SOP - Koperasi - Simpan - Pinjam 81-100
SOP - Koperasi - Simpan - Pinjam 81-100
SOP - Koperasi - Simpan - Pinjam 81-100
78
%25%* ! *-#)$'* )*2-/-&%& )25'0%%& 23%&%& )*(%&,0% %&('+%&
'0' 2'+%#
/%* %& 0%# '0' '*&%.
)&,).'%*%&
%#
)0%3 +'.%#
/%* %& 0%#
. 3 #)+-*%&
. 3 #)+-*%&
.4)+ 23
.5
)*(%&,0%
.5
.4)+ 23
)*(%&,0% .5
.)
)*/ +'&,%&
'0' '*&%. /%# . '#%/%
)&,).'%*%& %#
*-#)# )A%.'%#
)*%=%
79
%25%* " *-#)$'* )&=% *%& 23%&%& )*(%&,0%
)* 7 0%# $%&
'.% 5%&$ &,0%&
)*0%# )*0%# $)&,%& 7 .)
3)&=% *%& 3)&=% *%&
.4)+ # 23%&%& # 23%&%&
# 23%&%& 5)*(%&,0% 5)*(%&,0% )*0%#
5)*(%&,0% 3)&=% *%&
)* 7 0%# $%& # 23%&%&
)* 0#% 5%&$ &,0%& 5)*(%&,0%
. 3 )&%* 0%& $)&,%& 7 .)
%*+' 23
)*(%&,0%
.4)+ 23
)*(0 5
0%
)&%*
.4)+ 23 .4)+ 23
)*(0 #. )*(0 #.
. 3 )&%+ 0%& . 3 )&%+ 0%&
3 &$%/0%& 0) .)
80
%25%* " *-#)$'* )&=% *%& 23%&%& )*(%&,0% %&('+%&
&$%/%& $%*
.4)+ 23
'3 %/ '3 %/ )*(0 #.
. 3 3)&%* 0%&
'0' 2'+%#
/%* %& 0%# '0' ('*&%.
3)&,).'%*%&
.4)+ 23 0%#
)*(0 #.
. 3 3)&%* 0%& *-#)# %0/ * )*%=%
5'.%& )*/ +'&,%&
/%# . '#%/%
)*%=%
3)*=-5%%&
A%.'%#
)*%=%
)*/ +'&,%&
).)#%
/%# . '#%/%
1) Anggota
1. Mengajukan permohonan secara tertulis, permohonan ini disampaikan melalui
format/formulir standar berupa Surat Permohonan Pinjaman;
2. Menyerahkan identitas diri (KTP/SIM)
2) Staf Pinjaman
1. Menerima Surat Permohonan Pinjaman dan me8register permohonan tersebut ke dalam
buku Register Permohonan antara lain memberi nomor urut, tanggal penerimaan dan
penjelasan lainnya;
81
2. Staf Pinjaman melakukan pra8analisis terhadap permohonan tersebut, jika dari hasil pra8
analisis tersebut tidak dapat dipenuhi/diproses , segera informasikan dan bila di perlukan
buat surat penolakan, jika dapat diproses lakukan langkah sebagai berikut.
a. Peroleh dan kumpulkan seluruh data dan berkas seluruh data dan berkas yang
diperlukan sesuai dengan informasi yang ada pada Surat Permohonan Pinjaman, yakni
data ekonomi, yuridis dan jaminan;
b. serahkan data yang berkaitan dengan data yuridis dan jaminan kepada Staf Hukum dan
Staf Taksasi Jaminan untuk diproses tindak lanjut;
c. Buat Analisis Pinjaman yang berkaitan dengan data ekonomis anggota, dan tuangkan
hasil analisis tersebut ke dalam form memorandum pinjaman;
d. Peroleh hasil analisis yuridis dan jaminan dari staf hukum dan Taksasi, gabungan hasil
analisis tersebut ke dalam form memo proposal pinjaman. Memo proposal pinjaman ini
merupakan proposal lengkap analisis pinjaman karena merangkum seluruh aspek
penilaian pinjaman dari aspek ekonomi, yuridis dan jaminan.
