Hamdani,+374 1142 1 SM+

Unduh sebagai pdf atau txt
Unduh sebagai pdf atau txt
Anda di halaman 1dari 8

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN PENDERITA GAGAL GINJAL

KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD JOMBANG

CORRELATION OF SELF EFFICACY WITH ANXIETY ON CHRONIC RENAL FAILURE


PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS IN THE JOMBANG PUBLIC HOSPITAL

Uswatun hasanah1),Heni Maryati 2), Pepin Nahariani 3)


1,3
Progam Studi S1 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang
2
Progam Studi D3 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang

email : [email protected] hp.081335701857

ABSTRACT

Chronic kidney disease is irreversible, meaning there could be normal again, who could do is
maintain existing renal function undergoing dialysis treatment throughout their lives (usually
1-3 times a week) or to get a new kidney through a kidney transplant operation. It can lead to
psychological disorders such as anxiety. With Anxiety will exacerbate the perceived disease.
One of the factors that influence anxiety is self-efficacy. This research aims to determine the
correlation of self-efficacy with the level of anxiety in patients with chronic renal failure
undergoing hemodialysis in Jombang Public Hospitals.This research is a correlation analytic
method with cross sectional approach. In this research population of 33 respondents include
all patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis in Jombang Public Hospitals
first time - 6 months. A sample of 30 respondents were taken using accidental sampling. The
independent variable was self-efficacy, the dependent variable anxiety, how to collect data by
statistical tests used questioner Spearman's rank. The research was conducted on 24-31 May
2016. The statistical test used in this study was Spearman's rank correlation. Based on the
results of research in Hemodialysis room Jombang Public Hospitals found that half (50%) of
respondents have a positive self-efficacy and nearly half (36.7%) of respondents are not
anxiety. Statistical test results showed significancy value of 0.001(p <0.05). It was indicated
that there was a correlation of self-efficacy with the level of anxiety in patients with chronic
renal failure undergoing hemodialysis in the hemodialysis room Jombang Public Hospitals in
2016.Need to improve services through counseling, information and education on
management of chronic renal failure and can provide knowledge about self efficacy other
than that can involve the family in supporting the implementation of self-efficacy.

Keywords: Self Efficacy, Anxiety, Chronic Renal Failure, Hemodialysis.

Abstrak: Penyakit ginjal kronis bersifat irreversible, artinya tidak bisa menjadi normal
kembali, yang bisa dilakukan hanyalah mempertahankan fungsi ginjal yang ada dengan
menjalani terapi dialysis sepanjang hidupnya (biasanya 1-3 kali seminggu) atau sampai
mendapat ginjal baru melalui operasi pencangkokan ginjal. Hal ini dapat mengakibatkan
gangguan psikologis seperti kecemasan. Dengan cemas akan memperparah penyakit yang
dirasakan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah dengan self efficacy.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan self efficacy dengan tingkat

8
9 Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 10, No. 1, Februari 2017, hal 8-15

kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa di RSUD
Jombang.Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Pada penelitian ini populasi sejumlah 33 responden mencakup seluruh pasien gagal
ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa di RSUD Jombang pertama kali - 6 bulan.
Sampel sejumlah 30 responden diambil menggunakan Accidental Sampling. Variabel
independen adalah self efficacy, variabel dependen Kecemasan, cara pengambilan data dengan
koesioner uji statistic yang dipakai spearman’s rank. Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan pada tanggal 24-31 Mei 2016, didapat bahwa setengah (50%) responden memiliki
self efficacy positif dan hampir setengah (36,7%) responden tidak cemas. Hasil uji statistic
menunjukkan nilai signifikansi p value = 0,001 yang berarti ada hubunganself efficacy dengan
tingkat kecemasan pada penderita gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa di
ruang hemodialisa RSUD Jombang tahun 2016. Petugas kesehatan perlu meningkatkan
pelayanan melalui konseling, informasi dan edukasi tentang penatalaksanaan gagal ginjal
kronik dan dapat memberikan pengetahuan tentang self efficacy selain itu dapat melibatkan
keluarga dalam mendukung penerapan self efficacy.

