Academia.edu no longer supports Internet Explorer.
To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to upgrade your browser.
…
7 pages
1 file
Biojisim merujuk kepada tenaga yang dijana dari reputan benda-benda hidup. Bahan-bahan ini boleh digunakan sama ada sebagai bahan api atau dalam industri. Selalunya, biojisim merujuk kepada pohonan yang ditanam untuk digunakan sebagai bahan api bio, tetapi reputan pohon atau haiwan yang digunakan dalam penghasilan serat, bahan kimia atau haba juga boleh dikategorikan sebagai biojisim. Selain itu, buangan terbiodegradasikan yang boleh dibakar sebagai bahan api juga dikira sebagai biojisim. Namun bahan organik yang telah ditukar oleh proses geologi kepada bahan seperti arang batu atau petroleum tidak dianggap sebagai biojisim.
FAKHRI HANIF SADEWO D24140056 Kelompok 3 DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2015 PENDAHULUAN Latar Belakang Mineral merupakan zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, tetapi seringkali menimbulkan masalah gizi karena konsumsinya yang tidak terpenuhi. Unsur mineral penting peranannya dalam proses metabolisme zat gizi seperti: karbohidrat, lemak, protein. Mineral bersifat esensial bagi tubuh karena merupakan unsur organik yang tidak dapat dikonversikan dari zat gizi lain sehingga harus selalu tersedia dalam makanan yang dikonsumsi (Bender 1993). Makanan mengandung berbagai mineral untuk kebutuhan tubuh, namun tidak semuanya dapat dimanfaatkan.
Restorasi Hutan Kajian tentang biomanajemen ekosistem hutan
Pengaruh bencana alam yang ada di bumi ini ternyata banyak memunculkan keanekaragaman hayati yang berada didalam komunitas yang mendiami suatu tempat tertentu dan menyesuaikan habitat alaminya. Hal ini dilakukan agar
Asam nukleat terdiri dari campuran basa nitrogen, gula pentosa (2-deoxy-D-ribosa untuk asam deoxy ribonukleat,atau DNA atau D-ribosa untuk asam ribonukleat atau RNA) ,dan ortho posphat. Terdapat dua jenis basa nitrogen yang umum didalam DNA maupun RNA,yaitu pirimidin dan purin. Pirimidin merupakan turunan dari senyawa pirimidin heterosiklik. Pirimidin yang paling banyak ditemukan dalam DNA adalah timin dan sitosin, dalam RNA terdapat urasil dan sitosin. Molekul-molekul ini mempunyai perbedaan dalam hal jenis dan letak gugus kimia yang terikat pada cincin pirimidin. Pirimidin merupakan unsur yang nonesensial secara dietetic artinya manusia dapat mensintesis nukleotida secara denovo (dari senyawa intermediet anfibolik), meskipun tidak mengkonsumsi asam nukleat. Sintesis dari pirimidin kurang komplesk dibandingkan dengan purin, karena dasar jauh lebih sederhana.Dasar penyelesaian pertama adalah berasal dari 1 mol glutamin , salah satu mol ATP dan 1 mol CO 2 (yang merupakan karbamoil fosfat) dan 1 mol aspartat. Sebuah mol tambahan glutamin dan ATP yang diperlukan dalam konversi UTP untuk CTP adalah , karbamoilfosfat digunakan untuk sintesis nukleotida pirimidin berasal dari glutamin dan bikarbonat,dalam sitosol yang bertentangan dengan siklus karbamoilfosfat urea berasal dari ammonia dan bikarbonat dalam mitokondria. Reaksi siklus urea dikatalisis oleh sintetase karbamoilfosfat 1 (CPS-1) sedangkan precursor nukleotida pirimidin disintesis oleh CPS-II. Karbamoilfosfat kemudian bergabung dengan aspartat dalam reaksi yang dikatalisis oleh enzim untuk membatasi laju biosintesis nukleotida pirimidin,transkarbomylase aspartat (ATC-ase) (Philip w. Gregory B , 2006).