3. Serahkan memo proposal pinjaman dan berkas pendukungnya pada staf Hukum dan
Dokumentasi untuk pengaturan jadwal Komite pinjaman;
5) Komite Pinjaman
1. Pada saat yang ditentukan anggota Komite Pinjaman akan mengadakan rapat pembahasan
dan evaluasi atas proposal pinjaman yang diajukan;
82
2. Rapat dibuka oleh staf Hukum selaku Sekretaris Komite Pinjaman, dan memberikan
kesempatan pertama kepada staf Pinjaman sponsor (staf yang melakukan dan membuat
proposal) untuk mempresentasikan hasil analisisnya;
3. Anggota Komite Pinjaman membahas dan mengevaluasi hasil paparan/presentasi staf
Pinjaman Sponsor;
4. Komite Pinjaman memberikan keputusan, yakni:
a. Jika hasil keputusan menolak/tidak setuju, maka:
Staf Pinjaman mempersiapkan surat penolakan pinjaman;
Staf Hukum dan Dokumentasi me8register surat tersebut dan segera mengirimkan
kepada anggota.
b. Jika hasil keputusan dengan catatan, maka;
Staf Pinjaman harus melengkapi dan memproses data yang diperlukan sesuai
permintaan anggota Komite Pinjaman;
Staf Hukum dan Dokumentasi mengatur kembali jadwal pertemuan berikutnya, dan
selanjutnya jika telah memenuhi syarat, kembali ke proses dan prosedur pada butir
5) 1. di atas.
c. Jika hasil keputusan setuju diberikan pinjaman dengan catatan/persyaratan, maka:
Anggota Komite Pinjaman menandatangani memorandum Komite Pinjaman (MKP)
pada kolom persetujuan dan juga memaraf catatan8catatan di atas MKP yang
meminta persyaratan tersebut;
Staf Pinjaman melengkapi dan memproses catatan dan persyaratan yang diminta,
dan menyerahkan hasil proses tersebut kepada Staf Hukum dan Dokumentasi;
Staf Hukum mempersiapkan proses tindak lanjut sesuai prosedur.
d. Jika hasil keputusan setuju, maka:
Anggota Komite Pinjaman menandatangani memorandum Komite pinjaman (MKP)
pada kolom persetujuan;
Staf Pinjaman mempersiapkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pinjaman (SPPP);
Staf Hukum dan Dokumentasi me8register surat tersebut dan segera mengirimkan
kepada anggota dalam 2 (dua) rangkap, yakni asli untuk anggota dan copy untuk
arsip yang harus ditandatangani oleh anggota (di atas meterai) sebagai tanda
persetujuan di atas syarat8syarat yang tertera di dalam SPPP.
5. Staf Hukum dan Dokumentasi mendokumentasikan seluruh berkas untuk proses dan
prosedur selanjutnya:
83
3. Persiapkan pelepasan (dropping) pinjaman;
4. Pelepasan dilakukan setelah seluruh persyaratan dipenuhi dengan memberikan tanda/cap
(fiat) dropping/pelepasan pada MKP dan melampirkan data pendukungnya.
2) Contoh Analisis;
1. Utamakan pada kelayakan usaha dan kemampuan membayar;
2. Lakukan penilaian terhadap hal8hal sebagai berikut:
a. Kemampuan memperoleh keuntungan
b. Sisa pinjaman (jika ada) dari pihak lain;
c. Beban rutin di luar kegiatan usaha.
3. Pendekatan yang dilakukan yang dilakukan dalam analisis kuantitatif, yakni melakukan
kemampuan membayar berdasarkan kemampuan memperoleh keuntungan;
4. Hal8hal yang perlu dilakukan dalam analisis kuantitatif adalah:
a. Lakukan analisis Perhitungan laba8rugi sebelum memperoleh pinjaman (sebelumnya)
dengan cara wawancara dan tanya jawab kepada anggota, peroleh beberapa
pendapatan (laba) bersih.
