Makalah Seni Suara Kel Iii

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

SIMBOL DAN UNSUR-UNSUR SENI MUSIK

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Seni Suara

Dosen pengampu:

OK. M. DANIEL SYAHINDRA, M.Pd

Disusun Oleh :

Kelompok III/PGMI-6

Amelia Andini (0306193241)

Alifah Az-Zahra (0306193215)

Ersi Mutia Sari (0306192042)

Nur Afhrija Zahra (0306192086)

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

MEDAN

2021
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................2
BAB I...............................................................................................................................................3
PENDAHULUAN..........................................................................................................................3
A. LATAR BELAKANG........................................................................................................3
B. RUMUSAN MASALAH....................................................................................................3
C. TUJUAN MASALAH.........................................................................................................3
BAB II.............................................................................................................................................4
PEMBAHASAN.............................................................................................................................4
A. SENI MUSIK......................................................................................................................4
B. Unsur-Unsur Seni Musik...................................................................................................5
C. SIMBOL-SIMBOL MUSIK............................................................................................10
D. MANFAAT MUSIK.........................................................................................................13
E. FUNGSI MUSIK PADA MASYARAKAT....................................................................14
BAB III.........................................................................................................................................17
PENUTUP....................................................................................................................................17
A. KESIMPULAN.................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................18

2
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah dan
inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah. Tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah “Seni Suara”. Disamping itu penulis
berharap semoga isi dari makalah yang dibuat ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya,
bagi pembaca serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang yang kami kaji
didalamnya.

Dalam pembuatan makalah ini tentunya tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang
tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada Bapak OK.
M. Daniel Syahindra, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah ini. Serta pihak-pihak lain yang
ikut memberikan kontribusinya dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari masih
terdapat banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini, karena keterbatasan
kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan pada makalah-makalh seanjutnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Simpang Panigoran, 05 Mei 2021

Kelompok III

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Musik pada hakikatnya adalah baguan dari seni yang menggunakan bunyi sebangai
media penciptanya. Walaupun dari waktu ke waktu beraneka ragam bunyi seperti, klakson
maupun mesin sepeda motor dan mobil, handphone, radio, televisi, tape recorder, dan
sebagainya yang senantiasa mengerumuni kita. Tapi semua bunyi tidak dapat disebut sebagai
music karena harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut merupakan salah
satu system yang ditopang oleh berbagai komponen seperti melodi, harmoni, ritme, timber
(warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk. Sebelum lebih jauh membahas syarat-syarat
tersebut berikut aspek-aspek yang terkait dengannya seperti pengertian music, unsur-unsur,
symbol, dan manfaat serta fungsi music.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan music ?
2. Apa saja unsur-unsur seni music ?
3. Apa saja symbol seni music ?
4. Apa manfaat seni music ?
5. Apa saja fungsi dari seni music ?
C. TUJUAN MASALAH
1. Untuk mengetahui makna dari music
2. Untuk mengetahui unsur-unsur seni music
3. Untuk mengetahui simbo seni music
4. Untuk mengetahui manfaat dari seni music
5. Untuk mengetahui fungsi dari seni music

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. SENI MUSIK

1. Pengertian Seni Musik


Kata “Musik” bersalah dari bahasa Inggis music yang berasal dari bahasa Yunani
mousike. Mousike merujuk kepada semua seni yang dipimpin oleh Muses yang berupa music
dan puisi.
Musik pada dasarnya merupakan bunyi yang diungkapkan melalui ritme yang teratur dan
melodi yang indah. Music tercipta dari berbagai media seperti suara manusia dan alat music.
Music bukan hanya sebagai media berekspresi dan hiburan semata, tetapi dapat digunakan
sebagai saranan pendidikan, sumber inspirasi, bahkan sebagai profesi.
Berikut beberapa pengertian seni musik menurut beberapa ahli :
a. Jamalus
Seni music adalah hasil karya seni berupa bunyi yang dituangkan dalam bentuk lagu
atau komposisi sebagai ungkapan dalam bentuk lagu atau komposisi sebagai
ungkapan perasaan dan pikiran penciptanya melalui unsur-unsuru pokok music yaitu
melodi, irama, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai sumber
kesatuan.
b. Sunarto
Seni music adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk
bunyi yang teratur dengan ritme atau melodi serta memiliki unsur atau keselarasan
yang indah.
c. Reed dan Sidnel
Seni music adalah cabang seni yang berbentuk suara yang di dalamnya terkandung
unsur melodi, ritme, harmoni, serta timbre.
d. David Ewen
Seni music adalah cabang ilmu pengetahuan seni tentang kombinasi ritmik dan nada-
nada, baik vocal maupun instrumental, yang meliputi harmoni dan melodi sebagai
ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional.