Kata kunci : Self Efficacy, Kecemasan, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa.

PENDAHULUAN tahun 2015 penyakit ginjal diperkirakan


Beberapa tahun belakangan telah bisa menyebabkan kematian hingga 36
terjadi perubahan pola penyakit di juta penduduk dunia. Menurut United
Indonesia, antara lain dengan State Renal Data System (USRDS) di
meningkatnya tren penyakit katastropik Amerika Serikat prevalensi penyakit gagal
setiap tahun. Penyakit katastropik, ginjal kronis meningkat sebesar 20 – 25%
merupakan penyakit berbiaya tinggi dan setiap tahunnya (Putra, 2013).
secara komplikasi dapat membahayakan Pada tahun 2011 ke 2012 terjadi
jiwa penderitanya, antara lain : penyakit peningkatan bertambah 880 orang
ginjal, penyakit jantung, penyakit syaraf, menjadi 24.141 pasien. Menurut data dari
kanker, diabetes mellitus, dan haemofilia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun
Mengutip data sebaran kasus dan biaya 2013 prevalensi gagal ginjal kronik di
klaim di Rawat Jalan Tingkat Lanjut Indonesia sekitar 0,2%. Yagina (2014)
(RJTL) Badan Penyelenggara Jaminan mengemukakan angka dunia secara
Sosial (BPJS) Kesehatan sampai dengan global lebih dari 500 juta orang dan harus
triwulan III tahun 2015, kasus sistem menjalani hidup dengan bergantung pada
saluran kemih berjumlah sebanyak cuci darah (hemodialisa) 1,5 juta orang.
3.094.915 urutan tertinggi ketiga, namun Menurut Ismail, Hasanudin (2014)
menghabiskan biaya lebih dari 3 Trilyun jumlah penderita gagal ginjal di
rupiah (Riskesdas,2016). Penyakit ginjal Indonesia sekitar 150 ribu orang dan yang
kronik merupakan salah satu masalah menjalani hemodialisa 10 ribu orang
utama kesehatan di dunia. Prevalensi (Nastiti, 2015) Dari studi pendahuluan di
Penyakit gagal ginjal kronis selama ruang Hemodialisa RSUD Jombang
sepuluh tahun terakhir semakin tanggal 29 Februari 2016 dengan
meningkat. Saat ini, meningkatnya lebih menggunakan kuesioner tentang Self
dari 50% pada tahun 2010. Tanpa Efficacy dan kuesioner kecemasan. Dari
pengendalian yang cepat dan tepat pada 10 responden mengatakan mereka
Hasanah, Maryati, Nahriani: Hubungan Self Efficacy Dengan Kecemasan Penderita 10
Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Jombang

