BAB 3 Gambaran Umum Kepariwisataan
BAB 3 Gambaran Umum Kepariwisataan
BAB 3 Gambaran Umum Kepariwisataan
Berdasarkan data yang telah dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sula
memiliki luas sebesar 13.732,70 Km2 yang terdiri dari 6.647,17 Km2 merupakan wilayah lautan dan
7.085,53 Km2 berupa wilayah daratan. Berikut merupakan rincian luas wilayah Kabupaten Kepulauan Sula
menurut kecamatan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel III.1 Luas Wilayah Kabupaten Kepulauan Sula Berdasarkan Kecamatan Tahun 2016
Luas Wilayah Administrasi
Luas Daratan Luas Lautan
No Nama Kecamatan Jumlah Desa Persentase
(Km2) (Km2) Luas (Km2)
(%)
1 Sanana 11 222,24 270,88 493,12 3,6
2 Sanana Utara 7 269,43 629,35 898,78 6,5
3 Sulabesi Tengah 6 238,55 341,17 579,72 4,2
4 Sulabesi Timur 6 213,72 115,28 329 2,4
5 Sulabesi Barat 6 246,46 699,76 946,22 6,9
6 Sulabesi Selatan 5 285,76 777,89 1063,65 7,7
7 Mangoli Utara
4 765,23 913,25 1678,48 12,2
Timur
8 Mangoli Timur 5 899,65 804,69 1704,34 12,4
9 Mangoli Tengah 9 1.207,63 487,21 1694,84 12,3
10 Mangoli Selatan 5 1.017,05 487,21 1504,26 11,0
11 Mangoli Barat 7 1.013,71 323,14 1336,85 10,0
12 Mangoli Utara 7 706,11 767,35 1473,46 10,7
Total 78 7.085,53 6.647,17 13.732,70 100
Sumber : RPJMD Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2016
Tabel III.2 Kondisi Kemiringan dan Ketinggian Lahan di Kabupaten Kepulauan Sula
No Uraian Luas
Rata-rata antara 0 s/d 3 persen ,8 s/d 15 persen
1 Kemiringan Lahan
30 s/d 50 persen dan > 50 persen
2 Ketinggian Lahan Rata-rata antara 0-500 m dan antara 500-1000 m di atas permukaan laut (mdpl)
Sumber Data : profil Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2015
Data DISHIDROS TNI-AL (1992) menunjukkan bahwa kecepatan arus tertinggi terjadi di selat Capalulu
mencapai 90 mil/jam, sedangkan arus lokal berfariasi pada saat pergerakan dari arah utara menuju Timur
laut sampai tenggara dan dari arah selatan sampai barat dengan variasi antara 1 -45 cm/detik.
Parameter oceanogrofi penting lainya adalah gelombang. informasi mengenai kondisi gelombang dapat
memprediksi kondisi perairan dan aktivitas di laut termasuk aktivitas perikanan tangkap. variasi
pergerakan gelombang berdasarkan data DISHIDROS TNI-AL (1992) dan Lipi Ambon (1994) gelombang
besar terjadi pada bulan September - Desember dengan ketinggian mencapai 1.50-2.00 meter. Kabupaten
Sula juga memiliki 2 telaga yaitu Telaga Kabau yang terletak di Desa Kabau Kecamatan Sulabesi Barat dan
Telaga Nap (Kepala telaga) yang terletak di Desa Waisakai Kecamatan Mangoli Utara Timur.