5
Dari berbagai pendapat diatas setidaknya dapat dipahami bahwa music merupakan salah
satu cabang seni pertunjukan seperti tari, drama, puisi, dan sebagainya. Sebagai sebuah karya
seni, music adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat komposisi jalinan
nada atau melodi, baik dalam bentuk karya vocal maupun instrumental. Di samping itu music
adalah suatu karya seni music yang tersusun atas kesatuan unsur-unsuru seperti irama,
melodi, harmoni, bentuk atau struktur, dan ekspresi.

B. Unsur-Unsur Seni Musik


Musik terdengar indah karena ada eragai unsur musik yang tergaung di dalamnya.
Adapun unsur-unsur seni musik adalah sebagai berikut :
1. Melodi
Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi, yang ditanggapi berdasarkan
perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. Melodi merupakan bentuk ungkapan penuh atau
hanya penggalan ungkapan melodi. Melodi terdiri dari durasi, pitch, dan tone. Pitch
merupakan suatu hal yang mengatur serangkaian not dengan lambang alfabet A-G. Pitch
sering disebut timbre atau warna suara. Rangkaian not-not menjadi melodi dalam
serangkaian waktu tertentu yang dinamakan durasi. Not dapat dihasilkan dari berbagai alat
musik dengan warna suara yang berbeda atau disebut dengan istilah tone.
2. Ritme (Irama)
Ritme (Irama) adalah gerak yang teratur mengalir karena munculnya aksen secara tetap.
Irama lebih terasa indah karena adanya jalinan perbedaan nilai dari satuan bunyi. Ritme
merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti variasi gerak melodi. Dengan
mendengarkan lagu secara berulang-ulang kita dapat merasakan ritme lagu tersebut. Pola
irama musik memberikan perasaan ritmis karena pada hakikatnya irama adalah penggerak
perasaan yang erat hubungannya dengan gerak fisik. Ritme akan melekat dibenak penikmat
musik apabila sering dilatih.
3. Birama
Birama adalah unsur seni musik berupa ketukan/ ayunan secara berulang-ulang yang
datang secara teratur dalam waktu yang sama. Birama biasanya dituliskan dalam angka
pecahan seperti 2/4, 3/4, 2/3, dan seterusnya. Angka pembilang (di atas tanda “/” )
menunjukan jumlah ketukan, sedangkan angka penyebut (di atas tanda “/”) menunjukan nilai

