50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
3K tayangan12 halaman

Drama

Kedua orang tua kehilangan kedua anaknya pada bencana tsunami Aceh tahun 2004. Ayah menceritakan bagaimana mereka terseret arus air bersama-sama ketika tsunami datang. Ibu sangat terpukul dan menangis meminta mengapa harus anak-anaknya yang diambil.

Diunggah oleh

Rozali Syahputra
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
3K tayangan12 halaman

Drama

Kedua orang tua kehilangan kedua anaknya pada bencana tsunami Aceh tahun 2004. Ayah menceritakan bagaimana mereka terseret arus air bersama-sama ketika tsunami datang. Ibu sangat terpukul dan menangis meminta mengapa harus anak-anaknya yang diambil.

Diunggah oleh

Rozali Syahputra
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1/ 12

drama

1.Bacalah kutipan naskah drama dengan saksama! Nirmala : Ya Allah! Di manakah Bilal dan Nurma? (tangis Nirmala pun meledak) Ya, Allah mengapa kauambil kedua anakku? Mengapa tidak aku saja! (suasana di ruangan itu haru biru diliputi kesedihan mendalam begitu mendengar kejadian yang sebenarnya) Dokter Anis : Bagaimana kejadiannya? (setelah keadaan agak mereda) Sultan : Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 itu kami sekeluarga sedang makan pagi di ruang tengah. Tiba-tiba terjadi gempa bumi cukup hebat. Kami pun berhamburan ke luar rumah. Saya menggendong Bilal sedang Dik Nirmala menggendong Nurma! (jelas Sultan sambil menggigit bibir karena menahan kepedihan amat dalam) Setelah guncangan gempa itu reda tiba-tiba dari arah pantai orang berteriak-teriak air! ...air! Ketika diterjang bah tsunami, kami pun berempat saling berangkulan. Selanjutnya kami terseret air bersama bangunan, pohon, mobil dan bahan-bahan lain. Dik Nurmala dan kedua anak saya menjerit-jerit ketakutan karena timbul tenggelam dan tertimpa benda-benda yang terseret air. Nirmala : Tidak lama kemudian arus air yang menyeret kami menabrak bangunan bertingkat. Kedua anak kami terlempar entah ke mana. Saya dan istri pingsan dan tenggelam setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi! Hanya Kebesaran dan Rahmat-Nya, Aku masih, Aisyah Masalah yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ... A. Seorang ibu mengalami gangguan jiwa karena depresi yang berat. B. Peristiwa bencana tsunami yang telah banyak menelan korban. C. Orang tua yang kehilangan anak dan masih berharap anaknya kembali. D. Ratapan orang tua yang kehilangan kedua anaknya pada peristiwa tsunami Aceh. E. Ketakutan orang tua akan kehilangan anak-anak yang dicintainya. 2.Cermatilah kutipan drama berikut! : Kau mau meminang wanita cantik itu (tertawa sinis). : Jangan begitu, Nar. Memang saya sangat menyukainya (tersenyum malu). Wanita itu sangat cantik. Kau sudah tahu kan? Ada minat saya kepadanya (tersenyum malu). Orang tuanya mungkin akan keberatan menerima saya. Saya sudah lama memimpikan isteri seperti dia, cantik, berpendidikan (tertawa sendirian). Tetapi, saya hanya begini, tamat SMA, pegawai rendah, sukar bagi saya untuk mendapatkannya. Bagaimana saya bisa mendapatkan gadis itu (3) Nardi (tertawa). Jika membayangkan wajahnya, saya menjadi rindu ingin berjumpa dengan dia, aduh hai. Tidak bisa berbuat apa-apa? Apakah saya bisa (4) Anto mendapatkannya, Nardi? : Mungkin bisa (seperti berpikir). (5) Nardi : Ah, saya merasa tak ubahnya , bagai pungguk merindukan bulan, : Kalau begitu kamu harus segera mengubah sikap, jangan cengeng, jadi lelaki kok mengemis Masalah yang diungkapkan dalam kutipan drama tersebut adalah .... A. Anto mencintai seorang gadis yang sangat cantik dan memikat hatinya. B. Cinta Anto yang tidak berbalas dari seorang gadis yang dicintainya. C. Keinginan Anto mengawini seorang gadis yang berbeda derajat dengannya. (1) Nardi (2) Anto