Tabel III.3 Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan menurut Bulan Di Kabupaten Kepulauan Sula
Tahun 2014-2015
Curah Hujan Hari Hujan
Bulan Banyaknya Banyaknya
2014 2015 2014 2015
Januari 72.5 58.9 15 11
Februari 127 110 17 15
Maret 117.3 163.7 14 16
April 205.1 203.6 17 18
Mei 172.3 261.7 21 13
Juni 533 210.1 23 17
Juli 47.1 20.1 13 5
Agustus 67.4 9.9 13 3
September 30 0 13 0
Oktober 0 23.6 3 3
November 408 17 16 3
Desember 174.8 150.7 17 14
Rata-Rata 129.275 102.4 15.2 9.8
Sumber : Badan Pusat statistik Kepulauan Sula ,Tahun 2015
Kelembapan nisbi rata-rata yang tercatat pada stasiun Meterologi dan Geofisikan Kabupaten Kepulauan
Sula (2015) adalah 83 persen (higer) pada bulan April dan 76 persen (lower) pada bulan September. Data
dan informasi mengenai kondisi tersebut. dapat dilihat sebagaimana terdapat pada Tabel dibawah ini
Tabel III.4 Temperatur Rata - Rata Kelembaban Nisbi, Rata-Rata Penyinaran Matahari di
Kabupaten Kepulauan Sula, 2015
Temperatur Rata-Rata
Kelembaban
Bulan Rata-Rata RataRata Rata-Rata Penyimpanan
Nisbi
Harian Maksimum Minimum Matahari
Januari 28,0 31,8 24,6 80 46
Februari 27,4 31,8 24,2 81 63
Maret 27,6 31,8 24,6 82 62
April 27,4 32,0 25,0 83 62
Mei 27,8 31,6 24,8 82 69
Juni 27,6 30,6 24,8 81 69
Juli 27,4 31,0 24,2 78 76
Agustus 27,4 31,0 24,4 77 71
September 27,0 31,2 23,8 76 74
Oktober 27,8 32,6 24,0 77 93
November 28,0 32,6 25,2 80 81
Desember 28,0 32,0 25,0 82 69
Rata-Rata 27,6 31,6 24,6 81 69
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Sula, Tahun 2015
3.1.6 Kependudukan
Penduduk Kabupaten Kepulauan Sula berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 97.177 jiwa
yang terdiri atas 49.203 jiwa penduduk laki- laki dan 47.947 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan
dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015, penduduk Kepulauan Sula mengalami pertumbuhan
sebesar 1,98 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2016 penduduk laki-
laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103 yang berarti jumlah penduduk laki-laki lebih besar
dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Rasio jenis kelamin yang tertingi terdapat di
kecamatan Sanana Utara yaitu sebesar 109 dan yang terkecil terdapat di kecamatan Sulabesi Selatan
yang mengindikasikan jumlah penduduk perempuan lebih bnyak dibandingkan penduduk laki-laki.
Kepadatan penduduk di Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2016 mencapai 14 jiwa/km2. Kepadatan
Penduduk di 12 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kecamatan
Sanana dengan kepadatan sebesar 134 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Mangoli Utara Timur,
Mangoli Tengah, dan Mangoli Selatan sebesar 6 jiwa/km2.