6
nada dalam satu ketukan. Birama yang nilai penyebutnya genap dinamakan birama bainar,
sedangkan birama yang penyebutnya ganjil dinamakan birama ternair.
Ada 2 jenis birama utama yaitu birama perduaan dan birama pertigaan yang dapat
diperinci menjadi :
a. Birama perduaan bersahaja : Birama 2/4 dan 2/8
b. Birama perduaan bertingkat : Birama 4/4, 8/4, 4/8, dan 8/8
c. Birama pertigaan bersahaja : Birama 3/4 dan 3/8
d. Birama pertigaan bertingkat : Birama 6/4, 6/8, 9/4, dan 9/8
4. Harmoni
Harmoni adalah hal yang berhubungan dengan keselarasan bunyi. Secara teknis, harmoni
meliputi peranan, susunan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk secara
keseluruhan. Harmoni mempunyai elemen interval dan akor. Interval merupakan susunan
nada-nada yang jika dibunyikan secara serentak akan terdengar harmonis. Akor akan
mengiringi melodi lagu sebagai satu kegiatan utuh dan enak didengar. Dengan demikian,
dapat diibaratkan melodi dapat memenuhi aspek seni musik secara horizontal, sedangkan
harmoni dapat memenuhi aspek hubungan nada-nada secara vertikal. Peranan harmoni akan
semakin nyata ketika seorang penyanyi membawakan sebuah lagu dengan iringan alat musik.
Harmoni memberi bobot, nilai dan bentuk tabuhan pada jalinan melodi. Sebuah lagu akan
terdengar indah apabila memiliki harmoni yang baik.
5. Tempo
Tempo adalah hal yang berhubungan dengan cepat lambatnya gerak musik atau lagu, atau
dapat dikatakan ukuran kecepatan birama lagu. Semakin cepat permainan suatu lagu, maka
semakin besar nilai tempo lagu tersebut.
Tanda tempo dibagi menjadi 4 yaitu
a. Tempo Lambat (Largo, Adagio, Grave, Lento),
b. Tempo Sedang (Andante, Andantino, Moderato, Allegro Moderato),
c. Tempo Cepat (Allegro, Allegretto, Presto, Vivace),
d. Tempo Perubahan (Rit, Ritard, a.t, dan Accel, serta String).
Ukuran untuk menentukan tempo adalah beat. Beat, yaitu ketukan dasar yang
menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu menit. Misalnya, sebuah lagu memiliki beat
MM70, artinya dalam satu menit terdapat 70 ketukan. MM adalah singkatan dari Metronome

7
Malze. Metronome adalah alat pengukur tempo. Malze (1815) diambil dari nama pencipta
alat ini.
6. Dinamik
Dinamik adalah hal yang berhubungan dengan keras lembutnya lagu dan perubahannya.
Tanda dinamik dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
a. Tanda dinamik lembut, yaitu :
Piano (p) = lembut,
Pianissimo (pp) =sangat lembut.
b. Tanda dinamik sedang, yaitu :
Mezzo Piano (mp) = agak keras,
Mezzo Forte (mf) = agak keras.
c. Tanda dinamik keras, yaitu :
Forte (f) = keras,
Fortissimo (ff) = sangat keras
Dinamik merupakan unsur yang paling kuat menunjukkan emosi atau perasaan yang
terkandung dalam sebuah karya musik jika dibandingkan dengan unsur-unsur lainnya.
Dinamik dapat menunjukkan sebuah karya musik yang memiliki emosi atau perasaan seperti
sedih, riang, gembira, agresif, atau datar. Dinamik akan memainkan perasaan pemusik
maupun pendengarnya sehingga akan masuk ke dalam musik yang didengarnya.
7. Tangga Nada
Tangga nada adalah urutan atau deret nada yang disusun secara berjenjang. Antara
nada satu dengan yang lain terdapat jarak tertentu. Ada yang berjarak 1/2, 1, 1 1/2, dan 2.
Jarak ini yang menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Misalnya,
kalau kita suarakan do, re, mi, fa, sol, la, si, do, berarti kita menyuarakan urutan nada dari
nada rendah ke nada yang semakin tinggi. Urutan itu diawali dari salah satu nada dan
diakhiri oleh nada yang sama tetapi lebih tinggi 1 oktaf. Terdapat 3 macam tangga nada,
yaitu Tangga Nada Diatonis, Tangga Nada Pentatonis dan Tangga Nada Kromatis.
8. Timbre
Timre adalah warna bunyi atau kualitas bunyi yang membedakan kesan. Timbre sebuah
alat musik dipengaruhi oleh sumber bunyi dan cara bergetarnya. Timbre yang dihasilkan alat

