Makalah Sistem Kardiovaskuler
Makalah Sistem Kardiovaskuler
Makalah Sistem Kardiovaskuler
Dosen Pengampu :
Ade Kurniawati, M.Keb
Disusun Oleh:
1. Dinda Andriani
2. Indri Dayanti
3. Maya Nur Aisyah
4. Mayrian Khoerunnisa
5. Ratna Juwita
TAHUN 2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan karunianya
kami dapat menyelesaikan penulisan makalah kami yang berjudul “Sistem Peredaran Darah”. Tak
lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dan membimbing
kami dalam menyelesaikan makalah ini.Terakhir, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua
pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Selain itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang tulisannya kami
kutip sebagai bahan rujukan. Tak lupa juga kami ucapkan maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kata
dan pembahasan yang keliru dari kami. Kami berharap kritik dan saran Anda.
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 1
Tujuan Umum 1
Tujuan Khusus
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Kesimpulan 13
B. Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang
berartijantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup
sistemsirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah.
Pusatperedaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa
berototyang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut
menyebabkandarah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang
terdiriatas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena.
Dalam mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan sebagaisistem
transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta obat-obatan keseluruh jaringan
sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam tubuh. Dalamhal ini, faktor perubahan
volume cairan tubuh dan hormon dapat berpengaruh padasistem kardiovaskuler baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu
memahami anatomi fisiologi yangada pada jantung tersebut sehingga kita mampu
memahami berbagai problematikaberkaitan dengan sistem kardivaskuler tanpa ada
kesalahan yang membuat kitamelakukan neglicent( kelalaian). Oleh karena itu, sangat
penting sekali memahamianantomi fisiologi kardiovaskuler yang berfungsi langsung dalam
mengedarkan obat-obatan serta oksigenasi dalam tubuh dalam proses kehidupan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
1. Untuk mengetahui sistem peredaran darah
2. Untuk mengetahui bagian-bagian jantung dan fungsinya
3. Untuk mengetahui komponen darah dan fungsinya
4. Untuk mengetahui urutan sirkulasi darah
5. Untuk mengetahui pembuluh darah utama, lokasi, dan fungsinya.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui:
1. Untuk menyelesaikan tugas kelompok
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah KKPK
1
BAB II
PEMBAHASAN
a. Jantung
Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik
(ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus
oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar :
a. lamina panistalis di sebelah luar
b. lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung.
2
b. Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada
bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya. Arteri dan vena
terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan
vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan
tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas
jaringan ikat ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut
kapiler. Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu
lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal.
Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan
fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut.
3
Kapiler :
a. Diameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena
b. Dindingnya terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal
Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu :
Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium
Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis
Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis
4
Gambar: Diagram alur peredaran darah manusia
c. Darah
Darah merupakan komponen paling penting dari sistem peredaran darah manusia. Perannya
adalah membawa nutrisi, oksigen, hormon, dan antibodi ke seluruh tubuh. Serta juga mengangkut zat
beracun dan sisa metabolisme untuk dikeluarkan.
Ada beberapa bagian darah manusia, di antaranya:
Plasma darah yang mengandung zat penting, seperti hormon dan protein.
Sel darah merah sebagai pembawa oksigen dan karbondioksida.
Sel darah putih yang menjadi komponen utama untuk sistem kekebalan tubuh. Perannya untuk
mendeteksi adanya benda asing yang berbahaya, lalu melawannya agar terlindungi dari
berbagai penyakit.
Trombosit untuk menunjang proses pembekuan darah saat terjadi luka.
5
Sel darah merah terkenal berwarna merah pekat dengan jumlah sel yang cukup banyak di
dalam darah, dibandingkan kedua komposisi darah lainnya, yaitu leukosit dan trombosit. Warna darah
yang merah pekat salah satunya disebabkan oleh keberadaan hemoglobin, protein yang bertugas
mengikat oksigen dalam darah.
Selain hemoglobin, di dalam sel darah merah juga terdapat hematokrit. Hematokrit adalah volume sel
darah merah dibandingkan dengan volume darah total (sel darah merah dan plasma).
Eritrosit berbentuk bulat dilengkapi dengan cekungan (bikonkaf) di bagian tengahnya. Tidak seperti
sel lainnya, sel darah merah lebih mudah berubah bentuk untuk menyesuaikan diri saat melewati
berbagai pembuluh darah di dalam tubuh.