Tabel III.6 Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan di
Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2010, 2015 - 2016
Laju Pertumbuhan Penduduk
Jumlah Penduduk (jiwa)
No Kecamatan Per Tahun (%)
2010 2015 2016 2010 - 2015 2015 - 2016
1 Sulabesi Barat 4.727 5.185 5.288 9,69 1,99
2 Sulabesi Selatan 4.317 4.654 4.746 7,81 1,98
3 Sanana 25.293 29.139 29.716 15,21 1,98
4 Sulabesi Tengah 5.955 6.711 6.844 12,70 1,98
5 Sulabesi Timur 3.113 3.407 3.475 9,44 2.00
6 Sanana Utara 5.700 6.558 6.688 15,05 1,98
7 Mangoli Timur 4.320 4.716 4.810 9,17 1,99
8 Mangoli Tengah 6.409 6.973 7.112 8,80 1,99
9 Mangoli Utara Timur 3.793 4.165 4.248 9,81 1,99
10 Mangoli Barat 7.115 7.771 7.926 9,22 1,99
11 Mangoli Utara 10.159 10.937 11.154 7,66 1,98
12 Mangoli Selatan 4.685 5.069 5.170 8,20 1,99
Kepulauan Sula 85.586 95.285 97.177 11,33 1,99
Sumber: Kabupaten Kepulauan Sula Dalam Angka, 2017 (BPS)
Untuk jumlah penduduk dan rasio kelamin di Kabupaten Kepulauan Sula pada Tahun 2016 yaitu
didominasi oleh penduduk laki – laki sebesar 49.203 jiwa sedangkan penduduk perempuan berjumlah
47.974 jiwa. Jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel III.7 Jumlah Penduduk, Rasio Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk Dirinci Menurut
Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2016
Jenis Kelamin (jiwa) Kepadatan Persentase
Rasio Jenis
No Kecamatan Penduduk Kepadatan
Laki - Laki Perempuan Jumlah Kelamin
Per Km2 Penduduk (%)
1 Sulabesi Barat 2.700 2.588 5.288 104 22 5,44
2 Sulabesi Selatan 2.340 2.406 4.746 97 17 4,88
3 Sanana 14.921 14.795 29.716 101 134 30,58
4 Sulabesi Tengah 3.396 3.448 6.844 98 29 7,04
5 Sulabesi Timur 1.768 1.707 3.475 104 17 3,58
6 Sanana Utara 3.481 3.207 6.688 109 25 6,88
7 Mangoli Timur 2.424 2.386 4.810 102 6 4,95
8 Mangoli Tengah 3.657 3.455 7.112 106 6 7,32
9 Mangoli Utara Timur 2.148 2.100 4.248 102 6 4,37
10 Mangoli Barat 3.993 3.933 7.926 102 8 8,16
11 Mangoli Utara 5.730 5.424 11.154 106 16 11,48
12 Mangoli Selatan 2.645 2.525 5.170 105 6 5,32
Kepulauan Sula 49.203 47.974 97.177 103 14 100
Sumber: Kabupaten Kepulauan Sula Dalam Angka, 2017 (BPS)
3.1.7 Perekonomian
pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu sebesar 25,16 yang menandakan jumlah
murid SMP lebih banyak dibandingkan guru yang mengajar.
3.1.10 Budaya
3.1.11 Infrastruktur
3.1.11.1 Jaringan Jalan
Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian
maupun mobilitas penduduk. Dengan semakin meningkatnya pembangunan maka akan menuntut
peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas
barang dari satu daerah ke daerah lain.
Jenis permukaan jalan di Kabupaten Kepulauan Sula yaitu untuk daerah sanana sampai dengan polhea
12,5 % sudah beraspal, untuk daerah polhea sampai dengan malbufa sudah 9 % dan sanana – sulabesi
tengah mencapai 31,68 % yang sudah teraspal.
Di Kabupaten Kepulauan Sula terdapat juga terminal yang masuk kedalam klasifikasi Tipe C yang berada
di Kecamatan Sanana.