b. Hitung pula kemungkinan adanya pendapatan lain di luar kegiatan atau hasil usahanya,
dan;
c. Kemungkinan adanya pengeluaran lain di luar kegiatan usahanya;
d. Hitung pendapatan bersih hasil pada butir 2) 4.a. + 2) 4.b. 8 2) 4.c.;
e. Tentukan dan hitung Rasio Angsuran, yakni perbandingan besarnya angsuran dengan
jumlah pendapatan bersih;
f. Besarnya angsuran maksimal antara jumlah 50% s.d. 75% dari jumlah pendapatan
bersih (rasio ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi anggota);
g. Besarnya pinjaman yang dapat diberikan adalah Rasio Angsuran X Jumlah Pendapatan
Bersih X Jangka Waktu Pinjaman;
84
5. Contoh perhitungan secara sederhana untuk pinjaman dengan angsuran untuk anggota
dengan skala usaha mikro;
a. Perhitungan Laba Usaha (dalam 1 bulan):
Penjualan Usaha = Rp. 1.000.000,8
Harga pokok jual = Rp. 600.000,8
Biaya usaha = Rp. 100.000,8
Laba usaha = Rp. 300.000,8
b. Perhitungan kemampuan bayar:
Laba usaha = Rp. 300.000,8
Pendapatan dari istri = Rp. 100.000,8
Pendapatan lainnya = Rp. 50.000,8
Jumlah pendapatan = Rp. 450.000,8
c. Biaya dan pengeluaran di luar usaha:
Kebutuhan rumah tangga = Rp. 200.000,8
Biaya pendidikan = Rp. 50.000,8
Biaya lainnya = Rp. 50.000,8
Jumlah pengeluaran = Rp. 300.000,8
d. Jumlah pendapatan bersih:
Jumlah pendapatan = Rp. 200.000,8
Jumlah Pengeluaran = Rp. 50.000,8
Pendapatan bersih = Rp. 50.000,8
e. Rasio angsuran, misalkan 50% maka ini berarti jika jangka waktunya 6 bulan jumlah
pinjaman yang dapat diberikan adalah 50% X Rp. 150.000,8 X 6 bln = Rp. 450.000,8
85
fasilitas, plafond pinjaman, mar8up/marjin, jatuh tempo pinjaman, data jaminan dan
selanjutnya hutang besarnya biaya8biaya yang menjadi beban anggota;
5. Siapkan slip transaksi (nota) pembukuannya jika pelepasan langsung dibukukan ke rekening
simpanan anggota, slip penarikan (sebagai kuitansi) jika akan ditarik tunai;
6. Mintakan persetujuan manajer atas transaksi pelepasan tersebut;
7. Setelah mendapat persetujuan, bukukan transaksi dropping pinjaman ke dalam buku
angsuran dan kartu pinjaman;
8. Serahkan slip transaksi (nota) kepada staf pembukuan, atau slip penarikan ke kasir untuk
pembayaran (apabila akan ditarik tunai);
9. Serahkan buku angsuran kepada anggota;
10. File kartu pinjaman urut nomor rekening
2) Manajer
1. Menerima berkas8berkas pelepasan pinjaman dari staf pinjaman antara lain buku angsuran,
kartu pinjaman, slip transaksi/Slip Penarikan (kuitansi), MKP dan data pendukungnya;
2. Periksa kebenaran dan kelengkapan datanya, jika telah cocok berikan persetujuan pada slip
transaksi/penarikan sebagai tanda setuju bayar, dan;
3. Kirimkan kembali seluruh berkas ke staf pinjaman
3) Kasir
1. Menerima Slip Penarikan dari staf pinjaman yang telah disetujui oleh manajer;
2. Mintakan tanda tangan anggota pada balik Slip Penarikan/kuitansi sebagai bukti
penerimaan;
3. Cocokkan dengan bukti identitas anggota;
4. Siapkan jumlah uang dan lakukan pembayaran;
5. Bukukan pengeluaran tersebut ke dalam Buku Mutasi Harian Kas;