8
musik petik pasti akan berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik pukul,
meskipun keduanya dimainkan dalam nada yang sama.
9. Notasi
Notasi merupakan salah satu unsur musik yang membentuk sebuah lagu. Jenis notasi
dalam seni musik terdapat dua macam, lebih jelasnya akan kita bahas pengertian jenis notasi
berikut ini :
a. Notasi Angka
Notasi angka adalah sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol-simbol angka.
Angka-angka yang dipakai adalah sebagai berikut :
1 2 3 4 5 6 7
do re mi fa so la si
Notasi angka pertama kali ditemukan oleh Guido D'Arezzo (990-1050) seorang ahli
teori musik dari Perancis yang lama menetap di Arrezo, Italia. Guido D'Arezzo adalah
orang yang menciptakan suatu metode membaca notasi musik dengan menggunakan
suara manusia.
Dalam perkembangannya, notasi angka kurang efektif karena tidak memiliki patokan
tinggi nada yang tetap. Notasi angka lebih tepat digunakan dalam pembelajaran vokal
(menyanyi).
b. Notasi Balok
Notasi balok adalah simbol atau tanda untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang
diwujudkan dengan gambar. Notasi balok disebut juga notasi mutlak, karena mempunyai
patokan tinggi nada yang tetap (a = 440 Hz), sehingga sangat tepat digunakan dalam
bermain musik.
Bagian-bagian notasi balok dibagi menjadi 3, yaitu bendera, tangkai, dan kepala.
Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

9
Selain ketiga bagian di atas notasi balok juga dirincikan bentuk, nama, nilai dan harga
notasi balok, lebih jelasnya lihat bagan berikut ini:

Tanda diam adalah lambang yang menyatakan berapa lama harus berhenti atau
beristirahat. Di bawah ini bentuk nilai dan letak tanda diam dalam garis paranada :

10
C. SIMBOL-SIMBOL MUSIK
Seni musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur musik dengan substansi
dasarnya suara dan nada atau notasi. Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan
simbol musik utama yang berupa nada-nada.
Melalu notasi dapat ditunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan
simbol. Simbol musik itu dinamakan not. Simbol musik adalah berupa notasi dan tanda
musik.
Simbol musik adalah tanda dan simbol dalam notasi musik yang menunjukkan berbagai
aspek bagaimana suatu karya musik harus dibawakan. Ada simbol untuk
mengkomunikasikan informasi tentang banyak unsur musik, termasuk lapangan , durasi ,
dinamika , atau artikulasi dari catatan musik ; tempo, meteran , bentuk (misalnya, apakah
bagian diulang), dan detail tentang teknik permainan tertentu (misalnya, jari, kunci, atau
pedal mana yang akan digunakan, apakah nada instrumen dawai dibekuk atau dipetik, atau
apakah instrumen senar harus bergerak ke atas atau ke bawah).

11
Simbol musik adalah instrumen yang digunakan untuk memberikan petunjuk bagaimana
seharusnya sebuah musik dimainkan dengan irama yang merdu.
Contoh simbol notasi musik pada partitur.
1. Garis Paranada

Garis Paranada merupakan garis yang membentang dari kiri ke kanan dimana terdiri dari
5 garis dan juga 4 spasi. Nah, garis dan spasi inilah yang akan digunakan sebagai tempat
untuk menulis not – not. Dimana, semakin tinggi garisnya maka akan semakin tinggi pula
nadanya.
2. Garis Bar
Terdapat 2 jenis garis bar yaitu garis bar tunggal dan garis bar ganda (double bar).
Adapun, garis bar tunggal digunakan untuk membatasi jumlah not berdasarkan jumlah
ketukan atau birama. Sedangkan, garis bar ganda (double bar) biasanya dituliskan di akhir
pada sebuah notasi musik.
3. Tanda Kunci (Symbol Notations)
Tanda kunci merupakan suatu tanda yang menunjukkan range not yang dimainkan dan
biasanya dituliskan di bagian awal atau kiri partitur. Contohnya adalah kunci G (treble) dan
kunci F (bass).
4. Tanda birama (Time Signature)
Tanda birama biasanya ditulis dalam bentuk bilangan pecahan seperti 2/4, ¾, 4/4, dan
yang lainnya. Tanda ini biasanya terletak setelah tanda kunci.
Cara membaca tanda birama misalnya untuk tanda birama 2/4, artinya adalah mainkan 2
ketukan dalam setiap bar-nya dimana setiap ketukannya memiliki nilai ¼ not. Sederhananya,
angka 2 merupakan jumlah ketukan sedangkan angka 4 adalah nilai not yang dimainkan.
5. Note
Note terdiri dari beberapa range, interval, atau durasi seperti note 1 (penuh) bernilai 4
nada, note ½, note ¼, note 1/8, dan kelipatan lainnya. Note ini digunakan untuk menuliskan
nada – nada.
6. Tanda Istirahat (Rest Symbol)
Tanda istirahat juga disebut sebagai tanda jeda. Durasi yang dimiliki oleh tanda istirahat
sama dengan note diatas seperti istirahat penuh / 1, ½, ¼, 1/8, dan kelipatan lainnya.
7. Tanda Accidental (Kress dan Mol)