Tabel III.8 Sebaran Daya Tarik Wisata Bahari Di Kabupaten Kepulauan Sula
No Kecamatan No Daya Tarik Wisata Bahari
1 Sanana 1 Pantai Wai Ipa
2 Pulau Mangoli Utara Timur 2 Pantai Pulau Pagama
3 Teluk Kalimaso / Tanjung
Harimau
3 Mangoli Barat 4 Selat Capalulu
5 Pulau Pasiba
4 Mangoli Tengah 6 Pulau Sambiki
7 Pulau Ngofa Nini
8 Pantai Mangoli
5 Sanana Utara 9 Pantai fukweu
10 Pulau Kucing
11 Wai Santosa
6 Sulabesi Timur 12 Pantai Waigoiyofa
13 Tanjung Waka / Fatkayoun
7 Mangoli Utara 14 Pantai Paskoro
15 Pantai Pastabulu
Sumber : Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata, 2016
Dari sebaran objek daya Tarik wisata diatas masing – masing ODTW memiliki atraksi wisata yang bemacam
– macam. Jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel III.9 Atraksi Wisata di Masing – Masing ODTW Di Kabupaten Kepulauan Sula
No Kecamatan No Daya Tarik Wisata Bahari Atraksi Wisata
Snorkling
Diving
1 Sanana 1 Pantai Wai Ipa
Wisata Kuliner (Guraka
dan Pisang Goreng)
Pasir Putih
2 Pulau Mangoli Utara Timur 2 Pantai Pulau Pagama Snorkling
Spot Pemancingan
Pasir Putih
Lumba – Lumba
Penyu
Teluk Kalimasol / Tanjung Bayi Hiu
3
Harimau Cagar Alam Pulau
Lifmatola
Snorkling
Diving
3 Mangoli Barat 4 Selat Capalulu Snorkling
Atraksi wiata diatas merupakan salah satu dari berbagai atraksi wisata pada setiap objek daya Tarik wisata
bahari yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula, berikut sekilas profil mengenai masing – masing ODTW
Bahari di Kabupaten Kepulauan Sula.
1. Pantai Wai Ipa
Pantai Wai Ipa berada di Desa Wai Ifa (Wai Ipa), Kecamatan Sanana, Pulau Sulabesi. Pantai ini
berbatu kerikil yang tidak tajam, terletak tidak jauh dari pemukiman warga. Anda bisa bersantai
di tempat ini sambil menikmati aneka makanan seperti pisang goreng dan guraka. Akses ke pantai
ini dari Pelabuhan Sanana, Anda dapat gunakan angkutan umum hingga tiba di pasar Fogi
kemudian dilanjutkan dengan ojek.
4. Selat Capalulu
Selat Capalulu yang berada di Kecamatan Mangole Barat terkenal dengan derasnya putaran
ombak yang bahkan menjadi selat dengan arus terkuat di Indonesia. Pada musim tertentu, daerah
ini dilarang untuk beraktivitas karena pernah menelan korban jiwa hingga ratusan orang. Selat ini
juga merupakan daerah pelayaran, apabila cuaca sedang buruk biasanya nahkoda kapal berhenti
di desa Pas Ipa.
5. Pulau Pasiba
6. Pulau Sambiki
Pulau Sambiki di Kabupaten Kepulauan Sula adalah sebuah pulau yang terletak pada koordinat
01°56'31.32" Lintang Utara (LU) dan 125°47'3.88" Bujur Timur (BT) dengan Desa Baruakol berada
pada Barat Laut (BL) dan Desa Paslal berada pada Timur Laut (TL).
Pesona dari Pulau Sambiki yang menonjol terlihat ketika mendekati Pulau ini adalah pasir putih
yang indah. Selain itu keadaan laut di sekitar pulau Sambiki juga tidak kalah menariknya karena
memilik terumbuk karang yang masih sangat-sangat orisinil dan ditambah lagi bagi orang-orang
yang hobi melakukan Diving sangat cocok sebab garis pantai dan batas kedalaman laut cukup
dekat sehingga keindahan laut dapat langsung terlihat jelas, bahkan ketika kita berada dipantai
sambil menikmati keindahan pulau-pulau dan perahu motor yang melewati pulau dan juga para
nelayan yang sibuk melakukan aktifitas memancing di sekitar Pulau Sambiki.
8. Pulau Mangoli
Pantai Mangoli memiliki panorama yang sangat indah. Pantai ini berada di Desa Mangoli,
Kecamatan Mangoli Tengah, Pulau Mangoli. Anda dapat menggunakan speedboat dari Sanana ke
lokasi ini dengan lama perjalanan sekitar 40 menit
9. Pantai Fukweu
Pantai Fukweu berada di Desa Fukweu, Kecamatan Sanana bagian utara. Pantai ini berhadapan
dengan pulau Mangoli dan beberapa pulau kecil di depannya. Pantai ini cocok untuk kegiatan
mancing.