D. Anto mendapatkan tantangan dari orang tua gadis yang dicintainya. E. Kesedihan hati Anto karena cintanya belum mendapat sambutan 1. Cermatilah kutipan drama berikut! (1) Tati : Wah, selamat ya Maryam (menjulurkan tangan kepada Maryam). (2) Maryam : Ada apa ini Tat, kamu mengucapkan selamat sama aku? (3) Tati : Kamu tahun ini menjadi bintang kelas lagi, hebat kamu, belum ada yang dapat menyaingi kamu, Mar. Aku sangat kagum sama kamu, pintar, tidak sombong (menepuk bahu Maryam). (4) Maryam : Ya, terima kasih Maryam, tapi janganlah terlalu berlebihan menilai aku, Tat. Seperti sudah kamu ketahui, Tat, aku ingin sekali melanjutkan sekolahku ke perguruaan tinggi agar kelak aku dapat mnghidupi keluargaku. (5) Tati : Mulia sekali itu, Tat, tapi kelak jangan sombong ya, seperti kata peri bahasa, ... Hal yang diungkapkan dalam kutipan drama tersebut adalah ... A. Prestasi seorang siswa yang senantiasa mempertahankan prestasi tersebut dengan belajar bersungguh-sungguh. B. Maryam siswa yang berprestasi, tidak sombong, dan ingin menyenangkan keluarganya jika kelak berhasil. C. Maryam siswa yang hidup serba berkekurangan, tetapi dia akan berusaha untuk membahagiakan keluarganya. D. Seorang teman yang selalu memberi dorongan dan semangat kepada temannya atas prestasi yang diperoleh temannya. E. Keakraban dua orang teman yang senantiasa saling memuji dan memberikan semangat belajar yang tenggi. 2. Cermatilah kutipan drama berikut! Si Pincang : Hah, lepas. Sekian puluh ribu. Sia-sia, kenapa bos terlalu cepat memutuskan? Meski aku pincang, toh aku dapat berusaha. Dia tidak memandang kemampuanku? : Sudahlah. Itulah yang dinamakan nasib. : Apa aku harus menyerah kepada nasib begitu saja? Apa aku harus kalah? : Menyerah? Tidak. Kalah sekali untuk meraih kemenangan beberapa kali. : Semistinya aku menang. Keunggulan Si Buruk dariku hanya terletak pada dia begitu akrab denganBbos. Alasan Bos menolakku sesungguhnya menyakitkan hati ; aku pincang!

Si Tua Si Pincang Si Tua Si Pincang

Masalah yang diungkapkan dalam naskah drama tersebut adalah A. Kekalahan Si Pincang dari Si Buruk karena alasan yang tidak masuk akal. B. Si Tua yang menasihati Si Pincang karena dipecat oleh Bos. C. Bos yang tidak berusaha berbuat adil terhadap anak buahnya. D. Kondisi Si pincang yang tidak dekat dengan Bos dan pimpinan. E. Penyesalan Si Pincang yang berkepanjangan atas dosa yang dilakukannya. 3. Cermatilah kutipan drama berikut! Bungsu : Ah, Bapak rupanya lagi ngomong seorang diri. Bapak : Ya, anakku, terkadang orang lebih suka ngomong pada dirinya sendiri. Tapi, bukankah kau tadi bersama abangmu?

