LAPORAN - PRAKTIKUM - Reaksi Gelap Dan Terang-MK - Fispon

Unduh sebagai pdf atau txt
Unduh sebagai pdf atau txt
Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

Reaksi Fotosisntesis Pada Tanaman di Tempat Gelap dan Terang


Dosen pengampu : Siti Nurjanah, S.Hut.,M.,Si

Disusun oleh :

KELOMPOK. IV KELAS.B (Intsia bijuga)

P.A.Habibie : 04342111013
Fadhil Amhar : 04342111008
M.Amril Sangadji : 04342111048
Putri Shalomita : 04342111009
Ris Faradilah M.Akuba : 04342111026

PROGRAM STUDI KEHUTANAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE
2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dari kelompok IV kelas B dapat menyelesaikan tugas
laporan praktikum “ Pengamatan Reaksi Pada Tanaman dalam berfotosisntesisi di tempat
Gelap dan Terang” sesuai dengan waktu yang di berikan.

Kami dari kelompok IV kelas.B pada Program Studi Kehutanan pada Fakultas
Pertanian Universitas Khairun Ternate, Mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Siti
Nurjanah,S.Hut.,M.Si selaku Dosen Pengampuh dan seluruh staf pengajar bidang matakuliah
Fisiologi Pohon, yang telah memberikan tugas praktikum ini, sehingga kami mahasiswa
dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi keilmuaan yang kami
tekuni saat ini.

Tugas ini kami buat bukan hanya untuk memenuhi tugas tersebut, melainkan sebagai
bahan pembelajaran bagi kami dan rekan-rekan sekalian. Pada laporan yang kami buat
mungkin masih terdapat beberapa kesalahan, namun jika rekan-rekan beserta ibu dosen
pengampuh berkenan untuk memberi apresiasi melalui saran dan kritik kami akan
menerimanya untuk menjadi bahan acuan untuk kami dan rekan-rekan sebagai bahan
pembelajaran untuk lebih baik kedepannya dan seterusnya.

Semoga laporan yang kami buat tak hanya bermanfaat bagi kami dan rekan-
rekan saja, melainkan bermanfaat juga untuk semua orang yang membacanya. Karena ilmu
dan pengetahuan bukan hanya sebagai sebagai ide atau gagasan yang tersimpan pada
pikiran manusia, melainkan untuk diberitahukan kepada khalayak agar memberikan
pengetahuan dan ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan manusia, Agar menjadi manusia
yang berpikir dan menjadi manusia yang bermanfaat.

Ternate, 20 Oktober 2022


Penyusun

Kelompok.IV Kelas.B

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ...................................................................................................... 1
1.2. Faktor Mempengaruhi Fotosintesis ....................................................................... 2
1.3. Rumus Kimia dan gambar Proses Fotosintesis ..................................................... 2
1.4. Tujuan Praktikum .................................................................................................. 4
1.5. Manfaat Praktikum ................................................................................................ 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................ 5
2.1. Teori Dasar .............................................................................................................. 5
2.2. Hipotesis ................................................................................................................. 7
BAB III METODE PRAKTIKUM ..................................................................................... 8
3.1. Alat dan Bahan ........................................................................................................ 8
3.2. Waktu dan Tempat .................................................................................................. 8
3.3. Cara Kerja ............................................................................................................... 8
3.4. Cara Pengambilan Data ........................................................................................... 9
3.5. Variabel ................................................................................................................... 9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 10
4.1. Data dan Fakta Yang Diperoleh Selama Praktikum .............................................. 10
4.2. Pengolahan Data .................................................................................................... 10
BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 11
5.1. Kesimpulan ........................................................................................................... 11
5.2. Saran ...................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti
menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia
kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahayaalami adalah matahari.
Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan
H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai
panjang gelombang berbeda,sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda.
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan
energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam
kloroplas.
Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam.
Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam
struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain air (H2O),konsentrasi CO2, suhu, umur tanaman/daun, translokasi karbohidrat, dan
cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya,
air,dan karbondioksida . Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof
menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu.
Organisme yang demikian disebut kemoautotrof, karena menggunakan zat – zat
kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik. Sedangkan
peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut
dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya
menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari Fotosintesis sering didefinisikan
sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan
sel-sel yang berklorofildengan adanya cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2).
Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau
pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari. Organisasi dan
fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energy yang tak henti-hentinya. Sumber
energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme
heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri,hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-
molekul organik ke dalam sel-selnya.
Oleh karena itu, kami mengadakan eksperimen untuk mengetahui apakah benar ada
perbedaan pengaruh cahaya matahari dan suhu terhadap tanaman yang di tempatkan pada
tempat yang gelap dan terang.