melakukan terapi hemodialisa sesuai Self efficacy merupakan salah


jadwal yang ditentukan dokter, tidak satu cara meredakan kecemasan dan
menyerah melakukan cuci darah dan sebagai suatu perkiraan individu
menerima keadaan sakitnya sekarang. terhadap kemampuannya sendiri dalam
Upaya yang dilakukan petugas kesehatan mengatasi situasi. Seseorang yang
di ruang Hemodialisa yaitu memberi didiagnosa GGK akan menjalani terapi
motivasi kepada pasien agar yakin hemodialisa. Pada dasarnya, setiap
dengan terapi Hemodialisa bisa pasien yang mengalami penyakit akan
mempertahankan hidup pasien. memiliki fungsi fisik yang lebih ketika
Seseorang yang menderita penyakit ginjal pasien memiliki keyakinan dari dalam
kronis tidak dapat sembuh atau pulih dirinya atau memiliki kemampuan untuk
fungsi ginjalnya secara keseluruhan, yang melakukan perilaku tertentu. Dalam hal
ini adalah dalam mengatasi rasa sakit
bisa dilakukan hanyalah mempertahankan
akibat penyakit yang diderita dan
fungsi ginjal yang ada. Salah satu melaksanakan gaya hidup sehat untuk
perawatannya dengan hemodialisis yang dapat sembuh. (Putra, 2013).
dapat mencegah kematian (Smeltzer, Berdasarkan latar belakang
Suzzane C,2009). Pasien harus menjalani diatas, peneliti merasa tertarik untuk
terapi dialysis sepanjang hidupnya mengangkat masalah Hubungan Self
(biasanya 1-3 kali seminggu) atau sampai Efficacy dengan Tingkat Kecemasan
Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang
mendapat ginjal baru melalui operasi
sedang Menjalani Hemodialisa Di
pencangkokan ginjal (Corrigan,2011). RSUD Jombang.
Pasien yang menjalani dialysis mungkin
mengalami kurangnya control atas METODE PENELITIAN
aktivitas kehidupan sehari –hari dan Jenis penelitian ini adalah metode
social, kehilangan kebebasan, pensiun analitik korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Pada penelitian ini populasi
dini, tekanan keuangan. Hal ini dapat
sejumlah 33 responden mencakup seluruh
mengakibatkan gangguan psikologis pasien gagal ginjal kronik yang sedang
seperti kecemasan (Tokala,2015). Cemas menjalani hemodialisa di RSUD Jombang
akan memperparah penyakit yang di pertama kali - 6 bulan. Sampel sejumlah
rasakan. Salah satu cara untuk meredakan 30 responden diambil menggunakan
kecemasan adalah dengan Self Efficacy. Accidental Sampling. Variabel independen
Self Efficacy yaitu kemajuan diri pasien adalah self efficacy, variabel dependen
Kecemasan, cara pengambilan data
untuk sembuh. Faktor yang
dengan koesioner uji statistic yang dipakai
mempengaruhi Self Efficacy yaitu spearman’s rank
pengalaman keberhasilan, pengalaman
orang lain, persuasi verbal dan keadaan
fisiologis (Putra,2013).

HASIL PENELITIAN

Tabel 1 Distribusi frekuensi data responden penderita gagal ginjal yang menjalani
hemodialisa di RSUD Jombang

No. Karakteristik Responden Ʃ( Jumlah) Presentase (%)


11 Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 10, No. 1, Februari 2017, hal 8-15

1 Jenis Kelamin
Laki-laki 16 53,3
Perempuan 14 46,7
2 Usia
45 – 59 tahun 15 50
60 – 74 tahun 14 46,7
75 – 90 tahun 1 3,3
3 Pendidikan
SD 10 33,3
SMP 13 43,3
SMA 6 20
Perguruan Tinggi 1 3,3
4 Pekerjaan
Tidak Bekerja 15 50
Pedagang/ petani 14 46,7
PNS 1 3,3
5 Lama HD
2 minggu 1 3,3
1 bulan 2 6,7
2 bulan 6 20
3 bulan 5 16,7
4 bulan 6 20
5 bulan 6 20
6 bulan 4 13,3
Sumber : Data primer 2016

Tabel 2. Distribusi frekuensi Self Efficacy penderita gagal ginjal kronik yang menjalani
terapi hemodialisa di RSUD Jombang

No. Self Efficacy Ʃ ( Jumlah) Presentase (%)


1 Positif 15 50
2 Negative 15 50
Total 30 100
Sumber : Data Primer 2016

Tabel 2. menunjukkan bahwa setengah sedangkan setengah (50%) dari responden


(50%) dari responden memiliki Self memiliki Self Efficacy negatif sejumlah 15
Efficacy positif sejumlah 15 orang orang

Tabel 3. Distribusi frekuensi Kecemasan penderita gagal ginjal kronok yang menjalani
terapi hemodialisa di RSUD Jombang