: Ya. Sehari kami tamasya mengitari seluruh kota. Sayang sekali, kami tidak berhasil menjumpai Mas . . . Bapak : Tunanganmu? Bungsu : Ah, dia selalu selalu sibuk dengan urusan kemiliteran melulu. Bahkan, ketika kami mendatangi asramanya, ia tida ada. Kata mereka, ia sedang rapat dinas. He heh, seolah-olah seluruh hidupnya tersita untuk urusan-urusan militer saja. : Kita sedang dalam keadaan darurat perang, Nak. Dan dalam keadaan begini, bgi Bapak seorang prajurit kepentingan Negara di atas segalanya. Bukan saja seluruh waktunya, bahkan juga jiwa raganya. Tapi, eh, mana abangmu sekarang? Domba-Domba Revolusi, B. Soelarto Masalah yang diungkapkan dalam kutipan drama dia atas adalah A. Seorang anak yang membangkang terhadap perintah orang ua. B. Kewajiban orang tua untuk memberikan kebahagiaaan kepada anaknya. C. Sebagai kakak harus melindungi adiknya dari segala macam ancaman. D. Seorang tentara yang rela mengorbankan kepentingannya sendiri demi membela Negara. E. Kepentingan Negara harus ditamakan di atas kepentingan siapapun. 4. Bacalah penggalan drama berikut Ibu : Tidak menoleh benar mlam lebaran, lebaran Narto, dengarlah tabuh itu bersahut- sahutan pada malam lebaran seperti ini dia pergi, pergi dengan tidak meninggalkan kata. : Agak kesal Ayah? Gunarto : Keesokan harinya, hari lebaran sesudah sembahyang aku memafkan dosanya. Ibu : Kenapa ibu ingat juga waktu yang lampau, mengingat kapada orang yang tak Gunarto pernah lagi mengingat kita. : Memandang Gunarto aku merasa ia masih ingat kita, Gunarto. Ibu Yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah konflik A. sosial B. budaya C. fisik D. alam E. batin 5. Bacalah penggalan naskah drama berikut dengan cermat! Bapak : Mereka datang. Cepat bertindak. Dan. Kau miliku, ikulah bersama bakal suamiku : Bapak juga. Bungsu : Tidak! Aku tidak akan pergi! Aku akan tetap disini. Mereka akan segera kemari. Bapak Mereka akan menjumpai jenazah abangmu. Dan aku akan bikin perhitungan dengan mereka. : Tidak! Bapak mesti ikut kami. (terdengar ledakan bom-bom bergemuruh, bersusul tembakan meriam) Bungsu : Cepat pergilah! Cepat! Bapak Latar susanan penggalan drama di atas adalah A. peperangan yang mencekam B. suasana bising tempat meledaknya bom C. suasana bekabung D. di tengah para pemberontak E. suasana teror yang dahyat

Bungsu

6.

Bacalah penggalan naskah drama berikut dengan cermat! Damar : Hai, Di! Kamu tidak ke Kantor? Didi : Tidak, Mar. Aku sedang malas nih. Damar : Mengapa, Di? Kamu punya masalah? Cerita kepadaku! Mungkin aku bias membantumu. : Orang tuaku sering bertengkar akhir-akhir ini. Mungkin mereka akan bercerai. Didi Aku tidak betah tinggal di rumah. : (menatap Didi sesaat, kemudian menepuk-nepuk bahu Didi) Damar Sabar, Di. Ini cobaan dari Tuhan untuk keluargamu. Kamu mesti sabar. Kamu harus membantu orang tuamu menyelesaikan masalah ini dengan arif. Pokok masalah sesuai dengan penggalan teks drama tersebut adalah . A. Kesulitan orang tua mendidik anak. B. Perbedaan pendapat mengenai masalah keluarga. C. Pertengkaran dua sahabat karena perbedaan pendapat. D. Masalah generasi tua di mata generasi muda. E. kepada anak Konflik orang tua berdampak. Bacalah penggalan drama berikut untuk nomor 9 dan 10. Rini Anton Kardi Trisno Rini Anton Kardi Rini Trisno : Engkau dari mana Tris? : Dari rumah kepala sekolah kita? : Dari rumah kepala Sekolah kita? Kau dimarahi? : Huuuh! Disemprot ludah pagi hari. : Mau apa kau ke sana? Kan tak dipanggil? : Engkau goblog Tris. Masa pagi-pagi ke sana . : Sebaiknya engkau tidak ke sana sebelum berembug dengan kita. : Haaah. Individualisme itu coba dikurangi. Kita kan merupakan tim. : Belum tahu sudah nyemprot!

9.