6. Akhir hari cocokkan Buku Mutasi harian Kas dengan bukti8bukti transaksinya, jika cocok;
7. Buat daftar Rekapitulasi Kas Harian (RKH)
8. Kirimkan RKH beserta bukti8buktinya kepada staf pembukuan;
4) Staf Pembukuan;
1. Terima slip transaksi (nota) pelepasan pinjaman dari staf administrasi;
2. Bukukan ke dalam Buku Jurnal Memorial, atau;
3. Terima RKH beserta bukti8bukti penunjangnya (d.h.i. Slip Penarikan/kuitansi pelepasan
pinjaman);
4. Bukukan ke dalam buku jurnal pengeluaran kas;
5. File slip transaksi/slip penarikan (kuitansi urut tanggal;
86
*-#)$'* )25%4%*%& &,#'*%& &(%2%&
1) Anggota
1. Mengisi slip setoran sebesar jumlah rupiah angsuran;
2. Serahkan Buku Angsuran, slip setoran dan uang angsuran kepada kasir;
2) Kasir
1. Terima Buku Angsuran, slip setoran dan uang angsuran;
2. Hitung jumlah uang dan periksa kebenaran pengisian slip dan Cocokkan dengan data buku
angsurannya, jika sosok simpan uang dalam kotak uang, dan paraf slip setoran;
3. Catat penerimaan tersebut ke dalam Buku Mutasi Harian Kas;
4. Serahkan buku angsuran, slip setoran kepada staf administrasi Pinjaman untuk dibukukan;
5. Akhir hari buat daftar Rekapitulasi Kas Harian (RKH), serahkan RKH beserta bukti8bukti
transaksinya kepada Staf Pembukuan.
4) Staf Pembukuan
1. Terima RKH dan slip setoran (d.h.i. slip setoran untuk angsuran);
2. Bukukan transaksi ke dalam buku jurnal penerimaan kas sesuai jenis transaksinya;
3. File slip setoran urut tanggal;
87
3. Pembebanan tersebut dapat dilakukan melalui pendebetan rekening simpanan
pinjaman yang merupakan simpanan anggota yang dibuka untuk menutup timbulnya
risiko pembayaran;
4. Bukukan kewajiban angsuran tertunda tersebut ke dalam Kartu Pinjaman Anggota;
5. Serahkan Slip Transaksi (Nota Debet) kepada Staf Administrasi Simpanan untuk
dibukukan ke dalam Kartu Simpanan Pinjaman atas nama anggota yang bersangkutan;
6. Jika anda melakukan setoran/melalui tunggakan, kembalikan setoran tersebut ke dalam
Kartu Simpanan pada buku Pinjaman Anggota pada saatnya;
Slip transaksi/Nota yang telah dibukukan ke dalam kartu simpanan pinjaman oleh staf
administrasi simpanan segera didistribusikan kepada staf pembukuan untuk dilakukan
penjurnalan
3) Staf Pembukuan
Melakukan penjumlahan atas transaksi di atas
Pada pokoknya tidak terjadi perbedaan dengan prosedur E di atas, namun proses tambahan yang
dilakukan adalah sebagai berikut:
2) Manajer:
1. Terima berkas pelunasan pinjaman;
2. Periksa kebenaran data, jika benar dan cocok berikan persetujuan pada slip penarikan
(kuitansi);
88
3. Serahkan berkas kepada Staf Administrasi Pinjaman untuk di file kembali;
4. Serahkan Buku Angsuran dan Slip Penarikan (kuitansi) kepada Kasir untuk pembayaran;
3) Kasir:
1. Terima slip penarikan (kuitansi) dan buku angsuran yang telah disetujui Manajer;
2. Siapkan jumlah uang sebesar slip/kuitansi dan lakukan pembayaran;
3. Mintakan tanda tangan anggota di balik slip penarikan (kuitansi) sebagai bukti pembayaran;
.4. Serahkan buku angsuran kepada staf administrasi pinjaman;