1
1.2. Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis

Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor


yang mempengaruhi fotosintesis adalah sebagai berikut (Wawang, 2013).
1) Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di udara. Semakin tinggi konsentrasi CO2 di
udara, maka laju fotosintesis semakin meningkat.
2) Klorofil, semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka proses fotosintesis
berlangsung semakin cepat. Pembentukan klorofil memerlukan cahaya matahari.
Kecambah yang ditumbuhkan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil
dengan sempurna. Kecambah ini dikatakan mengalami etiolasi, yaitu tumbuh
sangat cepat (lebih tinggi/panjang dari seharusnya) dan batang dan daunnya
tampak bewarna pucat karena tidak mengandung klorofil. Umur daun juga
mempengaruhi laju fotosintesis. Semakin tua daun, kemampuan berfotosintesis
semakin berkurang karena adanya perombakan klorofil dan berkurangnya fungsi
kloroplas.
3) Cahaya, intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar fotosintesis berlangsung
dengan efisien.
4) Air, ketersediaan air mempengaruhi laju fotosintesis karena air merupakan bahan
baku dalam proses ini.
5) Suhu, umumnya semakin tinggi suhunya, laju fotosintesis akan meningkat,
demikian juga sebaliknya. Namun bila suhu terlalu tinggi, fotosintesis akan
berhenti karena enzimenzim yang berperan dalam fotosintesis rusak. Oleh karena
itu tumbuhan menghendaki suhu optimum (tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi)
agar fotosintesis berjalan secara efisien.
6) Umur tanaman, ketika tanaman sudah dewasa, jaringan-jaringan akan terbentuk
semakin sempurna, hal ini akan membantu meningkatkan efektifitas dan laju
proses fotosintesis.

1.3. Rumus Kimia

6H2O(air) + 6CO2(karbondioksida) C6H12O6 (glukosa) + 6O2 (oksigen)


Jadi……
6H2O(air) = Untuk reaksi terang
6CO2(karbondioksida) = Untuk reaksi gelap
6O2 (oksigen) = Hasil reaksi terang
C6H12O6 (glukosa) = Hasil reaksi gelap
Pada dasarnya , rangkaian fotosintesis dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu
pada reaksi terang dan pada reaksi gelap.
Dalam reaksi terang, terjadi konversi energy cahaya menjadi energy kimia dan
menghasilkan oksigen (O2), sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik

2
yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energy (ATP dan NADPH) energy
yang digunakan dalam reaksi gelap ini di peroleh dari reaksi terang. Reaksi gelap ini
bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul
gula.
Disebut sebagai reaksi terang karena memerlukan cahaya selama proses
fotosintesis dan terjadi pada grana (tunggal = granum), sedangkan reaksi gelap tidak
memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida dan terjadi di dalam stroma.
Pada reaksi terang, kuata cahaya diserap oleh berbagai pigmen fotosintetik
(pigmen antenna), yang terikat pada protein dalam membrane tilakoid di sekitar
disebut pusat reaksi dan disebut sebagai kompleks pewaris cahaya (LHC). Semua
pigmen fotosintesis masing-masing memiliki spectrum serapan yang khas. Pigmen
utama fotosintesis adalah, dengan pengecualian bakteri yang disebut bakterioklorofil,
dan klorofil. Selain itu, karenotoid, klorifil b dan c, dan phycobilins
(phycobiliproteins) dan alga merah dan cyanobacteria diwakili. Proses fotosintesis
terdiri dari tiga tahap utama yaitu :
1. Penghilangan atom hydrogen dari air dan disertai produksi molekul
oksigen.
2. Transfer atom hydrogen dari sebuah senyawa lanjutan pada tahap pertama
menjadi suatu tahap ketiga.
3. Penggunaan atom hydrogen untuk mengubah karbondioksida menjadi
sebuah karbohidrat.

(Gamb. Proses fotosintesis)

3
1.4.Tujuan Praktikum

1. Untuk mengetahui dan membuktikan perbedaan adanya gas oksigen sebagai hasil proses
fotosintesis pada tempat gelap dan terang
2. Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap kecepatan
proses fotointesis.