Penyebab timbulnya masalah yang tergambar dalam penggalan drama tersebut terjadi ketika. A. Anton bertanya kepada Kardi B. Anton pamit kepada Rini C. Anton ditanya oleh Rini D. Anton pergi ke rumah Pak Kepala Sekolah E. Anton ingin pergi ke Pak Kepala Sekolah

10. Amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah A. Bila ingin bertamu sebaiknya melakukan janji. B. Hendaknya kita tahu waktu untuk bertamu. C. Hendaknya selalu minta izin teman bila ingin bertamu. D. Bertamu sebaiknya jangan terlalu pagi. E. Boleh bertamu kapan saja asal mau. Kutipan drama berikut untuk soal nomor 11 dan 12. Fikri : Ibu, hari ini kita bisa makan enak (Fikri berteriak kegirangan sambil mencari ibunya)

Bu Hasma Fikri Bu Hasma

: : :

Fikri Bu Hasma Fikri Bu Hasma Fikri

: : : : :

(Bu Hasma berlari kecil menemui anaknya) Ada to, Fik, bikin ibu kaget saja? Lihat, Bu, Fikri menemjukan dompet di jalan. Uangnya banyak sekali. Pokoknya hari ini kita makan besar. Fikri, kita memang orang miskin, tapi uang itu kan bukan milik kita. Kamu harus mengembalikannya. Orang yang kehilangan dompet itu pasti merasa sedih. Coba lihat, ada KTP-nya tidak! Ini, Bu. Sekarang kembalikan uang itu, ya! Tapi, Bu, kita bisa makan enak dengan uang ini. Kita kan tidak pernah makan enak. Fikri, ini bukan uang kita. Kamu harus segera mengembalikan kepada pemiliknya. Baiklah, Bu.

11. Permasalahan yang terdapat dalam kutipan naskah drama di atas adalah... A. Fikri tidak mau mengembalikan dompet kepada pemiliknya. B. Ibu memarahi Fikri karena tidak mau mengembalikan dompet. C. Fikri kehilangan uang yang ada dalam dompetnya. D. Fikri setengah hati untuk mengembalikan dompet. E. Fikri tidak bisa makan enak karena uangnya hilang. 12. Pesan yang terdapat dalam kutipan naskah drama tersebut adalah... A. Orang tua harus dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya. B. Meskipun menjadi orang miskin, kejujuran harus dijunjung tinggi. C. Watak jujur harus ditanamkan pada diri anak sejak dini. D. Kejujuran tidak selamanya membawa kemujuran. E. Tidak selamanya kita harus berlaku jujur, kita perlu melihat situasi dan kondisi. Kutipan drama berikut untuk soal nomor 13 dan 14. 1. Samin : Fred, jangan cepat-cepat, bahaya! 2. Fredy : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur) 3. Samin : Kita berhenti dulu! 4. Fredy : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik! 5. Samin : Jangan main-main Fred! 6. Fredy : Aku tidak main-main! 7. Samin : Ingat yang aku bawa surat penting! 8. Fredy : Justru itu! 9. Samin : Pokoknya berhenti, Fred! Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda. 10. Fredy : Baik, Min! Kau yang pegang komando.

13. Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah .... A. terjadinya pertengkaran antara Samin dan Fredy B. keinginan berhenti untuk beristirahat C. perebutan pemegang komando tugas D. kekhawatiran akan keselamatan surat penting E. ketakutan berjalan di malam hari

14. Dialog yang menunjukkan konflik nomor... A. 1, 2, 3, dan 4 B. 2, 3, 4, dan 4 C. 2, 4, 6, dan 8 D. 5, 6, 7, dan 8 E. 7, 8, 9, dan 10 15. Bacalah penggalan naskah drama berikut! Dahlan Kasim : (Mengetuk pintu tiga kali. Kasim masih menggerutu sendiri) : Rokok.....lagi. E, rokok, Pak silakan, pak, silakan. Selamat pagi, Pak Dahlan! (Pak Dahlan masuk dan duduk di kursi). Agaknya baru saja jalan-jalan? : Bekerja itu harus tututp mulut, jangan marah-marah. Tidak baik ter biasa berbicara sendiri ! : Betul, Pak, terima kasih (Sikap sopan, hormat). Bapak mau minum kopi atau teh manis, atau kopi susu ...atau teh telur ?