5. Catat pengeluaran tersebut ke dalam buku mutasi harian kas;
6. Akhir hari buat daftar rekapitulasi kas harian (RKH);
7. Serahkan RKH dan slip penarikan kepada staf pembukuan.
4) Staf Pembukuan
1. Terima RKH dan slip penarikan (kuitansi);
2. Bukukan ke dalam buku jurnal pengeluaran kas.
3. File slip penarikan urut tanggal.
89
b. Mintakan bukti8bukti kuitansi pelepasan (dropping) pinjaman dari kolektor/kasir;
c. Bukukan ke dalam kartu pinjaman;
d. Buat buku angsuran atas nama anggota yang bersangkutan, dan serahkan kepada
anggota via kolektor;
2) Transaksi Pembayaran Angsuran: pada prinsipnya proses sesuai prosedur D di atas dengan
penambahan sebagai berikut:
1. Proses dan Prosedur di Kasir:
a. Terima bukti transaksi berupa slip setoran dan kolektor, hitung arus kas dari seluruh
transaksi pasar, dan jika saldo kas (net) dari transaksi pasar ini telah cocok;
b. Lakukan pencatatan ke buku mutasi harian kas (Rekapitulasi Penerimaan Angsuran);
c. Komunikasi transaksi ini kepada Staf Administrasi Pinjaman untuk responden;
*-#)# :%. %*
Staf Administrasi Pinjaman memeriksa apakah ada transaksi pending yang harus dilaksanakan:
1. Apabila ada, laksanakan transaksi tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku atas
transaksi tersebut:
2. Apabila tidak ada transaksi pending lakukan proses selanjutnya
90
%25%* %,%& . * *-#)$'* ).'&%#%& &(%2%&
91
%25%* 8 %,%& . * *-#)$'* )25%4%*%& &,#'*%& &(%2%&
Keterangan :
1 = Slip Setoran
2 = Buku Angsuran
3 = Uang Tunai
4 = Buku Mutasi Harian Kas
5 = Kartu Pinjaman
6 = Buku Kas Masuk
92
%25%* %,%& . * *-#)$'* )*2-/-&%& &(%2%&
-*2 !
)*2-/-&%&
&(%2%&
; )&4)+'('
; )2%*%7
!
"
; )&-.%0
; )2%&,, .
&%#%5%/
'&+'0
"
3)&().%#%&
93
Manajemen keuangan menyangkut berbagai aktivitas yang berhubungan dengan 0
dan kegiatan keuangan (Aktiva, hutang, modal,
pendapatan dan biaya). Kegiatan manajemen keuangan biasanya dilakukan oleh manajer
keuangan. Namun demikian, aktivitas manajemen keuangan terkait juga dengan fungsi lain dalam
semua kegiatan usaha simpan pinjam, seperti: &, ! 0 ! 0
dan lain8lain. Manajemen keuangan sebagai suatu subsistem dari sistem fungsi8fungsi pokok usaha
simpan pinjam.
Pada umumnya, fungsi manajemen keuangan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu:
1. Kegiatan 2)&,,'&%0%& $%&% Kegiatan ini disebut juga sebagai 0)3'+'#%& &A)#+%# , yakni
mengalokasikan dana pada aktiva usaha terutama kegiatan penyaluran pinjaman dan kegiatan
investasi dari dana yang menganggur (manajemen investasi);
2. Kegiatan 2)&,/ 23'& $%&% atau biasa disebut dengan 0)3'+'#%& 3)&$%&%%&. Kegiatan ini
mencakup berbagai aktivitas yang diarahkan untuk memperoleh dana yang dapat digunakan
oleh usaha simpan pinjam dari berbagai sumber yang tersedia (di pasar keuangan) (manajemen
permodalan);
3. Kebijakan dari dalam berkaitan dengan pembagian SHU Koperasi.
" #
94
)+)*%&,%&?
1 = Manajer keuangan perlu memperoleh dana dari anggota atau non anggota atau
pasar keuangan lainnya, baik berupa simpanan, simpanan berjangka pinjaman
jangka pendek maupun jangka panjang, modal sendiri dan cadangan
3 = Hasil yang diperoleh sebagai dampak dari penyaluran dana dalam bentuk
pinjaman atau investasi lainnya diharapkan dapat menghasilkan surplus (SHU),
ialah selisih antara hasil yang diperoleh (pendapatan) dikurangi dengan
pengorbanannya (biaya);
4 = Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari hasil kegiatan , dapat dialokasikan:
a. Dikembalikan kepada pemilik dana berupa bunga dan pembagian SHU
(deviden policy)
b. Diinvestasikan kembali untuk mengembangkan usaha ( % , )
KSP/USP menyelenggarakan kegiatan usahanya berdasar nilai8nilai, norma dan prinsip Koperasi
sehingga dapat dengan jelas menunjukkan perilaku Koperasi.
