pidana.

Samarinda, 13 Februari 2012


PT. CADIKA UTAMA

Direktur
FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI
UNTUK BADAN USAHA

Saya Yang Bertanda tangan di bawah ini :

Nama : MURSALIM DATJING

Jabatan : Direktur

Bertindak untuk

dan atas nama : PT. CADIKA UTAMA

Alamat : Ir. H. Juanda RT. 37 No. 52 Bontang

No. Telepon : (0411) 881630

No. Fax : (0411) 881630

E- mail :

Menytakan dengan sesungguhnya bahwa :


1. Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandtangani kontrak berdasarkan Akte Notaris Dedy
Ardiansyah Syam, SH, M.Kn nomor 02 tanggal 3 Juni 2011
2. Saya bukan sebagai pegawai K/L/D/I;
3. Saya tidak sedang menjalani sanksi Pidana;
4. Saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan dengan para PIHAK yang
terkait, langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini ;
5. Badan usaha yang saya miliki tidak masuk dalam Daftar Hitam , tidak dalam Pengawasan
Pengadilan , tidak Pailit, dan Kegiatan Usahanya tidak sedang dihentikan;
6. Salah satu dan/ atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar
Hitam;
7. Data - data saya / badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut :
A Data Adaminitrasi

1 Nama : PT. CADIKA UTAMA

2 Status : Ѵ Pusat Cabang

3 Alamat Kantor Pusat : Ir. H. Juanda RT. 37 No. 52 Bontang


No. Telepon : (0411) 881630
No. Fax : (0411) 881630
E- mail :

4 Alamat Kantor Cabang : -


No. Telepon : -
No. Fax : -
E- mail : -

B Ijin Usaha

1 Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi


Nomor : Set.IUJK/153/KPT/XI/2009
Tanggal : 12 Nopember 2009
2 Masa Berlaku : 12 Oktober 2009
3 Instansi Pemberi Ijin : Pemerintah Kab. Gowa

C Ijin Lainnya

1 Surat Ijin Usaha Badan Usaha Sipil


Nomor : 0800/ASPEKINDO/20/5/08
Tanggal : 16 Juli 2009
2 Masa Berlaku : 27 May 2011
3 Instansi Pemberi Ijin : ASPEKINDO
1 Surat Ijin Usaha Badan Usaha Arsitektur
Nomor : 0896/ASPEKINDO/20/6/08
Tanggal : 09 Juni 2008
2 Masa Berlaku : 09 Juni 2011
3 Instansi Pemberi Ijin : ASPEKINDO

1 Surat Ijin Tempat Usaha ( SITU)


Nomor : 503/155/SITU/IA/2011
Tanggal : 11 Maret 2011
2 Masa Berlaku : 11 Maret 2014
3 Instansi Pemberi Ijin : Kantor Pelayanan Terpadu Kab. Gowa Sulawesi Selatan

1 Surat Ijin Usaha Perdagangan( SIUP)


Nomor : 510.01/1855/20-22/I/2008
Tanggal : 21 Januari 2008
2 Masa Berlaku : 21 Januari 2009
3 Instansi Pemberi Ijin : Pemerintah Kota Samarinda
D Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha

1. Akta Pendirian PT
a. Nomor Akta : 46
b. Tanggal : 10 Oktober 2007
c. Nama : Anastasia Dian Christiant, SH

2. Akta Perubahan Terakhir


a. Nomor Akta : 02
b. Tanggal : 3 Juni 2011
c. Nama : Dedy Ardiansyah Syam, SH, M.Kn

E Pengelola Badan Usaha

1. Komisaris untuk Perseroan Terbatas (PT)

No Nama No. KTP Jabatan Dalam Badan Usaha

1 MURSALIM DATJING 6474923003680002 Direktur Utama

2. Direksi / Pengurus Badan Usaha

No Nama No. KTP Jabatan Dalam Badan Usaha

1 MURSALIM DATJING 6474923003680002 Direktur Utama


F. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham

No Nama No. KTP Presentase

1 MURSALIM DATJING 6474923003680002 200 %

2 - - -

4 - - -

2. Pajak

a Nomor Pokok Wajib Pajak : 01.562.842.2-801.00


b Bukti Laporan Pajak Tahunan
Terakhir
Nomor : Terlampir
Tanggal : Terlampir
Bulan November 2011