No. Kecemasan Ʃ( Jumlah) Presentase (%)


1 Tidak cemas 11 36,7
2 Ringan 10 33,3
3 Sedang 9 30
Total 30 100
Hasanah, Maryati, Nahriani: Hubungan Self Efficacy Dengan Kecemasan Penderita 12
Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Jombang

Sumber : Data Primer 2016

Tabel 3. menunjukkan bahwa hampir memiliki tingkat kecemasan


setengah (36,7%) dari responden tidak cemas sejumlah 11 orang

Tabel 4. Tabulasi silang antara Self Efficacy dengan Kecemasan pada penderita gagal
ginjal kronok yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Jombang

Kecemasan
Total
Self Efficacy Tidak cemas Ringan Sedang
f % f % f % f %
Positif 11 36,7 4 13,3 0 0 15 50
Negative 0 0 6 20 9 30 15 50
Total 11 36,7 10 33,3 9 30 30 100
Sumber : Data primer2016

Tabel 4 menunjukkan bahwa dari penderita gagal ginjal kronik yang sedang
seluruh responden yaitu 30 responden menjalani hemodialisa di RSUD Jombang.
setengah (50%) yaitu dari 15 responden
hampir setengahnya (36,7%) responden PEMBAHASAN
dengan self efficacy positif memiliki
Self Efficacy Penderita Gagal Ginjal
tingkat kecemasan tidak cemas sejumlah
Kronik yang Menjalani Hemodialisa di
11 orang dan sebagian kecil (13,3%) RSUD Jombang
responden dengan self efficacy positif
memiliki tingkat kecemasan ringan Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui
sejumlah 4 orang sedangkan setengah bahwa dari 30 responden yang menderita
(50%) yaitu 15 responden sebagaian kecil gagal ginjal kronik yang menjalani
(20%) dengan self efficacy negative hemodialisa di RSUD Jombang setengah
(50%) responden memiliki Self efficacy
memiliki tingkat kecemasan ringan
positif sejumlah 15 orang, sedangkan
sejumlah 6 responden dan hampir setengah (50%) responden memiliki Self
setengahnya (30%) responden dengan self Efficacy negatif sejumlah 15 orang
efficacy negative memiliki tingkat Self efficacy terkait dengan aspek
kecemasan sedang sejumlah 9 responden fisiologis kesehatan: orang yang tidak
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa memiliki self-efficacy mengalami stress
semakin positif Self efficacy yang dimiliki dan berdampak pada kesehatan dan
system imunnya. Self-efficacy juga terkait
responden semakin berkurang dengan potensi individu untuk berperilaku
kecemasannya. Hasil Uji statistic sehat, orang yang tidak yakin bahwa
menggunakan spearman rank mereka dapat melakukan suatu perilaku
menunjukkan nilai koefisien korelasi r = yang dapat menunjang kesehatan akan
0,669 dan nilai signifikansi ρ = 0,001 cenderung enggan mencobanya (Friedman
lebih kecil dari 0,05 maka H1 diterima & Schustack, 2008).
Self-efficacy diperlukan bagi
yang berarti ada hubungan cukup antar
penderita gagal ginjal kronik yang
self efficacy dengan kecemasan pada
13 Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 10, No. 1, Februari 2017, hal 8-15