Dahlan Kasim

Isi dialog dalam penggalan naskah drama tersebut adalah............ A. Kehadiran Pak Dahlan pada pagi hari setelah jalan-jalan. B. Kasim bekerja sambil menggerutu karena banyaknya puntung rokok. C. Nasihat Pak Dahlan kepada Kasim agar tidak marah-marah kalau bekerja. D. Kasim menerima nasehat baik dari Pak Dahlan. E. Kasim menawarkan minum kepada Pak Dahlan. 16. Bacalah penggalan naskah drama berikut! Maimun Gunarto : (DENGAN AIR MATA, DALAM SUARA) Tapi Mas Narto, lihatlah ayah sekarang seperti itu, dia. telah tua. : Maimun, sering benar kudengar kau menamai kata-kata yang tidak berarti itu. Ayah! Hanya karena orang masuk ke rumah kita lalu ia mengatakan ayah kita, kau panggil dia ayah! Padahal dia tidak kita kenal. Sekarang ini, dapatkah kau merasakan sungguh-sungguh bahwa kau memang berhadapan dengan seorang ayah, ayahmu? : Tapi, Mas, kita adalah darah dagingnya. Bagaimana kelakuannya, kita tetap anaknya, anaknya yang harus memeliharanya. ; Jadi, maksudmu, itu kewajiban kita? Sesudah ia memuaskan hatinya di manamana, dia kembali, karena dia telah tua, dan haruskah kita memeliharanya? Hmm sungguh enak kalau begitu. Ayahku Pulang: Usmar Ismail

Maimun Gunarto

Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah. A. pertengkaran suami istri karena ayahnya pulang. B. keinginan orang tua untuk disebut ayah oleh keluarganya C. anak yang tidak mau mengakui ayahnya karena lama meninggalkannya D. Gunarto dan Maimun bertengkar karena orang tua di hadapannya bukan ayahnya E. Maimun mengira orang tua itu ayahnya, sedangkan Gunarto menganggap orang tua itu bukan ayahnya 17. Bacalah penggalan naskah drama berikut!

Tina Ibu

Tina

: Tuhan menakdirkan semua nasib manusia, kita hanya menjalani. : Nah, pikiran begitu itulah yang tak kusukai, kau sudah ditakdirkan Tuhan punya suami buta, tidakkah ada usahamu untuk mengubah takdir itu? sesab takdir itu baru jatuh setelah manusia berusaha. Tina, kau bukan anakku jika kau tidak berani melawan takdir yang pahit. : Aku sudah berusaha, Abas juga sudah berusaha, dan inilah hasilnya. Kami dapat membelanjai diri untuk hidup sehari-hari.

Konflik yang terjadi antara tokoh Tina dan Ibu disebabkan oleh. A. pandangan mengenai takdir B. perbedaan mengenai takdir manusia C. pasarah menjalani takdir D. usaha melawan takdir E. nasib merupakan takdir 18. Bacalah penggalan naskah drama berikut! 1. Van Dijk 2. Pedagang 3. Van Dijk 4. Pedagang 5. Van Dijk 6. Pedangang 7. Van Dijk : . Tadi kan bilang, bahwa istrimu cantik bukan? Cantik sekali dan kau cinta sekali kepadanya? : . yyya : Kau juga mengatakan kepadaku bahwa kau lebih cina kepadanya daripada nyawamu sendiri. Masih ingatkah? : Ya ! : Baikbaik nyawamu akan kuselamatkan, asal istrimu kau serahkan kepadaku . Bagaimana . setuju? : Setuju major, setuju. : Tadi kau bilang kalau istrimu tak bisa dibeli; kini kau berikan untuk membeli nyawamu. Begitu mudah begitu enteng!

Dialog pada petikan di atas yang mendukung watak tokoh Van Dijk yang jahat dan licik terdpat pada nomor . A. 1, 2, 5 B. 3, 5, 6 C. 3, 5, 7 D. 4, 5, 7 E. 6, 3, 7 19. Bacalah penggalan naskah drama berikut! Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakn topi caping. Marni : Pon Ponirah! Ponirah : Ada apa? Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana! Ponirah : Tenang saja! Marni : Tenang tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh? Ponirah : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan! Marni : Tapi buku kudukku berdiri. Ponirah : Maka jangan disini, ayo terus jalan!

Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan memegang senjata

Situasi yang dilakukan dalam penggalan drama itu adalah . A. mencekam B. mengerikan C. menggelisahkan D. menakutkan E. menjengkelkan 20. Bacalah penggalan naskah drama berikut! Perempuan tua : Ayahmu memang terlalu keras dalam mendidik kau. tapi ia akan berubah. Aku hendak membangunkan. Satilawati : Semua cita-citaku dipatahkannya. Pun menjadi juru rawat itu dialangalanginya pula mula-mula. Dan dengan Iskak ...? Perempuan tua : Engkau hendak diceraikannya. Dipaksanya aku untuk menceraikan itu, aku tidak dapat ...? Satilawati : Dan ayah mengusir nenek. Perempuan tua : Lebih dari itu, ia mengancam aku .... Konflik yang terjadi dalam kutipan drama di atas adalah ... A. Cita-cita anak tidak selalu mendapat dukungan dari orang tua. B. Orang tua yang tega mengusir anak dan ibunya sendiri. C. Ancaman ayah terhadap anak yang tidak mengikuti nasihatnya. D. Orang tua yang selalu memaksakan kehendak kepada anak kesayangannya. E. Ayah yang terlalu keras dalam mendidik anak perempuannya. 21. Bacalah penggalan naskah drama berikut! Kardi : Lho, sabar-sabar, sabaar! Anton : Ayo, kau mesti ralat pernyataan itu! Kardi : Begini, Ton, maksudku agar kau .... Anton : Tidak, aku tidak butuh perlindunganmu. Aku mesti digantung, bukan kau! Kardi : Begini, Ton maksudku, bahwa aku telah .... Anton : Sudah! Aku tahu, kau berlagak pahlawan agar orang-orang menaruh perhatian kepadamu sehingga dengan demikian kau .... Rini : Anton, sabaaaar. Kau mau bunuh diri apa bagaimana? Anton : (membisu) Kard : (membisu) Rini : (membisu)

Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah .... A. pengendalian kesabaran Anton B. pencabutan pernyataan Rini dan Kardi C. pertentangan tentang gawatnya masalah D. kecemburuan atas sikap kepahlawanan seseorang E. ketidakpuasan atas kerja yang dilakukan

22. Bacalah penggalan naskah drama berikut! Siswadi : Sebaiknya kita lekas-lekas pulang, San. Telah cukup kita merantau. Sandjojo : Memang banyak yang manis kenang-kenangan di Yogya. Di antara kepahitankepahitan yang terkutuk. Siswadi : Kau mau tetap tinggal di sini selamanya? Sandjojo : Buat apa pulang? Siswadi : Kita telah tujuh bulan di daerah ini! Sandjoyo : (Sandjojo merasa juga waktu yang telah lama itu). Siswadi : Tujuh bulan dengan tidak mendapatkan apa pun! Sandjojo : Pada suatu hari kita akan mendapatkannya, Sis. (tidak peduli, terus mempermainkan pisau) iswadi : Sebutir miligram pun kita belum pernah menyentuhnya. Sandjojo : Kau tidak tahan lagi? (Bangun terduduk, mata memandang dengan tajam) Pada suatu waktu kita akan mendapatkannya. Kita akan mendapatkan intan itu. Konflik dalam kutipan drama di atas timbul karena ... A. Sandjoyo ingin pulang ke rumah masing-masing. B. Para tokoh sudah kehabisan bahan makanan. C. Para tokoh baru mendapatkan sedikit intan. D. Siswadi optimis mendapatkan intan. E. Sudah tujuh bulan mereka belum mendapatkan intan.

Kutipan drama berikut untuk menjawab soal 2325: Bacalah dengan cermat! (1) PEMUDA (2) SI KURUS (3) PEMUDA (4) SI KURUS (5) SI MBOK Dekat. Dekat di mana? Di kampong ini. Ha? (pada Simbok) Mbok kenal pada anak itu? Seumur hidup baru pagi ini saya menjumpainya. Tapi peristiwa semacam ini kerap kualami. Dulu saya percaya ada orang yang betul-betul ketinggalan uangnya, tetapi orang-orang sebangsa itu tidak pernah kembali. Seminggu yang lalu saya tertipu dua ribu rupiah. Tampangnya gagah dan meyakinkan sekali waktu itu ia bilang uangnya tertinggal di rumah. Tapi sampai hari ini pecel yang dimakannya belum dibayar. Benar dua ribu rupiah itu tidak banyak, tetapi dua ribu kali sepuluh adalah tidak sedikit. Sekarang saya sudah kapok dan cukup pengalaman. : Baru sekarang ini kau jajan pada Simbok, bukan ? : Ya. : : : : :

(6) SI KURUS (7) PEMUDA

(8) SI KURUS (9) PEMUDA (10) SI KURUS (11) PEMUDA (12) SI KURUS (13) PEMUDA

: : : : : :

Lalu kenapa kau berani-berani jajan padahal kamu tahu tak beruang, Saya beruang. Bayarlah sekarang. Uang saya ketinggalan. Kenapa kau berani jajan. Saya tidak tahu kalau uang.

