Dokumen tersebut membahas tentang pondasi pada tanah lahan basah di Kalimantan. Lahan basah di Kalimantan didominasi oleh rawa, sungai, dan pesisir pantai yang berperan dalam proses hidrologi. Tanah di Kalimantan umumnya rawa dengan daya dukung rendah, sehingga pondasi tak langsung seperti kalang galam, kalang kacapuri galam, kalang batang, dan tiang pancang sering digunakan. Pondasi-pondasi tersebut membagi beban bangun
0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan3 halaman
Dokumen tersebut membahas tentang pondasi pada tanah lahan basah di Kalimantan. Lahan basah di Kalimantan didominasi oleh rawa, sungai, dan pesisir pantai yang berperan dalam proses hidrologi. Tanah di Kalimantan umumnya rawa dengan daya dukung rendah, sehingga pondasi tak langsung seperti kalang galam, kalang kacapuri galam, kalang batang, dan tiang pancang sering digunakan. Pondasi-pondasi tersebut membagi beban bangun
Dokumen tersebut membahas tentang pondasi pada tanah lahan basah di Kalimantan. Lahan basah di Kalimantan didominasi oleh rawa, sungai, dan pesisir pantai yang berperan dalam proses hidrologi. Tanah di Kalimantan umumnya rawa dengan daya dukung rendah, sehingga pondasi tak langsung seperti kalang galam, kalang kacapuri galam, kalang batang, dan tiang pancang sering digunakan. Pondasi-pondasi tersebut membagi beban bangun
Dokumen tersebut membahas tentang pondasi pada tanah lahan basah di Kalimantan. Lahan basah di Kalimantan didominasi oleh rawa, sungai, dan pesisir pantai yang berperan dalam proses hidrologi. Tanah di Kalimantan umumnya rawa dengan daya dukung rendah, sehingga pondasi tak langsung seperti kalang galam, kalang kacapuri galam, kalang batang, dan tiang pancang sering digunakan. Pondasi-pondasi tersebut membagi beban bangun
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online dari Scribd
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 3
PONDASI PADA TANAH LAHAN
BASAH KALIMANTAN Pengertian lahan basah
Lahan basah atau wetland (Ingg) adalah wilayah-wilayah di mana
tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Wilayah-wilayah itu sebagian atau seluruhnya kadang-kadang tergenangi oleh lapisan air yang dangkal. Digolongkan ke dalam lahan basah ini, di antaranya, adalah rawa-rawa (termasuk rawa bakau), paya, dan gambut. Air yang menggenangi lahan basah dapat tergolong ke dalam air tawar, payau atau asin. Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem.
Di atas lahan basah tumbuh berbagai macam tipe vegetasi (masyarakat
tetumbuhan), seperti hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, hutan bakau, paya rumput dan lain-lain. Margasatwa penghuni lahan basah juga tidak kalah beragamnya, mulai dari yang khas lahan basah seperti buaya, kura-kura, biawak, ular, aneka jenis kodok, dan pelbagai macam ikan; hingga ke ratusan jenis burung dan mamalia, termasuk pula harimau dan gajah.
Lahan gambut merupakan lahan yang sangat fragile dan produktivitasnya
sangat rendah. Kendala sifat fisik gambut yang paling utama adalah sifat kering tidak balik (irriversible drying), sehingga gambut tidak dapat berfungsi lagi sebagai koloid organik. Produktivitas lahan gambut yang rendah karena rendahnya kandungan unsur hara makro maupun mikro yang tersedia untuk tanaman, tingkat kemasaman tinggi, serta rendahnya kejenuhan basa. Tingkat marginalitas dan fragilitas lahan gambut sangat ditentukan oleh sifat-sifat gambut yang inherent, baik sifat fisik, kimia maupun biologisnya. Beberapa sifat fisik yang perlu diperhatikan kaitannya dengan konservasi tanah gambut adalah kadar air serta kapasitas memegang air. Kadar air tanah gambut berkisar antara 100 – 1.300% dari berat keringnya(13 kali bobotnya) menyebabkan BD menjadi rendah.
Kondisi Lahan Basah Kalimantan
Tanah di wilayah Kotamadya Banjarmasin pada umumnya adalah tanah rawa yang daya pikulnya sangat kecil yaitu 0,2 kg/cm 2 (Bouven in Indonesia, JPB Gmelig Mayling). Sehingga praktis pondasi yang dipakai adalah pondasi tak langsung. Kalimantan merupakan pulau yang besar, sebagian besar wilayah daratannya didominasi oleh lahan basah berupa sungai, rawa, pesisir pantai yang secara tidak langsung berperan dalam proses hidrologi di pulau ini. Luas wilayah Kalimantan Selatan 37.531 km 2 dengan luas lahan basahnya mencapai 382.272 ha. Lahan basah di Kalimantan Selatan merupakan daerah cekungan pada dataran rendah yang pada musim penghujan tergenang tinggi oleh air luapan dari sungai atau kumpulan air hujan, pada musim kemarau airnya menjadi kering. Kebanyakan lahan basah di Kalimantan Selatan adalah kawasan rawa.