1.5.Manfaat Praktikum

Dapat mengetahui bagaimana perbedaan reaksi dan pengaruh intensitas cahaya pada tempat
gelap dan pada terang terhadap laju fotosintesis pada tanaman

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teori Dasar

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan
beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan
energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam
fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer
bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya)
disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena
dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul
penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah
melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.(wikipedia,2009).
Fotosintesis terjadi di kloroplast. Membran dalam kloropas, membran tilakoid ada
penerusan dari lapisan fosfolipid bilayer yang diatur menjadi kantung-kantung pipih yang
ditumpuk jadi satu. Struktur tumpukan ini dinamakan grana. Stroma adalah lingkungan di
sekitar tilakoid berisi cairan semi-liquid. Grana dan membran tilakoid mengandung klorofil
sedangkan stroma mengandung banyak enzim untuk reaksi pembentukan senyawa organik.
Pada membran tilakoid, pigmen fotosintesis dijajarkan bersama membentuk fotosistem.
Fotosintesis terbagi atas 2 reaksi yaitu reaksi terang atau reaksi bergantung cahaya dan reaksi
gelap,atau reaksi tidak bergantungcahaya.
Reaksi terang terjadi di grana, persisnya di membran tilakoid. Reaksi terang
menggunakan 2 fotosistem yang berhubungan. Fotosistem I menyerap cahaya dengan
panjang gelombang 700 nm maka disebut P700, berfungsi untuk menghasilkan NADPH.
Fotosistem II menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nm maka disebut P680,
berfungsi untuk membuat potensial oksidasi cukup tinggi sehingga bisa memecah air. Bila
bekerja bersama, 2 fotosistem ini melakukan proses fotofosforilasi non-siklik yang
menghasilkan ATP dan NADPH. Fotosistem I mentransfer elektron ke NADP+ untuk
membentuk NADPH. Kehilangan elektron digantikan oleh elektron dari fotosistem II.
Fotosistem II dengan potensial oksidasinya yang tinggi dapat memecah air untuk
menggantikan elektron yang ditransfer ke fotosistem I. Kedua fotosistem ini dihubungkan
oleh kompleks pembawa elektron yang disebut sitokrom/komplek b6-f. Kompleks ini
menggunakan energi dari pemindahan elektron untuk memindahakan proton dan
mengaktifkangradienprotonyangdigunakanolehenzimATPsintase.
Saat pusat reaksi Fotosistem II menyerap foton, elektron tereksitasi pada molekul
klorofil P680, yang mentransfer elektron ini ke akseptor elektron. P680 teroksidasi
melepaskan elektron dari kulit terluar atom Mg. Atom Mg yang teroksidasi dengan bantuan
enzim pemecah air, melepaskan elektron dari atom oksigen dari 2 molekul air.
Proses ini membuat P680 menyerap 4 foton untuk melengkapi oksidasi 2 molekul air
dan mengahasilkan 1 oksigen. Elektron yang tereksitasi dibawa oleh plastoquinon dan