Dikutip dari Mayo Clinic, berikut kadar normal sel darah merah yang dapat dideteksi dengan tes
darah lengkap:
Laki-laki: 4,32-5,72 juta sel per mikroliter darah
Perempuan: 3,90-5,03 juta sel per mikroliter darah
Sementara itu, kadar normal hemoglobin dan hematokrit normal adalah:
Hemoglobin: Sebesar 132-166 gram per liter (laki-laki) dan 116-150 gram per liter
(perempuan)
Hematokrit: Sebesar 38,3-48,6 persen (laki-laki) dan 35,5-44,9 persen (perempuan)
Selain memberikan warna merah yang khas, hemoglobin juga bertugas dalam membantu eritrosit
membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh, serta mengangkut kembali
karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan. Persentase volume darah
keseluruhan yang terdiri dari sel-sel darah merah disebut hematokrit.
Sel darah merah terbentuk di sumsum tulang belakang dan dikendalikan oleh hormon yang terutama
diproduksi oleh ginjal, yaitu eritropoietin. Sel darah merah akan mengalami proses pematangan
selama tujuh hari di sumsum tulang baru kemudian dilepaskan ke aliran darah.
2. Sel darah putih (leukosit)
6
Dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit
dalam seluruh komposisi. Meski begitu, komponen darah ini mengemban tugas yang tidak main-main,
yakni melawan infeksi virus, bakteri, jamur yang memicu perkembangan penyakit. Hal ini karena sel
darah putih memproduksi antibodi yang akan membantu memerangi zat asing tersebut.
Normalnya, jumlah sel darah putih pada orang dewasa adalah 3.400-9.600 sel per mikroliter darah,
yang terdiri atas beberapa jenis.
Berikut jenis-jenis sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang, lengkap dengan persentase
normalnya pada orang dewasa:
Neutrofil (50-60 persen)
Limfosit (20-40 persen)
Monosit (2-9 persen)
Eosinofil (1-4 persen)
Basofil (0,5-2 persen)
Semuanya memiliki tugas yang sama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Masa hidup sel darah
putih pun cukup lama, bisa dalam hitungan hari, bulan, hingga tahun, tergantung jenisnya.
3. Trombosit (keping darah/platelet)
7
Trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh
terluka. Tepatnya, trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin guna menghentikan
perdarahan, sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan baru di area luka.
Jumlah trombosit normal di dalam darah, yaitu antara 150.000-400.000 trombosit per mikroliter
darah. Jika jumlah trombosit lebih tinggi dari kisaran normal, dapat mengakibatkan pembekuan darah
yang tidak diperlukan. Akhirnya, bisa berisiko menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung.
Sementara, bila seseorang kekurangan jumlah trombosit dalam darah, maka akan menyebabkan
4. Plasma darah
Plasma darah merupakan komponen darah yang berbentuk cairan. Darah di dalam tubuh Anda,
sekitar 55-60 persennya adalah plasma darah. Plasma darah sendiri tersusun dari air kurang lebih
92%, dan 8% sisanya merupakan karbon dioksida, glukosa, asam amino (protein), vitamin, lemak,
serta garam mineral.
Tugas utama plasma darah adalah mengangkut sel-sel darah, untuk kemudian diedarkan ke
seluruh tubuh bersama nutrisi, hasil limbah tubuh, antibodi, protein pembeku (faktor koagulasi), serta
bahan kimia seperti hormon dan protein yang bantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Protein pembeku yang dibawa oleh plasma ini nantinya akan bekerja bersama trombosit
sebagai faktor pembekuan (koagulasi) dalam proses pembekuan darah.
Selain mengedarkan berbagai bahan penting, plasma darah juga berfungsi untuk
menyeimbangkan volume darah serta kadar elektrolit (garam), termasuk natrium, kalsium, kalium,
magnesium, klorida, dan bikarbonat.
8
2.4 Macam Peredaran Darah / Sirkulasi
Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari
dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali
sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda yang terdiri dari :
1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri
jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di
jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi
kanan (atrium) jantung.
9
Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh
darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.
Mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh; dari kepala hingga ujung kaki
Mengedarkan sel-sel darah merah, nutrisi dan juga oksigen ke semua jaringan tubuh
Membawa darah kembali ke jantung
10
Mengambil zat-zat sisa seperti karbon dioksida untuk dikeluarkan dari tubuh
Bersama hormon dan organ tubuh lainnya, seperti saraf, otak, paru-paru dan ginjal, pembuluh
darah juga berkontribusi dalam mengatur tekanan darah
Gangguan pada pembuluh darah bisa mempengaruhi kondisi seluruh tubuh dan menimbulkan
masalah kesehatan. Misalnya saja dari salah satu fungsi pembuluh darah di atas adalah mengedarkan
nutrisi dan oksigen ke semua bagian tubuh.