menjalani terapi hemodialisa untuk tidak cemas sejumlah 11 orang, hal ini
mempertahankan hidupnya. Dengan self dimungkinkan mereka sudah menerima
efficacy penderita gagal ginjal kronik yang penyakitnya dan mau menjalani
menjalani terapi hemodialisa merasa yakin hemodialisa secara teratur sesuai jadwal
jika dilakukan terapi hemodialisa dapat dokter yang didukung seluruh responden
mempertahankan hidunya. Maka dari itu sudah menjalani hemodialisa lebih dari
Self-efficacy perlu dipertahankan, atau satu kali .
mungkin ditingkatan dan dikembangkan.
Hal ini terlihat dari penderita gagal ginjal Hubungan Self Efficacy dengan
kronis di ruang hemodialisa RSUD tingakat kecemasan pada pasien gagal
jombang bisa menerima penyakitnya dan ginjal kronik yang menjalani
menjalani hemodialisis sesuai jadwal yang hemodialisa di RSUD Jombang
ditentukan dokter, yang didukung
setengah responden (50%) tidak bekerja Berdasarkan tabel 4 dapat
sehingga mempunyai waktu luang untuk diketahui bahwa dari seluruh responden
menjalani hemodialisa yaitu 30 responden setengah (50%) yaitu
dari 15 responden hampir setengahnya
Kecemasan Penderita Gagal Ginjal (36,7%) responden dengan self efficacy
Kronik yang Menjalani Hemodialisa di positif memiliki tingkat kecemasan tidak
RSUD Jombang cemas sejumlah 11 orang dan sebagian
Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui kecil (13,3%) responden dengan self
bahwa dari 30 responden yang menderita efficacy positif memiliki tingkat
gagal ginjal kronik yang menjalani kecemasan ringan sejumlah 4 orang
hemodialisa di RSUD Jombang hampir sedangkan setengah (50%) yaitu 15
setengah (36,7%) responden memiliki responden sebagaian kecil (20%) dengan
tingkat kecemasan tidak cemas sejumlah self efficacy negative memiliki tingkat
11 orang kecemasan ringan sejumlah 6 responden
Seseorang yang menderita penyakit dan hampir setengahnya (30%) responden
ginjal kronis tidak dapat sembuh atau dengan self efficacy negative memiliki
pulih fungsi ginjalnya secara keseluruhan, tingkat kecemasan sedang sejumlah 9
yang bisa dilakukan hanyalah responden. Dapat disimpulkan bahwa
mempertahankan fungsi ginjal yang ada. semakin positif Self efficacy yang dimiliki
Salah satu perawatannya dengan responden semakin berkurang
hemodialisis yang dapat mencegah kecemasannya. Salah satu cara meredakan
kematian (Smeltzer, Suzzane C,2009). kecemasan adalah Self efficacy. Self-
Pasien harus menjalani terapi dialysis efficacy dan kecemasan sangat berperan
sepanjang hidupnya (biasanya 1-3 kali penting dalam manajemen pengelolaan
seminggu) atau sampai mendapat ginjal pada penderita gagal ginjal kronik yang
baru melalui operasi pencangkokan ginja l sedang menjalani hemodialisa. Self
(Corrigan,2011). Pasien yang menjalani efficacy berperan penting dalam
dialysis mungkin mengalami kurangnya memberikan keyakinan bahwa dengan
kontrol atas aktivitas kehidupan sehari – dilakukan terapi hemodialisa akan bisa
hari dan sosial, kehilangan kebebasan, mempertahankan hidup pasien
pensiun dini, tekanan keuangan. Hal ini (Putra,2013). Self efficacy yang positif
dapat mengakibatkan gangguan psikologis pada penderita gagal ginjal kronik mampu
seperti kecemasan (Tokala,2015). Hampir menurunkan kecemasan yang dirasakan
setengah (36,7%) responden penderita saat menjalani hemodialisa sehingga dapat
gagal ginjal kronis yang menjalani meningkatkan kualitas hidupnya.
hemodialisa memiliki tingkat kecemasan
Hasanah, Maryati, Nahriani: Hubungan Self Efficacy Dengan Kecemasan Penderita 14
Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Jombang