5
kemudian diterima oleh kompleks b6-f. Kehadiran elektron menyebabkan kompleks
memompa proton ke celah tilakoid, kemudian elektron dibawaolehplastosianinkefotosistem1.
Pusat reaksi fotosistem 1 menyerap foton maka elektronnya tereksitasi. ”Lobang”
yang ditinggal elektron segera ditempatin olek elektron dari Fotosistem 2, sedangkan elektron
yang tereksitasi tersebut ditanggap oleh ferredoxin. Ferredoxin tereduksi membawa elektron
dengan potensial yang tinggi kemudian ditangkap oleh NADP+ untuk membentuk
NADPH.Reaksi ini dikatalisasi oleh enzim NADPH reduktase. Enzim ATP sintase
menggunakan gradien proton yang tercipta saat tranpor elektron untuk mensintesis ATP dari
ADP+Pi.
Reaksi gelap adalah reaksi pembentukan gula dari CO2 yang terjadi di stroma.
Berbeda dengan reaksi terang, reaksi gelap atau reaksi tidak bergantung cahaya bisa terjadi
pada saat siang dan malam, namun pada siang hari laju reaksi gelap tentu lebih rendah dari
laju reaksi terang.
Reaksi gelap dimulai dengan pengikatan atau fiksasi 6 molekul CO2 ke 6 molekuk
gula 5 karbon yaitu ribulosa 1,5 bifosfat, dikatalisis oleh enzim ribulosa bifosfat
karboksilase/oksigenase(rubisco) yang kemudian membentuk 6 molekul gula 6 karbon.
Molekul 6 karbon ini tidak stabil maka pecah menjadi 12 molekul 3 karbon yaitu 3
fosfogliserat. 3 fosfogliserat kemudian difosforilasi oleh 12 ATP membentuk 1,3
bifosfogliserat. 1,3 bifosfogliserat difosforilasi lagi oleh 12 NADPH membentuk 12 molekul
gliseradehida 3 fosfat/PGAL. 2 PGAL digunakan untuk membentuk 1 molekul glukosa atau
jenis gula lainnya, sedangkan 10 molekul lainnya difosforilasi oleh 6 ATP untuk kembali
membentuk 6 molekul Ribulosa 1,5 bifosfat. Proses pengikatan CO2 ke RuBP disebut fiksasi,
proses pemecahan molekul 6 karbon menjadi molekul 3 karbon disebut reduksi dan proses
pembentukan kembali RuBP dari PGALdisebutregenerasi.
Fotosintesis ini disebut mekanisme C3, karena molekul yang pertama kali terbentuk
setelah fiksasi karbon adalah molekul berkarbon 3. Kebanyakan tumbuhan menggunakan
fotosintesis C3 disebuttumbuhanC3.
Untuk beberapa tumbuhan, mereka terpaksa melakukan fotosintesis dengan cara yang
sedikit berbeda karena kondisi lingkungan. RuBP, alih-alih mengikat CO2, justru mengikat
O2 sehingga berubah menjadi glikolat dan terurai. Proses ini disebut fotorespirasi. Saat
fiksasi karbon, CO2 dan O2 berkompetisi untuk berikatan dengan RuBP. Pada kondisi normal
bersuhu 25 C, 20% fiksasi karbon untuk fotosintesis hilang karena fotorespirasi.
Kemungkinan makin meningkat saat kondisi panas, kering dan stomata menutup di siang hari
untuk menyimpan air. Kondisi ini menyebabkan CO2 tidak bisa masuk dan O2 tidak bisa
keluar sehingga terjadi fotorespirasi. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka tanaman
mengikatkan CO2 ke fosfoenolpiruvat(PEP), dikatalisis oleh PEP karboksilase dan
membentuk senyawa 4 karbon, biasanya oksaloasetat.
Mekanisme ini disebut mekanisme C4. Pengikatan ini terjadi disel mesofil.
Oksaloasetat kemudian berubah menhadi malat yang memasuki sel seludang dan disanalah
malai melepaskan CO2 untuk memulai siklus Calvin. Mala berubah menjadi piruvat yang
keluar menuju sel mesofil, berubah menjadi PEP untuk berikatan lagi dengan CO2. Contoh
tumbuhan C4 yaitu jagung.

6
Mekanisme fotosintesis lainnya yaitu CAM (Crassulacean Acid Metabolism).
Tumbuhan CAM melakukan persis sama yang dilakukan tumbuhan C4 namun peristiwanya
terjadi di sel mesofil dan fiksasi CO2 menggunakan PEP di malam hari dan sikuls Calvin
terjadi di siang hari (Sherenity, 2009)

2.2. Hipotesis

Tanaman akan berfotosintesis lebih cepat bila mendapat cahaya matahari karena
klorofil akan berfungsi bila ada cahaya. Semakin banyak intensitas cahaya maka akan
semakin meningkat laju fotosintesis dan hasil gelembung oksigen (O2) dari hasil Transpirasi
(Penguapan) semakin banyak pada tempat yang penuh cahaya dan begitupun sebaliknya pada
tempat gelap (redup) semakin sedikit.

7
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1. Alat dan Bahan

1. Kantong Plastik Uk.2 kg


2. Karet pengikat
3. Stopwatch
4. Tanaman
5. Air
6. Alat Tulis Menulis
7. Camera Handphone
8. Laptop

3.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan pada pukul 09:23 - 10:23 tanggal 20 Oktober 2022, dan
bertempat di gambesi , Rumah Kosan Saudari Putri Salomitha
.
3.3. Cara Kerja

1. Siapkan alat dan bahan yang di perlukan.


2. Masukan tanaman kedalam kantong palstik, masing-masing buat 3 sample
pengamatan untuk di tempat gelap dan terang,
3. Dalam setiap kantong plastik masukkan 5-10 individu tanaman.
4. Isi air bersih kedalam kantong plastic yang sudah berisi tanaman
5. Pastikan tanaman terendam air.
6. Ikat kantong plstik yang telah di isi air dan tanaman menggunakan karet.
7. Letakan masing masing 3 sample kantong Plastik yang berisi air dan tanaman
pada tempat gelap dan tempat dan terang.
8. Pasang dan aktifkan stopwatch selama 1 jam.
9. Amati Saple percobaan pada tempat gelap dan tempat terang selama 30 menit
sampai 1 jam
10. Catat hasil Pengamatan terhadap reaksi yang terjadi pada table pengamatan yang
telah tersedia.
11. Dokumentasikan seluruh hasil praktikum
12. Buat Laporan praktikum
13. Kirimkan hasil laporan lewat email ke dosen pengampuh Matakuliah

8
3.4 . Cara Pengambilan Data

Metode yang di gunakan yaitu metode percobaan pada tempat gelap dan terang dengan
mencatat data pada tabel serta mendokumentasikan hasil praktikum.

