13 Gizi
13 Gizi
Hipotesis
a. Hipotesis Barker
Hubungan antara pertumbuhan awal kehidupan dan penyakit kardiovaskular saat dewasa. A.
hubungan antara BBLR dan kematian akibat penyakit jantung iskemik, B. hubungan antara berat
saat 1 tahun dengan kematian akibat penyakit jantung iskemik. Diambil dari Barker DJ. Childhood
causes of adult diseases. Arch Dis Child 63 (7):867–869, 1988.
Hipotesis gen hemat. IGF-1, Insulin-like growth factor-1. Adaptasi dari Neel JV. Diabetes
mellitus: a ‘thrifty’ genotype rendered detrimental by ‘progress’? Am J Hum Genet 14:353–362,
1962.
b. Developmental plasticity
c. Miss-match paradigm
3. Mekanisme Epigenetik
a. Definisi
Perubahan epigenetik adalah modifikasi DNA, yang tidak mengubah urutan
DNA, dapat memengaruhi aktivitas gen. Senyawa kimia yang ditambahkan ke gen
tunggal dapat mengatur aktivitasnya. Epigenom terdiri dari semua senyawa kimia
yang telah ditambahkan ke keseluruhan DNA (genom) seseorang sebagai cara untuk
mengatur aktivitas (ekspresi) semua gen dalam genom. Pengaruh lingkungan, seperti
diet seseorang dan paparan polutan, juga dapat berdampak pada epigenom.
Karena kesalahan dalam proses epigenetik, seperti memodifikasi gen yang salah
atau gagal menambahkan senyawa ke dalam gen, dapat menyebabkan aktivitas gen
abnormal atau tidak aktif, mereka dapat menyebabkan kelainan genetik. Kondisi
termasuk kanker, gangguan metabolisme, dan gangguan degeneratif semuanya
ditemukan terkait dengan kesalahan epigenetik. (Genetics Home Reference, 2019)
b. Mekanisme Epigenetik
- Metilasi DNA sitosin
Metilasi DNA adalah proses penambahan gugus metil pada cincin C5 cytosine
menjadi 5-methilcytosine yang menghambat transkripsi. Karena itu gen akan mati
(turn off) sehingga akan berperan penting dalam ekspresi gen pada jaringan spesifik,
imprinting genom, dan inaktiavasi kromosom X. Penambahan gugus metil dibantu
oleh enzim DNA methyltransferase (DNMT). Ada 3 bentuk DNMT yaitu DNMT1
yang mempertahankan pola metilasi DNA standar sedangkan DNMT3a dan
DNMT3b mempertahankan pola baru DNA yang baru. Ada 2 enzim tambahan yaitu
DNMT2 dan DNMT3L. Demetilasi DNA akan menghapus metilasi sehingga akan
mengaktifkan kembali gen. (Weinhold, 2006)
Misalnya dalam perkembangan kanker, metilasi sitosin pada promotor suatu gen
tumor supresor (TSG) menyebabkan gen tersebut tidak terekspresikn, akibatnya sel
masuk ke siklus sel dan terjadi poliferasi. (Fidianingsih, 2013)
- Modifikasi histon
Kromatin terdiri dari nukleosom-nukleosom yang tersusun oleh 146 basa DNA dan
dibungkus oleh 4 protein histon (H3, H4, H2A, dan H2B)
- Non-coding RNA
Non-coding RNA adalah suatu molekul RNA fungsional yang ditranskripsikan oleh
DNA namun tidak ditranslasikan menjadi protein. Non-coding RNA terdiri dari
miRNA, siRNA, piRNA, dan lncRNA yang berperan meregulasi ekspresi gen pada
proses transkripsi dan post transkripsi. (Weinhold, 2006)
4. Stunting
Sumber : WHO. (2013). Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences. WHO Conceptual
framework.
Stunting disebabkan langsung oleh kurangnya asupan gizi yang berlangsung sejak
kehamilan hingga kelahiran yang terus berlanjut serta adanya infeksi yang diderita.
Infeksi pada anak dapat mengurangi protein dalam tubuh yang seharusnya digunakan
untuk pertumbuhan tetapi perlu digunakan untuk mengatasi sakit dari infeksi tersebut.
Selain itu, infeksi (khususnya diare) yang berulang juga dapat mengganggu penyerapan
zat gizi. Hal ini dapat mempengaruhi beberapa hal saat anak beranjak dewasa, seperti
rendahnya kapasitas fisik, kognitif, dan produktivitas, lambatnya pertumbuhan tinggi
badan dan perkembangan sarat, serta lemahnya sistem kekebalan tubuh.
Kondisi stunting pada seorang anak dapat diketahui dari rendahnya kurva TB/U
(dibawah -2 median kurva pertumbuhan anak) dimana jika anak tersebut masih berusia 2-
3 tahun menunjukan proses gagal bertumbuh (stunting) yang masing atau sedang
berlangsung dan jika anak tersebut sudah lebih dari usia 3 tahun, menunjukkan bahwa
anak tersebut telah mengalami kegagalan tumbuh (stunted).