Karakteristik Kasus Faringitis Akut Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar Periode Januari - Desember 2015
Karakteristik Kasus Faringitis Akut Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar Periode Januari - Desember 2015
ABSTRACT
Background: Acute pharyngitis is an infection of the pharynx caused Result and Conclusion: Proportion of acute pharyngitis patients
by viruses or bacteria, which is characterized by the presence of a based on age at Wangaya General Hospital were the highest in the
sore throat, exudate, hyperemia, fever, lymph nodes enlargement of age group 0-14 years as many as 47 people (55.9%). The lowest
the neck, and malaise. The most common etiology are the germs of proportion is in the age group > 50 years, 16 people (19%). By its
Streptococci β-haemolyticus, Streptococcal viridans, and Streptococci sex proportion, the highest was among women, 48 people (57.2%)
pyogenes. It can also be caused by viral infections such as influenza and as against 36 people (42.8%) for men. Based on clinical symptoms
adenovirus. Acute pharyngitis can be transmitted through contact by proportion in Wangaya General Hospital, throat pain as many as
nasal or droplet infection of people suffering pharyngitis. 57 people (67.9%), followed by difficulty of swallowing as many
Aim: The study aimed to report acute pharyngitis in the Wangaya as 47 (55.9%), fever 19 (22.6%), vomiting 18 (21.4%), malaise
General Hospital in the period January - December 2015. 17 (20.2%), lymph nodes enlargement 13 (15.5%), and those with
Method: This study was an observational study using a descriptive a headache 4 (4.8%)
cross sectional design for patients with acute pharyngitis in the
Wangaya General Hospital in the period January - December 2015.
ABSTRAK
Faringitis akut adalah infeksi pada faring yang disebabkan oleh virus atau Hasil dan Simpulan: Proporsi penderita Faringitis Akut berdasarkan
bakteri, yang ditandai oleh adanya nyeri tenggorokan, faring eksudat umur di RSUD Wangaya Denpasar yang tertinggi dijumpai pada
1
Program Studi Pendidikan Dokter, dan hiperemis, demam, pembesaran limfanodi leher dan malaise. pada kelompok umur 0-14 tahun, yaitu 47 orang (55,9%). Proporsi
Fakultas Kedokteran Universitas Penyebab terbanyak radang ini adalah kuman golongan Streptokokus terendah terdapat pada kelompok umur >50 tahun, yaitu 16 orang
Udayana, Denpasar, Bali
β-haemolyticus, Streptoccocus viridans dan Streptoccocus pyogenes. (19,0%). Proporsi penderita Faringitis Akut berdasarkan jenis
2
Departemen Ilmu Kesehatan
Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti virus influenza kelamin di RSUD Wangaya Denpasar yang tertinggi adalah pada
dan Leher, Fakultas Kedokteran dan adenovirus. Faringitis akut dapat menular melalui kontak dari sekret perempuan yaitu 48 orang (57,2%). Sedangkan pada laki-laki yaitu
Universitas Udayana, Rumah Sakit hidung dan ludah (droplet infection) dari orang yang menderita faringitis. 36 orang (42,8%). Proporsi penderita Faringitis Akut berdasarkan
Umum Pusat Sanglah Denpasar, Tujuan: untuk mengetahui gambaran tentang penyakit faringitis gejala klinis yang dialami di RSUD Wangaya yang tertinggi adalah
Bali
akut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar periode nyeri tenggorok sebanyak 57 orang (67,9% ), diikuti sulit menelan
Januari – Desember 2015. sebanyak 47 orang (55,9%), demam 19 orang (22,6% ), muntah
*
Correspondence to: Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang 18 orang (21,4%), malaise 17 orang ( 20,2%), kelenjar limfa
Darryl Abdi Triadi, Program Studi
Pendidikan Dokter, Fakultas menggunakan rancangan desktiptif cross sectional terhadap penderita bengkak 13 orang (15,5% ), dan yang disertai nyeri kepala
Kedokteran Universitas Udayana, penyakit faringitis akut di RSUD Wangaya Denpasar periode Januari - 4 orang (4,8%)
Denpasar, Bali Desember 2015.
[email protected]
246 Published by DiscoverSys | Intisari Sains Medis 2020; 11(1): 245-247 | doi: 10.15562/ism.v11i1.349
ORIGINAL ARTICLE
15-30% kasus faringitis pada anak-anak usia seko- levofloxacin, ciprofloxacin, doksisiklin, vancomy-
lah dan 10% kasus faringitis pada orang dewasa. cin (semuanya 100%); dan tahan terhadap tetrasik-
lin, penisilin, dan amoksisilin.3
Gambaran Penderita Faringitis
Berdasarkan Gejala Klinis
SIMPULAN
Gejala-gejala yang timbul pada faringitis akut bergan-
tung pada mikroorganisme yang menyertainya. Proporsi penderita faringitis akut berdasarkan umur
Faringitis akut yang disebabkan bakteri mempunyai di RSUD Wangaya Denpasar yang tertinggi dijumpai
gejala nyeri kepala yang hebat, demam atau menggigil, pada pada kelompok umur 0-14 tahun dan proporsi
malaise, nyeri menelan, muntah dan mungkin batuk terendah terdapat pada kelompok umur >50 tahun.