Pph Pasal 21 : Terlampir

Pph Pasal 25/29 : Terlampir

PPn : Terlampir

Bulan Desember 2011

Pph Pasal 21 : Terlampir

Pph Pasal 25/29 : Terlampir

PPn : Terlampir

Bulan Januari 2011

Pph Pasal 21 : Terlampir

Pph Pasal 25/29 : Terlampir

PPn : Terlampir
G. Data Pel'sonalia (Tenaga Ahli / Teknis Badan Usaha)

Tahun No. Sertlfikat Keahlian &


Jabatan Dalam Pengalaman Profesl/
No. Nama Tgl/Bln/Thn Lahlr Tingkat Pendidikan Sertiflkat/ Registrasi Sertifikat
Pekerjaan Kerja (tahun) Keahlian
Ijazah Keahlian
1 2 :l 4 5 6 7 0 9
Ahli Madya Tekn ilc
1 Ir SUDIOYO Sl- Teknik Sipil General Supcrtendent 5 2009 Terlampir
23 Dcscmber 1965 Sipil
-. -
Ahli Madya Pe l.
2 Ir HERRY SOETIONO 06 januari 1')59 5 1· Tcknlk Sipil Site Marwg'Cr 3 2010 Terlampir
Jalan
Ahli Madya Pel.
-­ -
3 SANNA,5T 19 Agustus 197H Sl - Teknik Sipil Highway Engineer 3 2011 Terli:lmpir
falan
Ahll Muda Tcknik
4 ZAENALABIDIN,ST 12 lanuari 1972 Sl- Teknik Sipil Material Engineer 3 200') Terl<lmpir
Sipil
t- Ahli Muda Pel.
S FIRDAU5,5T 5 1· Teknik Sipil Quality Engineer 3 2006 Tcrl<lmpir
jalan

6 !DRIS,ST 30 D<.'scmber 1978 SLTA S<lfety Engineer 3 Ahli K·3 2006 Tcrlampir

Samarlnda, 13 Februarl 2012

PT. CADIKA UTAMA

H Data Fasllitas / Peralatan/Perlengakapan

Kapasitas atau Status No. Bukti


Jenis Fasilitas/Peralatan Merekdan Tahun Kondisl tokasi
No Jumlah Output Pada Kepemilikan/Dukungan Kepemllikan/No.Rangka/No
Perlengakpan
Saat ini
Tlpe Pembuatan (%) Sekarang
Sewa .Mesln/No. Perlanllan Sewa
1 2 3 4 5 6 7 B 9 10

1 Gerobak Areo SUnit Areo 2011 100 Samarinda Milik TerJampir



2 Tangki 1000 liteI' 2 Unit 5200 liteI' AW 2006 100 Samari nda Milik Terlampir

3 Genset 2 LJnit 6000 Watt River 2009 100 Sa marinda Milik Terlampir
1 Dumptruck 1 Un it 6Ton Mitshubishi 2011 100 Samarinda Milik Teriampir
l-
S Gunting 8esi 1 Unit - 2011 100 Samarinda Milik Teriampir

6 Molen 3 Unit SO Kg Hercules 2011 100 Samari nda Milik Terlam pir
7 Waterpass 11!uah - Topeon 2011 100 Samarinda Milik TerJampir
8 Pencetak Hatako 1 Unit - 2006 100 Samarinda Milik Terlampir

9 Mesin Las 111nit - Silenced 2009 100 Samarinda Milik Terlampir

Samarinda, 13 Fehruari 2012


PT. CADIKA UTAMA
I. lata Pengalaman Perusahaan

-
Pembert Tugas/Pe)abat Pelaksana
Kontrak Tanggal Selesal Menurut
Sub Bidang Teknis Keglatan
No Nama Paket Pekerjaan Lokasi
Pekerjaan BASerah
Nama Alamat Dan Telepon Nomor dan Tanggal Nllal (Rp) Kontrak
1
• 5 , 7 B , Terlma (PHO)
10
2
"
1

I
,

2 - - -

1 'I
Samal'inda, 13 Februari 2012

PT. CADIKA IJTAMA


J. Data Pekerjaan YanK SedanK Di laksanakan

Pemberl Tuga<i/Pejabat Pelaksana Rencana


Kontrak Progress Terakhir
Sub Oldang Teknls Kegiatan Tanggal
No Nama Paket Pekerjaan Lokasl
Pekerjaan AlamatDan Nomordan Kontrak Presentasi Kontrak
Nama NlialIRp) Oerakhlr
1 , 3
• 5
Telepon
6
Tanggal
7 a
(Rencana)
9
Kerla%
10 11

N- 11-' H­ ~IIL
-

Samarlnda.13 Februari 2012

PT. CADIKA UTAMA

Oirektur
K Modal Kerja

Surat Dukungan Keungan dari Bank

Nomor 052/DK/BPD-MALL/II/2012

Tanggal 08 Februari 2012

Nama Bank Bank Kaltim

Nilai Rp 385.475.000,00

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab./ika
dikemudian hari ditemui bahwa data / dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan / atau ada
pemalsuan , maka saya dan badan usaha saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi
adiminitratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan secara perdata, dan/ atau pelaporan
secara pidana terhadap pihak herwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang -undangan.