3.5. Variabel

Variabel bebas : Cahaya (tempat gelap dan Terang)


Variabel kontrol : Air dan Tanaman
Variabel terikat : Gelembung oksigen (O2)

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data dan Fakta yang diperoleh selama praktikum

No Nama Tumbuhan Nama Ilmiah Tempat Terang Tempat Gelap


(Lokal)
1. Balakama (Kemangngi) Ocimum Gelembung udara Gelembung
basilicum hasil dari udara hasil dari
fotosintesis lebih fotosintesis
banyak lebih sedikit
2. Bayam-bayam Amaranthus Gelembung udara Gelembung
retroflexus hasil dari udara hasil dari
fotosintesis lebih fotosintesis
banyak lebih sedikit
3. Rumput teki Saraca asoca Gelembung udara Gelembung
hasil dari udara hasil dari
fotosintesis lebih Fotosintesis
banyak lebih sedikit

4.2. Pembahasan
Pada tempat yang terang terkena cahaya matahari, dihasilkan gelembung udara
lebih banyak dari pada di tempat yang gelap. Hal ini disebabkan karena dalam proses
fotosintesis, matahari sangat diperlukan sebagai sumber energi. Sehingga makin tinggi
intensitas cahaya makin banyak pula aktivitas fotosintesis yang dapat dilakukan sehingga
gelembung udara O2 lebih banyak dihasilkan.
Suhu dapat mempengaruhi proses fotosintesis. Untuk berlangsungnya proses
fotosintesis diperlukan enzim-enzim. Enzim dapat bekerja secara maksimal jika suhu
lingkungannya optimum. Jika suhu di atas optimum, laju fotosintesisnya berkurang
karena aktivitas enzimnya makin lambat. Demikian pula jika di bawah suhu optimum,
laju fotosintesis akan berkurang karena aktivitas enzim juga berkurang.
Teknik pengumpulan data yang kami lakukan yaitu dengan membaca dan
mengkaji teori yang terdapat di dalamnya. Kami juga mengambil informasi dari internet
sebagai pembanding, Kemudian kami melakukan observasi secara langsung untuk
membuktikan secara nyata.

10
BAB V
PENUTUP

1.5. Kesimpulan
Dari hasil percobaan Praktikum dapat disimpulkan bahwa faktor cahaya sangat
mempengaruhi dalam proses fotosintesis tanaman, tanpa cahaya matahari maka proses
fotosintesis akan berjalan lambat.
2.5. Saran
Perlunya bimbingan dan pendampingan dalam proses praktikum maupun dalam
penyusunan laporan secara baku oleh dosen pengampuh

11
DAFTAR PUSTAKA

Arhan. 2009. Laporan Pratikum Fotosintesis.


Pratiwi D. A. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga
Saktiyono. 2008. Seribu Pena Biologi. Jakarta : Erlangga
Syamsuri Istamar, dkk. 2007. Biologi SMA Kelas XI. Malang : Erlangga
Tim LBB SSCintersolusi. 2012. TEXT BOOK SSCIntersolusi : SSCI

http://berita.agenbola.com/berita-lain/dasar-teori-percobaan-ingenhousz.html
http://bundelantugas.blogspot.com/2013/04/praktikum-pembuktian-fotosintesis-pada.html
http://dnabio71fotosintesis.blogspot.com/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110924040904AAshsyq
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis
http://humanosinalma.blogspot.com/2013/04/laporan-fotosintesis-hydrilla.html
http://www.fithritime.blogspot.com
http://www.google.com/
http://www.scribd.com/doc/44572505/Landasan-Teori-Fotosintesis-1
http://www.smartbekantan.blogspot.com
LAMPIRAN

Dokumentasi :
Gamb 1. Tanaman (Kemangi,Bayam bayaman,Rumput teki)

Gamb 2. Hasil pada reaksi terang

Gamb 3. Hasil Pada reaksi gelap


Dokumentasi :
Gamb 4. Anggota kelompok. IV Kelas.B (Intsia bijuga)

Anda mungkin juga menyukai