23. Masalah yang diungkapkan dalam kutipan .... A. kejujuran dibalas dengan pengkhianatan B. nasib malang seorang penjual pecel C. kerugian yang dialami penjual pecel D. kesulitan mencari nafkah hidup E. hilangnya rasa percaya pada seseorang

24. Watak tokoh si Mbok dalam kutipan drama adalah .... A. hati-hati B. angkuh C. cerdik D. baik E. tabah 25. Suasana cemas dalam kutipan ditunjukkan oleh dialog nomor .... A. (1), (3), (5), (7), (9), dan (11) B. (2), (4), (6), (8), (10), dan (12) C. (3), (4), (7), (8), (11), dan (12) D. (4), (5), (6), (9), (11), dan (12) E. (5), (7), (7), (8), (10), dan (12) Bacalah penggalan teks drama berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 17s.d. 19. Van Dijk : Ingatlah, Tuan bertanggung jawab atas kematian mereka. Kalau tuan percaya pada perhitungan setelah mati nanti, Tuan harus berpikir sekarang, apa yang akan Tuan pertanggungjawabkan kelak kepada Tuhan. Moertomo : Kami adalah bangsa yang bertakwa kepada Tuhan. Adalah keyakinan kami bahwa hak-hak yang diberikan kepada kami oleh Tuhan harus kami bela. Bagi kami, tanah air adalah amanat Tuhan. Kami wajib menjaga dan menyelamatkannya. Perjuangan ini adalah perjuangan untuk menegakkan keadilan Tuhan : Tuan mestinya jadi kyai, kapten! Van Djik (Bunga-bunga Bangsa oleh: Emil Sanossa) 26. Watak tokoh Moertomo dalam penggalan teks drama tersebut adalah A. kejam kepada siapa saja B. mementingkan diri sendiri C. wibawa terhadap bawahan D. penghianat bangsa E. setia terhadap tanah air 27. Nilai yang terkandung dalam penggalan teks drama tersebut adalah A. kepahlawanan

B. C. D. E.

pendidikan sosial kemanusiaan ketuhanan

28. Latar suasana pada penggalan teks drama tersebut adalah A. menyenangkan B. menyedihkan C. mengerikan D. msenegangkan E. menyedihkan 29. Bacalah dialog berikut dengan saksama! Tiko : Jadi, Tiko harus mengembalikan dompet ini kepada pemiliknya, Bu? Ibu : Tiko, Ibu tidak perlu menjawab pertanyaanmu itu. Ibu yakin engkau sudah tahu apa yang harus kamu lakukan. Tiko : Baiklah, Bu. Tiko akan segera mencari alamat pemilik dompet ini dan mengembalikan barang miliknya. Tiko masih ingat pesan almarhum ayah. Mesikun kita miskin kita harus tetap mengutamakan kejujuran. Ayah bilang hanya dengan memelihara kejujuranlah, orang miskin seperti kita akan dihargai orang. Kejujuran adalah hal yang paling utama yang harus terus kita jaga. Ibu : (memandang dengan penuh haru kepada Tiko). Ya, apa yang dipesankan almarhum ayahmu itu memang benar. Sekarang, pergilah engkau segera untuk mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya. Amanat kutipan drama tersebut adalah.... A. Hendaklah kita selalu bertindak jujur. B. Tidak perlu bertanya jika sudah tahu. C. Hendaklah hati-hati menjaga barang milik kita. D. Hidup perbanyaklah amal kebajikan. E. Saling menolong dalam kehidupan.

KOMPTENSI DASAR; Menemukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat iNDIKATOR 1. Disajikan penggalan hikayat, siswa menentukan isi kutipan hikayat. 2. Disajikan penggalan hikayat, siswa menentukan karakteristik kutipan hikayat. 3. Disajikan penggalan hikayat, siswa menentukan nilai moral kutipan hikayat. 4. Disajikan penggalan hikayat, siswa menentukan amanat kutipan hikayat.

Anda mungkin juga menyukai