KSP/USP adalah alat dari rumah tangga anggota untuk mandiri dalam mengatasi masalah
kekurangan modal (bagi anggota pengusaha) atau kekurangan likuiditas (anggota rumah
tangga).
Maju mundurnya KSP/USP menjadi tanggung jawab seluruh anggota sehingga berlaku asas
.
Anggota pada KSP/USP berada dalam satu kesatuan sistem kerja Koperasi, diatur menurut
norma8norma yang terdapat di dalam AD dan ART.
95
KSP/USP harus dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggotanya jika
dibandingkan dengan manfaat yang diberikan oleh lembaga keuangan lainnya.
KSP/USP berfungsi sebagai lembaga intermediasi dalam hal ini KSP bertugas untuk
menghimpun dana dari anggota, calon anggota atau koperasi lainnya dan menyalurkan kembali
dana tersebut dalam bentuk pinjaman kepada anggota.
Standar operasional prosedur yang berkaitan dengan penghimpunan dan penyaluran dana telah
dijelaskan pada Standar operasional prosedur pengelolaan usaha, sedangkan Standar operasional
prosedur manajemen keuangan KSP/USP meliputi:
1. Standar operasional prosedur Keseimbangan Arus Dana.
2. Standar operasional prosedur Penggunaan Dana untuk Investasi.
3. Standar operasional prosedur Penghimpunan Dana dari Pinjaman.
4. Standar operasional prosedur manajemen asset
5. Standar operasional prosedur Pembagian SHU.
6. Standar operasional prosedur penilaian kesehatan.
96
)&,%+'*%& 0' $ +%# & 2'2
KSP harus dapat memperkirakan besarnya pengeluaran dalam setiap hari, minggu atau bulan,
sehingga likuiditas minimum dapat ditetapkan secara lebih tepat. Kesemuanya itu perlu didukung
oleh pencatatan8pencatatan yang akurat, teliti, rapi dan sistematis.
%&%()2)& 0+ A% > %# A%
Dalam upaya menyeimbangkan arus dana, KSP perlu melakukan manajemen aktiva8pasiva
dengan pendekatan &.
Dana yang memiliki sifat perputaran yang cukup tinggi hendaknya penggunaannya diprioritaskan
dalam aktiva yang tingkat likuiditasnya cukup tinggi. Sedangkan dana yang perputarannya relatif
rendah, pengalokasiannya diprioritaskan pada pemberian pinjaman dan aktiva jangka panjang
lainnya.
0' $ +%#
1. Pengukuran likuiditas KSP dilakukan dengan cara membandingkan pinjaman yang disalurkan
dengan dana yang dihimpun, yang besarnya tidak boleh melebihi 90% dari total dana yang
dihimpun, yang terdiri dari modal sendiri, modal pinjaman, modal penyisihan, simpanan dan
simpanan berjangka.
2. Untuk mempertahankan likuiditas, KSP harus membuat perencanaan dan pengendalian kas,
dengan menyusun anggaran kas baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
3. Untuk menjaga keseimbangan kas masuk dan kas keluar KSP harus menyusun:
a. Perencanaan dan pengendalian arus kas dalam bentuk anggaran kas.
b. Perencanaan dan pengendalian & ., & . yang berkaitan dengan
penghimpunan dan penyaluran dana.
4. Untuk merencanakan dan mengendalikan & ., KSP harus menaksir kebutuhan kas dan
penggunaan kelebihan kas secara efektif, KSP harus menyusun anggaran kas untuk
merencanakan posisi likuiditas KSP sebagai dasar penentuan besarnya pinjaman bila terjadi
kekurangan dana atau investasi bila terjadi kelebihan dana.
Standar operasional prosedur Keseimbangan arus kas pada KSP/USP berkaitan dengan mengatur
keseimbangan antara sisi penyediaan dana untuk disalurkan kepada anggota berupa pinjaman, dan
97