12
Terdapat 2 jenis tanda accidental yaitu kress dan mol. Tanda kress (#) digunakan untuk
menaikkan nada sebesar setengah nada sedangkan tanda mol (b) digunakan untuk
menurunkan nada sebesar setengah nada.
8. Tanda Tie (Tanda Penghubung)
Tanda tie merupakan suatu tanda berbentuk lengkungan yang digunakan untuk
menunjukkan kaitan dari dua buah note.
9. Tanda Tempo
Tanda tempo merupakan suatu tanda yang digunakan untuk menunjukkan tingkat
kecepatan dalam memainkan notasi musik.

13
D. MANFAAT MUSIK
Dalam kenyatannya music memang memiliki manfaat atau peran yang sangat penting.
Berikut beberapa manfaat music :

1. Musik Sebagai Hiburan


Sebagai hiburan, music dapat memebrikan rasa santai dan nyaman atau penyegar pada
pendengarnya. Terkadang pada saat pikiran kita lagi risau, serba buntu, dan tidak tahu apa
yang harus dilakukan, dengan mendengarkan music, segala pikiran bisa dikembalikan segar.
Hasilnya kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda.
Music dapat mempengaruhi hidup seseorang. Hanya dengan music, suasan ruang batin
seseorang dapat dipengaruhi. Entah apakah itu suasana bahagia ataupun sedih, bergantung
pada pendengar itusendiri. Yang pasti, music dapat memberikan semangat pada jiwa yang
lelah, resah dan lesu. Apalagu bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, music seakan-akan
dapat menjadi kekuatan untuk menyemangati perjalan cinta seseorang.
2. Music dan Terapi Kesehatan
Musik dapat berfungsi sebagai alat terapi kesehatan. Ketika seseorang mendengarkan
music, gelombang listrik, gelombang listrik yang ada di otaknya dapat diperlambat atau
dipercepat pada saat yang sama kinerjanya system tubuhpun mengalami perubahan. Bahkan,
music mampu mengatur hormon-hormon yang mempengaruhi stress seseorang, sertamampu
meningkatkan daya ingat. Music dan kesehatan memiliki kaitan etar, dan tidak diragukan
bahwa dengan mendengarkan music keseukannya seseorang akan mampu terbawa ke dalam
suasana hati yang baik dalam waktu yang singkat.
3. Musik dan Kecerdasan
Musik memiliki pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan manusia. Sala satu istilah
untuk sebuah efek yang bisa dihasilkan intelegensia seseorang, yaitu Efek Mendengarkan
Musik Mozart. Hal ini sudah terbukti, ketika seorang ibu sedang hamil duduk tenang, seakan
terbuai alunan music tadi yang juga ia perdengarkan di perutnya. Hal ini dimaksudkan agar
kelal si bayi memiliki tingkat intelegensia yang tinggi dibandingkan dengan anak yang
dibesarkan tanpa diperkenalkan pada music. Dengan cara tertentu, otakpun akan distimulasi
untuk “belajar” segala sesuatu lewat nada-nada music. Selain itu, music-musik yang berirama
klasik adalah jenis music yang dianjurkan banyak pakar buat ibu hasil dan si bayi, yaitu bisa
mencerdaskan bayi dan juga bisa memberikan ketenangan buat ibu yang sedang hamil.