Samarinda, 13 Februari 2012


PT. CADIKA UTAMA

Direktur
~I bankaltim
Samarinda, 08 Pchruari 2012
Nomor : O<;~ / DK / BPD~~1ALL/ 11 /2012
Perihal : Sural Dukungan Dana

Kcpada:
Panitia P embangunan Jembatan / Turap / Drainase 2
Dinas Pckcrjaan Vm um Kalimantan Timur
Di -
Samarinda

Schubungan dengan pde1angan proyek yang akan dilaksanakan oleh Saudara, dengan in;
diberitahukan bahwa bmi I3.ANK llPD KALll...lANT AN TIMUR pada dasarnya dapat memberikan
dukungan dana kepada :

1. Nama Perusahaan : PT.CADlKA UTAMA


2. Nomor Rekening : 108 1502508
3. Alamat JI.Ir.lljuflnd.'l Rt.37/52 Bukir Indah Rontang
4. Kcpcrluan Pcrnbangunan Jembatan LIDgkar Pulu Nunukan
S. iiai Dukungan Rp. 385.475.000,- ( Tiga r.I.tU S dclapan puluh cmpar juta crupat
mtus tujuh puluh lima ribu rupiah )
6. Pcngurus/ Pcnanggung jawab MURSALIM DATJING
(Direktur)

Dukungan pcmbiayaan Bank dapar diberikan sepanjang memcnuhi kelenruan dan t'eknis Perbankan yang
ada dan berlaku eli Bank BPD Kalcim (Bankable) secta Sural dukungan dana ini tidak bersifat mengikat Bank
BPD Kaltim (Nllcommifltd) .

Surat kcternngan dukungan Bank ini diberikan sesuai surat pcnnohonan dari PT.CADIKA U f AMA No.
OOI / CU-BTG / BPD/ Sf>,.ID/ n / 2012 ranggal 07 Pebmari 20 12 untuk keperluan tersebut di alaS.

BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR


CABANG PEMBANfU MALL LEMBUSWANA SAMARINDA

b.lnkaltl~ .
NURSANfI YACOB
Pgs.Pemimpin

Bank Kebanggaan Kaltim

BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TlMUR


Kantor Capem Lembuswona Samarlnda :
Komplek Malilembuswana Blok F No. 1 JI. Ruhui Rahayu Samorinda
Telp. (0541) 749275 - 749273
PT. CADIKA UTAMA

NERACA

31 Desember 2008

AKTIVA PASIVA
NO KETERANGAN NO PER 31·2·2008 NO KETERANGAN ,UMLAH TOTAL

I AKTIVA LANCAR III HUTANG LANCAR


K<ls dan Sctara Kas 01 Rp 435.882.500 f-!utang Usaha Rp 115.400.000
Piurang Usaha 02 Rp 234.000.000 Oiaya YMH . Dibayar Rp 56.350.000
Pekcrjaan D.:llam Proses 03 Rp . Hutang Lain -lain Rp 35.700.000
Perscdiaan Material RI'
Jumlah Aktiv<l Lancilr Rp 669.882.500 Jumlah Hut;mg Lancon Rp 207.450.000

II AKTIVA TET AP IV EKUlTAS


Nilai Pcrolehan Aktiva Tetap Rp 13.419.490.000 Modal Dltempatkiln&Oisctor Rp 10.710.372.500 i

Aku. Pcny. Aktiva Tetap RI' 3.689.659.000 L.b. (Rugi) Oltah.n Rp 6.575.626.950
L.ba (Rugl) Tahun Ber/alan Rp 285.582.050
Nital Buku Akriva Tetap Rp 17.109.149.000
Jumlah Ekuitas RI' 17.571.581 .500

III AKTIVA LAIN·LAIN

,UMLAH AK-.!IVA Rp 17.779.031.500 ,UMLAH KEWA,IBAN & EKUlTAS Rp 17.779.031.500

Sam<lrinda, 13 Fcbruari 2012


PT. CAOIKA UTAMA

Dirckrur Urama

Anda mungkin juga menyukai