Lahan gambut di Kalimantan umumnya terletak pada zona lahan
rawa air tawar, dan sebagian pada zona lahan rawa pasang surut. Secara spesifik, lahan gambut menempati berbagai satuan fisiografi/landform, yaitu kubah gambut, cekungan dataran danau, rawa belakang sungai, cekungan sepanjang sungai besar termasuk oxbow lake atau meander sungai, dan dataran pantai. Dataran dan kubah gambut terbentang pada cekungan luas di antara sungai-sungai besar, dari dataran pantai ke arah hilir sungai hingga mencapai jarak 10-30 km. Keracunan terjadi bila lapisan gambut telah menipis, baik karena kesalahan dalam pembukaan maupun karena terjadinya subsidence, sehingga senyawa pirit teroksidasi dan menghasilkan asam sulfat dan besi. Contoh pondasi pada tanah rawa Untuk di tanah rawa, Banjarmasin khususnya, jenis pondasi tak langsung yang dikenal antara lain : A. 1. Pondasi Kalang Galam untuk banguna kayu, kecil/ringan 2. Pondasi Kalang Kacapuri Galam, untuk bangunann kayu, besar/agak berat B. 1. Pondasi Kalang Batang, untuk bangunan kayu, besar/permanen/berat 2. Pondasi Kalang Batang, untuk rumah batu (permanen) C. Pondasi dengan tiang pancang kayu.
A. 1. Pondasi Kalang Galam
Pondasi Kalang Galam yaitu suatu konstruksi yang membagi beban tekan melalui bidang yang cukup luas, merata pada tanah sehingga tekanan pada tiap cm2 tanah menjadi kecil. Lubang pondasi diperoleh dengan menguakkan lumpur sampai mendapatkan tanah yang agak keras. Tiang-tiang (tongkat) dari kayu ulin yang telah dilengkapi dengan sunduk dari kayu ulin ditempatkan di atas/ disela kalang-kalang galam dan ditumbuk sampai kalang-kalang galam tenggelam mantap di atas pondasi. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan sloof dan lain-lain untuk pelaksanaan pendirian bangunan di atas pondasi tersebut. Pondasi kalang galam
A. 2. Pondasi Kalang Kacapuri Galam
Bila bangunan agak besar/berat maka digunakan pondasi kalang kacapuri galam yang konstruksinya sama dengan pondasi kalang galam. Tetapi ditambah di bawahnya dengan selapis kalang galam lagi yang arahnya tegak lurus kalang galam yang pertama. Pondasi kacapuri kalang galam mini banyak digunakan untuk bangunanbangunan di daerah pasang surut pondasi kalang kacapuri galam
B. 1. Pondasi Kalang Batang
Untuk rumah kayu permanen, besar/berat digunakan pondasi kalang batang. garis tengah (diameter) berkisar antara 40-60 cm. Pada batang tersebut diletakkan dua bidang rata yaitu untuk pemasangan tiang (tongkat) ulin dan bagian yang akan terletak pada tanah pondasi. Untuk mencegah agar batang tidak timbul di waktu air pasang dimana lubang pondasi penuh air, maka dibuat suatu konstruksi atap yang disebut “pakau”. Untuk lebih memantapkan dapat ditancapkan tiang-tiang pancang galam diameter 10-12 cm dengan jarak ±1 meter.
B.2. Pondasi Kalang Batang
(untuk rumah batu) Untuk rumah batu, pelaksanaannya sama dengan pondasi kalang batang untuk rumah kayu. Hanya saja pada pondasi ini disesuaikan dengan lebar alas pondasi, ditempatkan 2 buah batang bergandengan. Diatasnya dipakukan papan ulir arah tegak lurus batang tersebut. Di atas papan itulah dibangun pondasi dari batu kali atau beton bertulang. Pada pondasi ini, untuk lebih memantapkan kadang-kadang ditambah dengan tiang pancang galam dengan jarak ±1 meter.
C. Pondasi dengan Tiang
Pancang Kayu Untuk pondasi jenis ini, menggunakan kayu kapurnaga dengan panjang 8-9 meter dan diameter 15-20 cm. Karena panjang yang sangat terbatas, maka tidak mungkin mencapai tanah keras sehingga daya pikul tiangtiang ini berdasarkan daya pikul tanah dan daya lekat tanah. Berdasarkan pengalaman yang ada, tiang kapurnaga dengan panjang 8-9 meter dan diameter 15-20 cm dapat memikul3,5 ton.