14
4. Musik dan Kepribadian
Musik diyakini dapat meningkatkan motivasi sesorang. Bagi orang yang berolahraga
music dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan olahraga yang lebih baik. Untuk
selanjutnya pada saat berolahraga music membantu olahragawan untuk meningkatkan daya
tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan olahragawan dari setiap pengalaman yang tidak
nyaman selama olahraga. Jenis music terbaik untuk olahraga adalah music dengan music
tempo tinggi seperti hhip-hop atau music drama.

E. FUNGSI MUSIK PADA MASYARAKAT


Sebagai bagian dari kesenian yang merupakan salah satu dari tujuh unsur kebudayaan
universal, musik memiliki fungsi sosial yang secara universal umumnya dapat ditemukan di
setiap kebudayaan suku bangsa manapun di seluruh dunia.
1. Fungsi Ekspresi Emosional
Musik memiliki fungsi sebagai kendaraan dalam mengekspresikan ide-ide dan emosi.
Para pencipta musik dari waktu ke waktu telah menunjukkan kebebasannya mengungkapkan
ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-
duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada-
nada sesuai dengan suasana hatinya.
2. Fungsi Penikmatan Estetis (keindahan)
Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan berbeda-beda dalam hal memahami
keindahan tentang apa saja termasuk pula keindahan musik. Setiap jenis musik memiliki
keunikan melodis, ritmis, dan harmonis, maupun terkait dengan komposisi dan
instrumentasinya masing-masing
3. Fungsi Hiburan
Hiburan adalah suatu kegiatan yang menyenangkan hati bagi seseorang. Musik berfungsi
untuk menyenangkan hati, membuat rasa puas akan irama, bahasa melodi, atau keteraturan
dari harmoninya. Seseorang bisa saja tidak memahami teks musik, tetapi ia cukup terpuaskan
atau terhibur hatinya dengan pola-pola melodi, atau pola-pola ritme dalam irama musik
tertentu. Kini musik lebih berfungsi seagai hiburan karena industri musik berkembang
dengan sangat cepat.
4. Fungsi Komunikasi

15
Musik sudah sejak dahulu digunakan untuk alat komunikasi baik dalam keadaan damai
maupun perang. Komunikasi bunyi yang menggunakan sangkakala (sejenis trumpet), trumpet
kerang juga digunakan dalam suku-suku bangsa pesisir pantai, kentongan juga digunakan
sebagai alat komunikasi keamanan di Jawa, dan teriakan-teriakan pun dikenal dalam suku-
suku asli yang hidup baik di pegunungan maupun di hutan-hutan. Bunyi-bunyi teratur,
berpola-pola ritmik, dan menggunakan alur-alur melodi itu menandakan adanya fungsi
komunikasi dalam musik.
5. Fungsi Representasi Simbolik
Musik digunakan sebagai sarana mewujudkan simbol-simbol dari nilai-nilai tradisi dan
budaya setempat. Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga,
dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik baik
secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacara-upacara.
6. Fungsi Respon Sosial
Para pencipta lagu nasional Indonesia sangat peka terhadap adanya kondisi sosial, tingkat
kesejahteraan rakyat, dan kegelisahan masyarakat. Mereka menciptakan lagu-lagu populer
yang menggunakan syair-syair menyentuh perhatian publik. Pada umumnya para pencipta
lagu itu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras terutama ditujukan kepada
pemerintah. Para pengamen jalanan juga tak kalah seru mengumandangkan lagu-lagu protes
sosialnya, misalnya lagu yang bertema PNS, penderitaan anak jalanan, generasi muda yang
tanpa arah, dan lain sebagainya.
7. Fungsi Pendidikan Norma Sosial
Musik banyak pula digunakan sebagai media untuk mengajarkan norma-norma, aturan-
aturan yang sekalipun tidak tertulis namun berlaku di tengah masyarakat. Para pencipta lagu
anak seperti Bu Kasur, Pak Kasur, Pak Daljono, AT Mahmud, Ibu Sud—semua berupaya
mengajarkan anak-anak berperilaku sopan, halus, hormat kepada orangtua, cinta keindahan,
sayangi tanaman dan binatang, patuh pada guru, dan lain sebagainya. Keindahan alam,
kesejahteraan sosial, kenyamanan hidup, dan semua norma-norma kehidupan bermasyarakat
telah mendapatkan perhatian yang sangat penting dari para pencipta lagu tersebut.
8. Fungsi Pelestari Kebudayaan
Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena tema-tema
dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas. Syair-syair lagu sering juga