4. Bagi keluarga
KESIMPULAN Diharapkan dapat mendukung
1. Setengah (50%) penderita gagal ginjal penerapan self efficacy pada anggota
kronik yang sedang menjalani keluarga yang menderita gagal ginjal
hemodialisa di RSUD Jombang kronik yang sedang menjalani terapi
memiliki self efficacy positif. hemodialisa agar yakin dirinya bisa
2. Hampir setengahnya (36,7%) dari mempertahankan hidup dengan terapi
responden tidak cemas. hemodialisa.
3. Ada hubungan self efficacy dengan
tingkat kecemasan pasien gagal ginjal DAFTAR PUSTAKA
kronik yang menjalani hemodialisa di
RSUD Jombang tahun 2016. Corrigan, RM. 2011. The experience of the
older adult with end stage renal
SARAN Disease on hemodialysis. Thesis.
1. Bagi Peneliti Selanjutnya Queen’s University. Canada.
Bagi penelitian yang
menggunakan dasar penelitian yang Friedman, H.S., & Schustack, M.W.
sama, diharapkan penelitian ini dapat 2008.Teori Kepribadian Teori
menjadi bahan referensi serta Klasik dan Riset Modern :Jilid I.
diharapkan untuk dilakukannya Jakarta: Erlangga.
pengembangan penelitian pada faktor
lain yang berhubungan dengan self Lestari,T.2014.Kumpulan teori untuk
efficacy ataupun Kecemasan. Selain kajian pustaka penelitian
itu disarankan agar peneliti kesehatan. NuhaMedika,
berikutnya dapat meneliti variabel Yogyakarta; hal. 31-46.
lain seperti faktor yang memengaruhi
self efficacy pasien dengan penyakit Nastiti, Fietras. 2015. Tingkat Pendidikan
akut atau pengaruh self efficacy dan Pengetahuan Gizi Terhadap
terhadap perawatan gagal ginjal Asupan Kalium Pada Penderita
kronik yang menjalani hemodialisa. Gagal Ginjal Kronik yang
2. Bagi Institusi Pendidikan menjalani Hemodialisa Di RSUD
Diharapkan hasil penelitian ini Sukoharjo. Tugas Akhir
dapat menjadi pertimbangan agar thesis.Universitas Muhammadiyah
materi tentang self efficacy Surakarta.
dimasukkan dalam materi
pembelajaran untuk memberikan Putra, Septiady, Suhana. 2013. Hubungan
asuhan keperawatan pada pasien Health Locus of Control dan Self
dengan penyakit kronis.Sehingga Efficacy pada Pasien Gagal Ginjal
asuhan keperawatan dapat lebih Akut yang Menjalani Hemodialisa
aplikatif dengan berfokus kepada di Rumah Sakit AL-Islam Bandung.
pasien dan bersifat komperhensif. Hal : 500-502.
3. Bagi Tempat Penelitian ( Ruang
Hemodialisa RSUD Jombang) Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
Diharapkan untuk Kementerian Kesehatan RI tahun
meningkatkan pelayanan melalui 2013.
konseling, informasi dan edukasi
tentang penatalaksanaan gagal ginjal Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
kronik dan dapat memberikan Kementerian Kesehatan RI tahun
pengetahuan tentang self efficacy. 2016.
15 Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 10, No. 1, Februari 2017, hal 8-15

Sarafino. E.P & Smith.T.W.2011. Health


Psychology : Biopsychosocial
Interactions (7 th ed). United States
of Amerika : John Willey & Sons
Inc

Smeltzer, Suzzane C. Buku ajar


keperawatan medikal bedah
Brunner & Suddarth. Ed 8. Jakarta:
EGC; 2009

Tokala, Vika MN., 2015, Hubungan Self


Efficacy Dengan Tingkat
Kecemasan Mahasiswa
Presentasi.Online
(https://www.researchgate.net/publ
ication/42355991_Hubungan_Anta
ra_Self-
Efficacy_Dengan_Kecemasan_Ber
bicara_Di_Depan_Umum_Pada_
Mahasiswa_Fakultas_Psikologi_U
niversitas_Sumatera_Utara.,
diakses tanggal 1 Desember 2015).

Anda mungkin juga menyukai