tapi jarang timbul.2 Faringitis akibat infeksi bakteri Proporsi penderita faringitis akut berdasarkan jenis
Streptococcus group A dapat diperkirakan dengan kelamin di RSUD Wangaya Denpasar yang tertinggi
menggunakan Centor criteria, yaitu demam, limfaad- dialami pada perempuan. Proporsi penderita farin-
enopati pada anterior servikal, eksudat pada tonsil, gitis akut berdasarkan gejala klinis yang dialami
tidak ada batuk.2,6-9 Faringitis yang disebabkan virus di RSUD Wangaya yang tertinggi adalah nyeri
biasanya mempunyai gejala nyeri tenggorokan yang tenggorok, diikuti sulit menelan, demam, muntah,
parah dan dapat disertai dengan batuk, suara serak malaise, pembesaran KGB, dan disertai nyeri kepala.
dan nyeri substernal. Demam, menggigil, malaise,
mialgia, dan sakit kepala juga dapat terjadi. Lalu, gejala
DAFTAR PUSTAKA
pada faringitis fungal adalah nyeri tenggorokan dan
nyeri menelan. Pada pemeriksaan tampak plak putih 1. Rusmarjono dan Bambang Hermani. Bab IX Nyeri
Tenggorok. Dalam: Efiaty AS, Nurbaiti I, Jenny B, dan
di orofaring dan mukosa faring lainnya hiperemis. Ratna DR. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Infeksi virus dan bakteri dapat ditransmisikan Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi ke-6. Jakarta; 2007:
melalui media ludah, yang menyebar saat batuk pp. 212-218.
2. Miriam TV, Nadhia C, dan Aneela NH. Pharyngitis. In:
(drooplet infection) atau melalui tangan atau A Peer-Reviewed Journal of the American Academy of
barang pribadi penderita yang terkontaminasi. Family Physician, 2004. State University of New York
Masa inkubasi radang tenggorok rata-rata antara Downstate Medical Center, Brooklyn, New York (online);
2004. Available from: http://www.aafp.org/afp/2004/0315/
2-5 hari. Masa inkubasi virus berkisar antara p1465.html [Accessed: 26 Des 2016].
3 hari hingga 2 minggu. Infeksi virus influenza 3. Lubis, A., Munir, D., Nursiah, S., Kusumawati, R.,
bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada Eyanoer, P. 2018. The aerobic-anaerobic bacteria pat-
tern and its sensitivity pattern in chronic rhinosinusitis
kondisi flu, peradangan berlangsung sekitar tiga patients, in Medan, Indonesia. Bali Medical Journal 7(1):
sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa 51-55. DOI: 10.15562/bmj.v7i1.801
lebih berat pada pagi hari dan berupa self-limiting 4. Shulman ST, Tanz RR, Gerber MA. Streptococcal phar-
yngitis. In: Stevens DL, Kaplan EL, eds. Streptococcal
disease. Gejala lain bisa berupa rasa lemas, anorexia, infections: clinical aspects, microbiology, and molecular
demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemu- pathogenesis. New York: Oxford University Press; 2000:
kan pada infeksi virus lainnya seperti infeksi vari- pp. 76-101.
5. Alan LB. Acute Pharyngitis: Primary Care. The New
cella dan measless. Tubuh memerlukan daya tahan England Journal of Medicine, 2011; 344:205-211.
untuk membangun antibodi untuk menghancur- 6. Moirangthem, A., Gurung, K. 2013. Bacteriological
kan virus-virus tersebut. Infeksi mononucleosis Analysis and Its Antibiogram Profile of Pharyngitis Cases
from the Patients Attending Referral Hospital, Sikkim,
disebabkan virus Epstein-Barr, dan membutuhkan India. Bali Medical Journal 2(1): 10-13.
waktu yang lebih lama untuk sembuh. Virus ini 7. Nigro JFAN, Nigro CEND, Marone SAM, Voegels RL,
mempengaruhi sistem limpa sehingga menyebab- Microbiology Of Maxillary And Ethmoid Sinuses in
Patients with Chronic Rhinosinusitis Submitted to
kan pembesaran pada amandel dan muncul bercak Functional Endoscopic Sinus Surgery. Barzillian Journal
putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi Otorhinolaryngology, 2006;76(2);217 – 221.
pembengkakan pada pembuluh di leher.10 8. Li J, Wu Yanqiao W, Li Xiaoming, Bin Di, Wang L.
Distribution And Drug Sensitivity Test Of Bacteria Of
Penelitian Lubis et al. (2018) berhasil menunjuk- Patients On Chronic Rhinosinusitis With Or Without
kan bakteri yang berhasil dikultur dari 23 sampel Nasal Polyps. PubMed. 2016;30(2):115-8
jaringan pasien dengan penyakit saluran nafas atas. 9. Bachert C, Pawankar R, Zhang L, Bunnag C, Fokkens WJ,
Hamilos DL, et al. ICON: Chronic Rhinosinusitis. World
Untuk bakteri gram positif aerob, ada S. aureus Allergy Organ J. 2014;7(1): 25.
dan S. epidermidis, sedangkan untuk bakteri gram 10. Hakim, A., Khan, A. 2014. Problematika penyakit pribumi
negatif aerob ada Klebsiella pneumonia, K. oxytoca, bagi para wisatawan asing di kota Manado. Intisari Sains
Medis 1(1): 24-28. DOI: 10.15562/ism.v1i1.92
dan Proteus vulgaris. Untuk bakteri anaerob, hanya
gram positif Peptostreptococcus yang terdeteksi dan
hanya dalam satu sampel. Tidak ada pertumbuhan
bakteri anaerob lain yang diamati. S. aureus dan
S. epidermidis sensitif terhadap antibiotik beri- This work is licensed under a Creative Commons Attribution
kut ini: cefotaxime, ceftazidime, cefoperazone,
Published by DiscoverSys | Intisari Sains Medis 2020; 11(1): 245-247 | doi: 10.15562/ism.v11i1.349 247