16
berasal dari pantun-pantun yang biasa dilantunkan oleh masyarakat adat dan daerah-daerah di
Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan budaya dan terutama musiknya seperti termasuk
yang paling dikenal dunia seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan
Papua.
9. Fungsi Pemersatu Bangsa
Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan yang mewakili citarasa estetik, semangat
kebangsaan, dan watak dari budaya masing-masing. Lagu kebangsaan Indonesia Raya
ciptaan Wage Rudolf Soepratman adalah lagu atau musik yang diciptakan untuk
mempersatukan bangsa Indonesia yang mendiami daerah-daerah di wilayah Nusantara yang
terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil. Keaneka-ragaman budaya yang sangat banyak
jumlahnya harus dirangkum dalam satu kesatuan budaya nasional tanpa meninggalkan
budaya-budaya lokal. Dalam kesatuan tanah-air, bangsa, dan bahasa; Indonesia
diperkenalkan kepada dunia melalui Indonesia Raya. Tetapi, lagu-lagu nasional Indonesia
juga tidak sedikit yang bisa berfungsi sebagai pemersatu bangsa sekalipun bukan sebagai
lagu kebangsaan, contohnya antara lain Berkibarlah Benderaku, Bangun Pemudi-Pemuda,
Bagimu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia Pusaka, Hari Merdeka, Rayuan Pulau
Kelapa, Mars Pancasila, Halo-Halo Bandung, dan Syukur.
10. Fungsi Promosi Dagang
Musik yang dikreasi untuk kepentingan promosi dagang kini banyak berkembang seiring
dengan laju pertumbuhan iklan yang disiarkan melalui radio-radio siaran dan televisi-televisi
swasta terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Musik-musik iklan bisa saja
dirancang oleh penciptanya secara baru, tetapi juga ada yang berbentuk penggalan lagu yang
sudah ada, sudah populer, dan digemari segmen pasar yang dituju.

17
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Music pada dasarnya merupakan bunyi yang diungkapkan melalui ritme yang teratur dan
melodi yang indah.
Unsur-unsur music meliputi melodi, ritem, birama, harmoni, tempo, dinamika, tangga
nada dan timbre.
Symbol music meliputi garis pranada, garis bar, tanda kunci (symbol notations), tanda
birama (time signature, note, tanda istirahat (rest symbol), tanda accidental (kress dan mol),
tanda tie (tanda penghubung), dan tanda tempo.
Manfaat musi meliputi, sebagai hibuan, sebagai terapi kesehatan,sebagai kecerdasan,
sebagai kepribadian.
Fungsi music meliputi, sebagai hiburan, komunikasi, representasi simbolik, respon sosial,
pendidikan norma sosial, pelestari kebudayaan, pemersatu bangsa, dan promosi dagang.

18
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, Moh, dkk. 2008. Seni Musik Klasik Jilid I Untuk SMK. Buku Elektronik
Sekolah (BSE).
Marsela Angela. 2018. Seni Budaya Kelas XI. E-Modul. Kemendikbud.
Kusumastuti, Eny. 20007. Ekspresi Estetik dan Makna Simbolik Kesenian Laesan di
Desa Bojomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Semarang : Lemtit UNNES.

19

Anda mungkin juga menyukai