Tanpa nutrisi dan oksigen yang cukup, maka sel, jaringan dan organ di tubuh kita tidak bisa
berfungsi dengan baik. Kondisi ini juga bisa membuat sel-sel tubuh rusak yang tentunya bisa
menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Di dalam tubuh kita, ada lima jenis pembuluh darah yang bersama-sama menjalankan tugas
penting pembuluh darah di tubuh. Setiap jenis pembuluh darah ini punya fungsinya masing-masing
Berikut adalah jenis pembuluh darah di dalam tubuh yang perlu kamu ketahui.
1. Pembuluh vena
Pembuluh darah vena berfungsi untuk membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung
agar bisa dioksigenasi kembali.
Vena memiliki katup yang berfungsi memastikan darah mengalir ke arah yang sama dan membantu
darah kembali ke jantung meski melawan tekanan gravitasi.
Vena juga berfungsi untuk membawa darah kotor dengan karbondioksida ke paru-paru. Setelahnya
ada vena pulmonalis yang akan membawa darah bersih dari paru-paru ke jantung.
2. Pembuluh arteri
Pembuluh darah arteri memiliki tugas untuk mengedarkan nutrisi dan darah bersih atau darah
yang mengandung oksigen dari jantung ke seluruh jaringan dan organ dalam tubuh.
Pembuluh arteri memiliki ukuran yang bervariasi, namun untuk arteri yang besar umumnya punya
serat elastis di dindingnya untuk membantu kinerja jantung.
Arteri merespon sinyal dari sistem saraf kita untuk berelaksasi maupun kontraksi. Saat arteri
berkontraksi, tekanan darah biasanya akan meningkat. Dan sebaliknya, jika arteri berelaksasi maka
tekanan darah kita akan turun.
Ada 1 buah pembuluh arteri yang disebut arteri pulmoner yang tugasnya mengangkut darah kotor ke
paru-paru agar bisa teroksigenasi.
11
3. Pembuluh kapiler
Pembuluh darah ini menghubungkan antara pembuluh arteri dengan vena. Pembuluh kapiler
ini punya dinding yang tipis dibandingkan kedua pembuluh darah sebelumnya.
Darah bersih dari arteri yang masuk ke kapiler kemudian akan terjadi pergantian oksigen dan
karbondioksida. Selanjutnya pembuluh ini akan mengangkut darah kembali lagi ke vena agar bisa
bawa lagi ke jantung.
4. Pembuluh arteriol
Ini merupakan pembuluh darah arteri paling kecil yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke
pembuluh kapiler.
Pembuluh darah ini juga bisa berkontraksi maupun relaksasi untuk mengendalikan jumlah darah yang
dialirkan ke kapiler.
5. Pembuluh venula
Pembuluh yang satu ini adalah vena kecil yang terbentuk dari kumpulan pembuluh darah
kapiler. Pembuluh venula berfungsi untuk mengumpulkan darah dari kapiler dan mengalirkannya ke
vena
12
bersifat menurun.
11. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis
13
BAB III
PENUTU
P
A. Kesimpulan
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,serta jantung. Dan darah
manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit ), sel darah
putih ( leukosit ) dan keping darah, ( trombosit ). Didalam sel darah merah terdapat pigmen
protein pengikat oksigen dan karbondioksida, yaitu hemoglobin. Sel darah putih terdiri dari
loukesit gronulosit ( Netrofil, eosinofil, basofil ) dan leukosit agranulosit ( monosit, limfosit ).
Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam serum terdapat antibody ( kekebalan ).
Pembuluh darah meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik. Perbedaan darah manusia
tergolong peredaran tertutup dan ganda.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan agar para pembaca khususnya
untuk dapat meningkatkan pemahamannya mengenai Sistem Peredaran Darah pada Manusia
guna terwujudnya pelaksanaan proses belajar yang baik. Penulis menyadari makalah ini
masih memiliki banyak kekurangan, oleh sebab itu saya menyarankan kepada pembaca untuk
tetap terus menggali sumber-sumber yang menunjang terhadap pembahasan yang akan
datang. Dengan ini kita mempelajari Sistem Peredaran Darah pada Manusia agar dapat di
mengerti dan mudah diterima.
14
DAFTAR PUSTAKA
https://hellosehat.com/kelainan-darah/darah-lainnya/komponen-darah-manusia/
https://lifepal.co.id/media/pembuluh-darah/
15